
Dona yang berdiri melihat kekejaman dari pria itu, merasa sangat takut padanya! Namun di dalam ketakutan yang ada di dalam hatinya itu membuat Dona untuk berpikir keras.
Dona terus menatapi Andra
("Mungkin dia bisa membantuku, untuk melakukan sesuatu pada Raka! agar Raka tidak jadi bertunangan dengan Laura) ucap Dona dalam hatinya
Meski merasa takut, tapi rasa cintanya pada Raka memberinya keberanian untuk memikirkan cara, agar bisa membuat lelaki yang ada di hadapannya itu Turun tangan untuk membantunya, Dona ingin menggunakan andra untuk masuk dalam rencana yang di susun olehnya.
Di tengah kemarahan Andra! Dona malah memikirkan sebuah cara untuk membuat acara pertunangan Raka dan Laura tidak dapat di teruskan.
sifat licik pada diri Dona muncul seketika. Dona mengatur siasat untuk membuat lelaki kejam yang ada di hadapannya! bisa membatalkan acara pertunangan itu
Dona mendekat pada Susi yang memeluk kaki Andra
"Cukup,, tuan cukup,, kami sudah menerima balasan darimu! Apa itu masih belum cukup bagimu? Kami sudah mengaku salah " Jelas Dona dengan percaya diri sambil menarik tangan Susi dan membantunya untuk berdiri
Dona berdiri dihadapan Andra dengan tatapan yang menentang
"Kalian pikir Hanya dengan sebuah tamparan! itu sudah bisa membuat kalian lepas dari balasan yang seharusnya kalian terima?" Ucap Andra sambil tersenyum
"Kamu salah, yang kalian terima itu belum seberapa, di bandingkan dengan apa yang kalian ingin lakukan pada Shasa" jelas Andra
"Tuan,, aku sudah mengakui kesalahanku, kedepannya aku tidak akan berniat jahat lagi pada shasa" jelas Susi yang tengah berdiri di belakang Dona"
"Tuan mungkin, anda tidak tahu! Bukan Kami saja yang sudah berbuat salah pada Shasa, tapi bagaimana dengan Raka, yang sudah jelas-jelas melukai hatinya?" Jelas Dona, yang sudah mulai masuk dalam rencananya
"Apa maksudmu?" Dengan cepat Andra merespon perkataan dari Dona
"Tuan hari ini adalah hari pertunangan Raka Santoso dengan Laura Irawan, aku tahu bagaimana Shasa sangat mencintai Raka, tapi raka malah ingin bertunangan dengan wanita lain, apa itu tidak melukainya?" jelas Dona lagi
Andra menyipitkan matanya mendengar perkataan dari dona dan melihat Dona yang penuh dengan siasat dalam dirinya, Andra kembali tersenyum
"Bukannya kamu juga mencintai Raka Santoso, tapi kenapa sepertinya kamu mencoba untuk menjelekkannya di hadapanku! kamu melakukan kesalahan demi dirinya, dan sekarang kamu menginginkan dia juga mendapat balasan dariku!" jelas Andra yang sudah tahu akan niat licik dari Dona
__ADS_1
"I,, itu,, itu hanya karena aku tidak ingin Shasa tersakiti, kelihatannya tuan sangat menyayangi Shasa! dari itu aku mengatakan soal itu pada anda" jelas Dona yang sudah mulai ragu dengan ucapanya sendiri
"Bagaimana jika aku mengatakan itu malah lebih bagus, biarkan saja Raka bertunangan karena aku tidak ingin, Shasa bersama dengannya" tutur Andra dan tersenyum sinis pada dona
Raut wajah Dona seketika berubah Mendengar pernyataan dari Andra, rasa percaya dirinya hilang seketika, rasa kecewa terbalut dalam hatinya, membuat dirinya untuk tidak bisa berkata apa-apa lagi
Andra membalik tubuhnya dan melangkahkan kakinya, berjalan untuk keluar dari ruangan
"Tetap Kurung mereka berdua" perintah dari Andra
Mendengar perintah itu, Susi histeris
"Tidak,,, tidak ,, aku tidak ingin di kurung lagi, tuan tolong lepaskan aku, aku mohon" tutur Susi sambil berteriak pada Andra yang sudah berjalan keluar dari ruangan itu
"Lepaskan aku, jangan menyentuhku! Tuan,, perintahkan Mereka untuk melepaskan ku, aku tidak ingin disini" Susi terus memberontak dari genggaman lelaki yang menarik lengannya
Sedangkan Dona Hanya terdiam melihat punggung Andra yang semakin menjauh dan menghilang dari pandangannya, Dona mengikuti arahan langkah dari bawahan David tanpa melawan ataupun memberontak seperti Susi
Harapannya untuk membuat pertunangan Raka dan Laura sudah hancur.
