Antara Cinta Dan Kasih

Antara Cinta Dan Kasih
Tidak akan terjadi apa-apa


__ADS_3

Sesampai di rumah! Raka dengan cepat turun dari mobil dan membuka pintu untuk Fiona dan membatunya untuk Turun dari mobil


Raka menuntun Fiona masuk kedalam rumah dan membawanya masuk ke dalam kamarnya, dia membantu Fiona untuk berbaring dan tidak lupa untuk menyelimutinya


"Apa kamu yakin tidak ingin ke dokter?" Tanya Raka yang tengah berdiri di samping tempat tidur


"Tidak kak" ucap Fiona sambil menggelengkan kepalanya


"Baiklah aku mengerti, sebaiknya kamu istirahat! aku masih harus ke kantor, masih banyak yang harus aku kerjakan. jika butuh apa-apa beritahu Surti, dia yang akan meladeni mu" jelas Raka


Fiona mengangguk dan tersenyum


"Terimahkasih kak karena masih menyempatkan diri untuk mengantar Fiona pulang" ucapnya


Raka hanya tersenyum dan setelah itu melangkahkan kakinya berjalan keluar dari dalam kamar! meninggalkan Fiona yang sudah berbaring di tempat tidur


Raka berjalan keluar dari dalam rumah dan menuju mobilnya


"Tuan," panggil Surti yang sudah berjalan kearahnya


"Ada apa? Apa yang terjadi pada nona Fiona?" Tanya Surti penasaran


"Dia sedang sakit perut, tolong untuk menjaganya, Sekarang aku harus kembali ke kantor" jelas Raka pada Surti


" Baik tuan aku mengerti" ucap Surti sambil mengangguk


Raka berjalan dan naik ke mobilnya dan menyalakan mesinnya kemudian melajukanya dengan pelan


Sedangkan Fiona yang ada di dalam kamar dengan cepat terbangun, saat mendengar suara mobil Raka sudah pergi!


dengan senyum bahagia di bibirnya, Fiona berjalan mendekat pada jendela dan mengintip-intip untuk memastikan bahwa Raka benar-benar sudah pergi


Fiona terus tersenyum dan kembali melangkahkan kakinya berjalan ketempat tidur dan duduk di tepi ranjang


"Ternyata aku salah, kak Raka masih sangat memperdulikanku dan masih mencemaskan tentang diriku" ucapnya pada diri sendiri, sambil mengambil guling yang ada di dekatnya dan menutup wajahnya dan tersipu malu


Fiona jadi salah tingkah sendiri, akan perhatian Raka yang baru saja di perlihatkan padanya, dia sangat senang akan hal itu.

__ADS_1


***


Sedangkan Shasa yang duduk di bangku sambil berpikir keras dengan Raka yang tiba-tiba memutuskan panggilan darinya


"Fiona?" Tanya Shasa dalam hatinya dia mengerutkan keningnya


"Sepertinya nama itu tidak asin! Rasanya aku pernah mendengar nama itu" ucapnya pada diri sendiri


Shasa diam dan terus mencoba untuk mengingat akan nama Fiona yang mengganggu pikirannya, namun tidak mendapatkan hasil


"Sudahlah! untuk apa aku memikirkan tentang hal itu, mungkin itu hanya rekan bisnis Raka" ucapanya lagi untuk meyakinkan diri


Shasa masuk kedalam ruang dapur menghampiri Rita yang sedang sibuk sendiri


"Bi,, Shasa ingin menjenguk om Antoni, beberapa hari ini Shasa tidak pernah mengunjunginya, rasa-rasanya Shasa jadi kangen padanya" jelas Shasa


"Hemm,, terserah kamu saja, ingat untuk selalu berhati-hati di jalan" ucap Rita sambil terus mengerjakan pekerjaannya Tanpa menoleh untuk melihat Shasa yang berdiri di belakangnya


"He'e! baik bi,," jawab Shasa mengangguk


Shasa berjalan berniat untuk menemui dokter Antoni di klinik miliknya, karena ingin dengan cepat sampai kesana Shasa naik bus dan duduk sambil melihat keramaian di kota itu.


Shasa yang menyadari akan hal itu merasa tidak nyaman, Shasa sesekali melirik pria paruh baya itu dan sesekali bertatap mata dengannya.


