Antara Cinta Dan Kasih

Antara Cinta Dan Kasih
Apa kamu takut aku melakukan sesuatu padamu?


__ADS_3

Raka tersenyum dan menyerahkan boneka yang ada di tangannya


"Ini aku berikan padamu, sebenarnya itu adalah hadiah di hari ulang tahunmu yang sudah berlalu, aku tidak sempat untuk memberikannya padamu, meski terlambat aku tetap ingin memberikannya, ini!" Jelas Raka sambil menyodorkan boneka itu


"Selamat ulang tahun" ucapnya sambil tersenyum


Shasa dengan senang hati menerima boneka itu dan melihatnya


"Ini sangat lucu, terimahkasih" tutur Shasa dan melihat Raka yang menatapnya dari tadi


Raka mengangguk dan menjadi salah tingkah di hadapan Shasa.


" Ada apa?" Tanya Shasa yang melihat kelakuan Raka yang terasa aneh


"Apa kamu sudah ingin tidur?" Tanya balik Raka.


"Benar,,! Aku sudah mengantuk, Memangnya ada apa? Balas Shasa


Raka menggelengkan kepalanya dan dengan cepat berjalan menuju tempat tidur dan berbaring


"Raka,,! Apa yang kamu lakukan disitu?" Tanya Shasa sambil menarik tangan Raka agar terbangun dari tempat tidurnya.


"Aku ingin tidur disini!


"Ah.. Tidur disini?" Tanya shasa dengan cepat


" Jika kamu tidur disini, Lalu aku tidur dimana?" Tanya Shasa lagi


"Ini bukan yang pertama kalinya kita tidur bersama, sekarang kamu tidur di sampingku seperti biasanya," ucap Raka sambil menarik tangan Shasa hingga membuat Shasa jatuh dan menimpa atas tubuhnya. Shasa menyentuh dada bidang Raka hingga membuatnya menjadi malu


Raka tersenyum dengan kejadian itu, sedang Shasa dengan cepat ingin berdiri, tapi dengan cepat pula Raka menahannya dan memperbaiki posisi baring Shasa.


Shasa kini berbaring di samping Raka


"Raka,,!


"Diam lah, aku merasa nyaman tidur di sampingmu, jadi biarkan selalu seperti ini!" Ucapnya lagi


" Tapi sekarang aku yang merasa tidak nyaman" jelas Shasa


"Kenapa? Apa kamu takut aku melakukan sesuatu padamu?" Tanya Raka sambil membangunkan kepalanya dan menatap Shasa yang ada di sampingnya dengan posisi terbaring terlentang. Raka terus menatapnya

__ADS_1


Sedang Shasa terdiam dan membalas tatapan mata dari raka.


Seperti telah terhipnotis Shasa terlena oleh tatapan mata itu hingga dia tidak berdalih sedikit pun.


Raka yang sebagai laki-laki umumnya memang adalah laki-laki normal tidak akan pernah bisa menahan godaan yang ada di hadapannya Sekarang, apa lagi itu adalah wanita yang ia sangat cintai.


Raka dengan pelan memajukan kepalanya dan mencium bibir Shasa dengan penuh nafsu.


Shasa tidak mengelak dan tidak mencoba untuk menghentikan Raka, dia malah memejamkan matanya dan menikmati ciuman dari Raka! Shasa membalas ciuman dari Raka, sehingga dengan itu Raka makin bernafsu untuk melakukannya dan terus mencium bibirnya dan mulai untuk menyentuhnya.


namun tiba-tiba Raka berhenti, Mengingat akan Shasa yang masih sangat mudah dan belum ada ikatan dari mereka, Raka mengurungkan niatnya untuk melakukan hal yang baginya akan merugikan Shasa.


Shasa yang sedang menikmati sentuhan dari bibir Raka, membuka matanya saat Raka berhenti untuk menciumnya.


