
Driing..driing.. driing.. Malam sangat cepat berlalu dan kini berganti pagi, Jam alarm yang terus berbunyi membuat Shasa kesulitan untuk tidur
Shasa memiringkan tubuhnya dan memperbaiki selimutnya menutupi dirinya agar bisa tidur dengan nyaman. Namun Jan alarm tidak memberinya kesempatan untuk tidur dengan nyenyak
Driing.. driing.. driing Bunyi alarm itu lagi
Shasa membuka selimutnya, membalikan badannya meraba-raba ke atas meja mencari sesuatu, Akibat terlalu mengantuk dia pun tertidur lagi sambil tangan masih di atas meja.
Beberapa menit kemudian
Driiing.. driing.. driing
Shasa kaget karena jam alarm terlalu dekat dengannya, membuat suara begitu nyaring di telinganya
"Aaaaa aaah... Jangan bunyi sekarang Shasa masih ngantuk," Ucap Shasa merengek. Shasa mengambil bantal guling dan menutupi kepalanya.
Driing.. driing.. driing
Namun alarm terus saja berbunyi, membuat Shasa jadi kesal.
Dengan memaksakan diri Shasa bangun dari tempat tidur, Meraih jam alarm yang ada di atas meja, dengan perasaan marah Shasa mematikan alarm itu dengan kasar.
"Sudah Shasa bilang jangan berbunyi sekarang, Shasa masih sangat mengantuk,
kamu bendel sih!" Ucap Shasa marah pada alarm yang ada di tangannya, dan menyimpannya kembali di atas meja
Shasa mengusap wajah dengan kedua tangannya, menepuk-nepuk pipinya agar mata bisa melek dengan sempurna
Namun apa daya, mata itu terlalu berat untuk terbuka, dan akhirnya Shasa menjatuhkan dirinya lagi ke atas bantal dan kembali tertidur
***
Di sisi lain Raka yang seperti biasa akan bangun pagi. Disaat dia membuka mata, Raka tersadar jika sekarang ini dia tinggal di rumah orang lain, bukan di kediamannya.
Raka menurungkan kakinya dari atas sofa, dan membiarkan kedua siku tangannya berdiri di atas pahanya, Raka mengusap wajahnya dengan kedua tangannya dan mencoba untuk menjernihkan pikirannya.
Akibat terlalu banyak minum alkohol, sakit di kepalanya belum juga hilang meskipun sudah tertidur.
Heeeeeemm Raka menarik nafas dalam-dalam dan membuangnya.
Sedangkan Rita yang berjalan keluar, mendapati Raka yang sudah bangun dan duduk sendiri di sofa. Rita tersenyum
"Kamu sudah bangun?" Ucapnya dengan tiba-tiba
__ADS_1
Suara tanya yang terdengar membuat Raka mendongakkan kepalanya dan melihat kearah suara.
Raka menganggukkan kepalanya sambil menyentuh kepalanya yang masih sakit.
Melihat itu Rita tersenyum dan berjalan menuju dapur Tampa mengatakan apapun.
Tidak lama kemudian, Rita berjalan keluar menghampiri Raka.
Raka melihat seorang wanita paru baya berjalan menghampirinya, dengan membawa sebuah mangkuk di tangannya.
Raka hanya terdiam dan menatap wanita itu yang tak lain adalah rita
Wanita itu menyodorkan mangkuk yang ditangannya kepada Raka
"Minum sup ini, Dan rasa sakit kepalamu akan menghilang" Ucap Rita, dan memberikan mangkuk itu kepadanya
Raka menerimanya dan tidak menunggu lama Raka meminum sup itu sampai habis.
Dan memberikan mangkuk itu kembali pada Rita.
" Terimakasih" Ucap Raka sambil menundukkan kepalanya
Rita tersenyum dan mengambil mangkuk itu dari tangan raka
"Tidak perlu terlalu sopan, Buat dirimu sendiri untuk merasa nyaman. Jika sakit kepalamu masih saja terasa, Sebaiknya kamu mandi, Untuk menyejukkan pikiranmu." Ucap Rita, dengan nada yang memerintah.
