
"Baiklah itu terserah padamu, aku akan berusaha untuk membuat Raka hadir di acara itu" balas Santoso
Pembicaraan antara dua sahabat itu berlangsung lama, mereka saling curhat dan mengenang masa lalu di waktu mereka masih muda
Untuk sesaat mereka saling curhat tentang kisah cinta mereka di saat mereka masih mudah
"Hhheemmm...." Santoso menghela nafas
"Ada apa?" Tanya Irawan
"Andaikan aku dapat memutar waktu, aku ingin kembali di mana aku masih bersama dengan Rossa dulu. Aku tidak akan membuatnya berpaling dariku, jika tahu akan berpisah dengannya" jelas Santoso
"Tapi sekarang kita semakin hari semakin menua, harapanku hanya satu! ingin bertemu dengannya meski hanya sekali saja." Ucap Santoso
Irawan tersenyum dan berdiri memegang bahu sahabatnya itu
"Aku yakin kamu akan bertemu dengannya cepat atau lambat, bersabarlah." Ucap Irawan yang mencoba untuk menyemangati sahabatnya itu.
***
Shasa yang berada di dalam kamar duduk di depan cermin dan melihat bayangan dirinya.
Perlahan Shasa mengangkat tangannya dan mencoba untuk menyentuh wajahnya yang semakin memucat dan menyentuh lingkar matanya yang menghitam. Shasa meraih sisir dan menyisir rambutnya!
Air matanya menetes Tampa iya sadari melihat rambut yang begitu banyak menempel pada sisir yang ada di tangannya.
Shasa meletakkan sisir dan mencoba untuk merapikan rambutnya dengan menggunakan jemari tangannya, namun dia pun tetap mendapati jika rambutnya benar-benar sudah rontok, Shasa merasa putus asa dia menggulung rambut yang begitu banyak di jemari tangannya dan meletakkannya di dekat sisir. Shasa terdiam dan terus menatap cermin dan menangisi dirinya yang begitu menyedihkan.
Shasa menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya, meletakkan siku di atas meja tata riasnya, sambil meratapi nasibnya.
"Apa aku akan benar-benar mati? Apa secepat ini?" Gumam Shasa dan kembali untuk melihat dirinya di cermin dan kemudian mendongakkan kepalanya melihat langit-langit kamarnya, mencoba untuk membendung air matanya
"Raka,," nama itu tiba-tiba terucap dari mulut Shasa
"Sekarang Aku sangat merindukanmu, Sebelum aku pergi, apa aku masih punya kesempatan untuk melihatmu?" Shasa terdiam dan menutup matanya mencoba untuk mengingat akan wajah Raka.
Shasa merasa jika dirinya sudah tidak punya banyak waktu lagi! dia berencana untuk ikut dengan Andra, hadir di acara pesta ulang tahun Laura, berniat melihat Raka untuk yang terakhir kalinya.
__ADS_1
"Tuan,," Terdengar sapaan dari pembantu di luar kamar.
Shasa menoleh dan melihat pintu kamarnya yang masih tertutup! Dengan cepat iya mengusap air matanya, menghembuskan nafasnya melalui mulutnya
"Fuuuuuhhh...." Shasa membuat dirinya terlihat santai dan kembali untuk menatap dirinya di cermin
Tok.. tok.. tok.. Suara ketukan pintu terdengar dari luar, tanpa menunggu lama dan menunggu izin dari Shasa.
Kleek...
Suara pintu kamar terbuka dari luar! Andra masuk dan mendapati Shasa yang sudah menatapnya melalui cermin yang ada di depannya.
Shasa memperlihatkan senyum manis di bibirnya, saat melihat Andra tengah menatapnya
"Kak Andra,," sapa Shasa dan tetap melihat dirinya di cermin
Andra membalas senyuman Shasa dan mendekat.
" Kakak, akan hadir di pesta yang akan di adakan oleh Laura, apa kamu ingin ikut dan pergi bersama dengan kakak?"
Shasa Kembali Tersenyum dan mengangguk.
