
Pasangan itu terlihat romantis duduk berdua, dan sang wanita terlihat bersandar di bahu pria yang ada di dekatnya itu.
Melihat itu wajah Shasa menjadi memerah
Dengan cepat dia berdiri dan ingin melangkah pergi, Namu dengan cepat pula Raka menahannya dengan cara meraih tangannya, menariknya sehingga membuat Shasa terjatuh ke dalam pelukannya.
Hal yang secara tiba-tiba, itu pun tidak di sadari oleh Raka sendiri, Hingga membuat jantungnya berdegup kencang, Raka kini merasa dirinya benar-benar telah jatuh cinta pada shasa.
Semasa hidupnya, ini baru pertama kalinya Raka merasakan hal yang benar-benar di luar kendalinya. Hanya karena seorang Shasa gadis polos yang begitu imut, bisa membuat hatinya berdebar-debar
Shasa mendongakkan kepalanya melihat pria tampan yang kini memeluknya dan menatapnya membuat wajah Shasa jadi memerah dan berseri-seri. Shasa dengan cepat melepaskannya diri dari pelukan Raka. Dan kembali berdiri, dia salah tingkah dibuatnya, Di situasi yang jadi canggung itu membuat mereka jadi terdiam sesaat, hingga suasana yang ramai itu menjadi sangat sunyi dan sepi
Raka tersuenyum saat melihat Shasa yang berdiri di depannya tengah terdiam dan membisu, Raka kembali memegang tangan Shasa yang masih berdiri di depannya, dan ikut berdiri. Shasa yang menyadari tangannya di dalam genggaman raka lagi, dengan cepat ingin melepaskannya, namun Raka menggenggamnya dengan erat dengan kekuatan yang dimiliki raka tidak dapat ditandingi, oleh Shasa yang hanya gadis kecil biasa yang lemah
Raka melangkahkan kakinya menghadap pada Shasa dan menatapnya dengan penuh kasih sayang, Raka melepas tangan Shasa dan memegang kedua bahunya.
"Kamu perlu tahu, seseorang yang ada dalam hatiku ini sebenarnya itu adalah kamu," Ucap Raka yang Tampa basah basi tengah menyatakan isi dalam hatinya
Mendengar ungkapan isi hati dari Raka, membuat Shasa menjadi salah tingkah lagi
Shasa melepaskan tangan Raka dari bahunya dan memukul lengan Raka,
dan tersenyum malu
"Apa yang kamu katakan!" Ucap Shasa tanpa melihatnya, Shasa melihat ke arah bawah dengan wajah yang merah merona dan tersipu malu di hadapan Raka, sambil memainkan kakinya menendang-nendang, rerumputan yang ada di depan sepatunya
"Jangan berbicara omong kosong,
Sebaiknya Sekarang kita pulang, hari hampir gelap" Ucap shasa lagi dan segera berbalik dan melangkah untuk pergi
Namun lagi-lagi Raka menahannya dengan cara yang sama, memegang tangannya dan menariknya untuk berbalik menghadapnya lagi. Adegan itu terulang lagi, Namun kini Shasa hanya membentur dada bidang Raka, Tampa sengaja tangan Shasa memegang lengan Raka, Shasa merasakan otot-otot lengan Raka yang tersembunyi di balik kemeja yang berwana biru mudah yang di kenakan oleh Raka.
__ADS_1
Shasa merasakan betapa kuat otot-ototnya itu.
"Shasa yang aku katakan adalah kejujuran, Aku benar-benar menyukaimu, Sejak malam itu,,, Sejak malam itu kamu sudah tinggal di dalam hatiku ini" Ucap Raka dan mengangkat tangan Shasa menempelkannya di atas dadanya.
"Tuan Raka apa yang kamu lakukan? Jangan seperti ini, Malu di lihat banyak orang," Ucap shasa sambil melihat keramaian di sekelilingnya dan menarik tangannya mencoba untuk melepaskannya dari genggaman raka
Raka tidak menghiraukan itu dan terus menatap Shasa, yang terus mencoba untuk menghindari tatapan darinya. Raka seolah-olah tidak peduli dengan orang sekitar, dan terus merayu dan menggoda Shasa
"Sekarang rasakan degup jantungku, yang berdetak kencang, itu semua adalah karena rasa yang mulai muncul dari dalam sana. Rasa yang berniat untuk memilikimu"
Ucap Raka mencoba untuk meyakinkan shasa
Pria es yang kini ada di hadapan Shasa berubah menjadi pria yang romantis, Tidak ada lagi keangkuhan yang terlihat dalam dirinya. Tatapan Mata yang begitu mendalam membuat Shasa seperti di hipnotis dan tidak bisa bergerak lagi.
