Antara Cinta Dan Kasih

Antara Cinta Dan Kasih
Aku mengantuk


__ADS_3

Namun itu tidak seperti yang iya pikir, keringat dingin mulai keluar, pandangan matanya mulai kabur, membuatnya berhenti lagi dari langkahnya dan melepas pelukannya pada lengan Raka, dan berjongkok


Shasa mengedip-ngedipkan matanya dan menggeleng-gelengkan kepalanya, mencoba untuk membuat perasaan dirinya membaik


"Shasa..." Raka dengan cepat meletakkan lututnya di tanah dan memegang wajah Shasa dengan kedua tangannya, melihatnya dengan rasa khawatir, saat melihat Shasa yang begitu tiba-tiba menjadi aneh


"Kamu baik-baik saja?" Tanya raka yang mulai terlihat cemas


Shasa mendongakkan kepalanya, melihat Raka dengan tatapan mata yang mulai kabur, Shasa Memegang tangan Raka yang menyentuh wajahnya


"Kakiku,, kakiku terasa lemas! Aku sudah capek untuk berjalan, Raka.. apa kamu ingin menggendongku di punggungmu?" Ucap Shasa sambil tersenyum manja


Raka tidak menjawab, dia terus melihat Shasa dengan rasa cemas


"Kalau tidak mau juga tidak apa-apa, aku akan berjalan sendiri" ucap Shasa sambil melepas pegangan tangan Raka dari wajahnya dan mencoba untuk berdiri


Raka Tersenyum dan kembali memegang tangan Shasa dan berbalik memunggunginya


"Naiklah" ucap Raka sambil menunjuk punggungnya


Shasa pun tersenyum dan lekas melingkarkan tangannya di leher Raka, naik ke punggung Raka dan menyandarkan kepalanya di bahu Raka


"Terimakasih.." ucap Shasa sambil mencium pipi raka


Raka berdiri dengan pelan, dalam hatinya terasa tidak tenang


"Shasa.. kamu yakin baik-baik saja?" Tanya Raka sambil melangkahkan kakinya


" Hem.." jawab Shasa dengan lemas


Raka merasakan sesuatu yang tidak baik terjadi pada Shasa, langkah kaki Raka terasa berat! dia terus berpikir dengan penyakit Shasa


"Shasa,, kenapa diam saja, katakan sesuatu" tutur Raka


Shasa hanya menggerakkan kepalanya dan kembali untuk mencium pipi Raka dan mempererat lingkar tangannya di leher Raka


Untuk sesaat Raka tidak bertanya lagi, Raka memegang tangan Shasa yang melingkar di lehernya dengan satu tangannya, dan mengusap wajah Shasa dengan tangan satunya dan terus melangkahkan kakinya, berjalan untuk pulang ke tempat mereka piknik


"Shasa.." Raka mencoba untuk melihat Shasa yang menyandarkan kepala di bahunya


"Kenapa diam saja?" Tanya Raka


"Aku mengantuk, sangat mengantuk! Aku ingin tidur! Mataku begitu berat" Gumam Shasa


Raka menggelengkan kepalanya


"Tidak.. kamu tidak boleh tidur, sekarang kita hampir Sampai, mereka di sana sudah menyiapkan makan siang! kita akan makan siang bersama dengan mereka" ucap Raka, namun ucapanya itu tidak mendapat respon dari Shasa,


"Shasa... Jangan diam saja! Ucap Raka lagi


"Tetaplah berbicara denganku, jangan mendiami ku seperti ini!"

__ADS_1


Shasa mendengar setiap perkataan dari Raka, tapi dia sulit untuk membalasnya! Shasa sangat kesakitan, sesak di dadanya membuatnya tersiksa, karena dia mencoba untuk menahannya


Air mata Shasa kini mulai mengalir, Membuat pakaian di bagian bahu Raka basah. Merasakan hal itu ketakutan di hati Raka tiba-tiba menghantuinya


"Shasa..." Ucapnya, tapi tetap Shasa tidak membalasnya


"Shasa.. Shasa.. bicara denganku aku mohon" pinta Raka


Shasa menggerakkan kepalanya, dan tetap menyandarkannya di bahu Raka


"Jangan berisik aku sangat mengantuk, jangan menggangguku" ucap Shasa dengan nada yang lemah


"Aku tidak mengijingkanmu untuk tidur, tetaplah untuk selalu sadar" ucap Raka dengan cepat


"Shasa Aku masih banyak tempat wisata yang ingin aku tunjukkan padamu, dan tempat itu semuanya sangat indah, aku ingin mengajakmu ke sana." Ucap Raka mencoba untuk selalu mengajak Shasa berbicara


"Besok kita kesana dan lusa kita ke tempat lain lagi, kita akan ke sana bersama" ucap Raka lagi


"Shasa,, Shasa.."