Rita tersenyum melihatnya seperti itu
"Kamar mandi ada di dapur" Ucap Rita memberitahu Raka
"Sekarang aku harus menyiapkan sarapan
Tetaplah untuk rileks" Ucap Rita dan meninggalkan Raka sendiri di ruang tamu dan masuk ke dapur
Tidak menunggu lama, Raka berdiri dan mengacak rambutnya sendiri dengan kedua tangannya dan berjalan menuju kamar mandi yang di tunjuk oleh Rita. Namun langkahnya terhenti lagi saat melihat bingkai foto yang terpajang di dinding itu.
Cukup lama Raka berdiri memandangi foto itu dengan tatapan yang penuh dengan rasa terimakasih
"Kalian orang baik" Ucapnya dalam hati
Hati Raka tersentuh oleh kedua wanita yang ada dalam foto tersebut, Mereka tidak saling kenal namun mereka mau saja membantunya dan membiarkannya untuk tidur di kediamannya itu.
Raka menyentuh wajah Shasa dalam bingkai foto, Wajah yang muncul dalam ingatannya, di mana disaat dia setengah sadar dan tidak terkendali, hanya Shasa yang mau menenangkannya.
__ADS_1
Raka yang menganggap dirinya tidak mendapat kasih sayang selama dua belas tahun, menjadi sangat tersentuh dengan perlakuan Shasa. Yang baru bertemu semalam.
"Terimakasih" Ucapnya dalam hati dan tersenyum manis di depan foto yang terpajang di depannya
Dan kemudian Raka melanjutkan langkah kakinya, masuk ke dapur.
Di dalam ruangan dapur Raka bertatap mata dengan Rita yang tengah menyiapkan sarapan! Raka menundukkan kepalanya dan tersenyum pada Rita, dan meneruskan langkahnya menuju kamar mandi.
***
Tidak menunggu lama,, Shasa kembali membuka matanya, dan mendapati dirinya kini berbaring lagi di tempat tidur.
Sesekali Shasa menguap dan mengucek matanya, Shasa bangun dan duduk di tempat tidur, Dan kemudian Shasa berdiri
Sebelum melakukan aktivitas seperti biasanya dia akan selalu membasuh muka sebelum mengerjakan sesuatu, Shasa berjalan keluar kamar menuju dapur dan mendapati Rita yang kini sedang menyiapkan sarapan,
"Pagi bibi.." Sapa shasa sambil mengucek-ngucek matanya yang masih terasa berat dan menguap karena masih merasa mengantuk
Rita menoleh dan tersenyum manis padanya
"Pagi.." Balas rita dan melanjutkan pekerjaannya.
Tampa Rita sadari Shasa berjalan menuju kamar mandi.
Shasa dengan santainya membuka pintu kamar mandi, Saat itu dengan pemandangan yang tak biasa Shasa melebarkan matanya, melihat seorang pria yang kini dengan serius mandi Tampa terbalut sehelai benang di tubuhnya. Pria itu sama sekali tidak menyadari jika Shasa kini melihat dirinya yang polos seperti itu
Shasa tidak percaya dengan apa yang kini dia lihat, Shasa mengucek-ngucek matanya berkali-kali. Dan pria itu dengan santainya berbalik badan menghadap kearahnya.
Raka dengan serius menggosok-gosok tubuhnya yang di penuhi dengan busa sabun. Dan di saat Raka Melihat pintu itu terbuka, dengan cepat dia membalik badannya.
Raka memastikan apa yang dilihatnya
Dan Saat melihat Shasa berdiri di ambang pintu pria itu mengusap sisa sabun mandi yang masih menempel di wajahnya dengan kedua tangannya.
"Aaaaaaaahk.. Teriak mereka bersamaan saat sadar dengan situasi itu
Raka yang kini ada dalam kamar mandi kaget dan dengan cepat menutup pintu dengan keras
"Hey kamu sengaja mengintip ku ya?"
Teriak Raka dari dalam kamar mandi
Raka dengan cepat menyiram dirinya dengan air bersih dan setelah itu mengambil handuk yang sudah tersedia di dalam kamar mandi itu, Di saat Raka mulai memakai handuk
__ADS_1
Raka teringat dengan bayangan yang ada dalam ingatannya. Wajah yang baru saja dilihatnya adalah orang yang selalu dia lihat dalam ingatannya, sejak semalam
"Dia wanita itu.. wanita yang ada diluar" Ucap Raka dalam hatinya dan tersenyum.