
Di dalam mobil, Shasa berulang kali menghapus air matanya yang tidak terhenti untuk mengalir, dia berusaha untuk menenangkan diri sendiri. Dan Tanpa peduli dengan Leo yang sedang menyetir Shasa terisak seperti anak kecil, dia tidak bisa lagi menahan kesedihannya
Sesekali shasa menarik nafas dalam-dalam dan menghembuskannya dengan kasar.
Hhemmm.....
untuk mencoba menahan air matanya itu agar tidak mengalir lagi, Shasa menyandarkan kepalanya, mendongakkannya melihat langit-langit mobil yang di tumpanginya, membuat dirinya rileks agar bisa bebas dari kesedihan yang sudah menyelimuti hatinya
"Nona,, aku harus mengantar anda kemana?" Tanya Leo yang sedang menyetir, tapi Shasa tidak memberinya jawaban atas pertanyaannya itu
Shasa yang tengah menyandarkan kepalanya mencoba untuk memejamkan mata, berusaha untuk lepas dari kesedihan yang sudah menyerangnya, namun tiba-tiba dia merasa mobil yang di tumpanginya itu, melaju dengan tidak terkendali
Shasa membuka matanya, dan mendapati Leo tengah berusaha untuk menghindari mobil yang dengan sengaja menghalangi laju mobil mereka.
Ckiiiiikkk....
Leo yang berusaha untuk menghindari kendaraan yang tengah menghadangnya dari depan, memutar stir mobil dan menginjak rem secara mendadak, namun itu tidak membuatnya bisa menghindar dari mobil yang dengan sengaja ingin menghalangi jalannya itu
Dddaaarrrr.... Suara hantaman mobil yang keras Membuat Shasa berusaha untuk menyeimbangi diri agar tidak membuatnya lepas kendali dan membuat dirinya terluka karena hantaman itu, Shasa berpegang di sandaran kursi depan mobil
"Aaaaaaaahk...." teriak Shasa dengan keras
"Nona jangan takut, tidak akan terjadi apa-apa" Jelas Leo yang sudah berusaha untuk menghindari mobil yang di ada depannya
Leo menghentikan mobilnya yang sudah menghantam bagian belakang mobil yang sudah menghalangi jalannya dan mencoba untuk memundurkan mobilnya, namun sebuah mobil pun juga dengan cepat menghadangnya dari belakang. Leo hanya bisa berhenti untuk mengemudi dan berbalik melihat shasa
"Ada apa ini? Siapa mereka?" Shasa yang panik dan takut mulai tidak tenang, melihat dua mobil yang menghadang mobil yang di tumpanginya, dari depan dan belakang.
" Nona,, jangan takut" ucap Leo lagi yang mencoba untuk menenangkan Shasa yang sudah ketakutan
Leo mengamati dua mobil yang sudah menghadangnya, dan Tiba-tiba dari arah berlawanan sebuah mobil pun berhenti lagi di samping mobil yang di tumpanginya.
Seseorang dari dalam mobil terlihat membuka pintu, dan Romi pun Turun berjalan mendekat pada mobil yang ditumpangi oleh Shasa.
__ADS_1
Melihat Romi, mendekat dan mengetuk-ngetuk kaca jendela mobil, Leo dengan cepat turun dari mobil dan berjalan menghampiri Romi.
Dengan cepat Leo berjalan dan berdiri di depan Romi
"Jangan mendekat" ucap Leo dengan lantang dan mendorong Romi dengan keras agar menjauh dari pintu mobil
"Apa mau kalian?" Tanya Leo yang masih berdiri di dekat pintu mobil
Beberapa lelaki yang berbadan besar keluar dari dalam mobil yang sudah menghadangnya, mereka berjalan ke arah di mana Leo tengah berdiri.
Shasa yang melihat itu, dengan rasa takut membuka pintu mobil dan keluar dari dalam mobil! dia berdiri di belakang Leo sambil berpegangan di ujung kemeja belakang Leo
"Ro..Romi, apa yang kamu inginkan? Tanya Shasa dengan suara yang gemetar.
