
Pagi-pagi sekali Shasa sudah terbangun dan bersiap diri untuk mengunjungi Rita, rindu dalam hatinya Membuatnya tidak sabar untuk menemuinya.
"Bibi,, apa yang kamu lakukan sekarang?" Tanyanya dalam hati
Bukan hanya Rita, tapi juga Rendi dan dokter antoni, bahkan Raka pun tidak luput dari ingatan shasa
Shasa duduk di depan cermin dan melihat dirinya dan mengingat akan wajah Raka yang kini terbayang di matanya
"Raka aku sangat merindukanmu, selama beberapa hari ini kita tidak bertemu, aku sudah begitu sangat merindukanmu, Meski aku tahu kamu tidak demikian, kamu tidak memiliki perasaan yang sama padaku! Dan aku tahu, karena Fiona ada di sisimu kamu pasti tidak akan mengingatku'' ucap Shasa dalam hatinya, dia menghela nafas dan menoleh saat mendengar ketukan pintu kamar terdengar
Tok... Tok... Tok..
Shasa berdiri dan dengan cepat berjalan untuk membuka pintu kamarnya, dan melihat Andra sudah berdiri di hadapannya
"Kak andra,," Shasa tersenyum melihat Andra yang sudah berdiri di depannya
Andra menatap Shasa dan tersenyum
"Pagi ini kamu sangat cantik" ucap Andra dan mencubit pipi Shasa dengan manja
"Kakak,," Shasa melepas tangan Andra yang mencubit pipinya dengan malu
Andra tersenyum lagi sambil mengacak rambut Shasa yang terurai
"Apa kamu ingin berangkat sekarang? tanyanya
" Apa perlu kakak mengantarmu?" Tanya Andra lagi sambil merapikan rambut Shasa yang sudah di acaknya
"Tidak kak" Shasa menggelengkan kepalanya
"Shasa bisa kesana sendiri, lagian kak andra pasti sangat sibuk, dan juga selain menemui bibi Rita! Shasa juga berniat untuk menemui kak Rendi dan om Antoni di kliniknya" jelas Shasa
"Baiklah kalau begitu,, kamu hati-hati di jalan, sekarang kakak juga harus berangkat, jika ada apa-apa! Hubungi kakak" jelas Andra sambil melihat jam di pergelangan tangannya
Shasa mengangguk dan menggandeng lengan Andra dan mengantarnya keluar sampai ke ambang pintu.
" Yang harus hati-hati itu adalah kak andra, lihat luka kakak belum sepenuhnya sembuh," jelas Shasa sambil menyentuh luka yang ada di lengannya
"Baik nona,, kakak akan mengikuti apa yang di katakan oleh nona" ucap Andra sambil membungkuk di hadapan Shasa, sambil tersenyum
__ADS_1
"Kakak,, sudah kakak jangan buang waktu, sebaiknya kakak berangkat sekarang" ucap Shasa sambil merapikan jas Andra dan memperbaiki dasinya sambil tersenyum
Andra menganguk dan melangkahkan kakinya berjalan menuju mobil dimana, David sudah berdiri menunggunya
"Tuan silahkan" ucap David yang sudah membuka pintu mobil untuknya
Andra naik ke mobil dan menurungkan kaca jendela mobilnya dan melihat Shasa yang masih berdiri menunggunya untuk berangkat
"Hati-hati kak" ucap shasa
Andra tersenyum dan mengangguk dan melihat Shasa melambaikan tangannya setelah David telah melajukan mobil dengan pelan
Didalam mobil Andra menaikkan kembali kaca jendela mobilnya, saat Shasa sudah tidak terlihat, dia bersandar dengan Santai
"Tuan seperti yang anda perintahkan kini Dona juga sudah ada di markas" ucap David
"Bagus kerja kalian cepat juga" ucap Andra
"Terimahkasih tuan" jelas David mengangguk
"Baik, Sekarang kita kesana! Aku ingin mendengar jawaban apa saja yang bisa mereka katakan untuk membuatku tidak memberinya pelajaran, atas perlakuannya pada shasa" tegas Andra dan tersenyum sinis
Dona yang terus meronta, berusaha untuk melepaskan diri dari sekapan anak buah dari David
Dia mencoba untuk membuka tali yang tengah mengikat tangan dan kakinya
Kleek,,, suara pintu terbuka dari luar Dona mendongakkan kepalanya dan melihat salah satu dari anak buah David masuk dan berjalan menghampiri Dona yang tengah duduk bersandar di dinding
