
Sedangkan Santoso duduk santai di dalam mobil dan mengingat akan kejadian di masa lalu, dimasa dia masih muda dimana dia tengah mencintai seorang wanita cantik yang bernama Rossa.
Dia masih mengingat jelas bagaimana triwijaya menjebaknya hingga membuatnya harus kehilangan Rossa yang sangat iya cintai
Santoso yang tengah duduk terdiam kini tengah masuk dalam lamunannya di masa itu.
***
( "Rossa dengarkan aku dulu, ini semua tidak seperti yang kamu pikirkan, ini hanya jebakan yang memang bermaksud untuk memisahkan kita, tolong percaya padaku dan jangan tinggalkan aku" jelas Santoso yang mencoba untuk meyakinkan Rossa dan berusaha untuk mencegah Rossa agar tidak pergi
"Kamu pikir aku bodoh hingga harus percaya padamu, dengan semua kenyataan yang ada di depan mata? Apa yang harus aku percayai darimu, tidakkah menurutmu itu sangat lucu?" Tanya Rossa dan tetap pergi meski Santoso sudah berusaha mencegahnya, Tanpa menunggu Jawaban darinya
Santoso yang tidak menerima kemarahan dari Rossa meluapkan emosinya pada tembok dan meninju tembok yang ada di dekatnya!
Karena kesalahan yang sama sekali tidak di dilakukannya, membuat Santoso mencoba untuk mencari tahu siapa yang sudah menjebaknya, dan berusaha untuk mencari bukti agar bisa membuat Rossa mau mendengarkan penjelasan darinya
Tiga hari telah berlalu, Santoso tidak pernah bertemu lagi dengan Rossa! Dia yang terlihat begitu murung duduk di sofa yang bertempat di sebuah bar di kota itu.
"Kawan apa yang terjadi padamu? Aku tidak bisa membayangkan dirimu yang seperti sekarang ini, jangan terlalu memikirkannya" ucap Irawan yang tiba-tiba duduk di sampingnya
Santoso tidak menanggapi apa yang dikatakan oleh Irawan dia terus meminum minuman alkohol yang ada di depannya.
"Jangan khawatir aku sudah menyuruh seseorang untuk menyelidiki masalah yang kamu hadapi, dan sebentar lagi dia pasti akan datang dan memberi kabar pada kita" jelas Irawan yang mencoba untuk menangkan hati sahabatnya itu sambil mengambil gelas yang berisi minuman dari tangannya
"Sudahlah jangan minum terus, apa kamu sudah lupa? Gara-gara minuman ini kamu kehilangan Rossa" jelas Irawan lagi
Santoso menggelengkan kepalanya
"Tidak aku tidak akan kehilangan dirinya, Rossa adalah milikku dan aku tidak akan pernah melepaskannya" tutur Santoso sambil melihat Irawan dengan mata yang berkaca-kaca
"Baiklah,, dari itu tetap untuk tenangkan pikiranmu" ucap Irawan
__ADS_1
"Nah itu dia sudah datang" ucap Irawan lagi sambil melambaikan tangannya pada seseorang yang sudah iya tunggu-tunggu
Lelaki yang terlihat misterius terlihat berjalan kearahnya dan duduk di sofa di samping Irawan
"Bagaimana dengan tugasmu?" Tanya Irawan sambil menepuk bahu lelaki yang ada di sampingnya
"Aku hanya bisa mendapatkan ini," tutur lelaki itu sambil terlihat mengeluarkan sesuatu dari dalam saku jaket yang di pakainya.
"Ini benda apa? Dan milik siapa?" Tanya Santoso saat melihat benda yang terlihat seperti liontin itu
"Aku juga tidak begitu yakin, tapi setelah diselidiki lebih lanjut, hanya triwijaya yang ada di tempat saat itu" jelas lelaki itu
"Triwijaya?" Tanya Irawan untuk memastikan apa yang telah di dengarnya
" Benar,, saat itu hanya dia seorang yang terlihat di tempat itu dan itu pasti sudah ada hubungannya dengan semua masalah yang kamu hadapi" jelas lelaki itu lagi pada santoso
Santoso mengepalkan tangannya dan berniat untuk mendatangi triwijaya saat itu juga, namun berhasil di cegah oleh Irawan
Santoso berdiri dari duduknya sambil melangkahkan kakinya berjalan keluar dari dalam bar
"Kamu mau kemana?" Teriak dan tanya Irawan saat melihat Santoso pergi meninggalkannya
Santoso terus berjalan tanpa menghiraukan pertanyaan dari Irawan, dan bergegas masuk kedalam mobilnya.
