Antara Cinta Dan Kasih

Antara Cinta Dan Kasih
Jangan di pikirkan


__ADS_3

Raka yang ada di dalam ruang kantornya mengamuk! Menyapu semua isi meja dengan tangannya


"Aku hanya memberimu waktu selama dua puluh empat jam, tapi ini sudah dua hari telah berlalu kamu belum juga menemukannya, apa kamu bekerja atau sedang bermalas-malasan? apa kamu sudah bosan bekerja di sini? Mencari keberadaan Shasa saja kamu tidak becus!" Romi yang mendapatkan amarah dari Raka hanya bisa tertunduk dan terdiam


Raka dengan marah melempar semua barang yang ada di dekatnya, dan selalu menyalahkan Romi, yang tidak bisa bekerja dengan baik, yang tidak bisa menemukan Shasa.


"Jika hari ini kamu tidak bisa menemukannya, sebaiknya kamu keluar dari kantor ini' jelas Raka mengancam


Raka duduk di kursinya sambil memegang dahinya, dan mencoba untuk menenangkan pikirannya yang sedang kacau.


Romi yang hanya terdiam dan tertunduk melirik kearah atasannya itu! Dan melihatnya saat Raka sudah tidak lagi berwajah serem! Karena sudah merasa atasannya itu sudah sedikit terlihat tenang, Romi pun Memberanikan diri membuka mulut dan memberanikan diri untuk berbicara


"Bos,, kami sampai saat ini masih terus mencari keberadaan nona Shasa, Selama dua hari ini nona Shasa tidak pernah muncul ataupun bertemu dengan Rita dan keluarga dokter Antoni, dari itu kami tidak bisa mendapatkan petunjuk karena selain mereka nona Shasa tidak memiliki kerabat ataupun orang terdekat." Jelas Romi, yang mencoba untuk membela diri dari kemarahan atasannya itu yang terus menerus memijit dahinya


Tok.. tok.. tok..


Tiba-tiba Ditengah kemarahan Raka seseorang dari luar mengetuk pintu,


Tampa menunggu ijin dari Raka seseorang yang ada di luar membuka pintu, membuat Raka dan Romi melihat kearah pintu. Dan Terlihat dokter Reza sudah berdiri diambang pintu dan Tersenyum. Namun setelah masuk kedalam ruangan itu, tiba-tiba senyum di wajah dokter Reza hilang seketika saat melihat barang-barang yang berserakan di lantai


"Apa yang terjadi di sini? Apa baru saja terjadi gempa?" Tanya dokter Reza dengan membulatkan matanya melihat sekeliling yang penuh dengan barang-barang yang sudah terhambur


Semua ocehan dari Dokter reza tidak di hiraukan oleh Raka! Dia hanya terdiam dan bertatap dingin pada setiap yang di lihatnya. sedangkan Romi sempat tersenyum dan dengan cepat mengubah raut wajahnya saat melihat Raka menatap kearahnya


"Asisten Romi, apa aku boleh meminta segelas kopi?" Tanya dokter Reza sambil duduk di depan meja Raka


"Boleh dokter, tunggu sebentar aku ambilkan untuk anda!" Jawab Romi dan dengan cepat meninggalkan Raka dan dokter Reza yang tengah duduk berhadapan


Romi melangkahkan kakinya dan berjalan keluar dari dalam ruangan Raka dan mengusap dadanya saat dia sudah menutup pintu dan masih berdiri di depan pintu

__ADS_1


("Selamat, sekarang kedatangan dokter Reza benar-benar sudah meloloskan ku" )gumam Romi


"Kawan apa yang sudah terjadi? Ruangan ini kini Sudah menjadi kapal pecah yang hampir tenggelam" Tanya dokter Reza penasaran


"Untuk apa kamu kemari? Sekarang aku tidak membutuhkanmu" ucap Raka dengan dingin


"Beberapa hari yang lalu aku melihat panggilan darimu, dan membaca cet darimu, tapi kebetulan saat itu aku berada di luar negeri, dan sekarang aku sudah kembali jadi aku sempatkan diri untuk menjenguk mu ke mari! Jika memang tidak membutuhkanku lagi, baiklah sekarang aku pergi" ucap dokter Reza sambil berdiri dari duduknya