"Kak,, bagaimana menurutmu! Apa sekarang Shasa masih terlihat cantik?" Tanya Shasa memperlihatkan dirinya yang Tampa riasan ke pada Andra
Pertanyaan itu membuat Andra terdiam untuk sesaat dan terus menatap bayangan Shasa di dalam cermin, Andra Tersenyum dan kemudian melangkahkan kakinya mendekat pada tembok dan melihat bingkai foto yang terpajang
"Lihat foto ini, bagai mana menurutmu?" Tanya balik Andra.
Shasa menoleh dan melihat foto yang ada di depan Andra
"Wanita di foto itu sangat cantik, benar-benar sangat cantik" tutur Shasa
Andra meraih bingkai foto itu dan melepaskannya dari paku kemudian membawanya mendekat pada Shasa
Andra menatap cermin sambil meletakkan bingkai foto di depan perutnya, Shasa bingung dengan apa yang di lakukan oleh Andra dan kembali untuk melihat bayangan dirinya di cermin.
"Lihat, tidakkah menurutmu kalian hampir sama persis?" Andra memperlihatkan foto yang ada di tangannya
__ADS_1
" Foto ini adalah foto ibu kita, di saat dia masih muda, dia adalah wanita tercantik di kalangan Mereka. Itu berarti untuk saat ini kamu pun termasuk wanita yang sangat cantik!" Jelas Andra
Shasa Tersenyum bahagia Mendengar pujian dari saudaranya itu! Meski Sebenarnya dia sangat tahu jika ucapannya itu hanya untuk memberinya kepercayaan diri.
"Kak,, apa kamu tahu dengan keadaan Shasa sekarang?" Tanya Shasa dan kemudian untuk sesaat terdiam, Andra pun yang ditanyainya terdiam Tanpa berdalih pandangan darinya
"Hemmm... Shasa Tersenyum
" Benar aku lupa! Tidak akan ada yang bisa Shasa sembunyikan dari kak Andra, meski Shasa tidak bercerita! aku tahu kak Andra pasti mengetahui semuanya" jelas Shasa mencoba untuk mengatakan tentang penyakitnya kepada Andra
"Tidak,, Andra menggelengkan kepalanya
" jangan mengatakan apa-apa" dengan cepat Andra menolak untuk mendengar apa yang akan di katakan oleh Shasa
Andra sudah tahu perkataan Shasa akan mengarah kemana, dia tidak ingin mendengarnya dan melihat Shasa bersedih jika harus menceritakan soal penyakitnya
"Kak Andra,, Shasa sangat takut.." ucap piluh dari Shasa. mata Shasa kini mulai basah akibat kelopak matanya tidak mampu untuk membendung air matanya lagi
"Tidak,," Andra terus menggelengkan kepalanya
"Jangan memikirkan apapun, tidak akan ada yang terjadi, Semuanya akan baik-baik saja" Jelas Andra dan memeluk Shasa yang masih duduk di sampingnya
Air mata tak bisa di bendung lagi, wajah Andra pun sudah basah akibat air matanya itu. Shasa melihat Andra yang berdiri di sampingnya sambil memeluknya, melalui cermin yang ada di depannya
"Kak Andra,, Shasa ingin hadir di pesta itu dengan tampil cantik." Ucap Shasa sambil mendongakkan kepalanya melihat Andra
"Tapi dengan wajah Shasa yang sudah seperti ini! Apa menurut kakak,, Shasa masih bisa terlihat cantik?" Shasa meraih sisir dan gulungan rambut yang ada di dekat sisir dan memperlihatkan pada Andra.
"Lihat dengan rambut ini, ini bagai mahkota buat Shasa! Tapi sekarang mulai rontok dan rambut Shasa mulai terlihat tipis, Bagaimana Shasa bisa terlihat cantik?"
"Jangan khawatir, kakak bisa mencarikan penata rias yang sangat handal, yang bisa membuatmu bagai seorang Dewi di pesta itu" jelas Andra yang mencoba untuk memberi sedikit harapan pada shasa
Shasa Tersenyum
"Terimakasih kak,, kak Andra sudah begitu baik dan begitu menyayangi Shasa! Shasa sangat bersyukur, meski harus mati sekarang Shasa tidak akan menyesal.
"Shasa... Jangan mengatakan itu, kakak tidak ingin mendengar kamu mengatakan hal itu lagi, kakak akan melakukan segala cara untuk.."
__ADS_1
"Tidak,," dengan cepat Shasa menggelengkan kepalanya