
Raka berjalan menghampiri Shasa, dan mengambil selimut yang sengaja di bawa oleh David atas perintah dari Andra untuk memberikannya pada shasa.
" Terimakasih" ucap Raka pada David saat mengambil selimut itu
David mengangguk dan tersenyum sebagai balasan dari ucapan terimakasih Raka.
Raka berdiri di belakang Shasa dan menyelimutinya kemudian meletakkan tangannya di atas bahu Shasa dan menunddukan tubuhnya mendekatkan wajahnya di wajah Shasa
"Cuaca malam ini sangat dingin, apa kamu tidak apa jika duduk disini terlalu lama? atau bagaimana jika kita masuk dan istirahat saja?" ucap Raka
Shasa memegang tangan Raka yang ada di bahunya dan kemudian mengusap wajah Raka dan tersenyum
"Tidak.. aku masih ingin disini, melihat mereka semua berbahagia, membuatku ikut merasakannya, meski hanya bisa melihat saja tapi aku merasa ada di tengah-tengah mereka, lagian pesta ini adalah pesta kita! Tidak baik jika harus meninggalkan mereka" ucap Shasa
Raka duduk di samping Shasa, menggerakkan kursi roda yang di duduki oleh Shasa, Membuatnya menghadap padanya dan menatapnya.
Raka mengangkat tangannya dan menyelipkan rambu Shasa yang terurai di telinganya, dan kemudian memegang tangannya
"Ada apa?" Tanya Shasa saat melihat Raka terus menatapnya
"Apa kamu bahagia sudah menikah denganku?" Tanya Raka
Shasa mengangguk dan tersenyum.
Shasa melepas tangannya dari tangan Raka, dan mengangkat tangan menyentuh wajah Raka.
"Bersama denganmu aku akan selalu merasa bahagia," ucap Shasa
Raka kembali memegang tangan Shasa yang ada di wajahnya dan menciumnya
"Terimakasih, karena kamu mau menerimaku dan memberiku kesempatan untuk bersamamu"
"Hei,, hey.. disini banyak orang, jangan bermesraan di depan kami, ntar aja setelah kami sudah pergi" tiba-tiba dokter Reza yang sudah merusak suasana berjalan menghampiri mereka dan duduk satu meja dengan Raka dan Shasa
Raka melepaskan tangannya dan menoleh melihat Raka dengan tatapan sinisnya
Shasa tersenyum
__ADS_1
"Dokter Reza, terimahkasih karena mau meluangkan waktu untuk hadir, di pesta ini" ucap Shasa
"Tentu saja, aku harus hadir! Bos dingin ini adalah kawan baikku" Ucap dokter Reza
" Nona Shasa tahu tidak? Aku tidak menyangka pria seperti dirinya masih bisa menikah, kenapa kamu mau dengannya dan menerimanya?" Tanya dokter Reza
"Kenapa kemari? Seharusnya kamu tetap di sana, di sini kamu hanya membuat suasana menjadi berubah" ucap Raka
"Ccett.. ccett.. ccett.." dokter Reza menggelengkan kepalanya
" kawan kamu sudah menikah, sebaiknya sikap dingin mu itu kamu buang jauh-jauh, tidak baik jika kamu terus menerus membawanya dan bersikap dingin pada setiap orang" tutur dokter Reza
Saat itu Romi melihat Dokter Reza dan Raka sedang berbicara, dia pun berjalan dan bermaksud untuk bergabung dengannya, Lola yang melihatnya pun tidak ingin ketinggalan dia mengikuti Romi dan berjalan di belakangnya
Sambil membawa sebotol minuman dan satu gelas di tangannya Romi dengan percaya diri berjalan mendekat dan setelah sampai iya menaruh botol dan gelas itu di atas meja.
Romi menarik kursi dan bermaksud untuk duduk tapi dengan cepat Lola mendahuluinya, lola duduk di kursi yang di tarik oleh romi
" Terimakasih.." ucap Lola tanpa merasa bersalah Sambil tersenyum
"Bos..." ucap Romi dengan raut wajah yang kecewa sambil mengangguk memperlihatkan senyum manis di bibirnya
Romi hanya bisa melirik Lola yang tersenyum padanya! hanya bisa mencibirkan bibirnya terus bergumam pada diri sendiri, bermaksud untuk memarahi Lola.
