Antara Cinta Dan Kasih

Antara Cinta Dan Kasih
Raka aku tahu kamu sedang mencari seseorang


__ADS_3

Raka yang selalu memikirkan Keadaan Shasa duduk di kursi sambil terus menatapi Santoso yang tengah sibuk dengan tamu undangan yang datang.


Raka yang gelisah menggigit ujung kukunya dengan raut wajah yang terlihat sedang bingung, seperti anak kecil yang tengah kehilangan ibunya.


Raka Melihat sekelilingnya dan mendapati, begitu banyak penjaga dan beberapa orang yang Terlihat asing bagi Raka


"Apa dia sudah menyewa seseorang untuk mewaspadai ku" ucap Raka dalam hatinya


Raka memperhatikan lagi, dengan sangat cermat dan memanggil pelayan yang sedang mengantar dan menyuguhi para tamu undangan yang hadir dengan minuman yang tengah iya bawa


"Ada apa Tuan?" Tanya pelayan itu saat sudah ada di depan Raka


"Sekarang aku membutuhkan sebuah ponsel tapi tidak sempat untuk mengambilnya, jika kamu memiliki apa yang aku butuhkan, dan ingin menjualnya padaku, aku akan membayar sepuluh kali lipat dari harga ponsel yang kamu punya," Jelas raka yang membuat pelayan itu tersenyum dan terlihat berpikir keras


Raka mengambil sebuah cek yang ada di dalam saku jas yang di pakainya dan mengambil pulpen, melentakkan cek dan pulpen di atas meja, mencoba untuk membuat pelayan itu tertarik


"Aku butuh sekarang, jika kamu ada minat! Serahkan padaku ponsel itu, dan kamu bisa memasukkan nominal angka sepuluh kali lipat dari harga ponselmu di dalam cek ini" jelas Raka lagi


Pelayan lelaki itu tersenyum lagi dan dengan cepat mengambil ponsel yang ada di saku celananya dan menyerahkannya pada raka, dan menulis nominal yang iya inginkan, setelah itu memberinya pada Raka.


Raka memberinya cek itu dan menyuruh pelayan itu untuk pergi agar tidak menimbulkan kecurigaan pada Santoso atau pun Veri yang sudah mengawasinya


Raka menggunakan ponsel yang baru saja di belinya dan menghubungi Romi, dan Anton. Mengatakan jika Shasa tengah di Sandra oleh Santoso dan meminta mereka untuk membantu menyelamatkan Shasa, setelah itu Raka kembali duduk dan memperhatikan Santoso


Setelah merasa sudah lama menunggu Santoso, untuk memberitahu keberadaan Shasa! Namun Santoso tidak kunjung memberitahunya.


Raka yang tidak bisa tinggal diam, dan bersabar lagi! berdiri dan menghentakkan kedua telapak tangannya di meja! hingga membuat suara yang keras, mengagetkan tamu yang ada di dekatnya.


Mereka yang tidak begitu mengenal Raka, berbisik-bisik sambil melihat ke arahnya

__ADS_1


"Apa dia sudah gila?" Tanya mereka pada teman yang ada di dekatnya


Raka tidak menghiraukan dan mengabaikan apa yang mereka pikirkan tentang dirinya! Dia melangkahkan kakinya, berjalan untuk mencari dan memasuki setiap ruangan yang ada di dalam kediaman Santoso, bahkan di kamar Santoso pun tidak lepas dari pikiran raka


"Aku yakin, Shasa di sekap di rumah ini" ucap Raka sambil terus membuka pintu ruangan satu persatu


Tampa rasa ragu Raka berjalan dan hendak membuka pintu kamar Santoso, dia merasa mungkin dia akan menemukan petunjuk dari dalam sana, soal keberadaan Shasa! setelah tangan sudah di pintu untuk membuka pintu kamar, ada suara dari dalam kamar terdengar


"Aku yakin setelah acara pertunangan ini, akan ada hal yang menghebohkan pasti akan terjadi" ucap seseorang yang ada di dalam kamar


Mendengar itu Raka mengurungkan niatnya untuk membuka pintu kamar dan dia tetap berdiri di balik pintu,, Mendengar percakapan orang yang ada di dalam kamar


Raka mengerutkan keningnya dan menyipitkan matanya, merasa mengenal dengan suara yang ada di dalam


"Dara?" Ucapnya dalam hati


Raka melangkahkan kakinya selangkah maju ke depan, untuk mendengarkan lebih jelas lagi, apa yang dia bicarakan


