Antara Cinta Dan Kasih

Antara Cinta Dan Kasih
sudah cukup


__ADS_3

"Tidak,," dengan cepat Shasa menggelengkan kepalanya


"Jangan melakukan apapun. Kak Andra,, apa yang sudah Shasa dapatkan sudah jauh lebih dari cukup, Shasa tidak menginginkan apa-apa lagi. Meski Shasa sudah dalam kondisi yang keritis, tolong jangan melakukan apapun" pinta Shasa


"Shasa..."


"Kak Andra,, sudah cukup! Shasa sudah cukup menderita, selama belasan tahun Shasa harus berjuang untuk menahan rasa sakit yang begitu menyakitkan. Shasa tidak ingin lagi menyambung hidup untuk lebih lama lagi, Shasa sudah capek dan merasa lelah, Shasa tidak sanggup lagi! Shasa mohon jangan melakukan apapun di kemudian hari" ucap Shasa yang membuat Andra yang terkenal kejam dan tegas, menangis berurai dengan air mata di pipinya sambil memeluk erat tubuh kecil Shasa


"Kak Andra,, kak Andra harus janji pada shasa, anggap saja ini adalah permintaan pertama dari Shasa pada kak Andra." Pinta Shasa


Andra hanya bisa terus menggelengkan kepalanya, tanpa bisa untuk berkata apa-apa lagi.


Andra melepas pelukannya dan menghapus air mata Shasa


"Jangan berfikir banyak, tidak akan ada yang akan terjadi padamu, semuanya akan baik-baik saja!" Jelas Andra yang mencoba untuk memberi semangat hidup pada Shasa


Shasa melihat Andra yang begitu sedih karenanya, membuatnya merasa bersalah. Hal yang sangat iya takutkan selama ini membuat orang di sekitarnya merasa sedih karenanya


Shasa menghapus air mata di pipi Andra dan Tersenyum


"Shasa percaya pada kak Andra, semuanya akan baik-baik saja" ucap Shasa dengan senyum manis di bibirnya


"Kak,, kak Andra belum mencarikan penata rias untuk Shasa, sekarang sudah jam berapa? Bisa-bisa Shasa akan membuat kak Andra terlambat" Shasa mencoba untuk mengalihkan perhatian Andra, agar tak luput dari kesedihan yang sudah melanda hatinya.


Andra yang melihat sifat lugu dan kepolosan Shasa membuatnya Tersenyum, Andra mengusap rambut Shasa dengan penuh kasih dan sayang


"Benar.. kakak lupa, tunggu sebentar kakak akan menyuruh David untuk mencarikannya untukmu" tutur Andra


Shasa mengangguk dan tersenyum, melihat Andra sudah melangkahkan kakinya berjalan keluar dari dalam kamar


Saat Andra sudah keluar, dan menutup kembali pintu, Shasa Kembali menoleh dan melihat dirinya di cermin. Tatapan matanya kosong, Shasa memasang wajah yang datar tanpa mengepresikan apapun dan menghela nafas


Hhheemmm.... Shasa menghapus air matanya yang tak kunjung berhenti! Meski merasa takut, tapi Shasa hanya bisa menerima semuanya dengan lapang dada


(Siapa yang tidak takut, jika seseorang sudah mengetahui dirinya, akan segera mati)


"Shasa jangan menangis lagi, dengan menangis seperti apapun penyakit yang kamu derita tidak akan bisa sembuh" gumam Shasa


Shasa memejamkan matanya, Mencoba untuk menerima semua apa yang sudah di takdir kan untuknya

__ADS_1


Shasa membuka matanya dan mengangguk saat melihat dirinya di cermin,


"Mulai sekarang aku akan menjalani sisa hidup ini dengan bahagia" gumamnya pada diri sendiri


Andra yang berada di ruang kerjanya, terdiam menatap David yang membuka pintu untuk keluar, dari dalam ruang pribadinya itu.


Andra menghapus air matanya yang menetes ke pipinya, mengingat akan diri Shasa dan mengingat akan perkataan datinya.


Andra berdiri dan melangkahkan kakinya, menatap sebuah bingkai foto yang cukup besar terpajang di dinding ruang kerjanya itu. Dia melihat foto di mana di dalam foto itu, Rossa ibunya serta Shasa bersama dengannya sewaktu mereka masih kecil, Terlihat begitu sangat bahagia.


Andra berdiri cukup lama untuk memandangi foto yang kini ada di hadapannya.


