
Shasa yang tertidur pulas terbangun saat cahaya matahari, menembus kaca jendela dari kamar yang di tempati olehnya, masuk dan memberi pancaran cahaya membuat mata shasa yang masih tertutup menjadi silau.
Dengan berat Shasa tetap untuk membuka matanya sambil menghalangi pancaran cahaya yang menyilaukan itu dengan telapak tangannya.
Shasa bangun dan menggeliat tubuhnya mengucek-ngucek matanya, dan menyadari jika Raka sudah tidak lagi di sampingnya.
Shasa Turun dari tempat tidur dan berjalan keluar dari dalam kamar, mencari keberadaan Raka, sambil melihat sekeliling.
"Nona Shasa anda sudah bangun?" Tanya Surti yang tiba-tiba, Membuat Shasa menoleh ke arahnya
"Bibi,," sapa Shasa dan menganggukkan kepalanya, sambil melihat di setiap arah
"Apa kamu mencari tuan Raka?" Tanya Surti lagi
Shasa tersenyum dan menganggukkan kepalanya lagi
"Pagi-pagi tuan sudah berangkat kekantor, dia ada pertemuan penting jadi pergi tanpa memberitahu anda, dan lagi pula nona Shasa masih tidur saat itu " jelas Rita
"Ooh,,," ucapnya singkat dan berjalan kembali menuju kamar,
"Nona sarapan sudah saya siapkan, silahkan untuk sarapan terliebih dahulu" tutur Surti lagi
"Terimakasih bi,, Shasa akan mandi terlebih dahulu," ucapnya sambil tersenyum dan berjalan menuju kamar yang di tempati nya
Shasa masuk kedalam kamar dan duduk di sisi tempat tidur, meraih ponselnya yang ada di atas meja dan terlihat menekan tombol dan menghubungi seseorang.
Tidak menunggu lama, panggilan darinya mendapat jawaban
"Halo.." terdengar jawaban dari balik ponselnya
"Pagi bi,," sapaan shasa pada orang yang ada di balik ponselnya
"Pagi,, Shasa bagaimana kabar kamu? Apa sekarang kamu sudah sarapan? Ingat kamu tidak boleh telat makan," tanya orang yang tengah berbicara dengan Shasa dari balik ponselnya, yang tak lain adalah rita.
"Iya bi,, ini Shasa sudah ingin sarapan, hanya saja Shasa merindukan bibi, jadi menyempatkan diri untuk menyapa bibi," jelas Shasa
Setelah memutuskan panggilannya, Shasa berdiri dan berjalan menuju kamar mandi untuk mandi, setelah itu keluar dan mengoleskan obat pada luka-lukanya, yang basah akibat terkena air.
__ADS_1
Sesekali Shasa meringis kesakitan setiap luka itu terasa perih, tapi dia menutup mulut setiap ingin menjerit agar tidak ada yang mendengarnya.
Shasa berdiri dan menghampiri lemari pakaian dan membukanya, melihat isi lemari yang terdapat dengan gaun dan pakaian yang indah, Shasa terdiam sesaat untuk menatapinya.
" Fiona,, maaf sekarang semua pakaian yang di belikan khusus untukmu, di pakai olehku" ucapnya sambil menghela nafas dan memilih pakaian yang ingin dipakainya.
Setelah itu berjalan keluar dari kamar dan menuju ruang makan, dimana Surti sudah menunggunya.
"Bibi apa kamu sudah sarapan juga?" Tanya Shasa sambil duduk di kursi dan dibantu oleh surti
"Belum nona, peraturan di rumah ini, kami akan makan setelah majikan selesai makan" jawabnya sambil meladeni Shasa
Shasa melihatnya dan tersenyum, dan berdiri dari duduknya
"Bibi,, temani aku untuk sarapan, Shasa tidak terbiasa jika harus makan atau sarapan sendiri" tuturnya dan memegang kedua bahu Surti dan menarik kursi untuknya dan mendudukkannya.
