
"Mereka bertiga berdiri di depan Andra dan Shasa, dan tatapan mata mereka hanya terus melihat ke arah Shasa , membuat Andra yang menyadari itu merasa tidak nyaman dan merasa marah dalam hatinya
"Maaf aku harus pergi" ucap Andra dan kembali untuk menggandeng bahu Shasa dan kembali untuk melangkahkan kakinya.
"Tetaplah untuk tinggal, pesta baru saja akan di Mulai, tidak baik jika anda pergi begitu saja" tiba-tiba suara Raka terdengar menghalangi mereka
Andra kembali berhenti dari langkahnya dan begitupun dengan Shasa, dalam hati Shasa berdegup kencang antara bahagia dan sedih karena Mendengar Suara Raka, dan karena harus melihat Raka bersama dengan wanita lain
Shasa mendongakkan kepalanya melihat Andra, dengan wajah yang basah karena air mata.
"Raka,, panggilan dari belakangnya Terdengar.
Laura berjalan menghampiri Raka
"Tuan Andra,," sapa Laura sambil menundukkan kepalanya dengan hormat, saat sudah berhadapan dengan Andra
Andra menoleh untuk melihat mereka berdua dan Tersenyum
"Nona Laura,, malam ini anda terlihat sangat begitu cantik" ucap Andra memujinya
"Selamat atas pertunangannya, dan secepatnya menikahlah! Jangan membuang waktu. kalian berdua terlihat sangat serasi" jelas Andra
"Terimakasih" balas Laura
"Lalu kalian berdua, kapan hari baik itu akan tiba?" Tanya Raka
Andra kembali tersenyum
"Tuan Raka, ada hal yang sebenarnya perlu kita ketahui, sebelum melakukan sesuatu, yang akan merugikan kita nantinya. Ingat jika Penyesalan akan selalu datang belakangan, jadi sebelum itu terlalu jauh, pikirkan dulu dengan baik-baik. Mungkin anda akan dapat melihat apa sebenarnya yang terjadi, dan mungkin saja itu akan berbeda dengan apa yang kita lihat ataupun apa yang kita dengar, dengan kenyataan yang sebenarnya" jelas Andra
Perkataan itu, membuat Raka untuk sesaat berpikir keras, dalam setiap kalimat Andra membuatnya sedikit merasa jika dia telah melakukan kesalahan. Namun Raka tidak mencoba untuk tahu tentang apa itu
"Buatku semua hari itu baik, tidak perlu untuk menunggu waktu jika ingin melakukan sesuatu, jadi anda tidak perlu untuk mempertanyakannya lagi." Jelas Andra
"Apa itu berarti, Anda dan dia sudah..." Laura terdiam dan tidak melanjutkan ucapannya, saat melihat tatapan mata Andra yang berubah menjadi tajam
__ADS_1
"Nona Laura, jangan terlalu banyak berfikir, itu masalah pribadiku! aku tidak suka membeberkan masalah pribadiku ke pada orang lain" jelas Andra
"Maaf jika sudah membuat anda tersinggung" ucap Laura
Shasa yang berdiri membelakangi mereka, memegang tangan Andra dan menggelengkan kepalanya
"Aku ingin pulang" tutur Shasa
Andra melihat Shasa, raut wajahnya yang terlihat jika iya sedang sangat kesakitan, membuat Andra dengan cepat memegang bahunya
"Kamu baik-baik saja?" Tanya Andra dengan cemas
Tanpa memperdulikan Raka dan Laura, Andra menggandeng bahu Shasa dan berjalan untuk keluar dari dalam rumah Irawan.
"Bertahanlah, kita akan segera pulang" ucap Andra yang mencoba untuk menguatkan Shasa
Raka yang merasa jika Andra dan Shasa sengaja memperlihatkan kemesraan di hadapannya Tersenyum sinis.
" untuk apa terburu-buru, masih banyak waktu untuk kalian bisa bersama" ucap Raka
Tapi Andra tidak menghiraukan dengan apa yang di ucapkan oleh Raka, dia tetap terus melangkahkan kakinya.
