
"Shasa apa yang terjadi?" Tanyanya dengan suara yang gemetar karena ketakutan
"cepat buka matamu, jangan membuatku takut, Shasa lihat ini aku! ada apa denganmu?" Raka terus menepuk-nepuk wajah Shasa yang terlihat memucat dan berusaha untuk membangunkannya.
Raka mendekatkan jari telunjuk di depan lubang hidung Shasa mencoba merasakan nafasnya dan mendekatkan telinganya di bagian atas dada shasa mencoba untuk merasakan detak jantungnya
"Shasa,, bangun jangan seperti ini, kamu membuatku takut" ucapnya di iringi dengan air mata yang sudah menetes di pipinya
Seluruh tubuh Raka terasa gemetar, karena merasa takut melihat keadaan shasa yang seperti itu, Raka mengangkat tubuh Shasa dan berniat untuk membawanya ke mobil, namun baru beberapa langkah..
"Raka,," tiba-tiba suara Shasa terdengar menyebut namanya, dan dengan cepat Raka merespon panggilan itu! Dan berhenti dari langkahnya.
"Shasa,," ucapnya lagi! Raka dengan air mata yang berlinang, Melihat Shasa yang sudah membuka mata dan tersenyum padanya
"Raka apa kamu sedang menangisiku?" Tanya shasa dan tetap tersenyum untuk menyembunyikan rasa sakit yang di deritanya
Raka tidak menjawab, dia terus melihat Shasa yang masih ada dalam gendongannya
Sedangkan Shasa yang masih merasa lemas tidak mencoba untuk turun dari gendongannya, dari itu Raka merasa ada yang telah di sembunyikan oleh Shasa, namun dia tidak mencoba untuk bertanya, karena dia tahu pasti Shasa tidak akan memberitahunya.
Dengan Pelang Raka berlutut di pasir sambil menurungkan Shasa, dan mendudukkannya
"Terimakasih" ucap Shasa sambil memejamkan matanya mencoba menahan rasa sakitnya.
"Apa kamu merasa sakit?" Tanya Raka dengan kekuawatiran di dalam hatinya
Shasa tersenyum dan menggelengkan kepalanya
"Raka apa bisa kamu membantuku mengambil tasku di dalam mobil? Dan juga tolong ambilkan air, aku merasa haus," jelas Shasa dengan suara yang masih terdengar lemas.
Tampa berkata apa-apa, Raka yang masih terlihat cemas langsung berdiri dan dengan cepat berjalan menuju mobilnya, mengambil tas dan sebotol air untuk shasa, dan kembali menghampiri Shasa yang masih terduduk ditengah pasir
Raka duduk di depan shasa dan memberikan tasnya dan air yang di mintanya,
Tidak menunggu lama dengan cepat Shasa mengambil tas itu dan membukanya, mengambil botol obat yang ada di dalam tas dan terlihat membukanya dan mengambil satu butir pil dan meminumnya
"Itu obat apa?" Tanya Raka penasaran
__ADS_1
"Ini,, ini bukan obat, ini hanya semacam vitamin" tutur shasa sambil menyentuh wajah Raka yang terlihat begitu mencemaskan nya
Raka memegang tangan Shasa yang menyentuh pipinya dan tetap untuk membiarkan menyentuhnya
"Shasa apa bisa kamu jujur padaku?" Tanya Raka lagi, yang tidak percaya dengan penjelasan Shasa padanya
Shasa tersenyum dan mengangkat tangan yang satunya lagi untuk menyentuh pipi Raka yang sebelahnya
"Apa yang ingin kamu ketahui? Aku sudah menjelaskannya!" Tegas shasa dan tersenyum.
Penjelasan itu tidak membuat hati Raka merasa lega, dia memeluk shasa yang ada di hadapannya,
"Shasa tolong jangan menyembunyikan apapun dariku" tuturnya lagi
"Apa yang terjadi padamu hari ini, ini bukan yang pertama kalinya, aku melihatmu seperti itu, Shasa melihatmu seperti itu aku sangat takut, apa yang sebenarnya yang terjadi? Shasa..
