Antara Cinta Dan Kasih

Antara Cinta Dan Kasih
Aku tidak takut padanya


__ADS_3

"Nona Fiona, apa kamu masih di luar?" Tanya Rendi lagi, dan dengan Pelang membuka pintu kamar mandi, mengeluarka kepalanya dengan pelan untuk melihat, apa Fiona masih ada di dalam kamarnya


" Nona Fiona" panggil Rendi saat melihat Fiona duduk terdiam sambil terus memukuli kepalanya


"Nona Fiona apa yang kamu lakukan?" Tanyanya lagi" tapi Fiona tetap mengabaikannya


"Apa yang sudah aku lakukan, Fiona apa yang sudah kamu lakukan? Ini memalukan," ucap Fiona pada diri sendiri, Fiona terus menggelengkan kepalanya, merasa tidak percaya dengan apa yang sudah iya lakukan


Rendi dengan Pelang melangkahkan kakinya berjalan menjinjing agar tidak menggangu Fiona, mendekat pada Fiona yang sedari tadi sibuk dengan pemikirannya sendiri dan tidak menghiraukan Rendi


" Nona Fiona,, kamu baik-baik saja?" Tanya Rendi saat melihat raut wajah Fiona begitu gelisah


"Tidak.. tidak.. aaaahk.... Kenapa ini terjadi padaku?" Fiona berteriak dan menutup wajahnya dengan kedua tangannya, dia tidak menghiraukan Rendi yang berdiri di dekatnya dan menanyainya


"Nona Fiona ada apa? Apa aku sudah melakukan sesuatu? Aku benar-benar tidak tahu apa yang sudah terjadi, aku minta maaf jika sudah berbuat kesalahan! Ucap Rendi sambil menunduk membuat Fiona makin merasa malu


Melihat wajah Rendi Membuat Fiona teringat lagi akan kejadian semalam


Bagaimana iya mencoba untuk mencium bibir Rendi


"Aaaahk... Ingatan macam ini!" Fiona kembali berteriak


"Nona Fiona.." Rendi meletakkan tangannya di bahu Fiona


"Ada apa?"


"Jangan menyentuhku, ini semua karena mu, sekarang sebaiknya kamu pergi dari sini" ucap Fiona membuat Rendi jadi bingung


"Pergi,,? Aku harus pergi kemana? Ini apartemen milikku, kenapa aku harus pergi dari sini?" Tanya Rendi lagi


Fiona terdiam dan tersadar, jika sebenarnya sekarang iya ada di apartemen Rendi, karena merasa malu Fiona berdiri! Dia mendorong Rendi hingga jatuh kelantai


"Terserah kamu mau pergi ke mana, yang pasti aku tidak ingin melihatmu" ucap Fiona dan berjalan menuju pintu, sambil memegangi selimut yang menutupi tubuhnya


Rendi duduk di sisi tempat tidur


"Apa sebenarnya yang sudah terjadi? Kenapa Fiona bisa ada di sini? Kenapa aku tidak bisa mengingat sedikitpun soal semalam" gumam Rendi


"Jangan-jangan..." Rendi menutup mulutnya dan dengan cepat berjalan menuju pintu kamar mandi dan mengetuk pintu


Tok.. tok.. tok..


"Nona Fiona,, kita tidak sedang melakukan hal itu semalam kan?" Tanya Rendi dengan penasaran


Fiona bersandar di daun pintu kamar mandi menutupi wajahnya sambil terus menggelengkan kepalanya, rasa malu dan menyesal menyelimuti hatinya


"Aku harus mengatakan apa padanya?" Gumamnya dalam hati

__ADS_1


Tok.. tok.. tok. Rendi terus mengetuk pintu


"Nona Fiona, kenapa kamu tidak menjawab ku? Atau jangan-jangan itu sudah terjadi!" Ucap Rendi dengan kesimpulannya sendiri karena tidak mendapat jawaban dari Fiona


"Apa maksudmu? Jangan berfikir macam-macam, semalam tidak ada yang terjadi, tidak terjadi apapun" jelas Fiona


"Lalu kenapa nona Fiona bisa ada disini? Dan tidur di tempat tidurku?" Tanya Rendi lagi yang membuat Fiona tidak bisa untuk menjawabnya


"Itu .. itu karena, karena.. aaaahk... Jangan tanya lagi, aku pun juga tidak tahu kenapa aku bisa ada di sini" jawab Fiona,


"sebaiknya sekarang kamu pergi dari sini keluar dari kamar ini, aku ingin memakai pakaianku, kamu baru bisa kembali setelah aku sudah pergi


Rendi jadi bingung dengan kelakuan Fiona, namun dia tidak mau banyak tanya lagi, dia memakai pakaiannya dan keluar dari dalam kamar apartemennya, seperti yang di minta oleh Fiona


***


Shasa membuka mata dengan pelan, melihat pancaran sinar matahari yang masuk melalui jendela kamarnya, sehingga dia harus mengerutkan keningnya karena silauan itu membuat matanya silau, Shasa bangun dan menoleh dan mendapati jika Raka sudah tidak ada di dekatnya


Shasa menurungkan kedua kakinya dari tempat tidur, namun rasa pusingnya belum juga hilang, Membuatnya tidak bidah berdiri.


