
Pagi-pagi Raka sudah berada di kantor, dia bingung memikirkan kado untuk di berikan nya ke pada shasa yang akan menyambut hari ulang tahunnya besok.
Raka memegang dahinya, sambil memikirkan sesuatu, tapi dia sama sekali tidak tahu apa yang di sukai oleh wanita, Raka tidak pernah dekat pada wanita kecuali Fiona, tetapi itupun dia tidak pernah memberi kado yang spesial untuknya
Raka duduk di ruangannya sambil melihat Lola yang tengah berdiri di hadapannya, menyerahkan dokumen yang diminta olehnya, dia terus menatapnya tanpa berdalih, hingga membuat Lola jadi salah tingkah di buatnya.
Romi mengerutkan keningnya melihat atasannya itu, dan dengan memberanikan diri untuk menegurnya, karena Romi tidak rela Lola di pandanginya seperti itu, meski itu adalah atasannya sendiri
"Bos apa ada yang salah pada diri Lola?" Tanya Romi yang membuat Raka tersadar dari lamunannya.
Raka melihat kearah Romi yang sudah menegurnya, tapi tidak menjawab pertanyaan dari Romi, dan Raka kembali lagi melihat Lola.
"Hari ini aku ingin membicarakan sesuatu padamu dan membawamu ke suatu tempat, dari itu batalkan semua janji yang ada hari ini," jelas Raka pada lola yang membuat Romi membuka lebar mulutnya
"Ha..?" Lola tidak bisa berkata-kata mendengar perkataan atasannya itu yang secara tiba-tiba, antara percaya dan tidak percaya. Lola menatap wajah Raka yang tidak memiliki ekspresi hingga membuatnya bingung dengan pikiran direktur perusahaan itu, Lola tidak mampu menerka isi pikiran atasannya, hingga membuatnya menganga dan terdiam
"Bos mau kemana? tanya Romi dengan rasa penasaran.
Lagi-lagi Raka tidak menjawab pertanyaan dari Romi, hingga membuat Romi jadi geram atas sikap dinginnya itu
"Apa aku ikut?" Tanya Romi lagi yang tidak bisa membiarkan Lola di bawa sendiri pergi oleh atasannya itu. Romi terus menerus mencoba untuk bisa jadi bagian dari rencana atasannya itu, karena dia tindak ingin membuat Lola di jadikan bahan candaan untuknya, rasa suka Romi pada Lola yang tidak pernah di ungkapkan nya kini terlihat jelas di matanya, Lola tidak mengerti akan hal itu tapi Raka telah tahu segalanya
"Tidak,, Kamu urus semua janji yang ada hari ini, batalkan semuanya," ucap Raka sambil melihat kearah Romi, yang dari tadi menatap dingin padanya.
Raka melihat jam di pergelangan tangannya,
"sekarang sudah waktunya, sebaiknya kita pergi" ucap Raka pada Lola yang masih memasang wajah penasaran dan bingung.
Lola hanya bisa mengangguk dan mengiyakan ajakan atasannya itu, didalam hatinya menerka-nerka apa yang sedang di rencanakan pada bosnya hingga harus mengajaknya.
__ADS_1
"Apa bos sedang jatuh cinta padaku? Apa ini semacam kencang dengannya?" Tanya Lola dalam hatinya, dan Tampa iya sadari Lola tersenyum-senyum sendiri, merasa bahagia dalam hatinya.
Sedangkan di dalam hati Romi ada rasa cemburu yang kini muncul dengan tiba-tiba, Romi merasa marah namun tidak bisa berbuat apa-apa, karena belum tahu pasti apa yang sedang ingin di lakukan oleh atasannya itu.
"Bos, Bagaimana jika aku ikut untuk menyetir dan bagaimanapun juga itu memang sudah jadi tugasku untuk mengantar bos direktur kemana pun anda ingin pergi?" Romi menawarkan diri agar bisa ikut bersama dengan atasannya itu, dan agar bisa senang tiasa melindungi Lola darinya.
Tak menunggu lama untuk berfikir, Raka akhirnya setuju agar Romi ikut dengannya.
"Baiklah, sekarang kita berangkat" jelas Raka sambil berjalan keluar dari ruangannya.
