Antara Cinta Dan Kasih

Antara Cinta Dan Kasih
dia sangat merindukan sosok yang sangat dia sayanginya"


__ADS_3

Setelah lama bersusah payah pelukan Raka terlepas, Rita membiarkan Raka berbaring di lantai begitu saja dan segera menghampiri Shasa yang masih terbaring dengan posisi terlentang di lantai membantunya untuk bangun.


"Sini bibi bantu" Rita menarik tangan Shasa.


Kamu baik-baik saja" Tanya Rita dengan cepat saat Shasa sudah ada di posisi duduk di lantai


Shasa menjawabnya hanya dengan anggukan dan merapikan pakaiannya, yang lusuh


Shasa melihat pria yang kini tidak berdaya berbaring di lantai yang dingin itu, Ada perasaan tidak tega dalam hatinya


"Bibi.. Kita apakan pria ini?" Tanya Shasa dan melihat ke arah rita yang juga menatap dalam pada pria yang kini tak sadarkan diri


Hhheeeemmmm.. Rita menarik nafas dan mengeluarkannya, Rita berdiri dan menarik tangan Shasa, membantunya untuk berdiri juga


"Tinggalkan saja disini" Jawab Rita dengan nada cuek


"Bibi.. Disini sangat dingin, bagaimana jika terjadi sesuatu? Apa itu tidak akan merepotkan kita kedepannya? Tanya Shasa lagi


"Jadi menurutmu kita harus bagaimana?" Tanya Rita balik


"Bagaimana jika kita mebawahnya masuk saja, kasian jika ditinggal diluar, dan apa kata para tetangga jika besok melihat seorang pria yang tidak di kenal tidur di teras rumah." Jelas Shasa


"Apa itu tidak akan membuat para tetangga membicarakan kita?" Jelas Shasa lagi mencoba untuk mempengaruhi Rita agar memberi tumpangan untuk pria yang tak sadarkan diri itu, agar bisa menginap di rumah yang iya tempati sekarang


"Tapi dia itu pria asin, kita tidak mengenalnya, Siapa yang tahu jika dia itu orang jahat?" Tanya Rita dengan keraguan di hatinya


"Bibi.. lihat dari tampangnya, Apa ada yang menandakan dia itu jahat? Malah.. buat Shasa dia itu sangat tampan." Ucap Shasa dengan genit dan menatap dalam pada pria itu


Mendengar ucapan shasa, Rita melirik Shasa dengan lirikan yang yang menyeramkan


"Jangan mulai lagi,, Bibi akan memukulmu jika berbicara ngawur di sini" Ucap Rita pada Shasa


Shasa Hanya tersenyum mendengar bantahan dari bibinya dan mengangguk-anggukkan kepalanya


"Jadi kita harus bagaimana?" Tanya Shasa pada rita


"Baiklah cepat bantu bibi untuk membawanya masuk." Ucap Rita dan menghampiri Raka yang kini terbaring di lantai

__ADS_1


Shasa tersenyum melihat Rita, meski dia terlihat galak namun dalam hatinya sangatlah baik. Shasa sangat bersyukur bisa bertemu dengan seorang wanita seperti Rita.


Shasa melangkahkan kakinya mendekat pada Rita dan pria yang kini tidak sadarkan diri. Membatu Rita menarik tangan Raka dan membawanya masuk ke dalam rumah


Mereka berdua terlihat menyeret tubuh Raka. bersusah paya menopong tubuh Raka yang sangat berat masuk ke dalam rumah.


Sesampainya di dalam, Rita dan shasa istirahat untuk mengambil nafas


"Haahh... Pria ini makan apa? Kenapa berat seperti ini?" Tanya shasa dengan nafas yang tidak beraturan


Setelah beristirahat sebentar, Merekapun kembali menyeretnya menuju sofa, Rita dan Shasa berusaha mengangkatnya agar Raka bisa berbaring di atas sofa. Namun percobaan pertama gagal, mereka tidak mampu menahan berat badan Raka hingga membuatnya jatuh dan terbentur di meja.


"Aaaauhk.. aaaauhk.. Kepala Raka terbentur di sudut meja namun Shasa yang menjerit kesakitan, seakan-akan merasakan sakit yang dirasakan oleh Raka.


Bibi ini pasti sangat sakit" Ucap Shasa dan dengan cepat mengelus-elus kepala Raka yang terbentur


"Biarkan saja, itu buatnya tidak sakit sama sekali" Jelas Rita.


