
Shasa pun kaget dan merasa tidak percaya dengan apa yang dilihatnya. Dengan suara hantaman keras dari pintu, dan teriakan dari suara pria yang ada di dalam kamar mandi tidak membuat Shasa beranjak dari tempatnya berdiri
Rita pun ikut kaget saat mendengar teriakan keras dari mereka, Dan dengan cepat Rita berjalan menuju arah suara. Melihat Shasa berdiri mematung Tampa bergerak di depan pintu kamar mandi. Rita menepuk bahunya
"Shasa ada apa? Pagi-pagi begini berteriak seperti itu" Tanya Rita penasaran
Shasa menoleh, melihat Rita yang kini berdiri di belakangnya
"Bibi didalam kamar mandi.. Dia dalam kamar mandi ada sosok yang aneh!" Ucap Shasa dengan nada yang takut hingga membuatnya terbata-bata
"Sosok aneh apanya? Tanya Rita bingung
"Jangan berbicara omong kosong" Ucap Rita lagi
"Itu bi... Di dalam kamar mandi ada sosok yang menyeramkan." Jelas Shasa lagi
Rita tersenyum mendengar apa yang di katakan oleh Shasa
"Jangan mengada-ada, yang ada di dalam situ adalah pria yang..
Belum sempat menyelesaikan ucapannya
Kleek.. Pintu terbuka dari dalam.
Raka membuka lebar pintu kamar mandi dan berdiri di ambang pintu, dengan hanya memakai handuk untuk menutupi sebagian tubuhnya.
Shasa pun menoleh lagi saat mendengar pintu itu terbuka. Menatapi pria yang kini berdiri di depannya dengan sejenak
"Aaaaaaaahk.. Teriak Shasa lagi
"Bibi itu dia" Shasa menunjuk ke arah Raka
"Bibi itu sosok yang aneh itu" Ucapnya lagi. Dan Shasa dengan cepat berjalan kebelakang rita, Shasa yang terus menunjuk kearahnya membuat pria yang kini berdiri merasa bingung.
"Ada apa denganku?" Ucap Raka sambil menunjuk diri sendiri dengan kebingungan
"Apa aku sudah melakukan kesalahan?" tanya Raka keheranan.
Shasa melangkahkan kakinya mendekat pada Raka
"Dasar mesum.. Lelaki mesum.." Shasa memukul-mukul Raka dengan keras
"Hey.. Apa yang kamu lakukan?" Tanya Raka dan terus menahan pukulan-pukulan gadis kecil yang begitu agresif
Melihat Shasa terus memukuli pria itu, Rita dengan cepat melerainya
"Shasa tenang.. Tenang dulu" Ucap Rita sambil memegang tangannya
"Lihat, dia pria semalam yang kita tolong."
__ADS_1
Ucap Rita lagi menenangkan shasa
Mendengar perkataan dari rita Shasa mulai tenang dan Rita pun melepaskan tangannya. Shasa menatap pria yang kini berdiri di depannya. Melihatnya dari atas sampai ke bawah
Raka yang melihat Shasa menatapi tubuhnya menyilangkan kedua tangannya menempelkan ke depan dada, dan menunduk melihat dirinya sendiri, dan dengan cepat Raka mengubah posisi tangannya dengan menggerakkan satu tangan menutupi bagian bawah tubuhnya
"Apa yang kamu lihat? Jangan coba-coba untuk berfikir macam-macam!" Ucap Raka
"Cceeh... Aku sama sekali tidak tertarik" Ucap Shasa dengan memasang wajah yang masam pada Raka
"Bibi apa yang dia lakukan? seharusnya kan dia sudah pulang? kenapa harus mandi segala disini?" Tanya Shasa dengan ketus
"Shasa akibat minum banyak semalam, dia masih merasa pusing di kepala sampai sekarang. Jadi itu bibi membiarkannya untuk mandi dulu sebelum dia pergi. Agar bisa menyegarkan tubuhnya." Jelas Rita
"Tapi bi..
"Sudah jangan banyak bicara, Beri dia pakaian Rendi, untuk di pakainya sementara" Ucap Rita yang membuat shasa sampai menganga
Raka terus menatap shasa yang terlihat lucu dan menggemaskan berdiri di depannya, dalam hati Raka merasa bahagia melihat gadis mudah dan imut itu.
"Bibi apa yang kamu katakan? Mana mungkin pakaian kak Rendi di berikan padanya? Tidak.. Shasa tidak rela." Ucapnya sambil menggeser Raka yang berdiri di depannya dan masuk dalam kamar mandi membasuh muka, dan mengeringkannya dengan handuk
"Bibi tidak perlu, aku bisa memakai pakaianku yang sebelumnya," Ucap Raka dengan nada yang lemah lembut
"Pakaianmu itu sudah kotor dan bau," Ucap Rita membantahnya
"Ssssst.. Shasa tidak baik berbicara tidak sopan pada seseorang yang lebih tua darimu" Ucap Rita memberitahu Shasa
Shasa terdiam mendengar perkataan Rita
"Rendi punya beberapa pakaian di kamar tamu, kamu masuk saja di sana dan pakai yang kamu suka." Ucap Rita lagi, sambil melirik kearah Shasa.
