Antara Cinta Dan Kasih

Antara Cinta Dan Kasih
Handphone Fiona hilang.


__ADS_3

Disisi lain Fiona yang terlihat bingung mengontak antik isi dalam tas mencari sesuatu. Dia terlihat mengeluarkan semua isi dalam tasnya, namun tidak menemukan apa yang dia cari.


"Ma.. Handphone Fiona hilang," Teriak Fiona kesal sambil melihat kearah pintu kamar yang tertutup,


Dia terus menggeledah semua barang bawaannya, hingga membuat dalam ruang kamarnya menjadi berantakan.


"Raka maaf, aku belum sempat menghubungimu, kini sekarang ponselku hilang entah kemana, Jangan marah padaku ya!!" Ucap Fiona dalam hatinya


Dengan perasaan kesal, Fiona berjalan keluar dari kamar dan berjalan menuju kamar orang tuanya.


Fiona mengetuk pintu kamar dan tidak menunggu lama, Fiona membuka pintu kamar dari luar, Masuk ke dalam kamar orang tuanya dengan memasang wajah yang masam


Melihat putrinya yang murung, Farah menghampirinya


"Ada apa sayang?" Tanya farah penasaran dan memegangi punggung putrinya itu


"Ma.. Handphone Fiona hilang." Jawab fiona dan menggaruk kepala yang sebenarnya tidak gatal


"Hilang? Bagaimana mungkin hilang?" Tanya Farhat dengan cepat dan melihat kearah Fiona


Fiona menaikkan kedua bahunya dengan jawaban yang tidak tahu. Fiona berjalan menuju sofa yang ada di dalam kamar itu dan duduk, Mencoba mengingat akan kejadian di mana dia berada kemarin, mencoba mengingat bagaimana handphonenya bisa hilang.


Sebelumnya mereka bertiga berjalan dengan santai di dalam sebuah bangunan, di mana tempat itu adalah pusat perbelanjaan terbesar yang ada di kota itu.


Fiona berjalan dengan sangat bahagia, senyum di bibirnya terlihat sangat manis saat melihat tempat yang ramai itu. Dia terus mengambil gambar dirinya, dan mengambil gambar yang menurutnya menarik untuk di kirimkan pada Raka.


Hari itu di dalam keramaian, fiona dengan rasa bahagia sibuk dengan urusannya sendiri.


Farhat dan Farah hanya menggelengkan kepala melihat kelakuan putri semata wayangnya itu.


Dia terlihat memilih sesuatu untuk keperluannya sehari-hari di rumah baru yang di tempati nya sekarang di kota asing itu.


"Fiona sekarang pilih apa yang kamu butuhkan," Teriak Farah


"Sudah jangan mengambil gambar terus, kita harus cepat pulang untuk menata rumah baru kita" Ucap farah lagi


Fiona berjalan mendekat pada orang tuanya dan mengambil beberapa barang dengan secara acak, dan menggabungkan dengan belanjaan orang tuanya.


Senyum di bibir Fiona saat melihat sesuatu yang ada di depannya. Dimana terdapat banyak makanan ringan yang terpajang di sana


"Aku butuh itu," Dengan segera Fiona berjalan dan mengambil beberapa macam snacks


"Putrimu itu memang suka makan," Ucap farah pada suaminya Farhat dan tersenyum


Dengan asyik Fiona berjalan mundur dan memilih apa yang harus di ambilnya. Dia tidak melihat seorang lelaki yang tengah berjalan kearahnya dan begitu pun dengan lelaki itu, mereka saling bertabrakan dan mereka berdua jatuh kelantai.


"Aaauhk.." Suara jeritan Fiona terdengar

__ADS_1


Farah yang melihat kejadian itu bergegas menghampiri fiona


"Sayang kamu baik-baik saja?" Tanya Farah dan segera membantunya untuk berdiri.


"Kamu tidak apa-apa?" Tanya farah lagi pada putrinya dengan rasa kuatir.


Fiona mengangguk dan tersenyum


"Fiona tidak apa-apa ma.."


Sedangkan Farhat membantu lelaki itu untuk berdiri, dia memegang lengannya dan membantunya untuk berdiri.


"Anda tidak apa-apa?" Tanya Farhat


"Maaf putriku tidak sengaja," Ucap Farhat lagi sambil menundukkan kepalanya di hadapan lelaki yang di tabrak oleh Fiona.


