Antara Cinta Dan Kasih

Antara Cinta Dan Kasih
Ada apa?


__ADS_3

"Shasa,," tiba-tiba suara Andra Terdengar memanggil namanya dan Shasa pun menoleh melihat Andra yang tengah berjalan ke arahnya menghampiri dirinya, ya duduk berdampingan dengan lelaki paru baya itu, Andra menatap tajam pada lelaki paruh baya yang terasa asing baginya, yang juga sedang menatap tajam pada Andra


"Kakak,," Shasa dengan cepat berdiri dari duduknya dan menyambut Andra yang sudah ada di dekatnya


" Apa kamu sudah ingin pulang? Dokter juga sudah memberimu ijin untuk pulang" Andra mengelus pipi Shasa dengan manja, merasa kasihan melihat wajah adiknya itu dengan ekspresi yang begitu hancur. meski mencoba untuk Tersenyum namun raut wajahnya tidak bisa menyembunyikan kesedihan yang menyelimuti dirinya


Shasa mengangguk dan tersenyum pada Andra.


"Paman,,, Shasa pergi dulu" Sebelum melangkahkan kakinya Shasa menyempatkan diri untuk menoleh dan melihat lelaki paru baya itu dan berpamitan , Shasa memperlihatkan senyum manisnya pada lelaki paruh baya itu, dan melangkahkan kakinya mengikuti langkah Andra yang memegang tangannya


Sedangkan Andra tidak memperdulikan, dengan kehadiran lelaki paruh baya yang masih duduk di bangku, Andra tidak menyapa ataupun Tersenyum padanya, dia memegang tangan Shasa dan membawanya menuju mobilnya yang ada di parkiran


("Jalan itu penuh dengan luka dan liku, meski terasa berat dan sulit cobalah untuk tetap melangkah dan bertahan, tak apa jika harus menunggu lama tetaplah untuk selalu bersabar, semuanya akan tiba pada waktunya")


Lelaki paruh baya itu mengucapkan kata-kata yang membuat Shasa yang sudah melangkahkan kakinya menoleh padanya dan menatapnya dengan tatapan yang dalam.


Lelaki paruh baya itu tersenyum pada Shasa yang melihatnya, dan melambaikan tangannya pada shasa yang terus menjauh darinya


Shasa hanya bisa menunduk dan membalas senyuman lelaki paru baya itu dari kejauhan


"Siapa dia? Apa kamu mengenalnya?" Tanya Andra, sambil membuka pintu mobil untuk Shasa, saat mereka sudah ada di dekat mobil


Shasa menggelengkan kepalanya


"Kedepannya, kamu jangan berbicara dengan sembarang orang yang tidak kamu kenal, jauhi mereka yang terasa asing bagimu, karena tidak ada yang tahu jika nantinya dia itu orang yang jahat, bisa saja mereka akan menyakitimu" jelas Andra memperingati Shasa


Lagi-lagi Shasa hanya menganggukkan kepalanya


"Kak Andra,, apa aku boleh menemui bibi Rita? Aku merindukannya" jelas Shasa

__ADS_1


"Sekarang kita pulang dulu, aku punya kejutan untukmu di rumah" balas Andra dan menutup pintu mobil saat Shasa sudah masuk, setelah Andra masuk kedalam mobil Shasa melihatnya dan bertanya


"Kejutan apa?"


"Jika kakak memberitahumu Sekarang itu bukan kejutan namanya"


"Oh" ucap Shasa sambil mengangguk


***


Setelah tiga hari berlalu, Raka yang ada dalam ruangannya berdiri menghadap pada jendela sambil memasukkan satu tangan di saku celananya. Menatap keluar jendela melihat semua aktivitas orang-orang dari atas tempat iya berdiri.


Tok... Tok.. tok.. suara ketukan pintu terdengar


"Masuk,," Tampa Menoleh Raka memberi ijin kepada orang yang sudah mengetuk pintu


Kleek... suara pintu terbuka dan Romi terlihat masuk kedalam ruangan melangkahkan kakinya dengan pelan dan menutup pintu dengan hati-hati,


sakit hatinya karena Shasa membuatnya benar-benar hancur, perasaan dalam hati Raka kini hilang, dia tidak memiliki hati dan perasaan lagi dalam dirinya.


