
Raka yang duduk di kursi besarnya didalam ruang kantornya, mencoba terus untuk menghubungi nomor shasa, rasa bersalahnya pada shasa, membuatnya gelisah akibat sudah memutuskan panggilan dari Shasa dengan begitu saja
"Sha,, angkat ponselmu, aku minta maaf soal tadi, aku benar-benar tidak sadar sudah memutuskan panggilan mu begitu saja, saat kamu masih tengah berbicara denganku" ucapnya dalam hati
"Apa kamu marah padaku sehingga tidak ingin menjawab ku?" Tanya Raka pada diri sendiri sambilnmenggaruk kepalanya yang sebenarnya tidak terasa gatal
Tok.. tok.. tok..
Tiba-tiba Suara ketukan pintu dari luar terdengar, Raka menyimpan ponselnya dan melihat ke arah pintu
"Masuk,," ucap Raka mempersilahkan orang yang ada di luar untuk masuk
Kleek...
Suara pintu terbuka dari luar, terlihat Romi membuka dan berjalan masuk kemudian menundukkan kepalanya
"Bos kolega bisnis anda dari Eropa sudah tiba," ucap Romi dengan penuh hormat
Mendengar perkataan dari Romi! Raka berdiri dan terlihat merapikan jas yang di kenakannya, dan melangkahkan kakinya untuk menuju ruang meeting dan di ikuti oleh Romi dan Lola di belakangnya
***
Sedangkan Shasa yang masih duduk di bangku taman mengambil ponsel yang ada di dalam tasnya, dia melihat begitu banyak panggilan tak terjawab dari Raka.
"Raka dari tadi menghubungiku, aku lupa mengaktifkan mode dering ponselku," ucap Shasa
"Bisa-bisa Raka jadi khawatir padaku, aku harus menghubunginya kembali.
Shasa mencoba untuk menghubungi Raka tapi dia pun tidak menjawabnya, Shasa mencoba untuk sekali dan dua kali tapi tetap tidak mendapat jawaban darinya
"Apa sekarang dia sedang sibuk?" tanya Shasa pada diri sendiri
Shasa duduk sambil terdiam seakan-akan tengah memikirkan sesuatu, dan senyum di bibirnya terlihat saat dia mendapatkan sebuah ide.
Shasa berdiri dari duduknya dan melangkahkan kakinya berjalan dan menghampiri sebuah mobil taksi yang sedang kebetulan parkir di taman itu
"Paman,, apa anda sedang menunggu penumpang?" Tanyanya pada lelaki paru baya yang sedang berdiri sambil bersandar di taksi itu
" Apa kamu butuh tumpangan" tanya balik sopir mobil taksi itu
"Benar" jawab Shasa sambil mengangguk dan memberi alamat rumah Raka, Shasa masuk kedalam mobil taksi dan bermaksud untuk ke rumah Raka, untuk memberinya kejutan dengan memasak makan malam untuknya.
Sebelum menuju kediaman Raka Shasa meminta sang sopir untuk berhenti di supermarket terlebih dahulu, untuk membeli bahan-bahan yang di butuhkan nya, dan kemudian melanjutkan perjalanannya menuju kediaman Raka.
__ADS_1
Setiba di depan pagar Shasa menurunkan kaca jendela agar Dean sang security dapat melihatnya dan membuka pintu pagar untuknya
"Nona Shasa " ucap Dean saat melihat Shasa ada di dalam mobil taksi itu, dan dengan cepat Dean membuka pintu pagar Agar mobil taksi itu bisa masuk
Shasa Turun dari mobil taksi dan membayar tagihannya
"Paman terimahkasih" ucap Shasa sambil memberinya uang yang ada di tangannya
Sang sopir hanya mengangguk dan tersenyum sambil menerima uang yang diberikan oleh Shasa, dan kembali melajukan mobilnya untuk meninggalkan kediaman Raka
Shasa dengan senyum manis di bibirnya melangkahkan kakinya untuk masuk kedalam rumah Raka sambil membawa barang belanjaannya
"Nona Shasa" tegur anton dari belakang saat melihatnya, karena Mendengar suara itu Shasa menoleh dan tetap tersenyum
" Paman Anton,, Raka belum pulang?" Tanya Shasa
" Belum nona, apa anda tidak menghubunginya terlebih dahulu?"
