Antara Cinta Dan Kasih

Antara Cinta Dan Kasih
Apa yang terjadi?


__ADS_3

Raka yang telah berada dalam mobil, dengan raut wajah yang sedang marah akibat dengan kelakuan Dona padanya. Membuatnya menyesal untuk hadir di acaranya yang ternyata, Raka rasa hanya untuk menjebaknya


Raka menyalakan mesin dan menginjak gas melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi, suasana dalam hatinya yang tidak begitu baik membuatnya sesekali menarik nafas panjang dan membuangnya dengan kasar.


Sesekali Raka tersenyum sinis, mengingat akan Dona, yang berusaha untuk merayunya. Rasa marah dalam hatinya membuatnya memasang wajah yang asem


Dimalam yang gelap, Raka menyetir mobil Tampa tujuan yang pasti, Dengan suasana hati yang sedang buruk, dia melalui jalan setapak sudah berulangkali


Di tengah perjalanan, Raka berhenti karena adanya lampu merah yang menyala.


Derr... Derr.. derr


Tiba-tiba ponselnya bergetar, Didalam saku jas yang di pakainya, Raka mengambil dan Melihat nomor yang menghubunginya tidak memiliki nama, dia pun memutuskan panggilan itu, Tampa mencari tahu siapa yang telah menghubungi nya,


Raka menyimpan ponsel di depannya


Dan ponsel itupun berdering lagi. Dia hanya diam mendengar, mengabaikan orang yang tengah menghubunginya.


Untuk kesekian kalinya ponsel itu terus berbunyi lagi dan lagi. Dengan perasaan kesal Raka meraih dan menekan tombol Jawab. Tampa bersuara Raka hanya menekan tombol spiker ponselnya dan menaruh ponsel dihadapannya, begitupun dengan orang yang sedang menghubunginya itu tidak berbicara untuk sesaat. Raka yang sudah kesal menjadi tambah kesal mengira panggilan yang di terimanya itu hanya untuk mempermainkannya, dan rasa ingin memutuskan panggilan itu muncul di pikiran raka


Namun tiba-tiba suara wanita terdengar dari balik telfon


"Halo.. Kak Raka,,"


Suara itu dan panggilan itu membuat Raka jadi terdiam. Perasaan di hatinya jadi tidak menentu antara marah dan bahagia menjadi satu, Tatapan mata yang begitu tajam menjadi Lemah saat mendengar panggilan yang begitu iya kenali


Raka yang terdiam menjadi kaget saat klakson mobil di belakangnya berbunyi, Membuatnya sadar dari lamunannya.


Raka dengan cepat menginjak gas mobilnya, melajukannya dengan pelan dan menepi ke pinggir jalan


"Kak Raka ini Fiona, Apa kamu masih mengingatku?" Suara itu terdengar lagi,


suara yang lemah lembut terdengar jelas di telinga raka, Seseorang yang selalu iya rindukan selama dua belas tahun ini kini sudah menghubunginya


"Fiona,," Ucap Raka dengan nada bicara yang berat

__ADS_1


"Apa itu beneran kamu?" Ucapnya lagi untuk memastikannya


"Benar ini Fiona, Kak Raka kamu masih mengingatku?" Suara jawaban dan tanya di balik telfon itu terdengar bahagia


Setelah dua belas tahun telah berlalu Fiona yang hilang kontak dengannya, dan tiba-tiba muncul lagi, membuat Raka merasa agak sedikit canggung. Namun kerinduan dalam hatinya tidak bisa di pungkiri


Hanya dengan satu kata yang di ucapkan, Raka pun terdiam lagi.


"Kak Raka apa kamu marah padaku?" tanya fiona lagi dari balik telfon


"Jika kamu marah, itu hal yang wajar. aku sudah mengingkari janji, Jadi aku mengaku salah, namun itu semua bukan hal yang aku sengaja. Kak Raka dari dulu sampai sekarang aku selalu mengingatmu dan selalu merindukanmu." Ucap Fiona lagi dari balik telfon


"Ini sudah dua belas tahun berlalu, setelah kamu pergi. Di masa lalu tidak pernah memberiku kabar, kenapa tiba-tiba kamu mau menghubungiku?" Tanya Raka dengan rasa ingin tahunya


"Ceritanya panjang. Kak Raka setelah aku kembali aku akan menjelaskan semuanya padamu, Namun Satu hal yang perlu kamu ketahui , sepuluh tahun yang lalu papa.."


