Antara Cinta Dan Kasih

Antara Cinta Dan Kasih
aku percaya itu!


__ADS_3

Melihat Shasa sudah beranjak dari tempat iya berdiri, Raka dengan cepat melepas pelukannya dari wanita yang dari tadi sudah menatap tidak suka pada Shasa


Raka meraih tangan Shasa, tidak membiarkannya untuk pergi


"Sekarang kamu sudah disini, cobalah untuk tinggal lebih lama lagi" tutur Raka sambil tersenyum pada shasa


"Untuk apa? Apa aku harus tinggal dan menyaksikan perbuatan mesum kalian?" Tanya Shasa dengan nada marah


"Heeemm.." Raka Tersenyum


" kenapa? