Antara Cinta Dan Kasih

Antara Cinta Dan Kasih
Shasa berbalik dan tertunduk malu


__ADS_3

Shasa menggeliat tubuhnya, saat pagi menjelang, dia terus menguap dengan mata yang tertutup.


Untuk yang kesekian kalinya dia menggeliat dan memiringkan tubuhnya, mengangkat tangan untuk memeluk guling yang ada di dekatnya,


Shasa tersadar bahwa guling yang ada di dalam pelukannya saat ini, berbeda dari yang biasanya, dengan mata yang masih tertutup dia meraba-raba guling yang sebenarnya itu adalah tubuh Raka.


karena merasakan sentuhan di bagian tubuhnya, Raka membuka mata dan mendapati Shasa yang sedang meraba-raba dada bidangnya itu, Raka tersenyum bahagia disaat baru saja membuka mata, dia sudah melihat gadis yang di cintai nya itu ada di depan matanya.


Shasa yang merasa penasaran berusaha untuk membuka matanya yang masih Terasa berat, dia mengucek-ngucek matanya itu, dan sesekali menguap. Raka yang melihat Shasa mulai tersadar akan dirinya, dengan cepat dia menutup matanya kembali seolah-olah dia masih tertidur pulas.


Shasa membuka lebar matanya dan melihat Raka yang tengah terbaring di dekatnya. Dengan apa yang dilihatnya Shasa merasa tidak percaya


"Mungkin ini hanya mimpi" gumamnya pada diri sendiri


Dia kembali mengucek matanya, dan kembali melihat apa yang seharusnya sudah tidak ada di depan matanya, namun kenyataan yang ada tidak akan bisa hilang begitu saja,


Shasa tetap melihat sosok Raka yang masih tertidur pulas


"Aaaaaahk...." Teriak Shasa dengan sangat keras sehingga semua yang ada di Kediaman itu mendengar jelas teriakannya


Surti yang ada di dapur sedang menyiapkan sarapan untuk majikannya, menoleh saat mendengar teriakan dari Shasa dan kemudian tersenyum, dia terlihat menggelengkan kepalannya dan tetap terus mengerjakan pekerjaannya


Teriakan Shasa membuat Raka jadi kaget dan terpaksa harus membuka matanya. Dia tidak menyangka Shasa akan berteriak sekeras itu


"Apa yang kau lakukan?" Tanya Raka dengan wajah kagetnya


dia bangun dan duduk di tempat tidurnya


"Apa yang ku lakukan?" Ucap Shasa mengulangi pertanyaan dari Raka.


"Apa kamu sedang bercanda? Lihat,, sekarang apa yang kamu lakukan dengan tidur di kamarku?" Tanya Shasa lagi dengan suara yang keras.


Raka, memandangi Shasa dengan ekspresi wajah yang terlihat sangat bahagia.


Dia tersenyum mendengar pertanyaan dari shasa tapi tidak menjawabnya.


dengan cepat shasa mengambil selimut dan menyelimuti tubuhnya, karena melihat Raka terus memandanginya

__ADS_1


"Jangan coba-coba untuk berpikir yang tidak-tidak" tegas Shasa sambil menutup tubuhnya dengan selimut


"Sebaiknya kamu keluar dari sini, dan karena ini rumahmu, jadi kejadian saat ini aku akan melupakannya" tegas Shasa lagi


Raka tersenyum, dan melihat sekelilingnya kemudian menaikkan satu alisnya.


"Apa kamu yakin ini kamarmu?" tanya Raka dengan senyum geli di bibirnya


Shasa mengamati ruang kamar tersebut, melihat setiap sudut ruang kamar itu.


Di dalam kamar yang begitu luas, terdapat banyak buku-buku, yang tertata dengan rapi ruangan yang begitu bersih terpajang banyak barang-barang yang sudah ketinggalan zaman, tapi dengan tataan yang rapi itu semua terlihat menarik dan indah, itu semua berbeda dengan kamar yang pernah Shasa masuki.


"Ini tidak mungkin," ucapanya sambil menepuk-nepuk pipinya, Shasa mulai tersadar jikalau sebenarnya bukan Raka yang memasuki kamarnya melainkan dia yang masuk kedalam kamar Raka.


