Antara Cinta Dan Kasih

Antara Cinta Dan Kasih
Aku benar-benar menyukaimu


__ADS_3

Kata-kata yang begitu kasar dan mendalam, tak membuat hati Dona berubah untuk mengurungkan niatnya, agar bisa membuat Raka jatuh hati padanya.


Dona tetap terlihat tenang meski, kini dalam hatinya mulai ada goresan yang terasa perih, Mendengar kata-kata kasar dari raka


Dona hanya tersenyum, dan berdiri dari duduknya menghampiri raka yang tengah duduk di hadapannya. Berdiri di belakang raka dan memegang kedua bahu raka


Dona membungkuk dan berbisik di telinga raka.


"Tuan Raka Jangan terlalu cepat untuk menolak ku, Cobalah untuk berfikir, Aku pastikan jika menerimaku kamu tidak akan menyesalinya" Bisik Dona di telinga raka dan berdiri


Dona melangkahkan kakinya berjalan elegan, memperlihatkan pesona dirinya, pada Raka yang memandanginya


"Aku tahu tentang Raka Santoso. Tuan muda yang tidak pernah berkencan dengan wanita manapun, dan tidak pernah menjalin cinta dengan siapapun, Jika menerimaku, Aku bisa membantumu membuatmu tahu, tentang apa itu cinta, Aku bisa membahagiakanmu dan membuatmu merasa puas menjalin hubungan denganku" Ucap Dona yang sedang berusaha meyakinkan Raka agar bisa memberinya kesempatan. Kesempatan untuk menjalin hubungan dengannya


Raka mengerutkan keningnya dan kemudian menaikkan satu alisnya.


Menggeleng-gelengkan kepalanya


"Sayang sekali,,, aku sama sekali tidak tertarik dengan hal semacam itu." Ucap Raka dengan santai


Jawaban yang singkat dan dingin terucap pada bibir Raka, membuat dona merasa tidak percaya dengan apa yang iya dengar,


dengan susah payah Dona sudah melakukan yang seharusnya bisa membuat Raka tertarik padanya, Namun itu semua tak dapat respon dari Raka yang angkuh dan arogan


Dona terdiam sejenak. Memikirkan cara agar bisa untuk membuat Raka malam ini bisa jatuh dalam pelukannya


Raka berdiri dari tempat duduknya dan melangkah mendekat pada Dona


"Karena ini malam ulang tahunmu jadi aku ucapkan selamat untukmu, Selamat ulang tahun. Mungkin hanya itu yang bisa aku berikan padamu, Ucapan selamat ulang tahun dariku" Ucap Raka dan menjulurkan tangannya. Namun Dona hanya terdiam mendengar dan melihatnya. Mendengar perkataan dari Raka, Dona dengan tidak sadar telah mengabaikan uluran tangan dari Raka.


Raka tersenyum dan menarik kembali uluran tangannya, Karena merasa uluran tangannya telah diabaikan oleh Dona,

__ADS_1


Raka memasukkan satu tangannya kedalam saku celana. Berdiri dengan elegan di hadapan dona


"Ada baiknya aku pergi dari sini, Aku merasa sesak dan muak berada di dalam ruangan ini" Ucap Raka dengan nada bicara yang kasar, dan mulai mengangkat kakinya untuk berjalan


"Tunggu jangan pergi," Tahan dona! Dona dengan cepat menahan Raka yang tengah berjalan menuju pintu.


Dona berjalan cepat, mendekat pada Raka dan memeluk pinggang Raka dari belakang dengan erat


"Tuan Raka di usiamu yang sekarang aku sangat tahu kebutuhan **** bagimu itu sangat penting buatmu. Aku tahu kamu tidak akan bisa menolak hal semacam itu


Aku akan selalu bisa melakukannya jika kamu mau." Ucap Dona yang sudah kehabisan kata-kata, dan mengatakan hal yang membuat Raka tersenyum geli.


"Nona Dona apa kamu, sudah menawarkan dirimu padaku? Apa kamu sadar dengan apa yang kamu ucapkan?" Tanya Raka yang masih membelakangi Dona, yang masih melingkarkan tangannya pada pinggang raka


"Apapun yang kau katakan dan apa pun yang kamu pikirkan. Anggap saja seperti itu! Aku jujur sangat menyukaimu, dan akan melakukan apapun, agar kamu bisa menerimaku" Ucap Dona dengan suatu harapan yang mendalam


Lagi-lagi Raka tersenyum


"Tapi untuk yang kedua kalinya aku mengatakan padamu. Nona Dona aku tidak tertarik" Jelas Raka dengan nada dinginnya


Raka menahan tangan dona yang sudah meraba tubuhnya dan melepaskannya, dan berbalik menghadap pada Dona. Raka menjadi sangat marah dengan sikap Dona yang tidak tahu malu itu.


