Antara Cinta Dan Kasih

Antara Cinta Dan Kasih
Terlalu di sayangkan


__ADS_3

Kini tiba saatnya! Raka dan Shasa pun menikah, mereka menikah di sebuah gereja, dan hanya di hadiri oleh masing-masing para wali.


Andra dan Rita yang sebagai wali dari shasa, sedangkan wali dari Raka hanya ada Santoso dan Ratna.


Setelah Mereka sudah saling mengucapkan sumpah dan janji mereka, akad nikahnya pun selesai, dan kini Raka dan Shasa resmi menjadi suami dan istri yang sah.


Meski akad nikah sudah selesai namun Andra tidak ingin acara bahagia adiknya selesai begitu saja, Andra ingin merayakan hal bahagia itu di kediamannya, namun hanya dari mereka yang dekat dengan Shasa ataupun Raka saja yang bisa hadir


Malam yang seharusnya menjadi malam pertama buat Raka dan Shasa, harus di tunda gara-gara pesta yang di buat oleh Andra. meski merasa kesal dengan sikap Andra, Raka tetap bergabung dengan para keluarga yang sudah hadir


Dokter Reza yang termasuk kawan baik dari Raka pun ikut Hadir untuk memeriahkan pesta itu.


Mereka yang ada untuk merayakan pesta malam ini, saling bercanda gurau dan salin melemparkan senyuman satu sama lain.


banyaknya bawahan Andra pun ikut serta dengan perayaan itu dan dengan di suguhi beberapa hidang dan beberapa minuman keras di hadapan mereka


"Baik, karena malam ini, adalah malam bahagia untuk kita semua, jadi jadikan malam ini, malam yang tak terlupakan untuk kita, hilangkan semua kesedihan dan mari kita berbahagia.." ucapan dari Dokter Reza dengan tingkah nya yang lucu, Membuat semuanya jadi tertawa


Meski ikut bahagia dengan perayaan pernikahan Raka dan Shasa, namun Rendi tidak bisa menyembunyikan kekecewaan dalam hatinya, rasa cintanya pada Shasa, tidak bisa iya lupakan begitu saja.


Rendi yang melihat Shasa tengah duduk sendiri berjalan menghampirinya


"Kak Rendi.. kakak tidak bergabung dengan mereka?" Tanya Shasa dan tersenyum, saat melihat Rendi sudah ada di hadapannya


Rendi hanya hanya membalas senyuman dari Shasa, namun tidak menjawab pertanyaan dari Shasa, dia menarik kursi dan duduk di samping Shasa


"Kamu duduk sendiri, Raka di mana?" Tanya Rendi sambil melihat kanan kirinya


"Raka ke toilet, dia kebelet" ucap Shasa tersenyum


"Nona Shasa.." teriak seseorang memanggil nama Shasa, Membuatnya menoleh dan melihatnya.


"Bibi.. bi Surti" Shasa berdiri dan memeluk Surti


"Bibi,, senang bisa bertemu denganmu lagi" ucap Shasa


"Bibi pun merasa begitu, itu sudah sangat lama, sejak terakhir kita bertemu" balas Surti sambil melepas pelukannya


"Paman Anton, anda juga datang?" Ucap Shasa dengan raut wajah yang begitu senang


"Benar,, tuan Raka menyuruh kami untuk hadir, jadi itu kami datang" jelas Anton

__ADS_1


" Nona Shasa selamat, harap nona Shasa memaklumi setiap perilaku tuan Raka jika ada yang tidak biasa," ucap Anton sambil berbisik


"Kamu bisa saja, itu akan membuatnya marah jika dia mendengarkan mu" tutur Surti


Shasa, Surti serta Anton tertawa, dan tidak menghiraukan Rendi yang tengah duduk di dekat mereka berdiri


"Baiklah kami, akan bergabung dengan mereka" ucap Surti


"Baik bi.."


Shasa kembali duduk dan melihat Rendi yang sudah melihatnya dari tadi.