Romi tersenyum senang dengan keputusan atasannya itu, namun tidak dengan Lola, dia merasa dengan kehadiran Romi, itu akan menjadi masalah baginya, dia tidak akan punya kesempatan untuk mendekati atasannya itu, padahal menurutnya itulah satu-satunya kesempatan yang sangat bagus untuk mendekati pria yang jadi idaman para wanita itu.
Lola mendengus dan cemberut saat melihat Romi yang masih saja memperlihatkan senyum manisnya itu, dia melangkah mengikuti Raka yang sudah menjauh dari mereka berdua
Raka masuk ke dalam mobil, begitupun dengan Romi dan Lola.
Saat Lola membuka pintu depan mobil dan berencana untuk duduk di dekat pengemudi, tiba-tiba Raka menghentikannya,
"Ah,,,, " Lola dan Romi serentak kaget saat mendengar perkataan dari bosnya itu.
"Bos itu tidak akan baik jika di lihat oleh orang lain, aku akan duduk disini saja" jelas Lola, tapi dalam hatinya itu ia menginginkan hal semacam itu.
Raka menatap Lola yang sudah membantah perintahnya, dengan tatapan dinginnya
"Aku tidak suka di bantah" ucapnya singkat dan dingin
"Baik bos" dengan cepat Lola patuh dan membuka pintu mobil dan duduk disebelah Raka.
Romi yang duduk di kursi pengemudi mendengus saat melihat adegan itu
__ADS_1
"Hhhhuuumm.." dia menyalakan mesin mobil dan melajukan nya dengan pelan, dalam hatinya terasa panas melihat pemandangan yang ada di belakangnya melalui cermin
"Bos Anda mau kemana?" Tanya Romi berusaha untuk menggunakan nada yang seperti biasanya.
Mendengar pertanyaan Romi, lagi-lagi Raka tidak menjawab dan berdalih melihat kearah Lola yang tengah duduk di sampingnya
"Apa kamu memiliki kekasih?" Lagi-lagi pertanyaan Raka membuat yang mendengarnya jadi kaget dan bisa jadi salah paham padanya.
Lola terdiam untuk sesaat, dia mencoba untuk mengatur tata isi pikirannya yang kini berantakan akibat ulah Raka.
"Belum bos,," jawab Lola dengan nada yang berat
Raka mengangguk-anggukkan kepalanya sambil memegang dahinya
"Memangnya ada apa bos?" Romi yang tak bisa diam, terus ikut campur dengan urusan atasannya itu, segala sesuatunya Romi ingin mengetahui dengan pasti, apa yang di inginkan oleh atasannya itu, Raka melihat Romi yang sedang bertanya padanya dan berpikir untuk menemukan jawaban dari romi
"Romi jika kamu menyukai seseorang, apa yang kamu lakukan untuk menerapkannya?" Tanya Raka yang selalu berbelit-belit mengatakan hal yang tidak biasa dia katakan,
Karena tidak pernah mencintai atau menyukai seseorang wanita, Raka jadi bingung dengan apa yang harus di lakukan nya, dan mencoba untuk belajar dari Lola dan Romi, tapi untuk bertanya pun dia begitu banyak basah basi sehingga Lola dan Romi banyak salah paham padanya.
"Hah,," Romi terdiam sesaat, mencari Jawaban yang pas dan akurat untuk bosnya itu,
Sebenarnya dia pun juga merasa sulit untuk menjawab pertanyaan dari atasannya, karena mereka sama-sama, tidak pernah berkencan dengan wanita manapun
Raka menaikkan satu alisnya melihat Romi yang sedang mengemudi dan sambil menunggu Jawaban darinya.
"Maaf bos aku juga tidak tahu," jawaban dari Romi membuat Raka mendengus kecewa, dia menarik nafas dalam-dalam dan menghembuskannya
"Berarti aku salah telah membawa kalian yang tidak tahu apa-apa!" Ucap raka dengan kecewa
__ADS_1
"Maaf bos, jika aku yang menyukai seseorang, aku akan langsung mengatakan padanya," Lola dengan percaya diri memberi jawaban dari pertanyaan yang di tujukan oleh romi.
"Tapi bagaimana jika dia menolak?" Raka menangkap baik perkataan dari Lola dan memberikan respon yang cepat untuk bertanya lagi