Lelaki itu tersenyum,


"Tidak apa-apa," Jawabnya


"Lain kali hati-hati jika berjalan," Ucap lelaki itu dan melihat ke arah Fiona


Fiona mengangguk dan menundukkan kepala


"Maaf.." Ucap Fiona


Lelaki itu pun ikut menundukkan kepalanya, dan tersenyum lagi


"Benar dia orangnya," Dengan Tiba-tiba Fiona berdiri dari duduknya, Membuat kedua orangtuanya menjadi kaget


"Pa,, ma,, Benar dia orangnya, Lelaki yang Fiona tabrak tadi di pusat perbelanjaan, dia yang mengambil handphone Fiona. Benar di orangnya" Ucap Fiona dengan yakin.


"Sudahlah jangan dipikirkan lagi, papa akan menggantinya yang baru," Ucap Farhat


"Tapi, pa.. itu berbeda," Ucap Fiona


"Apanya yang berbeda,? Papa akan membelikan dengan merek yang sama dan warna yang sama" Ucap Farhat lagi


"Tapi pa..nNomor-nomor yang penting, semuanya ada di situ, Tak satupun yang aku ingat, begitupun dengan nomor Raka," Ucap Fiona dengan nada suara yang Pelang dan menarik nafas dalam-dalam dan menghembuskannya dengan kasar


Farhat dan Farah saling menatap mendengar perkataan putrinya dan tersenyum melihat putrinya itu.


"Apa kamu menyukai Raka?" Tanya Farhat pada fiona.


Wajah Fiona memerah mendengar pertanyaan dari papanya


"Tidak,, Sama sekali tidak, Fiona hanya menganggapnya sebagai kakak Fiona saja," Ucap Fiona dengan malu

__ADS_1


"Tidak apa jika menyukainya, mama setuju denganmu," Farah menghampiri putrinya dan memegang bahunya


Fiona jadi tersipu malu


"Aaa.. Mama apa apaan sih?" Fiona berjalan menuju pintu kamar


"Fiona akan keluar untuk jalan-jalan" Kata Fiona lagi dan membuka pintu kamar dan berlari keluar.


Farah tertawa melihat tingkah putrinya dan menggelengkan kepalanya, dan terus mengambil isi dalam koper dan menyimpannya dalam lemari.


Fiona berjalan di pekarangan rumah yang kini iya tempati itu, Terlihat dia sesekali menghentakkan tangan ke udara dengan perasaan kesal.


"Bagaimana cara aku menghubungi Raka?


Aku sama sekali tidak mengingat nomor ponselnya," Fiona menarik nafas dalam-dalam dan menghembuskannya dengan kasar


"Fiona,. Fiona Kenapa bisa secerobo ini?"


Ucapnya pada diri sendiri dan memukul-mukul kepalanya sendiri


***


Di sisi lain tiga hari telah berlalu Shasa yang awalnya tinggal di rumah dokter Antoni pindah ke rumah rita. Dia berjalan masuk kedalam rumah dan memerhatikan setiap sudut ruangan.


"Ada apa?" Tanya Rita yang ada di sampingnya


"Sekarang mulai hari ini, Shasa tinggal bersama bibi disini, Mungkin ini tidak semegah rumah om dokter, tapi bibi akan berusaha untuk membuatmu merasa nyaman" Ucap Rita yang tengah memegang kedua bahu Shasa dengan posisi menunduk.


"Anggap saja ini sebagai rumah kamu sendiri, jangan merasa sungkan dan tidak enak hati. Sekarang ini kita keluarga." Ucap Rita lagi dan membelai rambut Shasa dan mencium keningnya.


Dengan mendengarkan kata-kata dari Rita


Shasa hanya mengangguk


Rita tersenyum manis padanya,


"Kesini bibi perlihatkan kamarmu" Rita menggandeng tangan Shasa dan masuk dalam kamar.


Shasa yang tengah duduk di sisi tempat tidur mendongakkan kepala melihat Rita yang sibuk merapikan kamar yang iya tempati sekarang.


"Bibi terima kasih, karena sudah begitu baik pada Shasa," Ucapnya dengan nada yang serak


Rita menoleh dan tersenyum, dan menghampiri Shasa


"Sayang janga ucapkan terimakasih, bibi ikhlas melakukannya, Sekarang kita kan keluarga?" Ucap Rita dengan penuh kasi sayang


Shasa pun mengangguk lagi dan membalas senyuman dari Rita

__ADS_1


"Sekarang Shasa istirahat, Shasa kan baru sembuh jadi harus banyak-banyak istirahat agar cepat sehat. Ingat apa kata om dokternya Shasa tidak boleh kecapean dan tidak boleh tertekan. Nanti kamu bisa sakit lagi. Jadi.. jika ada apa-apa beri tahu bibi."


Ucap Rita dengan penuh perhatian


__ADS_2