Shasa berbalik dan tertunduk malu


"Apa kebiasaan buruk itu terjadi lagi saat aku tertidur?" tanyanya pada diri sendiri, tapi di dengar jelas oleh Raka,


Raka tersenyum mendengar pengakuan Shasa yang sebenarnya dia tidak melakukan kesalahan. Dengan ungkapan kebiasaan buruk Shasa saat tertidur, Raka memiliki pikiran untuk menggoda dan mengerjainya.


"Sekarang aku sudah hilang muka di depan para pelayan di rumah ini,


Shasa kamu harus bertanggung jawab padaku, dengan apa yang telah kamu," jelas Raka


"Memangnya apa yang sudah aku lakukan?" Tanya Shasa dengan nada yang pelan dan dengan wajah yang terlihat bingung


Shasa terdiam sejenak, merancang pemikirannya sendiri,


yang terlintas di benaknya dia dengan tidak sengaja masuk dalam kamar Raka, dan tidur di ranjangnya, mengganggu tidur Raka dengan gaya tidurnya yang super mengesalkan.


Shasa kembali menepuk-nepuk pipinya


dengan cepat Shasa membuka selimut dari tubuhnya, dan segera turun dari tempat tidur


"Ini tidak mungkin" ucapnya sambil menggelengkan kepalanya


"Tuan Raka, ini tidak seperti yang kamu pikirkan" ucapnya sambil memukul kepalanya.

__ADS_1


"Aku memiliki kebiasaan buruk, setelah tertidur, bibi berkata aku sering berjalan saat aku tertidur, mungkin itu yang terjadi semalam, aku minta maaf" jelas Shasa sambil menundukkan kepalanya beberapa kali, di hadapan Raka


Shasa sesekali memukuli kepalanya, karena hal yang di perbuatnya membuat Raka jadi salah paham padanya, itu yang ada di dalam pikirannya saat ini.


"Tuan Raka tolong jangan mempermasalahkan apa yang terjadi semalam, itu benar-benar di luar kesadaran ku," ucap Shasa dengan penuh harap.


Dengan wajah yang penuh dengan penyesalan terpasang di wajah Shasa. hingga membuat rasa tidak tega Raka memenuhi hatinya.


Raka tersenyum dan berdiri, dan melangkahkan kakinya mendekati Shasa yang sesekali memukul kepalanya dan terus menunduk dihadapannya.


"Jangan di ambil hati, Aku hanya bercanda, kamu sama sekali tidak melakukan hal yang telah merugikan ku" jelas Raka mencegah tangan Shasa yang ingin memukuli dirinya lagi dan memegang bahu Shasa.


Raka menatap Shasa dengan penuh tanya yang ada dalam pikirannya,


"Apa kejadian semalam kamu benar-benar tidak mengingatnya?" Tanya Raka dan mengelus rambut Shasa, yang masih kusam


Shasa menggelengkan kepalanya


"Tidak,,," jawabnya dengan singkat karena merasa malu


Raka tersenyum manis padanya


"Ya sudahlah, jangan dipikirkan" ucap Raka tidak mengatakan apapun tentang pengobatannya semalam dan balik untuk menggoda Shasa


"aku suka jika kamu tidur di sampingku setiap malam, meski harus menahan kantuk karena cara tidurmu itu tidak akan pernah bisa membuatku untuk tertidur nyenyak, ucap Raka lagi sambil tertawa meledek Shasa.


Rasa malu Shasa jadi bertambah, dia benar merasa dirinya sudah melakukan hal yang memalukan pada raka


"Tuan Raka aku sudah katakan itu hal yang tidak aku sengaja, tolong jangan membahasnya lagi," ucap Shasa dengan tersenyum manis pada Raka


"Baiklah,,, " ucap Raka kembali mengelus rambut Shasa yang masih usang dengan penuh kasih sayang


"Sebaiknya kamu lekas mandi dan kita akan sarapan bersama, dan mungkin juga bibi Rita sudah menunggumu, aku akan mengantarmu pulang setelah itu." Ucap Raka lagi.


Shasa mengangguk dan berjalan untuk keluar dari kamar, tapi tiba-tiba langkah kakinya terhenti, Shasa menoleh ke arah Raka yang masih berdiri menatapnya


"Oh iya, aku ingat semalam dokter Reza sedang mengobati ku, setelah itu apa yang terjadi? Aku tidak mengingat apapun tentang hal itu," tanya Shasa sambil mencoba untuk mengingat tentang pengobatan yang dilakukan oleh dokter Reza kepadanya.

__ADS_1


__ADS_2