
"Shasa,, ini sudah lama kakak rencanakan, kakak mohon jangan menolak" Rendi berdiri dan menghadap pada Shasa yang sudah berdiri di hadapannya
"Kak Rendi jangan main-main, ini bukan sesuatu yang bisa di jadikan lolucon, ini bukan sesuatu yang bisa di jadikan bahan candaan" jelas Shasa yang masih merasa tidak percaya dengan apa yang di katakan oleh Rendi
"Tidak,, ini bukan lolucon! kakak sama sekali tidak sedang bercanda" Rendi meraih tangan Shasa menggenggamnya dan menatap mata Shasa dengan penuh harap
"Shasa,, ini serius dari lubuk hati kakak yang paling dalam, kakak mohon beri kakak kesempatan"
"Kak Rendi" Shasa melepas tangannya dari genggaman rendi
"Ini tidak mungkin.. kamu dan aku, sudah seperti saudara kandung! kita tidak mungkin bisa memiliki hubungan yang lebih dari itu.
"Kenapa? Shasa,, kakak menyayangi dan mencintaimu apa itu salah, dan lagi pula di antara kita tidak ada hubungan dara sama sekali" jelas Rendi dan melihat ke arah Rita yang hanya terdiam mendengarnya dari tadi
"Bibi,," Rendi mendekat pada Rita
" bibi pernah bilang akan mendukung ku, sekarang tolong yakinkan pada Shasa agar mau menerimaku" ucap Rendi pada Rita yang dari tadi hanya terdiam mendengar perdebatan dari mereka
"Kak Rendi,, sudah jangan di teruskan lagi, ini tidak akan mungkin terjadi, kita adalah saudara! Dari dulu sampai sekarang itu tidak akan berubah"
"Tapi kenapa? Apa salahnya jika kakak menginginkanmu?"
Rita yang merasa kasihan pada Rendi ingin mencoba untuk ikut bicara, karena melihat keseriusan dari matanya, Rita meyakini jika Rendi akan memberi kebahagiaan pada Shasa.
"Shasa,," tapi belum sempat Rita mengutarakan semua yang ada di pikirannya, Shasa sudah memotongnya
"Bibi tolong jangan ikut campur" Shasa yang mendengar Rita ingin mengatakan sesuatu dengan cepat memotong ucapanya! Hingga membuat Rita jadi terdiam dan tidak lagi melanjutkan ucapannya! saat melihat Shasa sudah bersih keras dengan pendiriannya
Shasa menatap mata Rendi dengan mata yang berkaca-kaca, kemudian memalingkan pandangannya
"Kak Rendi,,, Shasa Mendengar semua perdebatan antara kakak dan om antoni, dan perkataan dari om Antoni semuanya benar. Apa yang kakak harapkan dari Shasa? Selain kesedihan, Shasa tidak akan bisa memberi apa-apa lagi pada kak Rendi! Jadi Shasa mohon, urungkan niat kak Rendi! Karena Shasa tidak bisa menerimah lamaran ini
__ADS_1
"Shasa.. apa tidak bisa kamu memikirkannya terlebih dahulu sebelum memberikan jawaban? Kakak hanya menginginkan kata iya darimu!"
"Kak Rendi...!"
"Shasa,, bukannya bibi ingin ikut campur dengan masalah hidupmu, tapi membiarkan mu hidup bersama orang yang benar-benar tulus dengan mu itu sebuah, hal yang sangat bagus. Bibi percaya dengan ketulusan cinta Rendi, dari itu bibi memberimu restu untuk itu"
"Bibi,, tolong jangan menambahnya lagi, bibi tidak tahu apa-apa!" Shasa menggelengkan kepalanya dan memalingkan pandangannya
"Memangnya apa yang bibi tidak ketahui darimu? Shasa bibi yang sudah membesarkanmu selama ini, jadi bibi sangat mengenal akan dirimu," tutur Rita sambil melangkah mendekat pada Shasa dan Memegang bahunya
" selama ini bibi selalu berusaha untuk memberimu kebahagiaan, meski kita selalu dalam kekurangan, dan sekarang Rendi sudah benar-benar menunjukkan perasaannya, apa salahnya jika kamu menerimanya, lagian kalian sudah lama saling mengenal satu sama lain, dari itu tidak akan ada lagi kata canggung di antara kalian, bibi yakin kamu akan bahagia bersama dengannya!"
