
"Tuan,, sekarang aku melihat wanita itu lagi, apa yang harus paman lakukan! Apa perlu paman membawanya di hadapan anda?" Tanya David
" Tidak,, jangan! Jangan membuatnya takut, seperti Tempo lalu! aku sendiri yang akan kesana," jelas Andra sambil berdiri dari kursinya dan melangkahkan kakinya berjalan untuk menuju di mana David telah melihat Shasa
Andra mengendarai mobilnya dengan laju yang cepat, dengan rasa penasaran pada wanita yang dilihat oleh David
"Shasa apa itu benar kamu? Tunggu kakak di sana" ucapnya dalam hati
Tidak membutuhkan waktu yang lama, Andra telah sampai dimana David telah mengirimkan alamat padanya.
Andra memarkirkan mobilnya di depan sebuah warung makan dimana Shasa ada di dalam untuk makan, dan melihat David sedang menunggunya di luar
"Tuan,, wanita itu ada didalam, silahkan masuk" ucap David
Andra melangkahkan kakinya masuk ke dalam warung dan menduduki bangku yang kosong, dia melihat Shasa yang tengah duduk membelakanginya, sambil menyantap makanan yang ada di hadapannya
David ingin berjalan ke arah Shasa namun, Andra dengan cepat menghentikannya
"Paman jangan, tunggu sampai dia selesai makan" jelas andra
David kembali untuk duduk berhadapan dengan majikannya
"Tuan apa anda ingin makan?" Tiba-tiba pemilik warung menghampiri Andra dan david
"Maaf kami sudah sarapan, kami hanya ingin duduk untuk sementara di sini" jelas David pada pemilik warung
Mendengar jawaban dari David pemilik warung menjadi ilfil pada mereka berdua dan menatap sinis padanya,
"apa kalian hanya ingin nongkrong disini, seperti mereka-mereka yang selalu makan Tampa membayar? Ucap si pemilik warung dengan nada suara yang keras , sehingga pelanggan yang makan pad menoleh ke arahnya begitupun dengan Shasa!
Andra yang dari tadi tidak berdalih pandangan pada Shasa berdiri saat melihat Shasa menoleh ke arahnya, dia membulatkan matanya melihat Shasa yang benar-benar begitu mirip pada ibunya,
Andra ingin melangkahkan kakinya berniat untuk menghampiri Shasa , namun lengannya tiba-tiba di tahan oleh si pemilik warung
__ADS_1
"Hey,,, apa kamu tidak mendengar apa yang aku katakan? Jika tidak ingin makan! Sebaiknya kamu keluar dari sini," ucap si pemilik warung
Andra menatap lelaki pemilik warung itu dengan tatapan marah dan kemudian melihat genggaman tangan dari si pemilik warung yang sedang menggenggam erat lengannya.
David yang melihat kejadian itu dengan cepat mencoba untuk melepaskan tangan si pemilik warung dari lengan Andra, yang sudah terlihat marah
"Lepaskan tanganmu, jangan khawatir aku akan membayar, sewa nongkrong disini," ucap David sambil mengeluarkan dompet dari dalam saku celananya dan memberi beberapa uang kertas pada si pemilik warung
Pemilik warung itu tersenyum manis padanya dan menerima uang yang di sodorkan David
"Ini baru benar, baik silahkan duduk kembali" ucap si pemilik warung sambil menuntun Andra agar kembali duduk di bangku
"Hey,, siapkan makan untuk kami," tiba-tiba beberapa lelaki masuk kedalam warung itu, dengan gaya yang sok-sokan, berteriak pada di pemilik warung! Membuat si pemilik warung mengangguk dan dengan cepat berjalan menuju dapur
Shasa menoleh ke arah suara dan melihat ke empat lelaki itu berdiri di ambang pintu dengan gaya yang terlihat berantakan, karena rasa takut dalam hatinya, Shasa dengan cepat berbalik dan melanjutkan makannya
Ke empat preman itu berjalan masuk melihat-lihat semua pelanggan yang sedang makan, dan melihat Shasa dengan tatapan yang berbeda, mereka saling melirik dan memberi kode dan bermaksud untuk duduk satu meja dengan Shasa, hal itu di sadari oleh Shasa, dia terlihat takut tapi tetap berusaha untuk terlihat tenang dan sesekali menyantap makanan yang ada di depannya.