"Sudah diam,, jangan berisik! Teriakan mu itu tidak akan membuat tuan Andra akan melepaskan mu" jelas bawahan David, sambil berjalan meninggalkan ruangan itu
Susi terus berteriak dan menangis
"Tidak,, jangan tinggalkan kami disini, lepaskan aku,,"
Dona terdiam dan bersandar di tembok sambil melihat Susi, yang seperti sudah kehilangan akal, meski merasa takut namun Dona tetap terlihat tenang
Dona tidak begitu memikirkan dirinya yang ada dalam kesulitan! dia malah fokus pada renungannya tentang Raka yang akan bertunangan hari ini,
Dona merasa putus harapan, lelaki yang sangat dicintainya Akan bertunangan hari ini, namun dia tidak bisa melakukan apa-apa, dan siasat yang sudah di susunnya menjadi berantakan karena Andra tidak bisa masuk dalam permainannya itu.
***
__ADS_1
David yang berjalan mengikuti langkah Andra dari belakang, melihat ponselnya yang baru saja mendapatkan pesan, dia melihat dan membaca isi pesan itu
"Tuan! benar,, hari ini anda mendapat undangan dari santoso, untuk hadir di acara pertunangan putranya Raka santoso" jelas David sambil melihat pesan yang ada di ponselnya
Andra hanya diam dan terus berjalan melangkahkan kakinya menuju mobil yang terparkir, tanpa merespon perkataan dari David
"Tuan,, apa anda berniat untuk hadir? Tanya David
Andra tetap diam, dan tidak menjawab pertanyaan dari David, dan dia dengan tiba-tiba menghentikan langkahnya saat, pintu mobil sudah di bukakan oleh David
"Bagaimana dengan Shasa apa bawahanmu menjaganya dengan baik?" Tanya balik Andra yang berdiri di hadapannya
"Benar tuan aku sudah menyuruh salah satu dari mereka untuk menjaga dan melindungi nona Shasa," jawab David
Andra mengangguk-anggukkan kepalanya dan masuk kedalam mobil
"Baik,, aku akan menghadiri acara pertunangan putra dari Santoso, kita lihat bagaimana Santoso berperilaku padaku untuk menyambut kehadiran ku"
"Aku yakin Santoso akan sangat merasa senang, jika tuang datang! Ini akan menjadi hari pertama anda hadir di acara seperti ini, dan semua kolega bisnis dari anda akan merasa Irih pada Santoso" ucap David
"Tuan kedatangan anda selalu di nantikan oleh mereka yang mengenal akan diri anda, aku pastikan Santoso pun demikian" ucap David lagi menyanjung majikannya itu
Didalam mobil Andra terdiam, dan mengingat akan perkataan dari dona, jika Shasa sangat mencintai Raka.
"Menurutmu apa Shasa tahu, soal pertunangan Raka!" Tanya andra
"Aku juga tidak tahu pasti tuan, tapi jika dilihat dari tingkah nona Shasa, dia tidak tahu masalah itu," jawab David
"Dan begitupun dengan Masalah Dona ataupun Susi, aku merasa nona Shasa juga tidak tahu tentang mereka. Raka Santoso memang terkenal populer di kalangan Wanita, banyak wanita yang mengincarnya, selain tampan dia juga mapan, dari situ dia disukai banyak wanita" jelas David
Andra tersenyum mendengar penjelasan dari David
"Jika seperti yang kamu katakan, kenapa Raka malah memilih Shasa, padahal Dona dan Susi jauh lebih mempesona di bandingkan dengan diri Shasa" tanya Andra yang membuat David tidak tahu harus mengatakan apa
__ADS_1
"Itu aku tidak tahu tuan,," jelas David