
Raka dan Shasa kembali ke kamarnya
Shasa berbaring di tempat tidur dan memiringkan tubuhnya, membelakangi Raka yang duduk di sisi tempat tidur sambil menghadap padanya
Shasa menghapus air mata dengan telapak tangannya, terdiam mendiami Raka yang duduk di belakangnya, yang juga tidak mengatakan apa-apa
Raka terus menatap punggung Shasa, dia tidak tahu harus mengatakan apa dan harus melakukan apa untuk membuat Shasa berdalih dari kesedihannya.
Raka menghela nafas, dia berbaring di dekat Shasa yang masih membelakanginya
Raka memiringkan tubuhnya, memeluk Shasa yang membelakanginya
"Besok... Aku ingin jalan-jalan ke taman, apa kamu ingin menemaniku? Tanya Raka, namun pertanyaannya itu tidak mendapat jawaban dari Shasa
Raka yang memeluk Shasa, menarik bahunya dan membuat Shasa membalik tubuhnya hingga iya berada di posisi terlentang
Raka mengangkat kepala Shasa dan membiarkan untuk meletakkan kepala Shasa di atas lengannya, dan kembali untuk memeluknya, dan mencium pipi shasa
Karena pipi Shasa basah karena air mata, Raka mengusapnya dan membuat Shasa masuk dalam pelukannya, menyandarkan Shasa di dadanya
"Jangan bersedih, aku tidak kuat untuk melihatnya, tolong.. aku mohon jangan menangis" Raka kembali mencium kening Shasa dan memeluknya dengan erat
"Mungkin saja besok atau lusa, aku benar-benar akan pergi meninggalkanmu! Raka... Bersamaku kamu tidak mendapatkan kebahagiaan sebagaimana layaknya seorang suami, jadi setelah kepergian ku, aku mengisinkan mu untuk mencari wanita pengganti diriku" ucap Shasa dalam pelukan Raka
"Apa yang kamu katakan? Jangan mengatakan itu, jangan pernah mengatakan hal itu, kita tidak akan pernah berpisah"
"Tidak.. sebelum aku pergi aku harus mengatakannya, Raka.. sekarang aku kritis, aku benar-benar sudah tidak bisa bertahan, hidupku ini tidak bisa lagi bertahan lama" Shasa melepaskan pelukan Raka dan melihat Raka dengan kesedihan di raut wajahnya
"Jangan,, sudah jangan berbicara lagi, kamu jangan mengatakan apa-apa lagi, aku mohon" Raka menggelengkan kepalanya
"Raka,, Apa kamu tahu aku sangat mencintaimu? Aku benar-benar mencintaimu, kadang aku mengeluh karena tidak ingin mati dan meninggalkan kebahagiaan yang seharusnya aku rasakan bersamamu, tapi kadang pula aku putus asa dengan semua ini, rasa sakit ini membuatku sangat menderita. Raka,, maafkan aku karena tidak bisa memberimu kebahagiaan"
"Tidak.. kamu salah, aku sangat bahagia bisa bersamamu, Shasa sudah cukup jangan mengatakan apa-apa lagi, jangan mengatakan hal-hal yang seperti itu lagi, aku mohon.." Raka bangun dan duduk dari tempat tidur, menutup wajahnya dengan kedua tangannya, setelah itu melihat Shasa yang juga ikut bangun
Shasa memeluk lengan Raka menyandarkan kepalanya tanpa mengatakan apa-apa
Raka mencium rambut Shasa dan mengelus-elus rambut Shasa
Itupun iya lakukan tanpa mengatakan apa-apa
Di dalam kamar, menjadi sunyi sepi tanpa suara dari Raka dan Shasa, mereka duduk sambil saling menyandarkan kepalanya tanpa berbicara
Raka terus mengelus rambut Shasa, sampai Shasa tertidur sambil memeluk lengannya
Dengan pelan Raka membaringkan Shasa dan dia duduk untuk menatapnya, terus menatapnya Tanpa berkedip
" Aku tidak akan membiarkanmu pergi sendiri, kemanapun aku akan menemanimu" ucap Raka dan mengecup kening Shasa dan berbaring di dekatnya
Raka Tersenyum
"Selamat malam" ucapnya dan mencoba untuk memejamkan matanya
Pagi menjelang, Raka membuka mata dan mengerutkan keningnya, saat melihat Shasa berdiri membelakanginya! Berdiri di dekat jendela sambil lipatan tangan yang menempel di bawa dadanya melihat suasana di luar jendela
__ADS_1
Raka bangun dan mengucek matanya
"Shasa.. kamu sudah bangun?" Raka menurungkan kakinya saat tidak mendengar jawaban dari Shasa dan berdiri berjalan mendekat pada Shasa
Raka memeluk Shasa dari belakang dan mencium pipinya
"Kamu bangun begitu pagi! Ada apa?"