"Maaf,, aku benar-benar minta maaf!" Ucap Andra menundukkan kepalanya di depan foto itu


"Amanah yang ibu berikan pada Andra tidak bisa Andra lakukan dengan baik. Sekarang Shasa sangat menderita, aku mohon bantu dia, beri dia sedikit keajaiban agar dia bisa hidup lebih lama lagi.


"Ibu,, hanya Shasa yang Andra punya saat ini, tolong jangan membawanya pergi, biarkan dia bersama dengan Andra. Andra janji tidak akan mengecewakan ibu lagi, Andra janji akan menyayanginya sepenuh hati andra" ucap Andra dengan menatap foto yang ada di hadapannya dengan penuh harap dan di iringi dengan air mata.


***


Tok.. tok.. tok..


Suara ketukan pintu dari luar terdengar, Shasa yang belum beranjak dari duduknya menoleh dan melihat pintu


Kleek.... Pintu terbuka namun tidak ada orang yang masuk ataupun berdiri di depan pintu.


Shasa yang keheranan, berdiri dan melangkahkan kakinya dengan pelan menuju pintu


Tiba-tiba Rita dan Rendi muncul dari balik tembok


Shasa yang tidak menyangka akan kedatangan mereka, merasa sangat bahagia.


"Bibi..." Shasa dengan cepat memeluk Rita, senyum di bibirnya terpancar


"Kenapa bibi baru datang sekarang? Shasa sangat merindukan bibi.." jelas shasa dan mempererat pelukannya


"Beberapa hari ini bibi selalu menunggumu, tapi kamu tak kunjung datang! jadi bibi mengajak Rendi untuk menemaniku datang kemari" balas rita


Shasa Tersenyum

__ADS_1


"Maaf bi,, akhir-akhir ini Shasa kurang sehat, jadi Shasa harus tinggal di rumah untuk istirahat


"Bagaimana keadaan mu sekarang? Apa kamu baik-baik saja" Rendi yang mendengar pernyataan dari Shasa dengan cepat, menanyainya tentang keadaannya


"Jangan khawatir kak,, seperti yang kak Rendi lihat, sekarang Shasa sudah sangat sehat." Jelas Shasa sambil memperlihatkan dirinya di depan Rita dan rendi


"Tidak kamu belum sepenuhnya sehat" ucap rita sambil menyentuh wajah Shasa yang terlihat memucat


"Shasa,, wajahmu sangat pucat, apa tidak sebaiknya kamu memanggil dokter antoni untuk memeriksa mu!"


"Tidak bi,,,," Shasa menggelengkan kepalanya


"Tidak perlu memanggil om antoni, kak Andra sudah memanggil dokter Dafa untuk memeriksa keadaan Shasa, dan Sekarang Shasa sudah baikan.


"Tapi.."


"Bibi,, rendi sekarang ada disini, tanpa papa! Rendi juga bisa memeriksa keadaan Shasa" ucap Rendi


"Benar bi.. kak Rendi kan juga seorang Dokter" ucap Shasa membenarkan ucapan dari Rendi


Andra yang berjalan keluar dari ruang pribadinya, menghentikan pembantu yang tengah membawa minuman mengarah ke arah kamar Shasa


"Minuman itu untuk siapa?" Tanya Andra penasaran


"Tuan,,' pembantu itu menundukkan kepalanya


"Nona Shasa kedatangan tamu, dan memintaku untuk membawakan minuman untuk tamunya itu"


"Siapa mereka?"


"Nyonya Rita dan Dokter Rendi, tuan..!"


Andra Tersenyum Mendengar perkataan dari pembantu itu, adanya Rita dan Rendi itu akan membuat Shasa merasa bahagia.


Andra mengurungkan niatnya untuk ke kamar Shasa dan berdalih berjalan untuk keruang keluarga


"Shasa,,, apa kamu masih ingat beberapa hari lagi hari ulang tahun papa?" Tanya Rendi


"Tentu saja shasa ingat," jawab Shasa

__ADS_1


"Dokter Antoni akan merayakannya di warung, bersama kita-kita, jangan lupa untuk mengajak, pria yang tempo lalu bersama mu" jelas Rita


Ucapan dari Rita, menyadarkan Shasa jika beberapa hari ini, dia memang tidak pernah melihat Leo lagi, semenjak hari di mana Romi membawanya, Shasa tidak lagi pernah melihatnya.


__ADS_2