"Ada apa?" Tanyanya merasa penasaran saat Raka tiba-tiba menghentikan aksinya


"Shasa Aku sangat mencintaimu dan aku tulus dengan hal itu! jadi tidak mungkin bagiku untuk melakukan hal yang akan merugikan mu , aku tidak ingin kamu menjadi bahan ejekan dari orang yang tidak menyukaimu, aku tidak ingin memberimu beban yang akan kamu tanggung sendiri karena ulahku" jelas Raka yang membuat Shasa sudah benar-benar jatuh cinta lagi padanya


(Raka memang pria idaman bagi para wanita, siapa yang tidak menginginkan pria sepertinya, pria kaya yang Tampan dan mapang dan lagi penyayang, memiliki sifat yang baik)


(Meski miliki perbedaan usia yang jauh namun itu tidak membuat Shasa untuk tidak mencintainya)


"Tidurlah sekarang sudah larut" tutur Raka yang membuat Shasa mengangguk patuh pada ucapannya sambil membalas pelukan dari Raka.


Mereka berdua pun tertidur sampai pagi menjelang


(Di pagi hari ini, mereka berdua pasti akan lebih romantis lagi deh* kayaknya akan seperti itu)


Shasa membuka mata dan mendapati Raka masih memeluknya, dia tersenyum dan terus menatap Raka yang masih tertidur pulas.


Shasa yang mendongakkan kepalanya untuk melihat Raka tersenyum saat melihat tampan Raka yang begitu manis saat tertidur, dia mencoba untuk menyentuh kening Raka dan setelah itu menyentuh wajah Raka yang begitu tampan


"Apa aku terlihat begitu mempesona saat tidur?" Tanya Raka dengan tiba-tiba hingga membuat Shasa jadi kaget.


Shasa tersenyum Malu dengan tingkahnya sendiri dan dengan cepat menutup wajahnya dengan kedua tangannya.


Raka tersenyum dan meraih tangan Shasa dan membuatnya untuk menyentuh wajahnya.


"Jika kamu menyukainya maka sentuh lah! Aku memberimu ijin untuk hal itu!" Ucap Raka dan memegang wajah Shasa


"Pagi ini aku harus kekantor, ada meeting penting pagi ini" ucapnya lagi sambil mencium kening Shasa dengan mesra dan bangun dari tempat tidurnya, Raka terduduk dan melihat pancaran sinar matahari dari luar jendela

__ADS_1


"Wah.. Pagi ini sangat indah," ucap Raka sambil menggeliat tubuhnya dan melihat Shasa yang masih berbaring di sampingnya.


"Pagi ini aku akan kembali ke rumah bibi rita apa kamu tidak keberatan?" Tanya Shasa dan bangun dari tempat dia tertidur


Raka tersenyum dan menyentil hidungnya


" Kamu hanya ingin ke rumah Bibi Rita, itu tidak sampai ke luar negri! aku bisa saja kesana kapan pun untuk menjenguk mu" jelas Raka sambil tersenyum


"Maaf aku tidak bisa mengantarmu, tapi jangan kawatir aku akan meminta Anton untuk mengantarmu.


"Tidak,, Itu tidak perlu, aku bisa pulang sendiri, dan seperti katamu itu hanya ke rumah Bibi Rita tidak sampai ke luar negri" ucap Shasa dengan cepat, dan menolak untuk di antar oleh Anton


"Tapi sha..


"Jangan kawatir, aku bisa naik taksi" ucap Shasa sambil tersenyum


***


Pagi-pagi Romi sudah datang untuk menjemput atasannya, dia memarkirkan mobil dan turun, menunggu Raka di samping mobil


Anton yang sebagai kepala pelayan di kediaman itu, pagi-pagi sudah berjalan dan mengawasi setiap pekerja. Melihat Romi berdiri sendiri,


Anton berjalan menghampirinya dan menyapanya


"Pagi tuan Romi!" Sapa Anton


Romi menoleh ke arah suara yang sudah menyapanya dan melihat Anton sudah berdiri di belakangnya


"Pagi,," balas Romi menyapa Anton


Romi dengan sifatnya yang kepo, tidak bisa berdiam diri saat melihat Anton ada di dekatnya, dia melangkahkan kakinya sedikit demi sedikit hingga akhirnya jaraknya dengan Anton tidak bisa di ukur lagi dia merapatkan lengannya dengan lengan Anton sambil bertanya dengan cara berbisik


"Apa wanita yang bernama Shasa masih ada di dalam?" Tanya Romi penasaran


"Benar, apa tuan Romi mengenalnya?" Tanya balik Anton padanya Tampa menyembunyikan suaranya


Ssssst Romi menempel kan jari telunjuk pada mulutnya


"Jangan keras-keras" ucapanya sambil berbisik


Anton menjadi bingung dan melihat kanan kirinya

__ADS_1


__ADS_2