"Apa kamu bahagia?" Tanya Rendi


Shasa mengangguk dan tersenyum


Rendi terdiam dan mengambil gelas yang sudah diisi dengan bir yang ada di hadapannya dan meminumnya


"Kak Rendi.." Shasa yang melihat Rendi meminum minuman keras, Membuatnya tidak tahan untuk menegurnya


"Kak Rendi, minuman itu tidak baik untukmu,, jangan meminumnya lagi" pinta Shasa


Rendi tersenyum dan melihat gelas yang ada di tangannya. Dan meletakkannya kembali di hadapannya


Shasa melihat Rendi dengan tatapan yang sedikit canggung,


"Kak Rendi..! Kenapa tiba-tiba mempertanyakan hal itu? " Tanya Shasa


Rendi menggelengkan kepalanya


"Aku hanya sekedar ingin mendengarkan pendapat darimu saja, menurutmu antara cinta dan kasih mana yang akan kamu pilih"


"Kak perasaanku padamu itu sebagaimana halnya perasaan seorang adik pada kakaknya, kasih sayangku padamu itu melebihi dari siapapun termasuk kak Andra, yang baru saja aku temui. kak Rendi Selama ini, selalu ada untukku, tidak pernah sedikitpun membiarkan ku merasa tidak nyaman, kak Rendi.." Shasa memegang tangan Rendi


"Kak Rendi, ada baiknya kita seperti ini, hubungan kita ini tidak akan pernah menjadikan masalah yang bisa menghancurkan kebersamaan kita" ucap Shasa dan melepaskan pegangan tangannya dari Rendi


"Aku sangat menyayangi kak Rendi, tapi aku begitu mencintai Raka, di antara kalian jika harus memilih, itu akan menyulitkanku, aku tidak bisa memilih di antara kalian. Buatku kalian sama pentingnya" ucap Shasa


"Kak Rendi.. sama halnya di antara cinta dan kasih, aku ragu untuk memilih, dua kata perasaan Yang berbeda namun itu arti yang hampir sama, semuanya berawalan dari kasih sayang, hingga menimbulkan rasa cinta, kenapa kak Rendi mempertanyakan itu?" Tanya Shasa lagi


Lagi-lagi Rendi hanya menggelengkan kepalanya

__ADS_1


"Tahu tidak? Shasa yang aku kenal dulu, kini sudah dewasa sekarang, tidak ada lagi Shasa yang suka membuat masalah dan kekanak-kanakan," ucap Rendi sambil mengusap rambut Shasa


"Apa yang kalian lakukan?" Tanya Raka yang menatap tidak suka pada Rendi, Meski mereka sudah menikah, namun Raka tetap tidak bisa membiarkan Rendi menyentuh Shasa begitu saja, karena dia tahu jika Rendi masih memiliki perasaan pada Shasa


"Raka..." Ucap Shasa, saat melihat Raka sudah berdiri di tengah-tengah mereka berdua


Rendi tersenyum pada Raka, dan menjulurkan tangannya


"Selamat, aku hanya ingin mengucapkan selamat pada kalian" ucap Rendi pada Raka


Raka menggapai tangan Rendi, dan mereka pun berjabat tangan.


Raka duduk di samping Shasa dan melihat Rendi yang kini sudah berhadapan dengannya


"Apa kamu suka minum?" Tanya Raka, sambil memegang gelas yang berisi bir di hadapannya


Raka mengambil gelas yang ada di hadapannya, dan bermaksud untuk meminum bir yang ada di dalamnya, namun sebelum iya meneguknya, Shasa dengan cepat menghentikannya


"Jangan... Kemampuan minum mu sangat buruk, jangan meminumnya" ucap Shasa menggelengkan kepalanya


Rendi tersenyum


"Ternyata kamu tidak kuat untuk minum rupanya, itu sangat di sayangkan!" Rendi pun meraih segelas minuman dan juga bermaksud untuk meminumnya, namun juga di hentikan oleh Shasa


"Kak Rendi pun sama, kakak juga tidak boleh minum terlalu banyak" ucap Shasa lagi


Raka tertawa meledek


"Ha-ha-ha... Terlalu di sayangkan" ucap Raka sambil melihat Rendi


"Shasa biarkan kakak meminum segelas saja ini terlalu memalukan!" Jelas Rendi sambil mengambil gelas yang ada di depannya


"Tidak.." balas Shasa


Ditengah perdebatan antara shasa dan Rendi, Raka melihat ke arah di mana Fiona tengah duduk sendiri sambil terus meneguk minuman yang ada dalam botol


"Raka ada apa?" Tanya Shasa saat melihat Raka terdiam. Shasa ikut melihat di mana mata Raka tertuju, dan Shasa pun melihat Fiona


Raka dan Shasa saling menatap


Shasa tersenyum dan mengangguk, memberi isyarat pada Raka untuk menemui Fiona

__ADS_1


Raka memegang tangan Shasa dan tersenyum


"Terimakasih," Raka berdiri dan melangkahkan kakinya, berjalan menghampiri Fiona


__ADS_2