
Raka melangkahkan kakinya berjalan menuju sofa kamarnya, dan duduk sambil memegang dahinya, dan memijit-mijit dahinya
"Sekarang aku ingin sendiri" ucap Raka dengan nada yang memelas
"Baik tuan,," tutur Surti setelah mendengar ucapan dari majikannya! Surti berjalan keluar dari dalam kamar setelah mendengar ucapan dari Raka, namu Fiona tetap berdiri mematung menatap Raka yang terlihat gelisah di hadapannya
Raka mendongakkan kepalanya dan melihat Fiona yang masih berdiri menatapnya
"Kenapa kamu masih disini? Sekarang aku ingin sendiri, tolong tinggalkan aku sendiri" jelas Raka pada Fiona yang tidak menuruti Ucapan
Ucapan dari Raka tidak membuat Fiona untuk berpaling darinya! Bukannya keluar, Fiona malah melangkahkan kakinya dengan percaya diri, berjalan menghampiri Raka, yang tengah duduk di sofa
"Kak Raka, apa yang membuatmu gelisah? Sekarang pertunangan Kak Raka sudah di tundah, itu bisa memberi kak Raka sedikit kesempatan untuk membatalkannya" jelas Fiona yang mencoba untuk menghibur Raka, meski sebenarnya dia tahu kegelisahan Raka bukan karena pertunangan itu, tapi melainkan itu Semua ada hubungannya dengan Shasa
Raka tidak memperdulikan ucapan dari Fiona, dia tetap pada posisinya, duduk sambil memijit dahinya yang terasa sakit
("Jika pertunangan ini, melibatkan para wartawan itu berarti, di setiap saluran pasti sudah memberitakan tentang hari ini! Apa jangan-jangan Shasa sudah mengetahui semuanya?") Tanya Raka dalam hatinya, yang benar-benar sudah di selimuti dengan kecemasan.
Raka kembali mengambil ponsel yang ada di saku celananya, dan menghubungi Romi.
Tidak menunggu waktu yang lama, panggilannya itu mendapat Jawaban dari Romi.
__ADS_1
"Aku ingin kamu mencari keberadaan Shasa, dengan cara apapun, dan ingat dalam dua puluh empat jam kamu harus sudah menemukan keberadaannya" jelas Raka dan memutuskan panggilannya, saat sudah memberi penjelasan dari Romi, yang bisa di kata sebuah ancaman pada romi
Fiona yang masih berdiri merasa terabaikan oleh sikap Raka dan membuatnya menjadi geram! Ucapan darinya tidak mendapat respon dari Raka, Dan saat mendengar nama Shasa, dia pun menjadi sangat marah dalam hatinya
"Kak Raka, apa tidak bisa kak Raka menghargai sedikit keberadaanku? Dari tadi kak Raka tidak memperdulikan ku, kakak mengacuhkan setiap kata dariku, apa yang sebenarnya kak Raka ingin tunjukkan padaku, dengan berperilaku seperti itu?" Tanya Fiona yang tidak tahan melihat sikap Raka padanya
"Fiona saat ini aku ingin sendiri, tolong tinggalkan aku, jangan menggangguku" jelas Raka
"Kenapa? Apa semuanya karena Shasa? Apa karena dia kak Raka tidak lagi ingin di ganggu olehku, kak.. aku juga butuh kepedulian darimu," jelas Fiona dan menatap Raka dengan mata yang berkaca-kaca
"Kak,, anak buah dari Santoso menculik ku pagi tadi, tapi kak Raka sama sekali tidak bertanya bagaimana keadaan ku, mereka menyekap ku, tapi kak Raka sama sekali tidak peduli dengan semua itu. Kenapa? Kenapa harus Shasa saja yang kak Raka perhatikan?" Fiona menangis dan duduk di samping Raka, mengharapkan Raka akan membujuknya seperti dulu! Ketika dia sedang marah maka Raka akan mati-matian membujuknya agar dia tidak merasa sedih.
" Kak Raka,, kenapa harus Shasa? Kenapa harus dia yang mendapat perhatian darimu? Sekarang aku disini, kenapa kak Raka tidak bisa melihatku meski hanya sebentar."