Raka memperhatikan Reza yang sudah beranjak dari tempat duduknya, dan dengan cepat dia membuka mulut dan berbicara


"Ada yang harus aku pertanyakan padamu! Dan ingin memperlihatkan sesuatu" Dengan cepat Raka dengan wajah yang dingin menahan dokter Reza yang sudah beranjak untuk pergi


Senyum di wajah dokter Reza seketika muncul Mendengar Raka yang tengah menahannya


"Ha.. aku pikir sudah tidak di butuhkan lagi" ucapanya


Dokter Reza memicingkan matanya melihat apa yang di perlihatkan oleh Raka


"Apa itu? Dokter Reza mendekat


" Ini obat apa?" Tanya dokter Reza dan mengambil butiran pil obat yang di perlihatkan oleh Raka dan memperhatikannya dengan serius


"Itu yang ingin aku pertanyakan, obat apa itu? Shasa mengkonsumsi obat itu, dan aku mengambilnya secara diam-diam darinya, aku ingin kamu mencari tahu, pil obat itu untuk penyakit apa?" Ucap Raka yang terdengar memerintah


"Baik bos,, akan aku laksanakan, secepatnya aku akan mendapatkan jawabannya, Tutur dokter Reza dan Tersenyum


"Baiklah jika begitu aku pergi dulu! Oh iya dan lagi, jika marah jangan selalu menghamburkan barang-barang, itu tidak akan menyelesaikan masalah" tutur dokter Reza lagi sambil tersenyum dan melangkahkan kakinya berjalan menuju pintu dan pergi meninggalkan raka


Di depan pintu dokter Reza dan Romi bertatap muka dan saling melemparkan senyuman, Romi menundukkan kepalanya

__ADS_1


"Dokter maaf, kopi yang anda pesan tidak ada." Jelas Romi


" Jangan di pikirkan" ucap dokter Reza sambil tersenyum dan menepuk bahu Romi, setelah itu melanjutkan langkahnya


Tak lama setelah dokter Reza pergi, Romi pun melangkahkan kakinya dengan cepat. kembali masuk kedalam ruangan raka dan menghampirinya


"Bos,, nona Shasa sudah kami temukan, dia ada di taman sekarang" jelas Romi yang memberi kabar tentang keberadaan Shasa ke pada raka


***


Shasa yang tengah bosan berada di rumah! berjalan-jalan di taman di temani oleh Andra. Dia duduk berdampingan dengan Andra di bangku, sambil melihat beberapa anak kecil yang tengah bermain tidak jauh dari mereka berdua


"Lihat dengan anak kecil itu, dulu kita berdua selalu bermain bersama seperti mereka! Setelah ayah dan ibu sudah tiada, kamu selalu mengajak kakak untuk bermain bersama" ucap Andra mengenang masa kecilnya bersama dengan Shasa dulu


Shasa Tersenyum dan melihat anak kecil itu


"Apa dulu kita sebahagia mereka? Apa dulu Shasa juga suka tertawa seperti itu?" Shasa menatap Andra dengan mata yang masih memerah akibat selama dua hari ini air mata yang tak berhenti mengalir membuat kelopak matanya menjadi bengkak dan dia pun selalu memikirkan tentang penyakit yang sudah di deritanya kini sudah di tahap akhir


"Shasa maaf jika kakak, selama ini sudah membuatmu menderita, karena kakak memilih untuk pergi! kamu jadi menderita. Kakak benar-benar minta maaf" tutur Andra dengan rasa bersalahnya


"Kak ini yang kesekian kalinya kakak minta maaf, kedepannya Shasa tidak ingin mendengar itu lagi" jelas Shasa sambil memeluk lengan Andra dan bersandar di bahunya


Andra Tersenyum dan memegang tangan Shasa yang sedang memeluk lengannya


"Shasa,, Kakak akan melakukan apapun untukmu jika itu bisa membuatmu bahagia, katakan saja yang kamu inginkan, kakak akan berusaha untuk mengabulkan semuanya! Kakak akan berusaha untuk memenuhi semua keinginanmu"


Mendengar ucapan dari Andra Shasa tersenyum dan mengangguk


"He'ee suatu hari nanti Shasa pasti akan memohon sebuah permintaan kepada kakak, ingat untuk memenuhi janji kakak" jelas shasa

__ADS_1


__ADS_2