
Dan terlihat Rendi sedang mendapat telepon dari seseorang.
Rendi segera melihat ponselnya dan dengan cepat menekan tombol jawab dan mendekatkannya di telinga.
Rendi dengan serius mendengarkan apa yang di katakan oleh seseorang yang sedang menghubunginya,
"Baik,, baik,, aku akan segera ke sana" jawab Rendi, yang membuat Shasa dan Rita jadi penasaran melihatnya dengan begitu serius.
Rendi melihat Shasa yang menatapnya dengan rasa penasaran, dia tersenyum dan mengelus rambut shasa, saat telfon sudah terputus
"Siapa kak?" Tanya Shasa penasaran Tampa berdalih dari tangan Rendi yang telah mengelus rambutnya
"Pihak dari rumah sakit, kakak harus ke rumah sakit sekarang, ada pasien yang baru masuk dan kakak yang harus menanganinya," tutur Rendi dan berdiri dari duduknya.
"Sekarang aku harus ke rumah sakit, besok pagi kakak akan menjemputmu,
Jadi kamu harus bersiap-siap sebelum kakak datang" ucap Rendi dengan tatapan yang senang
Shasa dan Rita mengangguk, mereka berdiri menghantar Rendi yang sudah melangkahkan kakinya menuju mobilnya yang terparkir di depan warung bibi rita
"Kak Rendi, Hati-hati! Teriak Shasa saat Rendi sudah berada di dalam mobilnya.
Rendi menoleh dan tersenyum melambaikan tangan pada Shasa dan melajukan mobilnya.
Setelah Rendi telah berlalu pergi, wanita yang memperhatikan Shasa sedari tadi, membuka pintu mobilnya dan Turun dari mobil, berjalan menghampiri Shasa yang masih duduk bersama dengan Rita.
Shasa tersenyum saat melihat wanita itu berjalan mendekat padanya dan berdiri untuk menyambutnya.
Wanita cantik dan anggun yang tak lain adalah Vani tersenyum pada Shasa dan Rita yang sudah menyadari kedatangannya
"Vani! Kamu,, kak Rendi baru saja pergi" tutur Shasa dengan cepat saat Vani sudah berdiri di hadapannya.
Vani tersenyum kembali memperlihatkan senyum manisnya
"Aku kemari bukan ingin bertemu dengan dokter Rendi tapi memang sengaja untuk menemuimu," jelas Vani Tampa berbasa-basi hingga membuat Shasa jadi tercengang
"Hah,,, aku?" Shasa menunjuk pada dirinya sendiri
__ADS_1
"Memangnya ada apa?" Tanya Shasa dengan rasa penasaran, karena menurutnya dia merasa tidak terlalu dekat dengannya
Rita berdiri saat melihat mereka sedang asyik berbicara
"Vani silahkan duduk, dan maaf aku harus masuk dulu masih banyak pekerjaan yang harus bibi lakukan," ucap Rita pada Vani yang berdiri di depan shasa
Vani mengangguk dan tersenyum, begitupun dengan Shasa.
Rita melangkahkan kakinya berjalan masuk ke dalam warung dengan santai Tampa memperdulikan niat Vani yang datang untuk menemui Shasa.
Setelah Rita telah berlalu, Shasa melihat kearah Vani yang tengah duduk di sampingnya
"Kenapa mencari ku?" Tanya Shasa lagi dengan rasa penasarannya
Untuk sesaat Vani hanya terdiam dan menatap Shasa, ada perasaan ragu didalam hatinya untuk mengatakan sesuatu yang sudah di rancangnya sedari tadi.
Vani menghela nafasnya, hingga membuat Shasa tercengang mendengarnya
"Ada apa? Apa ini masalah serius?" Tanya Shasa lagi, yang sudah tidak bisa menahan rasa ingin tahunya
Vani kembali menatapnya, menatap dalam mata Shasa dan mencoba untuk memberanikan diri mengatakan semua yang ingin di katakan nya
"kamu dan dokter Rendi memiliki hubungan apa? apa di antara kalian ada hubungan yang spesial?" Tanya Vani dengan nada yang berat
Shasa tercengang lagi mendengar pertanyaan dari Vani, dia membuka lebar mulutnya, dan merasa bingung dengan pertanyaan Vani padanya.
" Aku dan kak Rendi, itu bagaikan kakak dan adik," jawab Shasa singkat membuat Vani yang mendengarnya jadi tersenyum geli.