"Nona Dona apa yang kamu lakukan?" Bentak Raka dengan nada marah


"Nona Dona dengan sikapmu yang seperti ini, aku rasa kamu tidak tahu malu, untuk wanita seperti dirimu aku sama sekali tidak tertarik, Jangankan untuk menyentuhmu, untuk melihatmu saja aku merasa muak." Ucap Raka dengan kasar


Kemarahan dalam hatinya, membuatnya melontarkan kata kasar pada Dona yang kini terdiam di hadapannya


Untuk sesaat Dona terdiam, Dona menggelengkan kepala. Tak disangka Raka yang sangat dia sukai, melukai hatinya hanya dengan kata-kata kasar yang di lontarkannya


"Tuan Raka aku sangat yakin dan percaya kamu adalah pria sejati dan normal, tidak Mungkin kamu akan menolak hal semacam ini" Ucap Dona yang juga mulai terbawah emosi, karena segala usaha dan ucapannya tidak dapat meluluhkan hati pria idamannya itu.

__ADS_1


"Itu benar, aku sangat sehat dan normal.


Tapi aku tidak perlu membuktikannya,


Dan aku juga tidak perlu menunjukkan keperkasaan ku padamu, Aku rasa kamu tidak layak." Ucap Raka yang sekali lagi mengucapkan kata-kata yang menusuk hingga ke dalam hati dona


Dona kini tidak memiliki harga diri lagi, di mata Raka, tapi Meski rasa sakit di dalam hatinya dengan semua perkataan dari Raka yang sudah menusuknya, Namu dona tetap bersih keras untuk mendapatkan hati raka


Dona bertekad untuk membuat Raka jadi miliknya


Dona, memegang tangan Raka dan menggenggamnya dengan kedua tangannya,


"Beri aku kesempatan untuk sekali ini saja,"


Ucap Dona, dengan tatapan yang penuh dengan harap


"Aku benar-benar menyukaimu, aku mohon jangan menolak ku. Raka,, aku bisa melakukan apapun untukmu, Apapun itu asalkan bisa membuatmu bahagia" Ucap Dona lagi, yang benar-benar sudah merendahkan diri hanya agar dapat memiliki hati raka


Air mata Dona pun mulai bermunculan dan menetes ke pipi membasahi wajahnya yang cantik itu.


Raka tersenyum dan melepas tangannya dari genggaman tangan Dona


"Aku paling tidak suka dengan air mata buaya wanita, itu salah satu alasanku tidak pernah menyukainya" Ucap Raka dan berbalik berjalan menuju pintu, Namun sesampai di dekat pintu ruangan Raka berhenti dari langkahnya Tampa menoleh


"Nona Dona, kamu melakukan kesalahan karena mengundangku kemari, Kamu menginginkan malam ini malam yang tak terlupakan untukmu, jadi itu aku kabulkan, aku yakin malam ini kamu tidak akan bisa melupakannya" Ucap Raka dengan posisi membelakangi dona, yang masih berdiri dan terdiam.


Setelah semua yang di katakan pada Dona


Raka melanjutkan langkahnya, membuka pintu dan berjalan pergi dari tempat itu.


Melihat kepergian Raka, Dona merasa kecewa atas sikap dan perlakuan Raka terhadapnya, Kata-kata Raka sangat membuatnya sakit, Hingga Dia menangis dan duduk di kursi, menatap dekorasi ruangan yang begitu indah, Kemarahan Dona, membuat dekorasi yang indah itu jadi pelampiasan. Dona berdiri dan mengacak-acak dekorasi itu melempar semua benda yang ada di dekatnya, membuat seisi ruangan menjadi berantakan,

__ADS_1


"Raka,, aku Dona tidak pernah di tolak oleh siapapun," Ucap Dona dengan kemarahan yang sudah di tahannya dari tadi


"Lihat saja aku akan membuatmu jatuh cinta padaku, aku akan membuatmu bertekuk lutut padaku dan hanya akan menginginkan diriku" Ucap Dona pada dirinya sendiri dan sambil menangis


__ADS_2