Antara Cinta Dan Kasih

Antara Cinta Dan Kasih
Apa aku tidak salah dengar


__ADS_3

Tiba-tiba suara ponsel santoso berbunyi, dia mengambil ponselnya itu dan melihat nama yang sedang menghubunginya! Santoso mengerutkan keningnya melihat nama yang tertera di dalam ponsel yang sedang menghubunginya.


Santo memencet tombol Jawab dan mendekatkan ponselnya itu di telinganya, tanpa mengatakan apapun. dia menunggu orang yang menghubunginya untuk berbicara


"Halo tuan,,,!! Wanita yang bernama Fiona itu sudah kembali" ucap seseorang yang ada di balik ponsel santoso! Yang tengah memberinya kabar.


Santoso terdiam mendengar apa yang di kabarkan oleh orang yang sedang menghubunginya.


"Baik aku mengerti, tetap untuk terus mengawasinya dan informasikan padaku setiap gerak-geriknya!" Jelas Santoso memberinya perintah


"Baik tuan," jawab orang yang ada di balik ponselnya


Setelah mendengarkan jawaban orang itu Santoso memutuskan panggilan itu dan bersandar di sandaran kursi.


(Santoso sengaja untuk memerintah seseorang untuk mengetahui kabar Fiona yang ada di luar negeri, karena sakin tidak sukanya pada Fiona! Santoso sampai-sampai harus menyewa seseorang untuk mengawasinya.


Karena tidak ingin Raka bersamanya dengan Fiona.


Menurut Santoso! Raka tidak akan memiliki masa depan jika dia bersama dengan Fiona)


Sesampainya di kediamannya Santoso Turun dari mobil dan berjalan masuk ke dalam rumah dan langsung menuju kamarnya, dan di sambut baik oleh Dara istrinya


"Mas kamu dari mana?" Tanya Dara sambil membantu Santoso untuk melepaskan jas yang di kenakannya


"Hari ini aku mendapat undangan dari teman lama dan habis bertemu dengannya" jelas Santoso yang terdengar tidak bersemangat


"Apa terjadi sesuatu di sana" tanya Dara lagi saat mendengar suara Santoso yang tidak seperti biasanya


"Apa yang bisa terjadi? Jangan berfikir banyak! Jelas Santoso, sambil berjalan keluar menuju ruang kerjanya


Dara mengikuti suaminya itu berjalan menuju ruang kerjanya sambil mengambil kesempatan itu untuk membicarakan Dila putrinya


"Mas aku miliki kerabat yang tengah mencari kerja, apa di kantor mas masih ada lowongan? Aku ingin membantunya dan mencarikan pekerjaan untuknya dari itu aku menanyai mas dulu sebelum berpindah ke kantor lain" tanya Dara sambil mengikuti langkah Santoso masuk kedalam ruang kerjanya

__ADS_1


Santoso membuka pintu ruang kerjanya dan berjalan masuk dan duduk melihat Dara yang tengah berdiri di depannya! sambil menunggu Jawaban darinya


"Suruh saja kerabat kamu itu ke kantor besok, untuk melakukan wawancara! jika dia berbakat dan layak dia akan diterima" jelas Santoso dengan yakin


"Tapi mas,, apa tidak bisa mas memberinya wewenang agar bisa langsung di terima tanpa harus wawancara dulu?" Tutur Dara mencoba untuk mencari kemudahan


"Mas pemilik perusahaan! Itu berarti mas punya kekuasaan, mas bisa saja menerima karyawan sesuka hati mas Santoso" tutur dara lagi mencoba untuk menghasut suaminya itu


Tapi Santoso kini dalam suasana hati yang buruk, dia tidak bisa untuk di pengaruhi ataupun di bujuk dengan mudah


"Tidak,, itu tidak bisa, semua itu peraturan dari kantor, kerabat ataupun keluarga terdekat sekalipun harus melakukan wawancara dulu, jika layak akan di terima" tegas Santoso


"Tapi mas,,


"Sudah jangan membahas itu lagi, Sekarang aku masih punya banyak kerjaan , sebaiknya jangan menggangguku" jelas Santoso lagi memotong perkataan dari Dara, dan dengan secara halus mencoba untuk mengusirnya dari ruang kerjanya.


Dara terdiam dan tidak lagi melanjut apa yang ingin di ucapkannya, dia berjalan keluar dari dalam ruangan kerja Santoso, sambil memasang wajah kecewa


Sedangkan Santoso yang melihat Dara sudah keluar memijit keningnya dan bersandar di kursinya.