Saat preman itu hendak melangkahkan kakinya! dengan cepat Andra berdiri dan berjalan ke arah Shasa dan duduk di bangku samping shasa.
Sedang Andra yang melihat tatapan itu tersenyum dan menyentuh tangan Shasa
"Jangan takut, kakak orang baik! Untuk menghindari para preman itu! kamu harus mengikuti kakak" ucap Andra dengan berbisik
Shasa menatap mata Andra dan melihat tidak ada maksud jahat kepadanya, dia pun mengangguk, membuat Andra tersenyum manis padanya
"Apa kamu sudah selesai makan?"
Shasa mengangguk lagi
"Baiklah sekarang kita keluar, jangan khawatir aku hanya ingin membantumu, agar Para preman itu tidak mengganggumu" jelas Andra, yang tengah melihat ada keraguan di dalam tatapan mata Shasa
Karena tidak ada pilihan lain dan karena merasa pria yang ada di hadapannya orang baik, Shasa mengangguk.
__ADS_1
Andra tersenyum dan memegang tangan Shasa dan mereka pun keluar bersama dari dalam warung.
"Hey,, cantik jangan terburu-buru, sebaiknya kamu menemani kami makan dulu" ucap salah satu dari preman itu dan memegang bahu shasa yang berdiri membelakanginya
"Lepaskan tanganmu darinya" tutur Andra dengan cepat dan marah, kemudian melihat ke arah David seakan telah memerintahkan sesuatu padanya
"Hey,, jangan ikut campur, sepertinya kamu juga baru kenal dengannya" ucap preman itu dan mencoba untuk melepaskan genggaman tangan Andra dari tangan shasa
"Cantik dari pada kamu ikut dengannya, lebih baik kamu ikut dengan kami, kami bisa membuatmu lebih nyaman dan akan menjamin kepuasan mu? Ucapnya sambil tertawa, dan ketiga temannya itu pun ikut tertawa mendengar perkataan darinya
Andra dengan tatapan marah pada matanya, mencoba menahan amarahnya! dan tetap menggenggam erat tangan Shasa, dia kembali melangkahkan kakinya untuk membawa Shasa keluar dari dalam warung
Namun preman itu mencoba untuk menahannya lagi, kini David dengan cepat mengambil perangnya untuk membereskan mereka semua
"Tuan ini tugasku, pergilah jangan memperdulikanku" ucap David
Andra mengangguk
"Buat mereka agar tidak pernah muncul lagi di hadapanku," tegas Andra dan berjalan keluar menuju mobilnya
Andra membuka pintu mobil untuk Shasa dan menyuruhnya masuk
"Maaf tuan,, aku sebaiknya pulang! Terimahkasih karena telah membantuku" ucap Shasa sambil menundukkan kepalanya pada Andra, dan mencoba menolak untuk masuk kedalam mobilnya
Shasa berbalik dan ingin pergi dari hadapan Andra, namun dengan cepat Andra menahannya dan memegang bahunya
"Ada yang ingin kakak katakan padamu, ikutlah denganku, aku akan menjelaskannya nanti"
Shasa merasa bingung dengan ucapan dari pria yang ada di hadapannya itu
"Tuan kita baru saja bertemu, hal apa yang ingin anda katakan padaku, kenal dengan ku saja tidak! bagaimana mungkin ada sesuatu yang ingin anda bahas"
Andra tersenyum mendengar perkataan dari Shasa
__ADS_1
"Aku bertemu denganmu itu bukan karena secara kebetulan, tapi ini hal yang di sengaja, jangan khawatir aku bermaksud baik padamu, ikutlah nanti akan ku jelaskan semuanya
Andra tersenyum lagi, dan tetap menahan pintu mobil agar tetap terbuka. Dan Karena rasa penasaran dalam hati Shasa dia pun menurut dan masuk kedalam mobil! Andra menutup pintu mobil di saat Shasa sudah duduk di dalam, dan dia pun masuk untuk mengemudikan mobilnya