Romi berjalan untuk mengambil kursi lain yang tak jauh dari tempat iya berdiri dan membawanya di mana seharusnya dia sudah duduk
"Dokter apa anda bisa minum?" Tanya Lola sambil menuangkan minuman ke dalam gelas yang ada di atas meja
"Tentu saja bisa,, aku Lelaki tangguh, minum sebanyak apapun itu tidak akan bisa membuatku mabuk," jelas Dokter Reza menyombongkan diri membuat Romi harus bertepuk tangan untuknya
Raka melihat Romi yang bertingkah
Berlebihan! hingga Romi merasa tidak nyaman dengan itu dan berhenti untuk bertepuk tangan, dan mengambil gelas meminum bir yang sudah di tuang oleh Lola
Shasa yang selalu tersenyum melihat tingkah mereka! merasakan pandangannya melayang-layang, iya merasa pusing dan kemudian menyentuh dahinya.
Karena tidak ingin membuat semuanya merasa cemas iya tetap tersenyum dan bersikap seperti biasa
__ADS_1
"Romi.. kamu sudah minum beberapa gelas, sudah jangan minum lagi," ucap Lola menghentikan Romi sambil mengambil gelas yang ada di hadapannya
"Nona Lola jangan membatasinya, biarkan dia minum sebanyak yang iya mau"
"Bener,, bener,," ucap Romi dengan cepat membenarkan apa yang di katakan oleh dokter reza, sambil merebut kembali gelas yang ada di tangan lola
Shasa yang sudah tidak tahan menggelengkan kepalanya mencoba untuk mengurangi sedikit rasa pusing di kepalanya, namun itu tidak berhasil! Seiring berputarnya waktu rasa pusing di kepalanya makin parah
"Raka,, sepertinya aku sudah mengantuk" ucap Shasa sambil meletakkan tangannya di lengan Raka berpegang erat dan menutup matanya
Raka menoleh dan melihatnya, Raka melihat wajah Shasa memucat Membuatnya merasa cemas, namun iya tidak mengatakannya, karena melihat Shasa mencoba untuk menyembunyikan, Raka pun mencoba untuk tenang, Raka Memegang tangan shasa
"Baiklah.. sebaiknya kita masuk duluan," ucap raka
Setelah berpamitan dengan semuanya Raka dan Shasa masuk, Raka mendorong kursi roda yang di duduki oleh Shasa, menuju kamar mereka.
Raka mengangkat tubuh Shasa untuk berbaring di tempat tidur dan menyelimuti Shasa dengan selimut, dengan itupun, karena rasa tak nyaman dari penglihatannya, Shasa langsung menutup mata, tanpa mengatakan apa-apa pada Raka, seolah-olah iya sudah tertidur
Raka duduk di tepi ranjang dan menatap Shasa, yang sudah terbaring.
Meski Shasa tidak mengatakannya namun iya tahu jika sebenarnya Shasa sedang tidak baik-baik saja.
Raka duduk sambil memegangi tangan Shasa dan terus menatapi Shasa yang sudah memejamkan mata.
Iya pun tidak mengatakan apa-apa, Raka membiarkan Shasa untuk membuat dirinya lebih nyaman, menunggunya sampai Shasa merasa sudah baikan
Raka terus duduk, menggenggam kedua tangan Shasa, tanpa berdalih sedikitpun dari pandangannya, tanpa iya sadari airmatanya menetes
Kebahagiaannya karena sudah menikahi Shasa tidak menutupi rasa sedih dalam hatinya, Wanita yang begitu iya cintai sedang sakit keras, namun iya tidak bisa melakukan apa-apa untuk menyembuhkannya
Raka menghapus air matanya, dan menghela nafas, di mencium kening Shasa dan berbaring di sampingnya
"Selamat malam!" Ucap Raka
Namun ucapanya itu tidak mendapat balasan dari Shasa
("Shasa bertahanlah untuk beberapa, agar kita bisa berbahagia di dunia ini, Sebelum kita pergi ketempat lain") ucap Raka sambil memejamkan matanya dan tertidur
__ADS_1