Shasa menarik kembali kakinya dan bersandar di tempat tidur


Uhuk.. uhuk.. uhuk.. tiba-tiba saja batuk menyerangnya


Shasa menutup mulutnya dengan tangan dan saat dia melepas tangan dari mulutnya, Shasa mendapati jika ada darah di telapak tangannya


Kleek.. pintu kamar terbuka dari luar, karena Mendengar Suara pintu terbuka, dengan cepat Shasa menyembunyikan sapu tangan itu di bawah bantalnya, karena tidak ingin seseorang tahu, dengan keadaannya sekarang, meskipun itu Raka


"Kamu sudah bangun?" Raka berjalan ke arahnya sambil membawa sarapan untuk Shasa dan tersenyum mAnis padanya


"Nah.. ini sarapan untukmu, sekarang kamu membasuh muka dan sarapan" ucap Raka


Meski merasa ragu namun Shasa tetap mengangguk dan kembali menurungkan kakinya, dia memejamkan matanya untuk mengurangi sedikit rasa pusingnya


"Ada apa?" Tanya Raka saat melihat Shasa masih duduk di sisi tempat tidur, sambil membungkuk di hadapannya


Shasa Tersenyum dan menggelengkan kepalanya


"Tidak ada apa-apa! Karena kamu ada disini, aku merasa malas untuk berjalan, apa kamu ingin menggendongku untuk masuk ke kamar mandi?" Pinta Shasa sambil mengangkat kedua tangannya menggantungkannya di leher raka dengan manja


Raka Tersenyum dan mencium kening Shasa


"Baik tuan putri.. apapun akan aku lakukan," ucap Raka dan mengangkat tubuh Shasa masuk kedalam kamar mandi


Setelah mereka berdua keluar dari dalam kamar mandi Raka kembali mendudukkan Shasa di atas tempat tidur


"Sekarang kamu sarapan" ucap Raka sambil mengambil makanan yang iya simpan di atas meja dan menyuapi Shasa

__ADS_1


"Kamu tidak ke kantor?" Tanya Shasa sambil mengunyah makanan yang di mulutnya


"Tidak,, di kantor banyak yang bisa menggantikan ku, dan semuanya bisa di percaya, aku hanya ingin disini untuk bersamamu" ucap Raka


" Oh iya, setelah Andra pulang, aku akan minta izin untuk membawamu ke rumahku, kita akan tinggal di sana" ucap Raka lagi


Shasa menganguk, tapi raut wajahnya menunjukkan jika dia tidak senang


"Ada apa?" Tanya Raka


"Raka,, aku tidak ingin, aku menjadi beban untukmu, aku tidak ingin gara-gara aku, kamu meninggalkan semua yang seharusnya sudah menjadi kebiasaan kamu! Aku tidak Ingin...."


"Sudah.. jangan mengatakan apa-apa lagi, ini semua bukan karena kamu! Ini karena aku hanya ingin bersamamu, ini murni karena diriku sendiri" jelas Raka


"Tapi Raka.."


"Sudah jangan memikirkan hal yang tidak penting, kamu sama sekali bukan beban untukku, aku melakukan semua itu karena kebahagiaan ku, yang bisa aku dapat hanya darimu" tutur Raka


"Sekarang habiskan sarapannya, dan aku akan membawamu untuk jalan-jalan di luar" ucap Raka


"Baik,," Shasa mengangguk


Raka membawa Shasa jalan-jalan di taman belakang kediaman Andra, sambil mendorong kursi roda Shasa, Raka meraih setangkai bunga dan memberikannya pada Shasa


"Terimakasih," Shasa mengambil bunga itu yang di berikan Raka dari belakang


"Ini sangat cantik ucap shasa


Raka berhenti untuk mendorong kursi roda Shasa, dan melangkahkan kakinya berjalan ke hadapan Shasa


"Apa kamu menyukainya?"


Shasa mengangguk


"Ok.. aku bisa metik semuanya untukmu" ucap Raka


"Tidak.. jangan.. kak Andra akan marah jika kamu memetik semuanya" ucap Shasa sambil tersenyum


"Aku tidak takut padanya," ucap Raka


"ssstt.... Di sini adalah kekuasaannya, kak Andra bisa saja mematahkan tanganmu jika iya mau"


"Benarkah? Aku ingin lihat bagaimana dia bisa mematahkan tanganku ini" ucap Raka sambil tersenyum


"Kamu..."


"Hahaha... Tidak aku hanya bercanda," ucap Raka lagi dan mengacak rambut Shasa

__ADS_1


__ADS_2