
Setelah kejadian pada Dona, para karyawan sibuk dengan gosip masing-masing.
Mereka membicarakan tentang Dona yang, di kabarkan telah menggoda direktur di kantor itu
"Eh dengar-dengar bos direktur marah pada Dona, karena Dona berusaha untuk menggodanya." Ucap Anita pada rekan kerja yang ada di dekatnya
"USSt.. Jangan mengada-ada." Ucap karyawan lainnya dan melirik ke arah Susi yang terlihat duduk terdiam memikirkan sesuatu yang mengganjal di pikirannya.
Sedangkan Sindi terlihat sedang sibuk menyusun berkas yang selesai di kerjakan mereka. Sindi menyusun berkas itu dengan rapi dan teliti, dibantu oleh Vero, takut ada yang salah.
Sesaat setelah mengerjakan tugasnya Sindi berjalan mendekati rekan kerjanya yang pada ngumpul
"Sssst.. Jangan pada bergosip, ini sudah jam makan siang. Mending kita pesan makanan lagi!" Ucap Sindi yang tengah bergabung dengan mereka.
"Kamu itu, ingatnya makan terus," Ucap Anita, dan tersenyum meledek pada Sindi
Mendengar perkataan dari Anita, Sindi pun ikut tersenyum
"Tentu saja, Makan itu hal yang selalu di perlukan dan dibutuhkan, Tampa makan mana mungkin akan bisa bekerja dengan baik" Jelas Sindi dengan percaya diri
"Benar juga, Sekarang aku pun juga sudah lapar," Ucap Vero yang berjalan menghampiri mereka
"Cccceeh, Kamu dan Sindi sama saja,
Ingatnya makan terus" Ucap Anita lagi pada Vero
Mereka yang ada dalam kerumunan itu tertawa saat mendengar perkataan Anita.
"Sssst.. Jangan pada berisik" Ucap salah satu karyawan yang juga bergabung dengan mereka. Dan Merekapun dengan segera melangkahkan suaranya
"Bagaimana jika memesan ayam Kentucky yang kemarin? Aku rasa itu enak, dan gadis Yang mengantar juga sangat cantik dan imut, aku suka" Ucap Vero dengan genit.
Vero tersenyum saat mengatakan hal itu, dan mencoba untuk membayangkan wajah Shasa yang manis dan menggemaskan.
"Kamu itu,, Mau makan atau mau melihat gadis pengantar ayam itu?" Ucap Anita sambil mencubit lengan Vero yang ada di dekatnya
"Esssss... Anita ini sakit." Ucap Vero meringis.
Dan di sisi lain, Susi yang telah duduk terdiam cukup lama. berdiri saat melihat Raka yang tengah berjalan keluar di ikuti oleh Romi di belakangnya. Dengan langkah yang elegan Raka berjalan santai dengan satu tangan didalam saku celana dan dengan tubuh tingginya membuat dirinya begitu mempesona.
"Siang bos direktur" Sapa Susi sambil menunduk penuh dengan hormat pada raka yang kini telah berjalan melintas di hadapannya.
Raka tidak menghiraukannya dan tetap terus berjalan. Dan berhenti saat melihat para karyawan berkumpul di dalam kantor. Raka menatap dengan tatapan sinis kepada mereka
Romi yang ikut berhenti, Melihat perkumpulan para karyawan itu
__ADS_1
Romi melihat jam di pergelangan tangannya.
"Maaf bos mereka biasanya memang seperti ini jika jam makan siang" Ucap Romi menjelaskan pada atasannya agar tidak marah
Raka terus menatap pada mereka, Tampa beranjak dari tempatnya iya berdiri
Melihat hal itu, Romi yang sudah menjelaskan karena ini sudah jam makan siang, Terpaksa tetap menghampiri mereka yang tengah berkumpul.
Para karyawan yang tengah berkumpul itu, tidak menyadari bahwa atasannya itu sekarang sedang memperhatikan mereka.
Mereka tetap asyik untuk mendaftar agar Sindi memesankan ayam Kentucky untuknya.
"Sindi aku juga mau, Ayam Kentucky kemarin sangat enak aku jadi ngiler jika mengingatnya." Ucap salah satu karyawan wanita yang ada di situ
"Aku juga ketagihan, Pesankan untukku juga" Ucap salah satu dari mereka lagi
Sindi pun memesan ayam Kentucky yang banyaknya seperti kemarin.