"Tuan,," Romi menundukkan kepalanya, menyapa Raka yang tengah berdiri membelakanginya


"Bagaimana hasilnya? Apa yang kamu dapatkan, dari tugas yang kuberikan padamu? Sebelum memberi jawaban pikirkan dulu apa itu layak untuk kamu laporkan padaku" Tanya Raka yang tegas, Tampa menoleh untuk melihat Romi yang berdiri di belakangnya.


"Bbos,, be.. benar! Nona Shasa tinggal di kediaman Andra, ka.. kabar yang aku, aku dapat, dia sudah beberapa hari ini tinggal di rumah itu" jelas Romi dengan terbata-bata karena merasa takut jika itu menyangkut dengan shasa, Raka pasti akan marah dan menyalahkan semua padanya


Raka mengepalkan tangannya dengan marah, rasa cintanya pada Shasa kini berubah menjadi sebuah rasa benci. Raka Tersenyum sinis.


"Jadi semua itu benar? sekarang dia benar-benar memiliki hubungan dengan Andra. Hhemm.." Andra Tersenyum lagi meski sebenarnya dalam hatinya terasa sakit dan perih

__ADS_1


"dasar wanita murahan, aku pikir dia berbeda dari wanita lain pada umumnya, namun dia sama saja seperti mereka yang ada di luaran sana, yang hanya menginginkan uang dan ketenaran." ucap Raka


Romi hanya terdiam mendengar Raka bergumam, dia tidak berani membalas apa yang dikatakan oleh atasannya itu, karena takut akan salah bicara dan itu bisa membuatnya kena marah lagi.


"Aku ingin menemuinya, bawa dia ke hadapanku, meski dia menolak! dengan cara apapun itu terserah padamu, aku tidak akan mempermasalahkannya! lakukan apapun yang kamu inginkan, dan yang jelas dia harus bertemu denganku. Lakukan itu secepat mungkin jika kamu masih ingin bekerja denganku"


"Ah..." Romi tercengang untuk sesaat


"Tapi bos,,"


Raka menoleh dan melihat Romi, saat ingin mengucapkan sesuatu, membuat Romi tertunduk dan tidak melanjutkan ucapannya saat melihat tatapan mata atasannya itu seakan ingin menerkanya


"Aku tidak ingin mendengar bantahan darimu, sebaiknya kamu keluar dari sini sekarang! aku menunggu kerja kerasmu sampai lusa, dan aku ingin itu berhasil dan membawa Shasa ke hadapanku" jelas Raka dan kembali menghadap pada jendela dengan tatapan yang penuh dengan amarah dan kebencian dalam matanya


Romi kembali menundukkan kepalanya sebagai rasa hormat pada atasannya itu


"Baik bos," ucapnya dan dengan cepat Romi keluar dari ruangan itu, dan mengelus-elus dadanya saat sudah menutup pintu dan bersandar di pintu


"Bagaimana aku bisa membawa nona Shasa? Sedangkan anak buah Andra tidak pernah lepas pandangan darinya! Andra menugaskan seseorang untuk menjaganya, yang benar-benar tidak pernah berdalih dari tugas yang di jalaninya" jelas Romi pada dirinya sendiri dan berjalan menuju kursi, kemudian duduk di depan meja Lola yang dari tadi melihatnya


"Ada apa? Apa yang membuatmu segelisah itu?" Tanya Lola penasaran saat melihat raut wajah romi yang terlihat gelisah dan cemas


Romi hanya menggelengkan kepalanya, dan menundukkan kepalanya dan memijit dahinya yang terasa sakit


"Bos direktur sudah gila, dia benar-benar sudah gila," ucap romi sehingga membuat Lola yang mendengarnya makin penasaran dengan apa yang terjadi


"Bagaimana aku bisa membawa nona Shasa ke hadapannya? jika Andra dan pengawalnya selalu bersamanya?" Ucap Romi dalam hatinya dan mengacak rambutnya sendiri karena merasa bingung, Lola yang melihatnya hanya bisa mengerutkan keningnya Karena dia tidak tahu apa yang sebenarnya sedang terjadi


Romi yang tahu benar dengan sikap dan sifat Andra, tidak berani untuk menyinggungnya! Untuk mendapatkan Shasa, Romi memiliki ide untuk meminta bantuan

__ADS_1


Romi berdiri dan mengambil ponsel di dalam saku celananya dan mencoba untuk menghubungi seseorang.


__ADS_2