"Nona Shasa kamu,,?" Surti melihat Shasa dengan tatapan yang keheranan
"Bibi juga belum sarapan jadi kita sarapan bersama, ini bibi makan yang banyak masakan bibi semuanya enak-enak Shasa suka"' ucapnya sambil mengunyah makanan yang ada di dalam mulutnya, dan tersenyum
Surti terdiam dan menatap Shasa yang begitu menikmati makanan yang di masak olehnya
"Tapi nona ini aku merasa tidak enak hati jika harus sarapan bersama anda"jelas Surti, yang membuat Shasa menangkap salah paham terhadap perkataannya
"Kenapa? apa Shasa membuat bibi tidak punya nafsu makan?" Tanya Shasa yang merasa kecewa
" Bukan itu maksudku, hanya saja nona ini akan menjadi bahan pembicara di dalam penghuni rumah ini jika melihatku makan bersama anda, takutnya tuan Raka.
"Sssst jangan di pikirkan, sekarang bibi makan saja" tutur Shasa dengan sangat santai
"Bi,, apa Raka sudah sarapan?" Tanya Shasa lagi
"Tuan pergi dengan terburu-buru, jadi dia tidak sempat untuk sarapan, seperti biasa dia akan sarapan di luar rumah." Jelas Surti yang membuat Shasa mengangguk-anggukkan kepalanya
"Bibi apa Raka memiliki makanan yang iya sukai?" Tanya Shasa lagi
"Tuan tidak memilih-milih soal makanan, dia akan memakan semuanya yang di anggapnya enak" jelas surti
__ADS_1
"Ooh,," Shasa menganggukkan kembali kepalanya, tanda dia mengerti akan ucapan dari Surti
"Nona, hari ulang tahu tuan tinggal beberapa hari lagi, sebenarnya selama ini dia tidak pernah merayakannya, tapi aku berpikir jika nona ingin mengucapkan selamat untuknya, mungkin itu akan membuatnya bahagia.
"Selama ini setiap di hari ulang tahunnya dia akan selalu murung dan hanya akan minum minuman keras untuk menenangkan dirinya, karena adanya nona Shasa aku yakin kebiasaan tuan akan di ubahnya." Jelas surti
"Kenapa? Bukannya Raka masih memiliki keluarga? Kenapa tidak merayakannya bersama dengan mereka?" Tanyanya dengan keheranan
Surti menggelengkan kepalanya
" Tuan sudah lama tidak pernah berbaikan dengan tuan besar, setiap hari ulang tahunnya, tuan Raka akan mencari kesibukan di kantor atau dia akan pulang dan mengurung diri di kamar" jelas surti lagi
Dengan semua penjelasan dari Surti, Shasa mengangguk mengerti dan melanjutkan sarapannya.
***
Di kantor Raka yang sedang bekerja dengan serius menatapi dokumen yang ada di hadapannya, sebelum menanda tanganinya dia memeriksa semuanya.
Dan tiba-tiba seseorang masuk ke dalam ruangannya Tampa mengetuk pintu Membuatnya mendongakkan kepalanya.
Lola yang berdiri di depan meja Raka menoleh dan dengan cepat menundukkan kepalanya saat melihat siapa yang tengah masuk
"Tuan besar" sapa Lola dan berjalan mendekat ke arah romi yang ikut masuk ke dalam ruangan kantor Raka
Raka berdiri saat melihat Santoso tengah berjalan masuk menghampirinya. Dan Tampa menunggu di persilahkan untuk duduk, dia duduk di kursi yang ada di depan meja Raka
Raka menatapnya dengan wajah yang dingin dan jutek
"Untuk apa kamu kemari?" Tanya Raka yang masih tetap berdiri sambil melihat tingkah papanya yang terlihat tidak ada masalah di antara mereka
"Kenapa? apa aku tidak boleh datang dan melihat kantor yang telah di kelola oleh putraku?" Jawab Santoso sambil melihat sekeliling ruang kantor yang di tempati Raka
"Ini yang pertama kalinya papa menginjakkan kaki di ruangan ini, dan papa takjub disini sangat bagus dan nyaman, kamu mendekorasinya menjadi ruangan yang berkelas" ucapanya lagi sambil berdiri dan berjalan menghampiri rak buku yang ada di belakang raka sembari melihat-lihatnya.
"Jangan banyak basa-basi, katakan tujuanmu datang kemari, aku tidak punya banyak waktu untuk meladeni mu" tutur Raka dan Duduk kembali di kursi besarnya
Santoso tersenyum, mendengar perkataan Raka yang begitu dingin padanya, dia pun kembali berjalan dan duduk di kursi di depan meja Raka.
__ADS_1
Untuk sesaat Santoso terdiam dan menghela nafas.