"Bibi..." Teriak Shasa saat mendengar ucapannya.
Shasa dengan cepat keluar dari kamar mandi dan menyusul Raka yang kini berjalan ke kamar tamu.
"Jangan.." Teriak Shasa saat Raka hendak membuka pintu kamar tamu.
Raka menoleh dan melihat Shasa yang kini berjalan cepat kearahnya,
"Apa kamu memang suka berteriak atau memang nada bicaramu seperti ini? Tanya Raka dengan nada dingin
"Kenapa apa kamu tidak suka?" Tanya Shasa tidak sopan
Shasa berdiri di depan Raka dengan posisi bersandar di pintu kamar tamu menyilang kedua tangannya dan mendongakkan kepala melihat wajah pria yang tinggi di hadapannya.
Senyum manis Raka terlihat, melihat tingkah gadis kecil yang kini ada di depannya. Dia menundukkan kepala melihat Shasa yang tingginya hanya sampai ke dagunya.
Raka yang mulai menyukai Shasa mencoba untuk menggodanya
__ADS_1
"Nona kecil apa kamu belum puas setelah Melihat tubuhku ini tadi? Apa kamu masih ingin melihatnya?" Tanya Raka dengan senyuman di bibirnya sambil melihat tubuhnya sendiri
"Karena sekarang aku di rumahmu, dan karena kamu sudah membantuku semalam, dengan senang hati aku bisa memperlihatkannya lagi," ucap Raka genit dan memegang handuk yang melingkar di pinggangnya
Dengan cepat Shasa menutup matanya, dengan kedua tangannya.
"Dasar mesum.. Siapa juga yang ingin melihatnya? Jangan macam-macam ya..!" Ucap Shasa mengancam
Raka tersenyum lagi melihat tingkah lucu Shasa dan membuka kamar tamu menggeser Shasa yang menghalangi jalannya, berjalan masuk dan melihat-lihat dalam ruangan kamar itu
"Tidak buruk juga" Ucap Raka dan berjalan menuju lemari
"Hei... Aku belum mengizinkan mu." Ucap Shasa dan memegang tangan Raka yang hendak membuka pintu lemari
"Nona.. Apa kamu begitu menyukaiku Sejak tadi aku perhatikan kamu selalu mengikutiku, Dan sekarang apa kamu mengambil kesempatan untuk memegang tanganku ini?" Ucap Raka sambil mengangkat tangannya yang masih di pegang oleh Shasa
Shasa dengan cepat melepaskan pegangan tangannya
"Siapa juga yang menyukaimu! Aku sama sekali tidak tertarik padamu" Ucap Shasa mengelak
"Shasa,, Kamu belum juga memberinya pakaian? Tanya Rita dengan tiba-tiba,
Rita berjalan masuk ke kamar dan melangkah menuju lemari dan membukanya, Rita terlihat memilih pakaian untuk Raka dan memberinya satu pakaian.
"Ini pakailah, Itu milik Rendi, sesekali dia akan menginap disini jika punya masalah dengan papanya." Jelas Rita
"Bibi.." Ucap Shasa yang kini merasa marah
Shasa keluar dari kamar dengan wajah yang cemberut.
"Sudah jangan pikirkan dia," Ucap Rita dan tersenyum,
"pakailah.. Shasa memang sekalinya begitu, tapi sebenarnya dia sangat baik. Hanya saja seperti yang kamu lihat
dia masih bersifat kekanak-kanakan. Kalau bukan dirinya semalam bibi membiarkanmu tidur di luar." Jelas Rita lagi
"Terimakasih bibi! Kamu sangat baik padaku" Ucap Raka
Rita mengangguk dan tersenyum
"Bergegaslah dan bergabung untuk sarapan bersama kami" Ucap Rita menepuk bahu raka dan berjalan keluar dari kamar menuju dapur
Raka terdiam,, Dia berdiri, dan memandangi punggung Rita yang berjalan membelakanginya.
Raka melihat pakaian yang ada di tangannya dan menatap dirinya di dalam cermin. Raka tersenyum dan segera memakai pakaian yang di berikan oleh Rita kepadanya
"Ternyata selera orang yang bernama Rendi itu tidak buruk juga," Ucap Raka dalam hatinya setelah memakai pakaiannya
Dan setelah itu Raka berjalan keluar kamar menuju ruang makan di mana Shasa dan Rita tengah duduk bersama
__ADS_1