"Sudah tapi tidak ada jawaban, Shasa berencana untuk memberinya kejutan dengan memasak untuk makan malam dengannya" jelas Shasa
Namun dalam hati Anton merasa gelisah, karena adanya Fiona di dalam rumah, Anton menjadi serba salah, dia tidak mungkin menyuruh Shasa untuk pulang dan juga tidak mungkin menyuruhnya untuk masuk
"Nona Shasa, kenapa tidak sebaiknya saja anda menghubungi tuan Raka terlebih dahulu, agar dia tahu, anda memasak untuknya dengan begitu tuan Raka bisa cepat pulang"
Anton tidak bisa berbuat apa-apa lagi untuk menghentikan Shasa dia hanya berdiri dan melihat Shasa membuka pintu dan masuk dalam kediaman Raka
"Bibi" panggil Shasa saat melihat Surti tengah menyiapkan sesuatu di dapur.
Surti menoleh dan tercengang saat melihat shasa.
Gelas yang ada di tangannya hampir saja terjatuh karena merasa kaget saat melihat Shasa
"Nona Shasa,, anda di sini? Apa anda sudah menghubungi tuan Raka" tanya Surti gelisah
"Sudah tapi tidak ada jawaban, dan maksudku kemari sebenarnya untuk memberinya kejutan, Shasa ingin memasak untuknya dan makan malam bersama
Surti mengangguk-anggukkan kepalanya, sebagai tanda ia mengerti! tapi saat Surti kembali mengingat akan keberadaan fiona! dia pun langsung mencari cara agar Shasa tidak berlama-lama di rumah itu
"Nona Shasa jika anda ingin memasak untuk tuan Raka , sebaiknya kita belanja dulu" jelas Surti hingga membuat Shasa tersenyum
"Bibi,, Shasa sudah belanja, semua yang Shasa butuhkan! Ini,," ucap Shasa sambil mengangkat barang belanjaannya memperlihatkannya pada surti
Surti kembali menganggukkan kepalanya.
__ADS_1
"Bi,, Shasa harap bibi membantuku agar masakanku bisa seenak masakan bibi" ucap Shasa sambil menyiapkan bahan yang ingin dia masak.
Shasa yang tengah sibuk di dapur dan di bantu oleh Surti, untuk menyiapkan makan malam.
Dari luar tiba-tiba Fiona masuk keruang dapur dan melihat Surti dan Shasa sedang sibuk untuk memasak
"Bibi, apa anda ingin memasak untuk kak Raka?" Tanya Fiona sambil berjalan mendekat pada surti dan Shasa.
Surti menoleh ke arah suara dan begitupun dengan Shasa
"Nona Fiona! Tutur Surti dan tercengang melihatnya sedangkan Shasa saat mendengar namanya langsung menatap Fiona dengan perasaan yang campur aduk.
"Fiona? Apa Raka memutuskan panggilan ku karenanya?" Tanya Shasa dalam hati dan terus menatap Fiona yang ada di depannya
"Nona fiona! Apa anda butuh sesuatu? Kenapa harus kesini? Bukannya anda sedang sakit"
Fiona tersenyum
"Fiona sudah tidak apa-apa lagi bi,,"
Fiona terespon pada Shasa, dia melihatnya dan tersenyum pada Shasa, yang berdiri di depannya
"Hai,," sapa Fiona pada Shasa
Shasa hanya tersenyum untuk membalas sapaan dari Fiona
"Apa kamu bekerja di rumah ini?" Tanya Fiona lagi, tapi Shasa tidak menjawabnya dia hanya menatap Fiona dengan tatapan yang penuh dengan tanda tanya
"Nona Fiona dia adalah...
Sebelum Surti menjawab Fiona! Shasa dengan cepat mencegahnya dengan memegang tangannya sambil menggelengkan kepalanya saat Surti menoleh untuk melihatnya.
"Tidak perlu malu, aku mengerti dengan keadaanmu" tutur Fiona sambil memegang bahu Shasa
"Terimakasih nona Fiona," ucap Shasa sambil tersenyum
"Senang bertemu dengan anda
Fiona mengangguk dan berdiri ditengah-tengah mereka sambil melihat bahan masakan yang akan di masak oleh Shasa.
"Dulu kak Raka paling suka makan masakan yang aku siapkan, dia tidak pernah menolak untuk memakan apapun yang aku masak untuknya" ucap Fiona
"Sekarang biar aku yang memasak untuknya, aku yakin dia tidak akan menolak
__ADS_1