
Rita dan Shasa kembali tercengang, dan mereka saling menatap
"Shasa aku mendengar dari Surti jika putraku Raka sangat menyukaimu, dari itu aku datang kemari untuk menemui mu dan mengenal akan dirimu" jelas Ratna yang langsung pada intinya
Shasa tersenyum malu pada Ratna saat menyebut nama Raka keluar dari mulutnya, seperti anak kecil yang sedang bermanja dia menggigit ujung kukunya dengan lugu
"Jadi anda ibu kandung dari Raka? Tanya Rita yang dengan tiba-tiba mengubah ekspresi dari wajahnya
"Iya benar,, aku ibu kandungnya! bagaimana apa anda memberiku ijin untuk membawa Shasa sebentar?" Tanya balik Ratna
Rita tersenyum dan menatap Shasa yang sekarang sedang tersipu malu.
"Iya, boleh boleh! Silahkan jangan sungkan!" Tutur Rita dengan raut wajah yang terlihat senang
Ratna memegang tangan Shasa dan berjalan keluar dari dalam warung
"Setahuku di dekat sini ada taman yang indah , bagaimana kalau kita kesana?" Ajak Ratna
Shasa hanya tersenyum dan mengangguk sebagai jawaban setuju dari ajakan Ratna
"Nyonya apa yang ingin anda katakan padaku?" Tanya Shasa yang sudah tidak bisa menahan rasa penasarannya sambil terus berjalan
"Tidak ada yang serius, kedatanganku mencari mu hanya ingin mengenalmu saja, aku ingin tahu wanita seperti apa yang Raka sukai" tuturnya sambil tersenyum
"Jika dilihat-lihat dan dirasakan dalam hati kamu memang sedikit menggoda, pantas saja Raka jatuh cinta padamu," jelas Ratna yang tengah menyanjung Shasa yang ada di dekatnya
"Nyonya bisa saja" ucap Shasa sambil bergerak manja dan tersipu malu
"Jangan memanggilku nyonya terus! Panggil saja aku dengan sebutan Tante, agar kita bisa lebih dekat lagi" ucap Ratna dan berhenti untuk berjalan dan melihat Shasa
"Apa kamu juga menyukai Raka dengan tulus?" Tanya Ratna dengan tatapan serius di matanya untuk meyakinkan hatinya bahwa Shasa yang terbaik untuk putranya
Shasa kembali tersipu malu, dia hanya menjawab pertanyaan Ratna dengan anggukan sambil tersenyum.
Ratna pun ikut tersenyum melihat tingkah Shasa yang menurutnya agak sedikit lucu dan kembali melangkahkan kakinya, dan di ikuti oleh Shasa
__ADS_1
"Shasa mungkin Raka terlihat agak sedikit keras dan dingin, tapi sebenarnya dia itu sangat baik, jika suatu saat dia melakukan kesalahan! Cobalah untuk mengerti dia dan memaafkannya karena mungkin saja itu diluar kendalinya" jelas Ratna yang mencoba untuk memberi pemahaman pada Shasa
"Tante salah, dia tidak pernah menunjukkan sisi buruknya padaku, dia sangat baik dan sangat perhatian, dia selalu mencoba untuk yang terbaik untukku" jelas Shasa sambil mengingat perlakuan Raka padanya pada malam itu, bagaimana dia begitu merasa bersalah dan meminta maaf padanya dan keras kepalanya itu yang membuat Shasa benar-benar tidak bisa marah padanya
Tampa sadar Shasa tersenyum sendiri hingga membuat Ratna yang melihatnya ikut tersenyum
"Ada apa? Apa kamu sedang mengingat hal yang lucu" tanya Ratna namun di abaikan oleh Shasa
"Shasa ada apa?" tanya Ratna lagi sambil menepuk bahu Shasa, yang tidak menghiraukannya
"Ah.." shaaa tercengang dan kembali sadar dari lamunannya
"Apa sekarang kamu mengingat tentang Raka? Sehingga mengabaikan ku begitu saja?" Tanya Ratna mencoba untuk menggoda Shasa
"Tidak, itu tidak benar" ucap Shasa mengelak
"Oh iya Tante, aku tidak pernah mendengar Raka menyebut tentang anda, apa anda ada masalah denganya, Shasa hanya sering mendengar dengar tentang perselisihan dia dengan papanya," tanya Shasa dengan polosnya hingga membuat hati Ratna yang mendengarnya menjadi sakit.