Shasa menjadi takut dan memegang sandaran kursi yang ada di depannya,


Mengingat akan kejadian tempo hari yang lalu! dimana dia di culik, Shasa kini mengira itu adalah salah satu dari mereka,


Dengan perasaan takut dan was-was, Shasa jadi gelisah dan tidak betah duduk di tempat duduknya


Lelaki itu terus menerus melihat shasa dengan tatapan yang begitu mendalam, sampai akhirnya shasa Turun saat bus sudah berhenti tanpa lelaki paru baya itu menyadarinya


Dengan tergesa-gesa Shasa berjalan tanpa menengok kebelakang, takutnya lelaki itu mengikutinya.


Sedangkan lelaki itu saat menyadari Shasa sudah turun dia beranjak dari duduknya untuk mengikuti shasa namun pintu bus sudah tertutup dan berjalan, membuatnya hanya bisa menatap punggung shasa dari dalam bus


Setelah sudah tiba di depan klinik dokter Antoni, Shasa mulai berani untuk menengok melihat apakah lelaki itu mengikutinya atau tidak, saat shasa menoleh tidak ada siapapun! hingga akhirnya di mengelus dadanya dengan perasaan lega.

__ADS_1


Shasa mengatur nafasnya sebelum melanjutkan langkahnya masuk kedalam dalam klinik dokter Antoni, karena tidak ingin dokter Antoni mengetahui soal lelaki paru baya yang menurutnya sangat mencurigakan.


Shasa berjalan dan seperti biasa dia akan menyapa para perawat yang bekerja di klinik itu, sampai akhirnya dia sampai di depan pintu ruangan dokter Antoni, Shasa mengetuk pintu dan seperti biasa dia akan masuk sebelum dokter Antoni akan mempersilahkannya untuk masuk


"Om apa Shasa mengganggu?" Tanya Shasa saat melihat dokter Antoni, duduk di depan meja sambil menulis sesuatu


Dokter Antoni mendongakkan kepalanya dan melihat shasa saat menegurnya


"Shasa kamu datang?" Ucap dokter antoni, sambil membereskan kertas yang ada di depannya


"Tidak,, om sama sekali tidak sibuk, ini hanya pekerjaan di saat om tidak melakukan apa-apa" jelas dokter Antoni


" Kamu datang tanpa menghubungi om terlebih dahulu, apa ada yang penting untuk kamu beritahu pada om?" Tanya dokter Antoni


"Iya om, beberapa hari ini penyakitku sering kambuh dan meski aku minum obat itu sama sekali tidak berpengaruh lagi," jawab Shasa


"Apa Shasa perlu menambah dosis agar bisa berkhasiat" tanya Shasa lagi


"Jangan,, obat yang kamu minum dosisnya sudah sangat tinggi jika kamu menambahnya lagi kamu tidak akan bisa menahan efek samping dari obat itu


"Terus apa yang harus shasa lakukan?" Tanya Shasa


"Kebetulan hari ini om tidak sibuk, om akan membawamu untuk memeriksa kembali penyakitmu itu, teman om sudah kembali dari Amerika, dia dokter ahli kanker, dia pasti akan mempunyai solusi, mengenai penyakitmu itu" jelas Antoni sambil berdiri dari tempat iya duduk


Shasa terdiam sejenak untuk berpikir dan tidak lama kemudian mengangguk


"Baik om" jawab Shasa


Mereka pun berjalan keluar dari klinik milik dokter Antoni


"Om,, menurut om apa yang akan terjadi padaku jika penyakit yang Shasa derita ini malah bertambah parah?" Tanyanya dengan suara yang berat


Dokter Antoni berhenti untuk melangkah saat mendengar pertanyaan dari Shasa, dan menoleh untuk melihatnya


"Tidak akan terjadi apa-apa," ucap dokter antoni sambil menggelengkan kepalanya "kanker dalam hatimu itu akan sembuh! kamu jangan memikirkan tentang hal itu" jelas dokter Antoni, dan kembali melangkahkan kakinya menuju tempat iya memarkirkan mobilnya


Dokter Antoni mencoba untuk meyakinkan shasa walau sebenarnya dirinya sendiri telah dia bohongi

__ADS_1


Dan sedang Shasa yang selalu ingin terlihat tenang tersenyum mendengar perkataan dari dokter antoni meski dia tahu semuanya adalah kebohongan! dan kembali mengikuti dokter antoni berjalan menuju tempat di mana mobilnya di parkirkan


__ADS_2