
Raka yang sudah memarkirkan mobilnya, dengan cepat Turun dari mobil, dan berlari menuju, di mana tempat yang sudah dia tentukan bersama dengan Shasa.
yang sudah dia sepakati, mereka akan bertemu di tempat itu.
Raka terus berlari dengan sebuah harapan dia dapat melihat Shasa hari ini, namun di dalam hatinya yang sebenarnya, tidak ingin melihat Shasa masih tetap di sana untuk menunggunya,
Raka ingin Shasa sudah pergi, karena mengingat bagaimana derasnya hujan, yang bisa saja mengguyurnya dan bisa saja membuatnya sakit karena hal itu! tapi dia tetap saja tergesa-gesa untuk sampai di tempat itu.
Setelah sampai di tempat yang iya tujuh, Raka memelangkan langkahnya, dan Seketika Senyum di bibirnya terlihat, melihat di sana tidak ada siapapun!
meski dalam hatinya sebenarnya terasa sakit! Namun Raka merasa sedikit bersyukur, tapi juga merasa kecewa, karena rasa rindunya pada Shasa tidak bisa terobati karena kesalahpahaman yang ada pada dirinya
Raka melangkahkan kakinya dengan langkah kaki yang terlihat lemas, tak ada sedikitpun terlihat semangat dalam dirinya
"Shasa maafkan aku," Raka melihat bangku dimana Shasa pernah duduk dan bercanda gurau di bangku itu, dia melihat bagaimana saat dia mencoba untuk menggoda Shasa! bayangan itu seketika muncul di hadapannya!
Raka tersenyum mengingat kejadian masa lalu bersama dengan Shasa, Raka berdiri dan merenung dan bayangan itu pun kembali lagi, di mana bayangan Shasa seketika muncul di hadapannya sambil tersenyum padanya
Raka melangkahkan kakinya menuju bangku, dan duduk sambil bersandar, mendongakkan kepalanya melihat langit yang masih gelap dan masih tetap meneteskan butiran air hujan
Raka duduk begitu lama di taman itu Tampa adanya seseorang di sana, dia merasa kecewa pada dirinya sendiri, karena kebodohannya! dia sampai tidak bisa menemui Shasa dengan tepat waktu
Setelah beberapa hari tidak bisa bertemu dengan shasa, dan akhirnya memiliki kesempatan! namun kesempatan itu dia sendiri yang menghancurkannya, itu yang membuat Raka begitu menyesali kesalahannya sendiri
Raka mengambil ponsel yang ada di dalam saku jasnya, dan mencoba untuk menghubungi shasa, berulangkali dia mencoba namun tidak ada jawaban darinya
"Shasa aku mohon, jawab ponselmu," tutur Raka dan terus menekan tombol ponselnya
"Shasa aku minta maaf, aku bodoh dan aku akui itu, tolong jawab ponselmu" Raka terus bergumam sendiri dan karena tidak ada jawaban dari Shasa Raka berdiri dan berjalan menuju mobilnya, bermaksud untuk mencari Shasa di warung Rita
__ADS_1
Raka mengendarai mobilnya dan sesekali memukul stir mobilnya, karena rasa kesal di hatinya!
Raka melajukan mobilnya dengan cepat berharap sampai ke tempat yang di tujunya dengan cepat
Setelah sampai, Raka turun dari mobil saat selesai memarkirkan mobilnya, dia berjalan masuk kedalam warung dan menemui Rita yang sedang membersihkan meja
"Siang bi,," sapa Raka
Rita menoleh dan melihat Raka tengah berdiri dibelakangnya, dia tersenyum menyambut kedatangan Raka, dan melihat-lihat mencari seseorang
"Kamu tidak bersama Shasa?" Tanya Rita
"Justru aku kemari untuk mencarinya, apa dia tidak kesini?