Tidak untuk menunggu lama panggilan Santoso mendapat jawaban


"Halo..." Jawab Irawan dari balik ponselnya


" Malam-malam begini kenapa tiba-tiba menghubungiku, apa ada sesuatu yang penting?" Tanya Irawan


"Hari ini aku bertemu dengan triwijaya" ucap Santoso pada Irawan


"Triwijaya?" Tanya Irawan dengan suara yang terdengar kaget! Untuk sesaat Irwan terdiam


" Untuk apa kamu menemuinya?" Tanya Irawan lagi dengan rasa penasarannya


"Dia yang mengundangku dan ingin menemui ku, untuk bermaksud menjodohkan putrinya dengan Raka!" Jelas Santoso Tampa basa-basi

__ADS_1


"Apa,,? Apa aku tidak salah dengar? Kenapa triwijaya tiba-tiba ingin menjadikanmu sebagai keluarganya, bukankah dulu dia sangat membencimu?" Tanya penasaran dari Irawan


" Sebenarnya sekarang itu tidak penting" ucap santoso


"Fiona sekarang telah kembali, teman semasa kecil Raka yang pastinya dia sayangi! sudah berada di kota ini lagi. aku tahu sifat Raka bagaimana dia menyukai wanita itu, jika Laura tidak ingin Fiona bersama dengan Raka, suruh dia untuk mengambil hatinya secepat mungkin" tegas Santoso


"Baiklah aku mengerti" ucap Irawan


Setelah memberitahu semuanya pada Irawan! Santoso memutuskan panggilannya dan kembali memegang keningnya.


Santoso hanya mengingingka Laura untuk menjadi menantunya, bagaimana pun juga Santoso merasa hanya Laura yang pantas untuk mendampingi raka, dia sudah tahu bagaimana orang tua dari Laura yang tak lain adalah sahabatnya sendiri, dari itu dia merasa bersamanya Raka dan Laura tidak akan membuat salah satu dari mereka untuk menghancurkan perusahaan.


***


Sedangkan di kediaman Rita! Malam itu shasa yang ada di dalam kamarnya kini merasa sesak lagi, keringat dinginnya yang begitu tidak membuatnya merasa nyaman, membuat wajahnya menjadi pucat.


penyakitnya kini kambuh lagi! Rasa sakit di dalam hatinya mulai menyerangnya lagi! Untuk menahan agar tidak mengeluarkan suaranya dia dengan cepat menyumpat mulutnya dengan selimut agar Rita tidak mendengar suara jeritan dan eluhan darinya, rasa sakitnya benar-benar menyakitinya, membuat Shasa menggeliat tubuhnya di tempat tidurnya, air matanya pun kini menyertai penderitaannya yang begitu menyakitkan.


"Ayah,, ibu,,! Ini sangat menyakitiku" tanpa sadar Shasa yang begitu kesakitan menyebut ayah dan ibunya dalam tangisnya


Selama ini dia tidak pernah mengingat akan orang tuanya, tapi kali ini di tengah kesakitannya hanya ayah dan ibunya yang muncul di dalam ingatannya


Butuh beberapa menit untuk menahan rasa sakit dan sesak yang di derita oleh Shasa dan pada akhirnya itupun mulai Redah.


Shasa bangun dan beranjak dari tempat tidurnya dan mengambil obat yang ada di dalam lemari


Dia terus memegang dadanya yang masih sedikit terasa sesak dan terasa sakit


"Aku rajin meminumnya! tapi ini kenapa beberapa hari ini sering kambuh?" Tanya Shasa keheranan pada diri sendiri sambil melihat obat yang ada di tangannya


"Aku harus bertanya pada om Antoni" ucapnya lagi dan kembali menyimpan obat itu dalam lemari berniat untuk menyembunyikannya, Dan kembali ke tempat tidurnya.


Shasa menggelengkan kepalanya, mengingat akan nasibnya yang begitu buruk! Mengingat akan penderitaan yang Tampa di sadari menyerangnya begitu saja, Shasa menghela nafasnya dan kembali menggelengkan kepalanya, mendongakkan kepalanya, melihat langit-langit kamarnya

__ADS_1


"Sampai kapan ini akan berakhir" ucapnya dalam hati di iringi dengan air mata yang menetes


Shasa menghembuskan nafasnya dengan kasar dan berbaring memejamkan mata dan mencoba untuk tertidur


__ADS_2