"Seperti rangkuman yang dulu aku buat, untuk Ratna! Aku yakin kali ini pun tidak akan jauh berbeda dari peristiwa dua belas tahun yang lalu, bagaimana Santoso dan Raka akan benar-benar putus hubungan, seperti hubungan Santoso dan Ratna dulu" ucap Dara


Mendengar penjelasan dari Dalam kamar yang tengah berbicara dengan seseorang, Raka mengepalkan tangannya, Mendengar semua kenyataan yang di dengarnya


"Erik sayang,, kamu bersabarlah! Ini tinggal beberapa langka lagi, semuanya akan jatuh ke tangan kita, setelah ini aku akan tinggal bersamamu dan Dila putri kita" jelas Dara lagi


"Hari ini Santoso melakukan sesuatu yang fatal dengan menyandera kekasih Raka, aku yakin dengan sifat Raka! dia tidak akan menurut begitu saja dan masuk kedalam permainan ayahnya, dan aku yakin Raka tidak akan mau...


Kleek.... Pintu kamar di buka dari luar, oleh raka! dan masuk ke dalam kamar dan melihat Dara yang tengah asik berdiri di depan jendela sedang Berbicara dengan seseorang di balik ponselnya.


Raka yang tidak sabar menguping pembicaraannya, masuk dan menghampiri dara yang kini ada dihadapannya

__ADS_1


Raka tersnyum sinis melihat Dara membulatkan matanya, melotot padanya. Karena masuk dengan tiba-tiba ke dalam kamarnya


"Raka apa yang kamu lakukan disini?" Tanya Dara yang masih mendekatkan ponselnya di telinga


Raka bertepuk tangan, untuk dara yang ada di hadapannya, sambil tersenyum padanya


"Benar-benar wanita yang hebat, benar-benar wanita yang munafik!" Ucap Raka


"Kamu sudah menghancurkan rumah tangga orang tuaku, dan sudah menghancurkan hubungan untuk ayah dan anak, dan sekarang kamu ingin memiliki semua kekayaan dari orang yang sudah mempercayaimu selama ini," Raka melangkah mendekat pada Dara, yang sudah terlihat seperti seseorang yang kedapatan mencuri. Raut wajah Dara terlihat cemas karena Raka Mendengar semua yang dia katakan pada Erik


"Raka kamu,,," dara terhenti dari ucapannya karena Raka terlihat begitu senang melihatnya terpojok


Senyum sinis di bibir Raka tidak hilang selama masuk ke dalam kamar dan mengetahui rahasia Dara


"Kamu memang wanita yang sangat licik, meskipun aku dan Santoso saling bertikai tapi, aku tidak akan membiarkanmu mengambil semua yang bukan milikmu," jelas Raka sambil melihat-lihat setiap sudut ruangan kamar itu


Dara terdiam dan mencoba untuk berfikir agar dapat membuat Raka tidak menghiraukan, dengan apa yang baru saja iya ucapkan.


"Raka aku tahu kamu sedang mencari seseorang, aku bisa saja memberitahu mu keberadaannya, tapi dengan satu syarat. Lupakan yang aku ucapkan hari ini! Jelas Dara yang mencoba untuk membuat persepakatan dengan Raka


"Ha-ha-ha,,," tawa Raka Terdengar


"Apa kamu sedang ingin bernegosiasi dengan ku?" Tanya Raka yang menatap dara dengan tatapan yang penuh dengan amarah


"Apa kamu lupa siapa aku? Dan apa kamu sudah lupa dengan siapa dirimu?" Raka yang ada di depannya memegang dagu dara dengan keras dan mencoba untuk mendorongnya kebelakang hingga punggungnya menyentuh tembok dan tak bisa mundur lagi


"Wanita licik seperti dirimu, sama sekali tidak bisa membuat aku termakan oleh ucapan mu itu


"Raka,,,, a,,apa yang kau lakukan? Apa kamu sudah gila? Tanya Dara dengan suara yang terdengar berat dan mencoba untuk melepaskan tangan Raka dari dagunya

__ADS_1


Dengan sekuat tenaga dara melepas tangan Raka dari dagunya


"Lepaskan aku, Raka aku bisa saja memberitahu soal keberadaan wanita itu, tapi lepaskan aku dulu" ucap dara yang sudah merasakan sakit di rahangnya akibat genggaman Raka yang terlalu kuat


__ADS_2