Raka berdiri dari duduknya Mendengar ocehan dari Fiona dan melangkahkan kakinya berjalan menuju pintu kamarnya, bermaksud untuk keluar namun Fiona yang menyadari hal itu, dengan cepat Fiona berlari dan memeluk Raka dari belakang
"Kak Raka,, apa tidak bisa kita kembali seperti dulu? Dimana kak Raka hanya mementingkan ku seorang, seperti dulu kak Raka hanya memperdulikan ku, aku ingin kita kembali ke masa itu"
Raka melepas pelukan Fiona darinya dan menoleh untuk melihatnya, Raka lalu meletakkan kedua tangannya di kedua bahu fiona
"Fiona.. itu adalah masa lalu kita, dan sekarang ini Shasa adalah masa depanku, aku tidak bisa seperti dulu lagi, karena aku mencintai shasa! aku berharap kamu mengerti itu dan tidak mencoba untuk mempengaruhi ku, dengan masa lalu kita"
__ADS_1
Fiona menggelengkan kepalanya, Mendengar apa yang di ucapkan oleh Raka, dia melepaskan tangan Raka dari bahunya
"Jadi sekarang ini kak Raka menganggap aku sebagai apa? Kak Raka membiarkan aku tinggal disini karena apa? Apa semua ini tidak mengartikan apa-apa buat kak Raka?" Fiona dengan penuh tanda tanya, berteriak pada Raka yang ada di hadapannya
"Kak Raka selama dua belas tahun ini, pikiranku tidak pernah berpaling darimu! setiap saat aku mengingatmu, merindukanmu aku selalu memimpikan dirimu, siang dan malam aku tersiksa karena selalu mengingat akan dirimu, tapi balasan apa yang aku dapat? Sekarang kita sudah dewasa, aku ingin melanjutkan hubungan kita dulu lebih jauh lagi" ucap Fiona sambil memeluk Raka kembali
"Kak Raka,, aku menginginkan perasaanmu itu, aku ingin yang mengisih hatimu, tolong jangan memikirkan orang lain selain diriku, jujur sekarang aku mencintaimu, aku mohon lepaskan Shasa dari hati dan pikiran kakak"
Raka melepaskan pelukan fiona lagi, dan memegang lengan Fiona dan menatapnya
"Fiona jangan salah paham dengan apa yang aku lakukan padamu, itu semua aku anggap hanya karena kamu adalah adik Perempuanku, jangan salah mengartikan sikapku padamu, aku menyayangimu hanya karena aku menganggapmu sebagai adikku" jelas Raka, namun Fiona tak terima itu, Fiona menggelengkan kepalanya, dan memegang tangan Raka dan membalas tatapannya itu
"Kak Raka aku tidak ingin hanya sekedar menjadi adik darimu, aku mencintaimu, dan aku menginginkan mu" Fiona yang kini sudah menumpahkan semua isi dalam hatinya mencoba untuk mencium bibir Raka yang kini berdiri di hadapannya, namun Raka yang menyadari itu dengan cepat mengelak dan menghentikan perilaku Fiona.
"Fiona apa yang ingin kamu lakukan? Jangan melewati batasan mu, Aku sudah menjelaskan semuanya padamu, dan jangan Mencoba atau berusaha untuk mengubah segalanya" bentakan dari Raka Membuat Fiona terdiam dan menangis
" sekarang Anton sudah menemukan tempat tinggal untukmu, kamu pindahlah kesana! Jangan khawatir aku yang akan menanggung biaya kehidupanmu sehari-hari sampai kamu menemukan pendamping yang cocok untukmu" jelas Raka dan berpaling meninggalkan Fiona sendiri di dalam kamarnya
" Tidak,,, Fiona menggelengkan kepalanya
" Kak Raka apa kamu sedang mengusirku? Kak Raka tidak boleh melakukan ini padaku! Kak Raka.." Fiona berteriak-teriak namun Raka tidak memperdulikan teriakannya itu dan dia tetap berjalan menuju ruang kerjanya.
__ADS_1