Kata Fiona terhenti dan dia terdengar menangis


"Ada apa? Apa yang terjadi? Om Farhat kenapa?" Tanya-tanya Raka yang berurutan membuat Fiona tambah menangis tersedu-sedu


"Kak Raka.. Papa meninggal sepuluh tahun yang lalu," Suara tangis Fiona pecah dan terdengar jelas di telinga raka,


"Kak Raka aku membutuhkan seseorang untuk menemaniku menjalani duka ini,


selama itu, aku selalu berusaha untuk mencari nomor kontak darimu, Tapi itu sia-sia. Dan hari ini aku menemukannya dan langsung menghubungimu." Ucap Fiona dalam tangisnya


"Lalu kabar Tante farah?" Tanya Raka lagi yang penasaran akan hal yang menimpah Fiona dan keluarganya, dua belas tahun yang lalu


"Mama sampai sekarang belum bisa merelakan papa, setiap hari mencarinya dan selalu mengamuk. Selama sepuluh tahun ini aku berusaha untuk mencarikan pengobatan terbaik untuknya, namun itu tidak mendapatkan hasil, Untuk itu Fiona berencana membawanya pulang untuk melakukan tes psikiater.


"Kak Raka maaf jika selama ini aku sudah membuatmu marah. Ini benar-benar di luar dugaan Fiona," Ucap Fiona dari balik telfon dengan nada yang terdengar begitu menyedihkan


"Tidak apa-apa, jangan pikirkan masalah itu," Ucap Raka dengan lembut


"Jika membutuhkan bantuan ku, aku akan dengan senang hati membantu mu, Dari itu jangan segan untuk mengatakannya padaku. Apapun itu" Ucap Raka dengan nada yang Terdengar mencoba untuk membuat Fiona merasa sedikit lega

__ADS_1


Raka yang tidak pernah menyangka, Fiona akan menghubunginya dengan secara tiba-tiba, Membuat Raka merasa sedikit bingung


Setelah berbicara panjang lebar, Raka dan Fiona memutuskan panggilannya.


Raka untuk sesaat hanya terdiam. Antara percaya dan tidak percaya, jika Fiona baru saja menghubunginya, karena selama dua belas tahun dia hilang kontak dengannya.


Raka yang bingung dengan suasana hatinya saat ini menyalakan mesin mobilnya dan menginjak gas, melajukan mobil dengan cepat, menuju sebuah bar mewah yang terdapat di kota itu.


Saat mobil terparkir dengan baik, Raka turun dari mobil dan berjalan masuk kedalam bar, mencari suasana yang bisa membuat hatinya menjadi tenang lagi.


Raka berjalan masuk dengan pesonanya yang sangat memukau, membuat para wanita di dalam bar meliriknya, Wanita-wanita yang terpesona dengan ketampanannya mendekat padanya dan mencoba untuk merayunya.


"Hai.. kamu sangat tampan, Apa boleh kita berkenalan?" ucap wanita yang kini menghampirinya


Namun seperti biasa, dengan sifat dingin Raka, Dia tidak akan menghiraukan hal semacam itu, Raka tetap berjalan dan menemui penjaga staf yang bertanggungjawab untuk para tamu yang datang


Raka memesan ruangan khusus untuknya dan memesan beberapa minuman mahal


"Siapkan ruangan untukku dan beberapa minuman yang paling mahal di bar ini," Ucap Raka dengan angkuh pada pelayan di bar itu


"Oh iya aku tidak suka dengan wanita, jadi jangan coba-coba menyuruh mereka masuk ke dalam ruangan yang aku pesan,"


Ucapnya lagi pada karyawan bar ya ada di depannya itu


"Baik tuan," Jawab karyawan yang meladeninya


"Silahkan ikut aku" Ucap karyawan itu lagi dengan penuh hormat


Karyawan itu mengantar Raka pada suatu ruangan yang begitu luas. Raka berjalan menuju sofa dan duduk


Suara musik yang begitu berisik baginya membuatnya merasa gerah, Namun dia tetap duduk di sana seorang diri. Raka duduk sambil meminum minuman yang kini ada di hadapannya. Dengan sekejap satu persatu botol minuman itu kosong,


Raka yang meminum banyak alkohol mulai merasakan mabuk.


Karena merasa dirinya sudah tidak bisa minum lagi, Raka berdiri dan berjalan pergi meninggalkan bar itu.

__ADS_1


Raka masuk dalam mobil dan menyalakan mesin, menginjak gas dan melajukan mobilnya dengan kecepatan 120 km per jam.


Untuk pengemudi yang mabuk itu hal yang biasa baginya, Raka tidak merasa jika hal itu akan membahayakan orang lain begitupun dengan dirinya sendiri.


__ADS_2