"Bibi kamu tidak kasihan padanya? Lihat belakang kepalanya ada benjolan akibat terbentur" Ucap Shasa sambil terus mengelus-elus kepala raka


"Sudah jangan banyak bicara, segera bantu bibi" Ucap Rita yang sudah bersiap untuk mengangkat tubuh Raka lagi


Rita yang menaruh tangan di pinggangnya akibat kecapean berjalan masuk ke dalam kamar, Mengambil selimut dan bantal untuk raka


"Cccet.. cccet.. cccet.. Pria ini makan apa?


Kenapa tubuhnya sangat berat?" Tanya Shasa sambil menggelengkan kepala.


Shasa membuka jas Raka dan menggantung di sudut ruangan, dan melepaskan sepatunya.


Rita terlihat berjalan dari arah kamar sambil membawa selimut dan bantal


"Ini selimuti dia" Rita memberi Shasa selimut dan bantal


Shasa mengangguk


"Baik" Dengan segera Shasa mengambilnya, selimut dan bantal dari Rita, dan menaruh bantal di bawah kepala Raka dan menyelimutinya.

__ADS_1


Shasa melihat pria itu dengan tatapan yang merasa kasihan


"Shasa rasa dia memiliki masa-masa sulit di masa lalu, atau mungkin saat ini dia sangat merindukan sosok yang sangat dia sayanginya" Ucap Shasa sambil menatap wajah tampan pria yang kini terlelap dalam tidurnya


"Semua orang memiliki masa sulit, Tidak mengenal kaya atau miskin ataupun yang memiliki jabatan tinggi ataupun rendah semuanya pasti pernah merasakannya." Jelas rita.


"Bibi terlihat dari pakaian ataupun dari segi pandangan, sepertinya dia bukan orang biasa, Mobil yang diluar juga terlihat sangat mahal. Shasa takut apa dia akan menuntut kita jika membiarkannya tidur disini?" Pertanyaan polos Shasa membuat Rita membuang nafas dengan kasar


"Seharusnya kita yang menuntutnya, karenanya kamu hampir saja kehilangan nyawamu, dan juga apa jadinya jika dia menabrak rumah kita ini? Seharusnya dia bersyukur karena kita masih mau menolongnya, dan memberinya tempat untuk tidur malam ini" Jelas Rita, pada Shasa


Shasa hanya mengangguk-anggukan kepalanya mendengar perkataan dari bibinya itu, Dan kembali menatap wajah Raka.


"Raut wajahnya sangat menyedihkan" Ucapnya dalam hati


"Sudahlah jangan menatapnya terus, sekarang sudah larut, sebaiknya kamu tidur" Perintah Rita


Shasa mengangguk dan berdiri, sebelum masuk dalam kamar dia, memperbaiki selimut Raka.


Setelah itupun Rita dan Shasa masuk kamar masing-masing meninggalkan Raka tidur sendiri di sofa.


Di tengah malam Raka terbangun dari tidurnya, Dia terlihat memegangi kepalanya yang terasa sakit akibat terbentur di meja.


"Ada apa denganku?" Tanya Raka pada diri sendiri. Raka melihat sekelilingnya, menatap setiap sudut ruangan dan terus menerus memegangi kepalanya yang terasa sakit dan masih terasa pusing akibat banyak minum.


"Ini di mana?" ucapnya lagi sambil terus mengamati ruangan dimana kini dia tengah duduk


Aaaaohk...Jeritnya, saat Raka Tampa sengaja memegang belakang kepalanya yang membengkak.


"Apa yang terjadi?" Raka terus bertanya pada diri sendiri, Dan mencoba untuk mengingat apa yang sebenarnya terjadi.


Di dalam ingatan Raka. Terdapat sedikit bayangan di mana Shasa yang terus mengelus-elus punggungnya mencoba untuk menenangkannya


("Jangan kuatir tidak ada yang akan meninggalkanmu,Tenanglah") Ucapan itu terdapat di ingatan Raka.


Raka berdiri dari duduknya berjalan dengan pelan, Dan berhenti melangkah saat melihat bingkai foto yang terpajang di dinding. Raka melihat foto dimana itu adalah foto Rita dan Shasa.


Raka terus menatapnya dan muncul sebuah bayangan lagi jika ternyata seseorang yang ada dalam ingatnya itu,

__ADS_1


seseorang yang terlihat yang ada dalam pelukannya terus mencoba untuk menenangkan dirinya itu, Adalah salah satu dari mereka yang ada dalam foto tersebut.


Raka menyentuh bingkai foto itu dan mengusapnya dengan lengan baju yang iya pakai, Dan setelah itu kembali ke sofa dan berbaring lagi.


__ADS_2