Ratna kembali berhenti dari langkahnya dan melihat Shasa yang ada di sampingnya sambil mengelus wajah Shasa yang menatap heran kepadanya
"Tapi kenapa?" Tanya Shasa lagi dengan rasa ingin tahunya
"Tante harus mengumpukan keberanian sebelum menemuinya, Tante bukan ibu yang baik untuknya dari itu aku merasa malu untuk bertemu dengannya" jelas Ratna dengan kesedihan di raut wajahnya.
Melihat kesedihan di wajah Ratna , Shasa merasa bersalah dan dengan cepat mengalikan pembicaraan di antara mereka
"Tante taman yang indah yang Tante maksud, ada di depan sana, di sana sangat ramai banyak pengunjung yang datang, Shasa juga sering bermain di sana?" Jelas Shasa sambil memegang tangan Ratna berjalan lebih cepat ke taman itu.
Mereka berdua terlihat bahagia dan saling melemparkan senyuman dan sesekali terlihat tertawa bersama
Dengan waktu yang lama mereka berbicara dan menceritakan, tentang kehidupan mereka masing-masing.
Ratna melihat jam di pergelangan tangannya.
"Shasa sayang, Tante harus kembali ada hal penting yang harus Tante kerjakan" ucap Ratna menatap wajah Shasa
__ADS_1
"Lain kali aku pasti akan menemuimu lagi dan mengajakmu untuk jalan-jalan ketempat yang lebih seru dari ini" ucapnya lagi
Shasa mengangguk lagi.
Dan mereka berdua beralan kembali ke warung Rita dimana sopir Ratna menunggunya di sana.
Setelah sampai ratna terlihat memeluk Shasa dan masuk kedalam mobil, dan melambaikan tangannya saat mobil mulai melaju.
Setelah Ratna sudah berlalu pergi, tiba-tiba mobil Rendi terlihat singgah dan parkir di depan.
Untuk sesaat Shasa terdiam, tidak merespon akan kedatangan Rendi.
Namun rasa rindu di hatinya tidak bisa iya tahan, meski dia tahu akan perasaan Rendi padanya!
Tapi,, Shasa tidak demikian, dia tetap menganggap Rendi sebagai kakak laki-lakinya,
untuk sesaat Shasa mencoba untuk melupakan perkataan Vani kepadanya, dia tidak mungkin bisa secepat itu untuk melupakan kebersamaannya bersama Rendi yang sudah dijalaninya selama bertahun-tahun, meski perasaan itu hanya sekedar kasih dan sayang sebagai saudara baginya.
Shasa merasa tidak akan baik bagi Rendi jika dia tiba-tiba mengabaikannya begitu saja.
Senyum di bibir Shasa terlihat melebar saat melihat Rendi Turun dari mobilnya dan menghampirinya, dengan rasa rindu di hatinya! Shasa berlari dan memeluknya
"Kak Rendi,, Shasa sangat merindukanmu" jelas Shasa yang sedang memeluk Rendi mengabaikan semua yang sudah terjadi
Seperti biasa Shasa akan bersikap manja pada Rendi, seperti anak kecil yang sedang bermanja pada kakak laki-lakinya.
Dengan perasaan lain di hati Rendi, dia merasa agak sedikit canggung saat berada di dekat Shasa namun rasa rindu di hatinya, tidak bisa membuatnya mengelak dan membalas pelukan dari Shasa
Rendi mencoba melupakan akan kejadian tempo hari, di kediaman Raka.
Sekarang dia menganggap shasa seperti gadis kecil yang selalu bergantung padanya
Rita yang keluar dari dalam warung, melihat adegan itu, dia yang tahu dengan perasaan Rendi pada Shasa tidak bisa membiarkan Rendi untuk begitu intim pada Shasa seperti biasanya.
Dulu Rita sangat bahagia melihat kedekatan dari mereka berdua karena merasa Shasa sangat bahagia memiliki saudara seperti Rendi.
__ADS_1
Tapi saat Rendi mengubah perasaannya menjadi cinta, Rita tidak bisa lagi membiarkan mereka untuk saling melepaskan rindu seperti yang sekarang ini,