
Di kediaman triwijaya.
Pagi itu terlihat sebuah mobil yang sedang parkir, di pekarangan rumah yang terlihat sangat mewah itu.
Seorang Wanita cantik dan elegan terlihat keluar dari dalam mobil dengan memakai dress yang berwarna merah dengan lipstik merah di bibirnya, dan dengan kacamata hitam yang di pakainya, membuatnya terlihat begitu mempesona.
Wanita itu berjalan dengan sangat santai masuk kedalam rumah itu, hingga membuat para pelayan di rumah itu menundukkan kepala saat melihatnya, sebagai rasa hormat dari mereka.
"Pagi nona muda!" Sapa para pelayan di kediaman itu
Terlihat dari dalam seorang lelaki paru baya menghampirinya yang tak lain adalah triwijaya pemilik rumah itu.
Wanita yang tak lain adalah Dona, berjalan cepat saat melihat triwijaya yang sedang menyambutnya
"Putriku,, akhir kamu ingat pulang juga. Kamu selalu tinggal di apartemen mu dan Jarang mengunjungi papa, apa kamu tidak merindukan papamu yang sudah tua ini?" Tanya triwijaya sambil memeluk erat putrinya
" Maaf pa,,, akhir-akhir ini Dona sibuk, jadi tidak punya waktu dan kesempatan untuk menemui papa" jawab Dona sambil melepas pelukan dari papanya, dan menuntun papanya untuk duduk di sofa
Triwijaya terlihat sangat senang saat putri kesayangannya Dona, datang untuk mengunjunginya! Meski sebenarnya triwijaya tahu kedatangan Dona dengan tiba-tiba pasti ada sesuatu yang membutuhkan dirinya
"Pa,, bagaimana dengan kesehatan papa? Apa papa patuh dan turut apa kata dokter?" Tanya Dona yang sedang memberi perhatian pada papanya
Triwijaya mengangguk dan tertawa, melihat Dona yang sedang berbasa-basi dengannya.
Dia mengelus rambut Dona yang tengah duduk di sampingnya dengan penuh kasih sayang
"Iya papa sekarang mengikuti semua aturan dari dokter" ucapnya sambil tertawa.
Dona jadi bingung melihat papanya itu yang sedang menertawakannya.
"Pa,, ada apa? Apa ada yang salah pada Dona?" tanya Dona yang tersenyum mendengar tawa dari papanya
"Papa tahu, kedatangan mu kali ini pasti ada sesuatu, yang ingin membutuhkan bantuan dari papa" tutur triwijaya pada Dona, sehingga membuat Dona tersipu malu menanggapi ucapan dari papanya
"Coba katakan, apa yang kamu inginkan dari papa! Papa janji akan memenuhinya jika itu tidak terlalu berat" tutur triwijaya lagi pada putrinya
Dona tersenyum melihat papanya, dan memeluk lengan papanya
__ADS_1
"Papa memang yang terbaik" ucap Dona dengan senang
" Pa,, sekarang Dona menyukai seseorang, Dona ingin papa membantu Dona untuk mendapatkannya." Jelas Dona dengan penuh harap pada papanya
Triwijaya tersenyum lagi sambil kembali mengusap rambut Dona yang masih memeluk lengannya
"Memangnya pria beruntung mana yang mampu memikat hati putriku ini" Tanya triwijaya pada Dona putrinya
"Jika mendengar namanya Dona yakin papa akan setuju dengan Dona" tutur dona lagi
" Memangnya dia siapa?" Tanya triwijaya dengan penasaran
"Raka santoso" jawab Dona singkat
"Raka Santoso? Putra dari tuan Santoso?pemilik dari PTr Santoso? Tanya triwijaya lagi dengan rasa bangga pada nada suaranya
Dona mengangguk
"Bagaimana? Apa papa berencana untuk membantu Dona? Jujur Dona sangat menyukainya," jelas Dona dengan manja pada papanya
Dona tersenyum bahagia mendengar persetujuan dari papanya yang mau membantunya,
"Terimakasih pa,, Dona menyayangimu!" Tutur dona
sebagai anak tunggal dari papanya Dona menjadi kesayangan dari triwijaya apapun yang diinginkannya dia pasti akan mendapatkannya, triwijaya akan selalu melakukan apapun demi Membuat putri semata wayangnya itu merasa senang dan bahagia
***
Dan di kediaman Santoso Dara yang terlihat berjalan sendiri menaiki mobil dan menyetirnya sendiri, entah dia mau kemana tidak ada yang tahu, dara keluar saat Santoso sudah berangkat ke kantor.