"Ya.." Shasa menjawab dengan suara yang begitu lesu


Raka mengangkat tangannya mengusap rambut Shasa yang ada di atas bahunya


"Tetaplah untuk seperti ini, jangan tidur! lihat di sana semuanya begitu bahagia melihat kita


"Hey.. kalian berdua darimana saja? Lekas kemari" teriak Rita dengan keras saat melihat Shasa dan Raka


Andra terlihat berjalan menghampiri mereka, dengan membawakan kursi roda untuk Shasa, saat melihat Shasa di gendong oleh Raka di punggungnya


"Shasa.. lihat Andra menghampiri kita! buka matamu, bertahanlah untuk tidak tidur


Raka tanpa henti, terus mengajak Shasa untuk Berbicara tapi Shasa hanya mendengarkannya dan terdiam


"Shasa menurutmu bibi Rita masak apa? Itu pasti sangat enak! Dan kamu pasti merindukan untuk memakan masakannya, iya kan?"


Shasa menganguk dan Tersenyum, dan memperat lingkar tangannya di leher Raka


"Raka Aku mencintaimu!" Bisik Shasa di telinga Raka


"Aku tahu,, aku juga mencintaimu" jawab Raka


"Aku sangat mencintaimu. Tapi aku rasa semuanya mungkin hanya sampai di sini, Maafkan aku,, aku minta maaf. Aku sudah tidak kuat lagi untuk menahannya, aku sangat menderita ini sangat menyiksaku" bisik Shasa lagi, air matanya terus mengalir


"Tidak,, tidak,, jangan mengatakan itu, tidak,, kamu tidak boleh mengatakan itu " Raka menggelengkan kepalanya terus menggelengkan kepalanya


kata itu mengakhiri ucapan dari Shasa, pegangan tangannya terlepas. Seluruh tubuhnya melemas tak bertenaga sedikitpun.


Raka menghentikan langkahnya dan berdiri mematung, saat itu terjadi


"Shasa..." suara yang serak terdengar dari mulut raka. Kaki Raka gemetar, seluruh tubuhnya terasa gemetar

__ADS_1


"Shasa.." panggilannya sekali lagi, air mata Raka mengalir begitu deras, dengan cepat Raka Memegang kedua tangan Shasa yang menggantung di lehernya


"Aku sudah melarang mu untuk tidur, Shasa bangun, jika tidak aku akan marah!" Ucap Raka dengan suara gemetar


Raka Tersenyum, namun dalam hatinya menangis,


"aku tahu kamu sedang mengerjai ku, ini tidak baik! Hentikan dan jawab aku"


Raka masih terus berdiri tanpa beranjak dari tempatnya, dan terus berbicara


"Shasa apa kamu kedinginan? Tanganmu dingin, bagaimana jika kita duduk disini untuk menyalakan api dan menghangatkan tanganmu" tanya Raka


Raka melepas tangan Shasa, dan tangan itu pun kembali untuk bergantung di lehernya


"Shasa jangan seperti ini, jangan membuatku takut, buka matamu dan berbicara padaku" Raka kembali memegang kedua tangan Shasa dan berusaha melangkahkan kakinya, yang begitu terasa berat


Raka tidak bisa lagi menyembunyikan kesedihannya, dia menangis dan kembali untuk menghentikan langkahnya


Raka berdiri mematung dan terus menangis dia kembali melepaskan tangan Shasa, membiarkannya menggantung di lehernya


Andra melepas kursi roda yang iya dorong dan berlari mendekati Raka dan Shasa, saat sudah berhadapan dengan Raka, Andra berhenti untuk berlari!Kakinya gemetar


"Apa yang terjadi?" Tanya Andra


Namun Raka hanya terdiam


Andra mendekat pada Shasa, melihatnya tidak bergerak dan begitu pucat, Andra mendekatkan jari telunjuk di depan lubang hidung Shasa.


Andra menggelengkan kepalanya, air matanya pun mulai menetes, saat tidak merasakan lagi hembusan nafas Shasa


"Shasa.." Andra menyentuh tubuh Shasa, Membuatnya, tubuh Shasa hampir jatuh dari punggung Raka, dan dengan cepat Andra menangkapnya, Andra duduk di tanah dan membuat Shasa berbaring di pangkuannya


Raka menoleh dan melihat tubuh Shasa yang sudah tidak bernyawa Membuatnya jatuh dan berlutut di tanah


Ratna berdiri saat melihat situasi itu


"Apa yang mereka lakukan di sana?" Tanya Ratna, Membuat semuanya menoleh dan melihat ke arah ya iya maksud


***


Kini semuanya berkumpul dan menangis! menangisi Shasa yang benar-benar sudah pergi


Ratna mendekat pada Raka yang dari tadi hanya terdiam dan terus berlutut, Ratna meletakkan tangannya di bahu Raka dan berdiri di sampingnya


("Aku tidak akan membiarkan mu pergi sendiri, seperti apa yang sudah aku janjikan padamu, aku akan menemanimu kemanapun kamu akan pergi" ucap Raka dalam hatinya")


Diam-diam Raka memasukkan tangan dalam saku celananya, dan mengambil sesuatu yang terlihat seperti sebutir obat dan menelannya, setelah obat itu tertelan, Raka berdiri dan melangkahkan kakinya duduk di tanah dan memegang tangan Shasa sambil tersenyum


("Tunggu aku") ucapanya dalam hati


Raka pun terjatuh dan berbaring di tanah sambil terus memegang tangan Shasa.

__ADS_1


TAMAT


__ADS_2