Antara Cinta Dan Kasih

Antara Cinta Dan Kasih
kamu terlihat sangat jelek


__ADS_3

Antoni tersenyum lagi saat mendengar perkataan dari Shasa, Dia mendongakkan kepala melihat Shasa yang duduk di depannya.


"Jika ingin membalas kebaikan om, Ingatlah untuk tetap hidup bahagia selamanya, hanya itu yang om inginkan darimu" Ucap Antoni pada shasa dengan nada yang lemah lembut


"Jangan kuatir, Shasa akan selalu hidup bahagia, selama kalian ada bersama denganku" Ucap Shasa dan membalas senyuman dokter antoni


"Om shasa harus balik, Hari sudah hampir petang, bibi pasti akan kerepotan jika Shasa tidak membantunya." Ucap Shasa dan berdiri


Dokter Antoni mengangguk dan memberi Shasa sebuah botol kecil yang berisi pil obat. Dan memberi lembaran kertas yang di pegang nya


"Ingat untuk meminumnya setiap hari dan jangan lupa, kamu harus memberitahu om,


Jika obatmu tinggal sedikit lagi, Dan ini hasil dari laporan laboratorium tentang penyakitmu itu. Om berharap, kamu akan berubah pikiran dan mau melakukan operasi" Ucap Antoni memperingatkan dan memberi solusi pada Shasa agar mau melakukan operasi


"Baik,,.Shasa tidak akan lupa dan akan mempertimbangkannya" Ucap Shasa dengan nada yang berat dan mengambil obat dan lembaran kertas itu. Shasa memperhatikan gambar dan tulisan yang ada dalam lembaran kertas itu. Kemudian melipatnya dan memasukkannya kedalam tasnya


"Kalau begitu Shasa pergi dulu" Ucap Shasa dan menundukkan kepalannya dengan hormat di depan Antoni dan mengambil tas yang ada di atas meja dokter Antoni dan melingkarkan nya di pinggang


Shasa berjalan menuju pintu dan membuka pintu. Saat pintu terbuka lebar. Rendi sudah berdiri di luar ruangan, Mata Shasa terbelalak, dan menjadi salah tingkah


"Kak Rendi,, Kakak sedang apa disini?" Ucap shasa dengan nada kaget saat tiba-tiba melihat Rendi.


Shasa menoleh dan melihat ke arah dokter antoni. Ada rasa takut di dalam tatapan Shasa, Takut jika Rendi mendengar semua yang mereka bicarakan. Antoni dengan segera berdiri dan menghampiri Rendi dan Shasa yang tengah berdiri.


"Rendi kamu datang tidak mengabari papa dulu. Ada apa?" Tanya Antoni penasaran dengan kedatangan putranya


"Maaf pa.. Rendi kesini untuk menjemput Shasa, Bibi Rita bilang dia disini membantu papa, jadi itu aku kemari untuk menjemputnya, sekarang sudah sore.


Sebaiknya dia pulang" Jelas Rendi pada papanya


"Apa kamu mendengarkan sesuatu?" Tanya dokter Antoni pada Rendi dengan rasa perasaan


"Mendengar apa? Apa kalian telah menyembunyikan sesuatu Pada rendi?" Tanya rendi balik dengan rasa penasaran dan merasa bingung


"Tidak ada apa-apa, Papa hanya asal tanya saja" Ucap dokter antoni sambil tersenyum


Perkataan dari Rendi membuat dokter Antoni menjadi lega dan melihat kearah Shasa yang terlihat memasang wajah yang cemas, Antoni memperlihatkan senyum lega kepada shasa.


Antoni mengangguk-anggukkan kepalanya dan berjalan lagi ke kursinya dan duduk dan terus tersenyum melihat Rendi dan shasa


"Ini Shasa sudah mau pulang, Kebetulan sekali, Shasa tidak perlu naik bus lagi, kak Rendi kan ingin menjemput Shasa." Ucap Shasa dengan nada yang lega karena Rendi tidak mendengar apa yang mereka bicarakan

__ADS_1


"Om.. Shasa balik dulu" Ucap Shasa dan menggandeng lengan Rendi.


"Pa.. Rendi antar Shasa!" Ucap Rendi


Antoni hanya terus mengangguk dan tersenyum, dan melihat mereka berdua meninggalkan ruangannya.


"Kak Rendi kenapa menjemput Shasa?


Shasa bisa pulang sendiri kok." Ucap Shasa sambil mendongakkan kepalanya melihat Rendi yang tingginya hanya sebatas bahunya Rendi


Rendi tersenyum dan menyentil dahi Shasa yang melihatnya


Aaaaoohk..