Eheeem,,, Dehuman dari Romi membuat semuanya menoleh
"Kalian ingin bekerja atau hanya berkumpul disini?" Ucap Romi yang sudah berdiri di antara mereka
"Asisten Romi.." Kata Sindi berhenti saat melihat Raka yang berdiri di jarak yang jauh dari mereka, namun tatapan matanya yang dingin itu sedang memperhatikan mereka.
"Ini jam makan siang, kami hanya meminta pada Sindi untuk memesankan kami makanan," Ucap Vero membantu Sindi untuk berbicara
Raka yang berdiri melanjutkan langkahnya setelah mendengar perkataan dari Vero dan di ikuti oleh Romi.
"Teman-teman aku sudah memesan ayam Kentucky untuk kalian, Sebentar lagi, pesanan akan segera datang." Ucap Sindi dengan senang
Dengan suara keras dari Sindi, dan karena Raka belum begitu jauh, Langkah kaki Raka terhenti saat mendengar sebutan ayam Kentucky dari mulut Sindi, Tiba-tiba Raka teringat akan Shasa dan bibi Rita, yang sudah menolongnya semalam.
Romi yang melihat atasannya itu berhenti lagi, Ikut berhenti juga.
Dia melihat atasannya dengan mengerutkan keningnya,
"Hari ini, sejak bos tiba di kantor, aku rasa ada yang aneh pada dirinya, Apa dia sekarang tidak enak badan?" Ucap Romi dalam hatinya.
Romi yang selalu merasa ingin tahu, tentang isi hati atasannya itu, memberanikan diri untuk menanyainya
"Bos ada apa? Tanya Romi
"Romi aku mendengar mereka memesang ayam Kentucky, Sepertinya aku ingin makan itu, Cepat pesankan untukku juga,
Hari ini aku makan di ruangan ku, dan tidak makan di luar." Ucap Raka pada Romi sambil berbalik arah berjalan menuju ruang kantornya lagi
__ADS_1
Raka mengubah niatnya untuk keluar kantor hari ini, karena tahu Shasa akan datang untuk mengantarkan pesanan dari para karyawan itu
"Baik bos aku akan segera memesannya untuk anda" Ucap Romi patuh
Romi berbalik arah dan menghampiri para karyawan itu lagi.
"Asisten Romi, anda.." Ucapan sindi terhenti saat Romi mendekatkan diri pada sindi dan berbisik di telinganya
"Bos berkata, dia ingin ikut memesan ayam Kentucky yang kamu pesan," Bisik Romi
Sindi tersenyum dan melihat ke arah Raka yang tengah berjalan santai dan elegan
Sindi mengangguk,
"Ok.. " Ucap Sindi dengan tersenyum
Setelah itu Romi kembali mengikuti atasannya itu yang sudah berjalan memasuki lift.
"Bos kenapa anda tiba-tiba ingin makan ayam Kentucky, aku rasa itu tidak biasanya!" Ucap Romi
Seperti biasa mengajak bicara pria dingin seperti es itu akan membuat kita membeku, Raka meski memiliki pendengaran yang bagus namun sering kali dia hanya akan mengabaikan apa yang di katakan oleh orang yang ada di sekitarnya.
Raka hanya melirik ke arah Romi, namun tidak ada jawaban dari pertanyaan Romi
Saat pintu lift terbuka, Raka keluar dan berjalan masuk ke dalam ruangan kantornya sendiri Tampa di ikuti oleh Romi sang asisten.
Romi berhenti dan duduk di kursinya.
Sssssttt .. sssssttt.. Lola mencoba untuk mengajak bicara Romi, Tampa mengatakan apapun
Saat mendengar kode Lola, Romi menoleh ke arahnya.
"Ada apa?" Tanya Lola dengan hanya melakukan bahasa isyarat pada Romi
Romi menaikkan kedua bahunya di ikuti dengan tangannya, dan kedua alisnya, yang artinya tidak tahu.
Lola mengangguk-anggukkan kepalanya, antara mengerti dan tidak mengerti dengan jawaban dari Romi.
Di sisi lain
Raka duduk di kursi besarnya dan mengingat akan wajah Shasa yang menggemaskan, dia tersenyum jika terus mengingat tingkah Shasa yang lucu
Dengan tidak sabar Raka menunggu Shasa mengantar pesanan yang dia pesan
Raka berdiri, berjalan mendekat pada jendela kaca yang sangat besar di hadapannya.
__ADS_1
Hingga membuatnya leluasa melihat sesuatu yang ingin dilihatnya dari atas.
Saat sedang asyik melihat pemandangan dari tempat iya berdiri