"Apa kamu yakin seperti itu?" Tanya Vani lagi, yang sudah mulai bersemangat mengintrogasi Shasa.
Shasa mengangguk
"Benar,, terus apa lagi? hubungan kami hanya sekedar saudara" jawab Shasa.
Vani berdiri dari duduknya sambil menghela nafas, dan memunggungi shasa
"Apa kamu tahu, aku memiliki perasaan pada dokter Rendi?" Tanya Vani Tampa melihat kearah Shasa
__ADS_1
Shasa tersenyum dan ikut berdiri, menepuk bahu Vani.
"Aku tahu itu, dan dari itu aku berusaha untuk membuatmu jadian bersama kak Rendi," ucap Shasa dengan lantang
" Aku sudah menyatakan isi hatiku padanya, tapi.. " Vani terdiam lagi dan berbalik melihat Shasa
"Tapi dia sama sekali tidak melirikku, dia menyukaimu, dan hanya menyukaimu" ucap Vani dengan nada yang berat
"Ha-ha-ha" tawa Shasa terdengar saat mendengar perkataan dari Vani,
" Jangan mengada-ada, itu tidak benar aku dan kak Rendi adalah saudara, kami tidak mungkin memiliki hubungan yang kamu maksud," tutur Shasa
"Jangan kawatir aku akan membantumu untuk mendapatkan hati kak Rendi" ucap Shasa dengan percaya diri
Vani tersenyum dan menggelengkan kepalanya
"Jika ingin membantuku jauhi dokter Rendi," ucap Vani sambil memegang bahu Shasa.
"Itu jalan satu-satunya untuk membantuku, Shasa,, kamu terlalu polos, hingga tidak menyadari perasaan Rendi padamu, aku tahu dari kecil kalian sudah bersama, dan aku tahu dari kecil dia selalu menjadi pelindungmu, tapi Shasa apa kamu tahu, itu semua yang membuatnya tidak pernah melirik wanita lain, perasaannya padamu begitu besar, hingga dia tidak bisa menyukai dan mencintai wanita lain lagi." Ucap Vani berusaha untuk memberitahu Shasa dengan perasaan Rendi padanya.
Shasa melepaskan tangan Vani dari bahunya, dan berbalik memunggunginya.
"Kamu hanya salah paham kak Rendi tidak akan memiliki perasaan itu terhadapku, dia itu kakakku, dia saudara laki-lakiku" ucap Shasa dengan sangat yakin.
"Shasa kamu jangan mengelak, kamu yang tahu pasti dengan perlakuan Rendi padamu, dari kecil hingga sekarang, dia hanya ingin bersamamu, kamu sudah merenggut semua darinya, kebahagiaan yang seharusnya sudah dia dapatkan semua dia relakan menjauh darinya, hanya untuk menjaga dan merawat mu" ucap Vani yang kini dengan semangat untuk memojokkan Shasa.
"Tidak mungkin," Shasa menggelengkan kepalanya
"Itu tidak mungkin, kamu hanya salah paham, kak Rendi merawat dan menjagaku hanya karena menganggap ku sebagai adiknya" jelas shasa
"Aku tahu besok hari ulang tahunmu, dan aku tahu kamu akan merayakan bersama dengan dokter Rendi, dan aku juga tahu kalian akan merayakannya hanya berdua saja, dia sudah mengatakan semuanya, dan besok dia juga akan melarmar mu" jelas Vani
"Shasa aku tidak bisa tinggal untuk lebih lama lagi disini, aku hanya ingin memberimu sarang, lepaskan dokter Rendi, aku yakin dia akan menemukan kebahagiaannya dengan cepat, meski bukan bersamaku tapi aku akan bahagia jika dia juga berbahagia" tutur Vani dengan nada yang seakan memberi perintah pada shasa.
Kini Shasa tidak berdalih lagi dengan apa yang di ucapkan oleh Vani, dia hanya terdiam dan merasa tidak percaya dengan apa yang baru saja dia dengar.
"Aku akan pergi dulu" Vani kembali memegang bahu Shasa yang terdiam dari tadi.
__ADS_1
"Pikirkanlah, ini semua demi kebahagiaan dokter rendi," ucap Vani dan melangkahkan kakinya berjalan pergi menuju mobilnya, yang ada di seberang jalan