"Kak Rendi ini sakit, Apa yang kamu lakukan?" Ucap Shasa sambil melepaskan lengan Raka dan menyentuh dahinya.


"Kamu selalu saja menolak jika ingin aku jemput, Kenapa? Apa kakak terlihat begitu jelek hingga tidak ingin dijemput oleh kakak?" Tanya rendi dengan wajah yang cemberut


Shasa tersenyum melihat wajah murung Rendi! Dia melangkah ke hadapan Rendi dan berjalan mundur meletakkan tangan di belakang dan terus memandanginya.


"Kak Rendi, Dengan wajah murung seperti ini, memang kamu terlihat sangat jelek" Ucap Shasa meledek dan tertawa dan berjalan cepat meninggalkan rendi dan keluar dari klinik antoni


"Apa katamu?" Ucap Rendi dan mengejar Shasa yang sudah jauh darinya.


Sesampai di dekat mobil Rendi yang terparkir Shasa berpegangan erat pada pintu mobil, Shasa tiba-tiba merasakan sakit di dalam dadanya lagi. Shasa berdiri menghadap pintu mobil berusaha menahan rasa sakit itu.


Saat Rendi berada di belakangnya Shasa dengan cepat berbalik dan tersenyum manis.


"Kak Rendi, Maaf tadi Shasa hanya bercanda" Ucap Shasa dan tetap berusaha agar tidak terlihat sedang sakit di hadapan Rendi


Rendi mengangguk dan mengerutkan keningnya melihat Shasa dengan penuh keringat di wajahnya dan terlihat pucat.


"Apa kamu baik-baik saja, Kamu berkeringat dan pucat" Tanya rendi kawatir


Shasa memperlihatkan senyumnya


"Iya aku baik-baik saja, Itu karena kakak mengejar Shasa, Akhirnya berkeringat seperti ini" Balas Shasa


Rendi tersenyum dan mengusap keringat shasa


"Maaf" Ucap Rendi dan membuka pintu mobil untuk shasa.

__ADS_1


"Masuklah" Ucapnya lagi


Shasa masuk dalam mobil dan duduk di samping pengemudi. Dan Rendi pun masuk dan mengemudikan mobilnya, melajukan nya dengan pelan


Rendi memarkirkan mobilnya di samping depan warung bibi Rita. Saat mereka telah sampai. Rendi membuka pintu mobil dan begitupun dengan Shasa.


Mereka berdua berjalan bersama, masuk dalam warung,


Rita yang mendengar kedatangan mereka berdiri


"Sepertinya mereka sudah datang" Ucap Rita pada wanita yang kini ada di depannya


Mendengar perkataan Rita, wanita itu tersenyum dan menoleh berusaha melihat Rendi dan Shasa yang ada di luar namun terhalang oleh dinding yang terbuat dari tirai bambu


"Tunggu sebentar, bibi akan memanggilkan Rendi agar menemui mu." Ucap rita dan berjalan menghampiri Rendi dan Shasa yang masih ada di luar


Wanita itu mengangguk. Dan melihat Rita sudah berjalan keluar, Wanita itu memasang telinga, Mencoba mendengar percakapan dari mereka bertiga


"Kalian sudah datang," Ucap Rita dan tersenyum


"Bibi,," Sapa Rendi dan Shasa bersamaan


Rita mengangguk mendengar sapaan dari mereka, dan melangkah mendekat pada Rendi.


"Rendi ada wanita cantik yang sedang menunggumu di dalam sana" Ucap Rita lagi dan melihat ke dalam warung


Wanita itu yang mendengar perkataan bibi Rita, tersenyum saat mendengarnya menyebutnya sebagai wanita cantik.


Rendi jadi bingung dan mengerutkan keningnya dia merasa tidak punya janji dengan siapapun,


"Wanita cantik? Memangnya siapa yang bibi maksud" Tanya rendi penasaran


Shasa yang mendengar dengan cepat berjalan mengendap-endap, Dan mengintip-intip di celah-celah dinding yang hanya mengunakan tirai dari bambu


Shasa melihat wanita cantik yang di sebutkan oleh Rita ternyata adalah Vani,


Dengan cepat Shasa berjalan mendekat pada Rendi dan Rita.


"Kak Rendi wanita cantik yang bibi maksud adalah Vani" Ucap Shasa sambil berbisik pada Rendi yang penasaran dari tadi tapi tidak lekas untuk menemuinya.


"Vani?" Tanya Raka penasaran

__ADS_1


"Ada apa dia mencari ku kemari?" Tanya rendi lagi dan berjalan masuk menghampiri Vani, yang tengah duduk sendiri menunggunya


"Vani kamu ada disini! Ada apa?" Tanya rendi dengan wajah datar


__ADS_2