Antara Cinta Dan Kasih

Antara Cinta Dan Kasih
jangan begini


__ADS_3

"sudah jangan berbicara lagi" Raka kembali memeluk Shasa, dan Shasa pun membalasnya


Shasa meraba bagian belakang kepala Raka, dan menyadari jika sebenarnya Raka sedang terluka


"Raka kamu terluka? Apa yang sudah terjadi padamu?" Shasa mencoba untuk melepaskan pelukan Raka, namun Raka tidak membiarkannya


"Itu semua karena mu, kamu yang sudah membuatku seperti ini"


Sambil memeluk Shasa Raka mengelus-elus rambut Shasa


"Shasa aku minta padamu, jangan pernah meninggalkanku, jangan pernah pergi dariku, kamu harus berjanji padaku! Kamu tidak boleh pergi sebelum aku mengijingkan mu" Mendengar permintaan dari Raka, tangis Shasa pecah.


Kebahagiaan yang dirasakannya saat ini mengurangi sedikit rasa sakit di hatinya, kini Shasa menangis tersedu-sedu, dan menggelengkan kepalanya,. Memeluk Raka dengan erat


***


Di kediaman Irawan, Laura yang sedang merasa tidak enak badan, merasa mual berjalan cepat menuju kamar mandi, dia berusaha untuk memuntahkan isi dalam perutnya, membuatnya jadi lemas


"Apa yang terjadi padaku?" Laura meletakkan tangan di perutnya, merasa sesuatu terjadi dalam perutnya Hingga harus membuatnya mual.


"Sayang apa yang terjadi padamu?" Tanya Debi saat melihat wajah Laura yang memucat


Laura menggelengkan kepalanya


"Laura juga tidak tahu ma.. Laura merasa mual, dan merasa tidak enak di bagian perut Laura" Laura meletakkan tangan di perutnya dan mengelusnya


"Sebaiknya kita ke rumah sakit," ucap Debi


Laura mengangguk patuh pada mamanya, dan mereka pun pergi bersama


Setelah Laura selesai di periksa, Debi dan Laura menunggu dokter yang memeriksanya di ruang tunggu


Debi berdiri saat melihat dokter tengah berjalan ke arahnya sambil tersenyum.


"Dokter apa yang terjadi pada putriku Laura?" Tanya Debi


Dokter itu tersenyum lagi dan menjulurkan tangannya pada Debi


"Selamat nyonya, putri anda Laura sedang hamil,"


"Ah..." Debi terkejut mendengar pernyataan dari dokter, Debi menoleh melihat Laura yang tengah berdiri dengan raut wajah yang kebingungan, saat mendengar apa yang dikatakan oleh dokter


"Apa maksud dokter aku hamil? Aku.." Laura terdiam dan mengingat akan malam itu, dimana dia dan Dilan sudah melakukannya.

__ADS_1


Laura kembali duduk dan menggelengkan kepalanya


"Tidak mungkin," Laura memukul-mukul perutnya


"Tidak.. ini jangan sampai terjadi" Gumam Laura tidak menginginkan kabar yang baru saja di dengarnya menjadi kenyataan


"Dokter, apa mungkin anda hanya keliru, dia belum menikah mana mungkin dia hamil..?"


"Nyonya ini hasil pemeriksaan hari ini, umur janin baru empat Minggu, itu masih sangat rentan jadi di harapkan untuk ibu dari si janin harus banyak istirahat." Debi mengambil hasil pemeriksaan Laura dan menatap Laura dengan penuh tanda tanya


"Apa ini? Laura Apa yang sudah kamu perbuat? Coba kamu jelaskan pada mama?" Debi berjalan mendekat pada Laura


"Ma.. maafin Laura,,!" Laura tidak mengelak dia hanya menangis dan minta maaf


"*"


Hasil pemeriksaan itu kini sudah sampai di tangan Irawan,


Irawan menggenggam erat hasil pemeriksaan itu hingga koyak, dan melemparkannya di hadapan Laura yang hanya terdiam dan menangis dan menundukkan kepalanya


"Apa ini? Apa kamu sengaja ingin mempermalukan papa?" Tanya Irawan dengan marah


Laura tidak mengatakan apapun, di terus diam dan tertunduk


Irawan melihat ke arah Debi (istrinya) dan tersenyum


"Lihat,, kamu lihat sendiri, itulah hasil didikan darimu! itu hasil karena kamu terlalu memanjakannya" Irawan yang tidak bisa berpikir jernih, balik untuk menyalahkan Debi, namun Debi tidak membalas dengan apa yang di katakan oleh Irawan padanya, Debi terkejut dan tidak menyangka akan ada hal yang seperti itu akan terjadi pada keluarganya


Laura yang masih tertunduk terus menangis, iya pun tidak menyangka dan sama sekali tidak menginginkan kehamilan itu


"Sekarang aku tidak tahu harus berbuat apa, jalan satu-satunya adalah hanya menggugurkannya" ucap Irawan


"Apa..?" Tanya Debi yang mendengarnya


"Mas apa kamu sadar?"