"Shasa, aku ingin mendengar jawaban darimu saat ini. Aku tidak bisa jika hanya harus melihatmu dari kejauhan, aku ingin kita selalu dekat. Dalam dua hari ini kamu telah menyiksaku dengan sifat mu yang lugu itu membuatku terus mengingatmu." Ucap Raka dengan panjang lebar pada shasa
"Tuan Raka lepaskan tanganku, Kita itu baru kenal, kenapa tiba-tiba mengatakan hal seperti itu? Bagaimana mungkin rasa suka dalam hatimu itu muncul dengan cepat, bahkan kita itu baru dua hari bertemu, aku rasa kamu pasti salah menilai hatimu sendiri" Ucap Shasa dan terus menarik tangannya dari genggaman raka.
"Kamu..." Shasa jadi geram dan mengepalkan tangan yang satunya,
Karena keras kepala raka, Shasa dengan keras menginjak kaki kanannya. Hingga membuat Raka menjerit kesakitan dan Tampa sadar dia melepaskan tangan Shasa
Melihat Raka yang membungkuk memegangi kakinya yang terasa sakit, membuat Shasa tersenyum puas dengan hal tersebut
"Shasa ini sakit sekali" Ucap Raka dan duduk di bangku yang ada di belakangnya.
Shasa hanya tersenyum mendengar perkataan Raka, dan tidak mempedulikannya, yang terus meringis kesakitan
"Makanya jangan macam-macam denganku" Ucap Shasa dengan nada yang angkuh.
"Sekarang aku harus pulang, hari sudah mau petang" Ucap Shasa dan berbalik melangkah pergi meninggalkan Raka.
__ADS_1
"Apa kamu ingin meninggalkanku di sini sendiri?" Teriak Raka
"Sekarang aku tidak bisa berjalan, Kamu harus bertanggung jawab, dengan kelakuanmu terhadapku" Teriak Raka lagi pada Shasa yang sudah berjalan menjauh darinya.
Mendengar itu Shasa berhenti dari langkahnya dan berbalik, melihat Raka yang tengah duduk di bangku, sambil memegangi, kakinya yang masih menggunakan sepatu
"Bener juga aku yang sudah membuatnya seperti itu, seharusnya aku Bertanggungjawab untuknya" Ucap Shasa sambil berjalan kembali menghampiri Raka yang tengah duduk di bangku
Shasa menjulurkan tangannya dan membantu Raka untuk berdiri, Shasa menggandeng lengan Raka dan membantunya untuk berjalan
Dengan sikap manis Shasa dan rasa tidak teganya itu, membuat Raka tersenyum bahagia, Raka mengikuti langkah Shasa dengan jalan yang terpincang-pincang
Raka melirik Shasa yang dengan serius menggandengnya, kedekatan mereka membuat jantung Raka berdegup kencang lagi, Raka memegang dada kirinya merasakan denyut jantungnya yang berdetak kencang.
Namun kelakuannya itu menarik perhatian dari Shasa.
"Ada apa? Apa Kamu sakit? Tanya Shasa penuh dengan perhatian
Dengan perhatian itu Raka lagi-lagi tersentuh oleh shasa, Raka hanya tersenyum dan menggelengkan kepalanya
"Tidak.. Aku hanya tidak habis pikir, Tubuh sekecil ini mampu membuat ku kesakitan seperti ini" Ucap Raka sambil tersenyum
Ucapannya itu membuat shasa berhenti dari langkahnya. Shasa melepaskan tangan Raka yang menggandeng bahunya
Dia melangkah menghadap pada Raka dan melihat bagian kaki Raka yang telah di injaknya
"Benar juga, aku gadis lemah tidak mungkin memiliki tenaga yang kuat untuk mematahkan kakimu itu," Ucap Shasa dengan wajah marahnya
Saat itu mata Shasa terbelalak saat menyadari sesuatu
"Kamu sedang mengerjai ku ya..?" Tanya Shasa sambil memukul-mukul lengan Raka,
__ADS_1