"Tidak ada apa-apa, tolong jangan bertanya lagi" jelas Shasa dengan cepat memotong perkataan dari Raka sambil membalas pelukan Raka berusaha membendung air mata di kelopak matanya
Setelah meminum obat, rasa sakit Shasa perlahan mulai menghilang. di dalam pelukan Raka, shasa dengan cepat menghapus air matanya, tidak membiarkan Raka untuk mengetahuinya, namun itu semua di sadari oleh raka
"Aku tidak apa-apa, jangan mengkhawatirkan ku" ucapnya sambil menggelengkan kepalanya dan melepaskan pelukan Raka padanya,
"Raka lihat air laut di sana, terlihat sangat indah dengan gulungan ombak kecil itu" ucap Shasa mencoba untuk mengalihkan perhatian Raka yang selalu menatapnya dengan penuh tanda tanya dalam tatapan matanya itu! sambil berdiri dan berjalan mendekat pada air laut, untuk menghindari pertanyaan-pertanyaan dari Raka, sampai-sampai dia lupa akan obat yang ada di dalam tasnya, yang selama ini dia coba untuk menyembunyikannya
Melihat Shasa berjalan membelakanginya, Raka mengambil kesempatan itu untuk melihat obat yang ada di dalam tas Shasa, dia mengeluarkan botol obat dan melihatnya, dan sesekali tidak lupa untuk melihat ke arah Shasa, Raka mengambil sebutir pil obat dan menutup kembali botol obat itu dan memasukkannya kedalam tas.
Raka memerhatikan pil obat yang ada di tangannya dan kemudian mengambil saputangan dan membungkus obat itu dan kemudian memasukkannya di saku celananya
Raka yang masih merasa cemas juga mengkawatirkan Shasa, yang berjalan sendiri di kejauhan sana! dengan cepat berdiri dan berjalan menghampirinya.
"Shasa bagaimana jika kita pulang? Aku takut akan terjadi sesuatu lagi padamu" jelas Raka sambil memegang tangan shasa
"Apa yang akan terjadi padaku? jika kamu ada disini? Jangan cemas, tadi aku hanya tertidur untuk sesaat karena merasa mengantuk" jelas Shasa
"tapi sha..
"Wah,, lihat ada kepiting kecil disini," ucap Shasa sambil menunjuk lubang kecil yang terdapat di selah batu kecil, shasa sengaja untuk memotong ucapan dari Raka lagi
__ADS_1
Dan dengan itu Raka tidak lagi mencoba untuk melanjutkan kata-katanya, karena merasa Shasa tidak nyaman dengan itu
Raka dengan cepat berusaha untuk menangkap kepiting kecil yang di tunjuk oleh shasa.
Dan mencoba untuk mengendalikan emosinya agar terlihat lebih tenang
"Nah,, ini aku berhasil menangkapnya" ucap Raka sambil memperlihatkan kepiting kecil itu pada shasa
Shasa tersenyum bahagia dan bertepuk tangan seperti anak kecil saat melihat kepiting kecil itu
"Apa kamu ingin berjalan kesana?' tanya Raka sambil menunjuk jauh ke depan
Shasa mengangguk
"Oke baiklah,! Aku akan membawamu kesana" ucap Raka dengan tersenyum.
Dan mereka berdua pun berjalan bersama saling bergandeng tangan menyusuri tepi air laut
Senyum dan tawa bahagia Shasa terpancar di wajahnya begitupun dengan Raka, seakan-akan tidak terjadi apa-apa hari ini
Raka dan shasa seolah-olah terlihat sangat bahagia sampai-sampai dia tidak sadar hari sudah hampir petang.
Raka melihat jam di pergelangan tangannya
"Sha ini sudah sore, bagaimana jika kita pulang" ajak Raka pada Shasa
Shasa mengangguk dan menggandeng lengan Raka
"Ada apa? Apa kamu merasa capek?" Tanya Raka yang masih memperlihatkan rasa cemas di wajahnya, meski sudah mencoba untuk menyembunyikannya
"Tidak,, aku hanya merasa nyaman seperti ini" tutur shasa dengan manja
Raka mengelus pipi Shasa dan berjalan menuju mobilnya, sesampai di dekat mobil Raka membukakan pintu mobil untuk Shasa
"Hati-hati" ucapnya saat Shasa masuk kedalam mobil
Setelah itu dia pun masuk dan menyalakan mesin mobilnya, dan tidak lupa untuk memasang sabuk pengamannya
__ADS_1
Raka mengemudi dan melajukanya mobilnya dengan Pelang sambil memegang tangan shasa