"Bibi,,"
Untuk yang kedua kalinya, Rendi berlutut di hadapan Shasa
"Shasa, kak Rendi benar-benar mencintaimu dan hanya ingin hidup bersama denganmu, tolong terima lamaran kakak" Shasa yang dari tadi membendung air matanya di kelopak mata, tidak bisa menahannya lagi, kini dia membiarkan airmatanya itu menetes begitu saja.
"Kak Rendi bercanda? Hanya Ingin hidup bersama denganku?" Shasa Tersenyum sinis melihat Rendi yang masih berlutut di hadapannya
"Apa maksud dari kalian?" Tanya Rita penasaran
Shasa dan Rendi tidak menjawab pertanyaan dari Rita, Shasa mengusap air matanya dan mengangkat kakinya, melangkah pergi dan berjalan menuju mobil yang ada di parkiran.
Leo yang dari tadi tidak mengeluarkan suara, berdiri saat melihat Shasa sudah ada di dekat mobil dan berjalan menghampirinya
"Nona,, apa anda sudah ingin pergi?"
Shasa tidak menjawab pertanyaan dari Leo, dia terisak dalam tangisnya, dan mengusap air mata di pipinya, dia melihat Rita dan Rendi yang tengah berjalan menghampirinya.
Rendi yang sudah ada di dekat Shasa dengan cepat meraih tangan Shasa dan memegang kedua tangannya
__ADS_1
"Shasa,,, maafkan kakak, kak Rendi tidak bermaksud untuk.."
"Sudahlah kak Rendi,, Shasa tidak ingin membahas ini lagi" jelas Shasa sambil menggelengkan kepalanya
"Shasa,, Rendi,, apa kalian menyembunyikan sesuatu dari bibi? Apa maksud dari perkataan mu tadi?" Tanya Rita dengan rasa ingin tahunya
Shasa dan Rendi saling menatap dan tidak menjawab pertanyaan dari Rita,
"Shasa,, Rendi,, apa sekarang kamu mulai mengabaikan bibi?"
"Bibi,, maaf sekarang Shasa harus pulang, jika bibi ingin menanyakan sesuatu, biar kak Rendi yang menjawab dan menjelaskannya,"
"Shasa apa kamu ingin menghindari bibi?"
"Tidak bi,," dengan cepat Shasa mengelak
"Bibi,, aku harus pulang sekarang, lain waktu Shasa akan mengunjungi bibi lagi," ucap Shasa dan setelah itu melangkahkan kakinya masuk kedalam mobil, yang sudah di bukakan dari Leo.
Shasa masuk dan duduk di dalam mobil, tanpa melihat Rita ataupun Rendi, air matanya terus mengalir Membuat diri kini terlihat begitu rapuh.
Rita dan Rendi tidak bisa mengatakan apa-apa lagi, Mereka hanya bisa melihat punggung mobil yang di tumpangi oleh Shasa menghilang dari pandangan
"Rendi,, seharusnya kamu memberi bibi penjelasan dengan semua apa yang di katakan oleh Shasa" Rita yang tidak bisa menahan rasa ingin tahunya, bertanya lagi pada Rendi yang masih terus berdiri menatap ke arah jalan yang di lalui mobil yang di tumpangi oleh Shasa
Rendi hanya tercengang mendengar perkataan dari Rita dan tidak membalas ucapannya itu
"Rendi.."
"Bibi maaf, lain kali aku pasti akan menjelaskan semuanya pada bibi, tapi tidak sekarang! Rendi harus pergi dan maaf jika harus membuat bibi penasaran seperti ini" jelas Rendi sambil menundukkan kepalanya di hadapan Rita, dan memasang wajah menyesal di raut wajahnya
Rendi berjalan menuju mobilnya tanpa menunggu ijin dari Rita. Dia meninggalkan Rita berdiri sendiri menatapnya penuh dengan tanya, di raut wajahnya.
__ADS_1
Rita hanya bisa menghela nafas panjang, Mengingat akan sikap Shasa dan Rendi kepadanya
"Anak muda sekarang, benar-benar tidak bisa di ajak kompromi," ucap Rita dan berbalik, melangkahkan kakinya berjalan masuk kedalam warung, sambil menggelengkan kepalanya, merasa di abaikan pada Shasa dan Rendi