Dara menyetir mobil yang di kendarai nya menuju bandara, saat sampai! dia terlihat memarkirkan mobilnya dan Turun dan dengan cepat berjalan masuk ke dalam bandara sambil menengok kanan kirinya
"Ma,,," teriakan seorang wanita terdengar dari depan sana, karena banyaknya orang yang berlalu lalang, dara kesulitan untuk melihat wanita yang sedang memanggilnya.
Dari depan seorang wanita berlari dengan cepat dan langsung memeluk darah yang masih terlihat bingung
"Ma,, aku sangat merindukanmu!" Ucap dari wanita yang sedang memeluk dara
__ADS_1
"Dila,, kamu Dila putriku?" Tanya dara dengan nada bahagia
"Sini mama lihat, kamu sekarang sudah tumbuh dewasa dan terlihat sangat cantik, bagaimana? Apa papamu menjagamu dengan baik?" Tanya Dara sambil terus memerhatikan putrinya itu
"Tentu saja aku menjaganya dengan baik!" Jawaban yang terdengar dari depan, seorang laki-laki yang Terlihat berjalan menghampiri mereka, tersenyum bahagia melihat Dara yang kini ada di hadapannya
"Papa,, Dila melepaskan pelukannya dari dara dan melihat Lelaki yang disebutnya sebagai papa berjalan menghampirinya.
Lelaki yang tak lain adalah Erik, mendekat pada Dara dan langsung memeluknya,
"Sayangku... aku sangat merindukanmu, ini sudah beberapa tahun berlalu, tapi baru dapat kesempatan di hari ini" jelas Erik sambil memeluk erat Dara
"Sudah jangan banyak bicara, sebaiknya kita pergi dari sini, jangan sampai ada yang melihat kita" jelas Dara dan melepas pelukan Erik darinya
Dara mengajak Erik dan Dila mengikutinya dan menuju mobil yang iya parkir, dan mereka bertiga terlihat masuk kedalam mobil.
"Ma,, kita akan kemana?" Tanya Dila yang sudah duduk di jok belakang
"Mama sudah menyiapkan rumah untuk kalian tempati, mama akan membawa kali kesana" tutur Dara sambil terus menyetir
"Sayang, kamu memang yang terbaik, dari itu sampai sekarang aku masih sangat mencintaimu
"Makanya dari itu, kalian harus menuruti semua yang aku katakan, ini tinggal sebentar lagi! Kedepannya Kita akan bersama-sama lagi" jelas Dona dan dengan senyum jahat di bibirnya
"Ma,, apa yang harus dila lakukan kedepannya?" Tanya Dila yang ingin tahu perang dia sekarang
"Mama akan membantumu agar bisa masuk kekantor Santoso, disitulah kamu melakukan perang mu, papamu pasti sudah mengatakan dan menjelaskan semuanya padamu! Jadi mama ingatkan lakukan yang terbaik!" Tutur Dara pada Dila putrinya
"Baik ma,," jawab Dila
"Sayang.. apa kamu malam ini tinggal bersama kami?" Tanya Erik yang menatap Genit pada Dara
"Tidak,, aku tidak ingin menimbulkan kecurigaan pada Santoso, ini saja mereka di kediaman itu tidak ada yang tahu aku keluar dari rumah. Aku tidak ingin kerja keras kita selama bertahun-tahun akan hancur begitu saja, hanya karena kalian.
"Tapi aku sangat merindukanmu, begitupun dengan dila, Dara,, untuk sesekali beri kami berdua perhatian." Tutur Erik yang membuat Dara menjadi merasa kesal
"Erik jangan karena ego mu itu kita jadi gagal, sekarang Dila sudah dewasa! Perhatian apa lagi yang dia inginkan. Sekarang kalian fokus pada perang kalian masing-masing, jangan membuat ulah! Sekarang kita sudah hampir sampai pada tujuan kita, jadi jangan coba-coba untuk membuat semuanya itu jadi gagal" jelas Dara sambil terus menyetir
__ADS_1