Senyum jahat dari anak buah David terlihat saat melihat Dona sudah ada di depannya, dia memegang dagu Dona dan menatapi wajah cantik Dona
"Kamu sangat cantik, berbeda dengan wanita yang kemarin" ucapnya
"Siapa kamu? Dan apa maumu ?" Tanya Dona dan mengelakkan wajahnya dari tangan Lelaki itu
" Cantik aku bisa saja melepaskan mu dari sini, tapi,, dengan satu syarat! Kamu harus bersamaku, melayaniku selama sebulan" ucap lelaki itu dengan berbisik sambil tersenyum
"Ccuuiii... Kami pikir kamu siapa? Kamu sama sekali tidak pantas untukku, apa kamu belum mengaca dan melihat diri di cermin?" Tanya Dona dan tersenyum meledek pada lelaki yang kini ada di hadapannya
Lelaki itu mengepalkan tangannya mendengar hinaan dari Dona dia mendekat, menari rambut Dona dan memegang dagu Dona dengan keras
__ADS_1
"Mungkin kamu Memang terlihat cantik tapi sayang mulutmu itu sangat busuk, aku salah menilai mu, sekarang kamu tunggu saja hari terakhirmu di ruangan ini" ucap lelaki itu dan melepaskan rambut dan dagu Dona dari genggamannya secara kasar
Lelaki itu berdiri dan hendak membuka pintu ruangan itu, namun pintu itu sudah terbuka dari luar, lelaki itu mundur dari langkahnya dan melihat David dan Andra sudah berdiri diambang pintu
"Tuan" ucapnya dengan cepat dan kaget melihat kedatangan majikannya secara tiba-tiba
David melihatnya dengan tatapan sinis dan mengerutkan keningnya, melihat bawahannya itu dan merasa heran dan merasa ragu
"Apa yang kamu lakukan disini?" Tanya David
"Tuan itu, aku han,, hanya,, hanya ingin memastikan wanita ini masih di sini" ucapnya dengan terbata-bata dan merasa takut
David kembali mengerutkan keningnya dan merasa ada keraguan mendengar jawaban dari bawahannya itu
"Bagaimana bisa kamu masuk di ruangan ini? Kuncinya masih ada padaku, apa yang kamu rencanakan?" Tanya David dan melihat bawahannya yang lainnya.
Lelaki dari bawahan David yang satunya mengangguk saat melihat tatapan dari majikannya dan sudah mengerti akan maksud dari tatapan itu.
Dia dengan cepat meringkus lelaki yang sudah mencoba untuk menggoda Dona, atas perintah dari majikannya itu
"Tuan,, maafkan aku! Aku tidak punya maksud apa-apa, tuan aku mohon lepaskan aku" ucap lelaki itu sambil terus memohon pada David dan Andra, tapi lelaki yang meringkusnya dengan cepat menyeretnya untuk keluar dan membawanya kedalam kurungan besi yang ada di markas itu
"Lepaskan, lepaskan aku,, tuan aku tidak punya maksud jahat tolong lepaskan aku," ucap lelaki itu dan terus berteriak dan mengguncang-guncangkan kurungan besi itu
"Diam lah jangan berisik dan jangan membuat tuan David tambah marah lagi," ucap lelaki yang sudah mengurungnya itu dan melangkahkan kakinya berjalan menuju ruangan dimana Dona tengah dikurung
Andra berjalan dan mendekat pada Dona dia membungkuk dan melihatnya
"Apa kamu yang bernama Dona?" Tanya Andra, tapi Dona diam dan tidak menjawab pertanyaan darinya
Andra kembali berdiri dan berbalik, melangkahkan kakinya berjalan menuju kursi yang sudah disiapkan untuknya dan duduk membalas tatapan dari Dona
"Untuk apa kamu menculik ku?" Tanya Dona dengan raut wajah yang terlihat takut namun mencoba untuk menyembunyikannya
Andra pun tidak menjawab pertanyaan darinya, dan Hanya terus memandanginya.
"Bawa wanita itu kemari" ucap David kepada bawahannya agar membawa manajer Susi, agar bisa bertemu dengan Dona
"Baik tuan" ucap bawahannya dan dengan segera melangkahkan kakinya menuju tempat dimana Susi tengah di kurung
__ADS_1