Dia mengemudikan mobilnya melaju dengan cepat berniat untuk menemui Rossa! Santoso dengan rasa marah di hatinya mengingat akan perlakuan triwijaya padanya membuatnya hilang kendali dan mendapat kecelakaan yang harus membawanya masuk kerumah sakit untuk beberapa hari.
Saat itu Santoso telah di rawat di rumah sakit selama tiga hari dan sudah di perbolehkan untuk keluar
Saat itu Santoso yang sedang bergegas untuk meninggalkan rumah sakit tercengang melihat Irawan yang tiba-tiba masuk kedalam kamar tempat iya di rawat, karena telah merasa sudah menutup dan menyembunyikan kecelakaannya dia tidak habis pikir kenapa Irawan bisa mengetahuinya.
"Darimana kamu tahu aku ada disini?" Tanya Santoso sambil mengerutkan keningnya dan merasa penasaran
__ADS_1
Irawan tersenyum dan menepuk bahu Santoso sahabatnya.
"Aku tahu dari mana itu tidak penting! kedatanganku kemari ingin mengatakan selamat tinggal padamu" jelas Irawan
"Kamu mau kemana?" Tanya Santoso dengan cepat
"Aku akan keluar negri untuk melanjutkan kuliah, orang tuaku menginginkan aku untuk menjadi orang yang sukses, dari itu ingin membawaku untuk melanjutkan kuliah di sana" jelas Irawan
"Dan sebenarnya aku juga punya kabar buruk untukmu, aku tidak tahu ini baik atau buruk saat kamu mendengarnya, tapi tetap aku harus memberitahumu" sesaat Irawan terdiam sebelum melanjutkan ucapannya.
Irawan menghela nafas
"Rossa sudah pindah dan tak tahu sekarang iya ada di mana! Selama dua hari aku mencarinya tapi tidak ada petunjuk apapun yang aku dapatkan tentangnya" jelas Irawan lagi
Santoso hanya terdiam mendengarkan Irawan dia tidak memiliki ekspresi di wajahnya dan tidak terlihat memiliki emosi apapun, dia terdiam Tampa mengatakan apa-apa.
"Kawan jangan terlalu dimasukkan dalam hati, jika memang dia jodohmu! Kamu pasti akan menemukannya" tutur Irawan yang sedang menasehati sahabatnya itu.
"Baiklah aku pun juga harus pergi, jam keberangkatan ku sudah dekat, kamu baik-baik dan jaga dirimu" tutur Irawan lagi dan berjalan menuju pintu kamar yang di tempati oleh Santoso, dan Sebelum Irawan membuka pintu kamar dia berbalik
"Oh iya, aku sarankan padamu jangan melakukan apapun pada triwijaya, sekarang ini dia di atas kita, aku tidak ingin kamu merugi akibat melawannya, pelan-pelan saja suatu hari nanti kita pasti akan bisa membalasnya dengan cara yang lebih menyakitkan. Ucap Irawan dan melanjutkan langkahnya meninggalkan Santoso, tanpa menunggu tanggapan ucapannya dari santoso)
***
Santoso yang duduk di dalam mobil terdengar menghela nafasnya,
"Triwijaya dulu aku tidak bisa melakukan apapun padamu dan sekarang putrimu yang akan membuatmu merasa kan sakit hati yang dulu aku rasakan" ucap Santoso sambil menyentuh dahinya
"Rossa sejak saat itu aku tidak pernah lagi bertemu dan mendengar kabar tentang mu, aku tidak tahu sekarang kamu masih hidup ataupun sudah mati" ucap Santoso dalam hatinya sambil menggelengkan kepalanya.
"Apa yang sekarang aku pikirkan" ucapanya lagi dalam hatinya sambil mengusap wajahnya dengan kedua tangannya
__ADS_1
"Aku yakin sekarang kamu pasti sudah hidup bahagia bersama dengan keluarga mu! itu yang aku inginkan, meskii kita tidak bersama, asalkan kamu bahagia maka aku juga akan bahagia."tuturnya lagi dalam hatinya, sambil menghela nafasnya.