"Apa maksud dari semua ini?" Tanya Shasa lagi
" Nona Shasa" Romi dengan hormat menundukkan kepalanya
"Maaf jika sudah membuat anda ketakutan, bos direktur ingin bertemu dengan Anda" jelas Romi
"Raka? Untuk apa dia ingin menemui ku? Dan kenapa harus melakukan hal seperti ini jika hanya untuk menemuiku?" Tanya Shasa
"Maaf nona hanya ini yang bisa kami lakukan untuk bisa membawa anda, karena kami tahu selama anda bersama dengan Andra, dia tidak akan membiarkan siapapun untuk mendekati Anda" jelas Romi
"Aku dan dia sudah tidak ada hubungan apa-apa lagi, jadi tidak ada alasan untuk kami saling bertemu, maaf jika aku harus menolak" ucap Shasa
"jangan berfikir karena tuan Andra tidak disini, kamu bisa dengan mudah untuk membawa nona shasa pergi dari sini, jangan harap itu" tutur Leo dengan penuh percaya diri untuk melindungi Shasa
Romi Tersenyum, Mendengar apa yang di katakan oleh leo, dia hanya memandang Leo sebelah mata
"hhemmm... Mungkin kamu hebat, tapi,, untuk melawan kami semua itu tidak mungkin bisa membuatmu mengalahkan kami." Tutur Romi meledek
"Nona Shasa,, aku harap Anda mau mengikuti kami dan bertemu dengan bos Raka," jelas Romi tidak memperdulikan Leo yang dari tadi sudah menantang dirinya
__ADS_1
"Jangan bermimpi untuk bisa membawanya pergi dari sini," tutur Leo lagi
"Nona Shasa jika anda tidak ingin terjadi apa-apa padanya, sebaiknya anda bekerja sama dengan kami." Ancam Romi sambil Melihat Leo yang berdiri di hadapannya, yang mencoba untuk melindungi Shasa yang berdiri di belakangnya
"Jangan pikir aku takut pada kalian" tutur Leo lagi, dan mulai bergerak untuk bermaksud melawan mereka yang tengah berdiri di hadapannya
Shasa menarik ujung kemeja Leo dari belakang, untuk menghentikannya
"Baik aku ikut dengan kalian tapi, kalian harus melepaskannya" ucap Shasa sambil Melihat Leo
"Nona Shasa apa yang anda katakan? Aku tidak akan membiarkan mereka membawa Anda dari sini" jelas Leo
"Leo,, jangan khawatir! Mereka tidak akan melakukan apapun padaku. Pulanglah dan katakan pada kak Andra untuk tidak melakukan apa-apa, katakan jika ini, atas kemauan ku sendiri, agar dia tidak mencariku." Jelas Shasa
Romi Tersenyum dan mengangguk, Mendengar ucapan dari shasa
"Nona Shasa jangan khawatir, jika anda menurut kami tidak akan melakukan apa-apa," ucap Romi
"Silahkan" Romi mempersilakan Shasa untuk mengikutinya dan masuk ke dalam mobil
"Nona Shasa, jangan ikut dengan mereka, tuan Andra akan menghukum aku, jika membiarkan Anda pergi dengan mereka" jelas Leo, namun ucapannya itu tidak mendapat balasan dari shasa.
Shasa hanya terdiam dan mengikuti arahan dari Romi, dia menurut dan berjalan menuju mobil di mana seseorang sudah membukakan pintu mobil untuknya
"Nona Shasa,, anda tidak boleh pergi!" Leo yang melihat Shasa sudah masuk kedalam mobil mencoba untuk menghentikannya, namun Romi dan beberapa lelaki yang berbadan besar itu menghalanginya
"Jika tidak menginginkan sesuatu terjadi padanya, sebaiknya kamu diam dan jangan melakukan apapun!" Ucap Romi sambil menepuk-nepuk wajah Leo, yang tidak bisa berbuat apa-apa lagi, karena kedua tangannya di genggam erat oleh dua lelaki yang berbadan besar itu
Romi dengan senyum puas di wajahnya terlihat, karena merasa sudah menjalankan tugas yang di berikan oleh atasannya itu, dia berjalan dan masuk kedalam mobil dimana Shasa sudah duduk di dalam mobil itu.
"Jalan" perintah Romi pada si pengemudi
" Baik tuan" jawab si pengemudi
__ADS_1
"Nona Shasa maaf, jika sudah membuat anda merasa tidak nyaman, bos Raka ingin bertemu dengan anda, dan maaf hanya ini yang bisa kami lakukan agar bisa membawa anda." Jelas Romi, namun itu tidak mendapat respon dari Shasa
Shasa tetap terdiam dan tidak memperdulikan apa yang di katakan oleh romi. Dia mengikuti Romi, hanya karena tidak ingin sesuatu terjadi pada Leo, dan tidak ingin melihat kekerasan yang mungkin akan terjadi jika dia tidak mengikutinya.