"Apa yang harus kita lakukan? Dia bertunangan dengan Raka tapi hamil dengan lelaki lain, apa kata orang nantinya, dan apa kata Santoso! Jika hal semacam ini tersebar luas, menurutmu apa yang akan terjadi?


Debi mendekat pada Laura yang hanya terdiam


"Katakan,, siapa dia? Siapa laki-laki yang sudah membuatmu seperti ini?" Tanya Debi


Laura hanya menggelengkan kepalanya

__ADS_1


Melihat itu, Debi pun mulai marah! Dia memegang kedua bahu Laura dengan kedua tangannya dan mengguncang-guncangkannya


"Katakan siapa lelaki itu, mama hanya ingin mengetahuinya, agar kita bisa meminta pertanggung jawabannya, dia sudah membuat mu seperti ini, dia tidak boleh lari dari tanggung jawabnya."


"Apa maksudmu, Laura hamil?" Dengan sangat tiba-tiba, Santoso dan Ratna berjalan masuk ke dalam rumahnya tanpa mereka sadari, membuat Irawan tidak bisa menjawab dengan apa yang di pertanyakan oleh Santoso


Irawan dan Debi saling menatap, sedangkan Laura hanya menunduk sambil terus menangis


"Kawan apa yang membuatmu kemari?" Irawan yang tidak memiliki Jawaban dari pertanyaan Santoso dengan sengaja mengalihkan perhatian santoso dengan bertanya balik padanya


"Kenapa? Apa aku tidak boleh berkunjung kemari?"


"Bukan begitu maksudku, ini tidak seperti biasanya, kalian berdua bersama, ini pemandangan yang tidak pernah terjadi, itu pasti karena ada sesuatu!" Ucap Irawan Tersenyum


Ratna yang mendekat pada Laura karena melihatnya menangis menatap dan bertanya


"Ada apa? Kenapa kamu menangis?" Tanya Ratna, sambil membungkuk dan mengambil lembaran kertas yang ada di lantai yang sudah koyak, gegara Irawan mengkoyakkannya


Ratna merapikan lembaran kertas itu, membaca isi dalam kertas dan mendapati jika itu adalah sebuah hasil keterangan pemeriksaan dari dokter, dan melihat Laura yang ada di hadapannya


"Kamu hamil?" Tanya Ratna pada Laura yang membuat Santoso tercengang


Meski niat mereka ke rumah Irawan untuk membicarakan soal pertunangan Raka dan Laura, Mereka bermaksud untuk membatalkannya! namun kabar yang mereka dapat juga tidak membuat mereka senang, padahal itu bisa di jadikan alasan untuk membatalkan pertunangan itu.


Laura yang terus menangis, tiba-tiba berlutut dihadapan semuanya


"Laura minta maaf," Laura mendongakkan kepalanya melihat kearah Irawan dan Debi


"Pa.. ma.. maafin Laura, Laura benar-benar minta maaf" setelah itu Laura menundukkan kepalanya di hadapan Santoso


"Om.. Laura minta maaf" Laura terus menundukkan kepalanya


"Tidak,, jangan begini" Santoso Memegang kedua lengan Laura dengan kedua tangannya, dan membantunya untuk berdiri


"Sudah jangan menangis" ucap santoso sambil menghapus air mata Laura dan melihat Irawan


"Bagaimana kamu akan menyelesaikan masalah ini?" Tanya Santoso pada Irawan


"Aku tetap pada pendirian ku, itu harus di gugurkan" ucap Irawan


"Mas.." Debi yang tidak setuju terus menggelengkan kepalanya


"Apa kamu sudah gila?" Ratna pun juga ikut protes

__ADS_1


"Seharusnya tuan Irawan, anda mencari tahu pelakunya, dan membuatnya untuk bertanggung jawab" ucap Ratna


__ADS_2