Melihat Andra sudah berjalan keluar membawa Shasa, Raka pun mengikutinya, demi kebencian itu! Raka tidak sadar jika Laura berdiri di sampingnya, dia hanya fokus dengan shasa
"Tuan Andra..." Panggil Raka, dan dengan cepat iya berjalan menghampirinya saat Andra dan Shasa sudah berhenti untuk melangkah
"Tuan Andra, tetaplah untuk berhati-hati, seseorang yang sudah pernah menyakiti hati orang yang mencintainya, itu tidak akan pernah berhenti dari situ! Perbuatannya itu akan terus berlanjut dan itu yang akan terjadi pada anda jika anda membiarkannya masuk ke dalam hati anda terlalu dalam." Ucap Raka, dengan niat baik untuk memperingati Andra! Tapi terlalu di sayangkan Raka tidak tahu jika sebenarnya Andra dan Shasa adalah saudara kandung
Raka terlalu protektif terhadap Shasa, sehingga dia hanya peduli dengannya, maksud hati untuk mengganggu ketenangannya namun itu selalu berbalik padanya, dengan setiap apa yang iya katakan, itu akan selalu membuat dirinya tidak nyaman.
Andra menoleh
"Mungkin apa yang kamu katakan itu semuanya benar, sekarang pun hatiku mulai sakit karenanya! tapi tuan Raka kamu tidak tahu kasih sayangku padanya melebihi dari apa pun, rasa sakit dalam hatiku ini tidak bisa melebihi rasa sayang ku padanya. Mungkin itu yang membuat dirinya, ingin tinggal bersamaku, karena mempercayaiku" balas Andra hingga membuat Raka tidak bisa berkata apa-apa lagi
Setelah mengucapkan itu Andra memegang tangan Shasa berjalan menuju mobilnya, dimana David sudah menunggunya di sana.
__ADS_1
"Shasa.." panggilan itu membuat Shasa berhenti
Raka berjalan menghampirinya dan berdiri di belakangnya karena Shasa tidak menoleh untuk melihatnya.
"Jika dia menyayangi mu, aku pun juga sangat menyayangi mu, aku juga sangat mencintaimu. Tapi.. kenapa harus dia yang mendapatkan mu?" Tanya Raka
Shasa bukannya tidak peduli dengan apa yang di katakan oleh Raka, tapi saat itu penyakitnya datang dan menyerangnya lagi, Shasa berusaha untuk menahan rasa sakitnya, dan tidak menoleh saat Raka memanggilnya, dia hanya berhenti untuk melangkah, dan kemudian melanjutkan langkahnya lagi
"Shasa.. apa sebenarnya yang begitu kamu benci dariku?" Tanya Raka lagi dengan suara yang keras
"Apa karena Andra jauh lebih mapan dariku? Bukankah kita pun juga pernah bersama, bahkan tinggal bersama untuk beberapa hari" Raka yang melihat Shasa tidak memperdulikannya terus mengucap kata dengan begitu keras, namun itu tidak membuat Shasa untuk Menoleh
Mendengar ucapan dari Raka, yang sengaja ingin membuat Shasa malu dan membuat namanya jadi jelek, Andra mengepalkan kedua tangannya dan hendak berjalan ke arah Raka
"Kak..." Shasa yang melihat kemarahan dalam diri Andra, mencoba untuk menghentikannya
"Aku mohon jangan.." pinta Shasa sambil menggelengkan kepalanya
"Tuan Raka jangan mengatakan apa-apa lagi, Shasa sudah memutuskan hubungan dengan anda, jadi cobalah untuk menerima itu" jelas Andra dengan marah
"Tapi aku tidak bisa menerima kenyataan itu" balas Raka
"Itu masalah anda! Beri pengertian pada hati anda, dan jangan membuat masalah dengan kami" jelas Andra dan masuk kedalam mobil setelah Shasa masuk
Santoso dan Irawan serta Triwijaya, keluar dari dalam rumahnya meninggalkan Para Tamu, saat melihat tingkah Raka yang sangat mengganggu.
"Raka,, apa yang coba kamu lakukan?, Sejak tadi papa memperhatikanmu selalu, mengusik ketenangan tuan Andra" tutur Santoso, namun apa yang di tuturkan oleh Santoso tidak mendapat balasan dari Raka
"Shasa.." Teriak Raka saat melihat mobil yang di tumpangi oleh Andra dan Shasa sudah melaju
Santoso terdiam
"Shasa.." ucap Santoso dan mengingat akan waktu dimana Santoso pernah menculik Fiona, dan Raka salah beranggapan jika itu adalah Shasa
"Apa dia yang membuatmu waktu itu, salah paham padaku? Apa Shasa yang itu?" Tanya Santoso, tapi pertanyaannya itu tidak mendapat jawaban dari Raka, seperti biasa Raka hanya akan menatap sinis pada Santoso dan pergi
__ADS_1
Raka kembali berjalan masuk ke dalam kediaman Irawan duduk di kursi yang sudah di sediakan buat para tamu undangan
Raka yang kesal mengambil sebotol minuman dan meminumnya.