Shasa melepas pelukan Raka, dan berbalik untuk melihatnya sambil Tersenyum
"Siapa bilang ini masih pagi? Lihat matahari sudah tinggi begitu" ucap Shasa dan menjinjitkan kakinya mencium bibir Raka dan Tersenyum
Raka Tersenyum bahagia melihat raut wajah Shasa pagi itu, terlihat cerah dan ceria.
Raka membalas ciuman dari Shasa untuk mencium bibirnya dan setelah itu memeluknya
"Katanya mau jalan-jalan! Kenapa membuang waktu seperti ini?" Ucap Shasa sambil melepas pelukan Raka
"Apa kamu ingin jalan-jalan?" Tanya Raka sambil melihat jam di dinding
"Wah.. ini sudah jam 09.00, bagaimana mungkin aku tidur selama itu?" Raka menggaruk kepalanya yang sebenarnya tidak terasa gatal
"Aku bukannya ingin jalan-jalan, aku hanya ingin menemanimu," jawab Shasa
" Baik tunggu sebentar aku bersiap-siap" balas Raka
Raka meminta Surti untuk membuatkan bekal untuknya, dan meminta Anton untuk menyiapkan perlengkapan pikniknya bersama shasa
"Bukannya kamu hanya ingin jalan-jalan ke taman?" Tanya Shasa saat tahu niat Raka ingin pergi piknik
Raka Tersenyum
"Maksud kamu.. kamu mengajak Semuanya?" Tanya Shasa Tersenyum kegirangan
Shasa memeluk erat Raka
"Terimakasih,, aku memang sudah merindukan mereka" ucap Shasa
Melihat Shasa begitu bahagia Raka pun ikut bahagia, dia membalas pelukan Shasa
"Aku tahu kamu merindukan mereka maka dari itu aku mengajak mereka."
Raka membuka pintu mobil untuk Shasa dan membantunya untuk masuk dan duduk di kursi belakang, sedangkan Anton dan Surti sibuk memasukkan perlengkapan dan bekal piknik ke dalam bagasi mobil
"Bagaimana apa semuanya sudah di masukkan dalam bagasi?" Tanya Raka
"Iya tuan" jawan Anton
"Kalau begitu kita berangkat sekarang" ucap Raka
"Baik tuan" Anton membuka pintu mobil untuk Raka dan menutupnya kembali setelah Raka masuk, dan setelah itu dia dan Surti pun masuk kedalam mobil dan duduk di depan
"Bibi..." Shasa berjalan dengan cepat dan memeluk rita yang ada di hadapannya.
__ADS_1
"Shasa sayang,, bibi sangat merindukanmu" ucap rita sambil membalas pelukan Shasa
"Shasa juga sangat merindukan bibi," ucap Rita sambil mencium pipi rita
Rendi pun datang dan Tersenyum saat melihat Shasa dan Rita saling berpelukan
Rendi melangkahkan kakinya, mendekat pada Shasa dan Rita
"Apa kalian berdua sedang reuni?" Tanya Rendi
Shasa melepas pelukannya saat mendengar suara Rendi
"Kak Rendi," Shasa pun langsung memeluknya tidak menghiraukan jika Raka sedang melihatnya
"Kakak juga disini?" Tutur Shasa dan melepaskan pelukannya
"Om Antoni, pasti datang juga kan?" Tanya Shasa
"Tidak.. papa tidak datang, dia punya pasien yang harus dia rawat ucap Rendi, membuat Shasa jadi kecewa
Tapi kekecewaannya itu hilang saat iya melihat Andra berjalan ke arahnya
Shasa Tersenyum dan membalas pelukan Andra yang sudah memeluknya duluan
"Kak Andra.." sapa Shasa dan melepaskan pelukannya
"Kamu terlihat kurus! Apa Raka tidak memperlakukanmu dengan baik?" Tanya Andra dengan raut wajah yang terlihat marah
Shasa Tersenyum
"Tidak kak.. itu karena Shasa yang tidak berselera untuk makan" ucap shasa
*
*
*
*
*
para pembaca yang setia, novel Antara cinta dan kasih tinggal beberapa bab lagi dan akan tamat.
harap pada para pembaca yang setia untuk menunggu novelku yang selanjutnya, yang pastinya tidak akan kalah menarik dari novel Antara cinta Dan kasih. dan dari itu aku mengharapkan dukungan dari kalian.
dukungan
komen
hadiah
vote
__ADS_1
aku harapkan dari kalian dan jangan lupa tekan love-lovenya ya..
terimakasih