"Pagi tadi, Shasa pamit untuk menemuimu, setelah itu dia tidak kembali lagi, apa kamu belum bertemu dengannya?" Tanya Rita penasaran
Raka menggelengkan kepalanya dan untuk sesaat dia terdiam, dan kemudian mengucapkan beberapa kata
Dan Rita pun tidak menghentikannya, Rita melihat Raka dengan raut wajah yang kebingungan,
"Ada apa dengannya?" Tanya Rita saat melihat Raka pergi begitu saja, dan Rita dengan cepat mengambil ponselnya untuk menghubungi shasa,
Karena panggilannya tidak terjawab Rita jadi terdiam dan berfikir keras
"apa mungkin karena hujan! Shasa tidak jadi menemui Raka? Dan mungkin saja sekarang dia kembali ke rumah saudaranya" jelas Rita pada dirinya sendiri
***
Shasa membuka matanya yang terasa berat, perlahan dia bangun dari tempat iya tertidur, dan mengucek matanya, Shasa melihat sekelilingnya dan mendapati Leo yang tengah duduk bersandar sambil memejamkan matanya di ujung tempat ia terbaring sambil memegang remot TV ya ada di tangannya dan dengan keadaan TV yang masih menyala di depannya.
__ADS_1
Shasa terlihat kebingungan, dia terus memegangi kepala dan lehernya merasa tidak nyaman berada di tempat itu, bau obat Membuatnya tidak begitu bersemangat dan merasa pengap
"Berapa lama aku tertidur? Dan ini di mana" Tanya Shasa sambil terus melihat ruangan yang di tempati nya. Dan sesekali memegang kepalanya yang masih terasa sakit
Shasa duduk dan termenung di tempat tidur, mengingat apa yang terjadi hari ini, dan sontak dia kepikiran pada Raka yang seharusnya hari ini mereka ketemuan
"Raka,,, apa dia tidak datang? Atau jangan-jangan,, mungkin dia datang setelah aku pergi?" Tanya Shasa pada dirinya sendiri, Shasa melihat di sisi tempat tidurnya meraba dan mencari sesuatu! dan setelah melihatnya dengan cepat Shasa mengambil ponsel yang ada di atas meja yang ada di samping tempat tidurnya
Shasa melihat ponselnya dan memeriksa panggilan yang masuk, seketika raut wajahnya terlihat kecewa saat tidak melihat nama Raka tertera di balik layar ponselnya
"Apa dia lupa? Jika hari ini kami ada janji bersama?" Tanya Shasa sambil terus melihat ponsel yang masih di tangannya
Dia melihat begitu banyak panggilan, namun tidak ada satupun nama Raka yang tertulis.
Dengan perasaan kecewa Shasa menyimpan ponselnya dengan raut wajah yang malas, matanya mulai berkaca-kaca namun Shasa mencoba untuk bisa menahannya agar air mata itu tidak jatuh, Shasa mengalihkan perhatiannya dan melihat acara di TV! untuk sesaat dia termenung dan memikirkan Raka yang benar-benar, sudah melupakannya
"Apa saat ini kamu bersama dengan Fiona? Sehingga kamu tidak mengingat janji kita!"
Shasa menghela nafas dan terus berusaha untuk tetap tegar, namun ada rasa cemburu di hatinya seketika dia mengingat akan diri Raka dan fiona
"Aaaahh.." dalam hati Shasa berteriak untuk mengendalikan perasaannya yang benar-benar sudah berantakan, Shasa mengusap wajahnya dengan kedua telapak tangannya, dan membuat dirinya terlihat seakan tidak terjadi sesuatu hari ini. Sesekali Shasa menutup matanya dan menggelengkan kepalanya, aga dia bisa melupakan apa pun yang terjadi.
"Hhhheeemmm.... Helaan nafas shasa terdengar begitu berat
Shasa menurunkan kakinya dari tempat tidur dan mencoba untuk berdiri dengan pelan agar tidak menimbulkan suara yang bisa menggangu istirahat Leo yang masih saja tertidur pulas.
merasa ada yang berbeda dari dirinya yang sebelumnya, Shasa melihat pakaiannya yang sudah berbeda dari yang di kenakannya pagi tadi, membuatnya bingung
"Pakaian ku kenapa bisa berubah jadi seperti ini?" Shasa mengerutkan keningnya, melihat pakaikanya yang sudah terganti, dia baru tersadar jika sebelumnya dia memang ada di taman dan saat itu hujan lebat.
__ADS_1
Shasa mengingat kejadian tadi, dan melihat ke arah Leo yang masih tertidur
"Jangan-jangan,," Shasa menutup mulutnya dan tidak meneruskan ucapannya sambil menunjuk Leo, dan melangkahkan kakinya bermaksud untuk menghampirinya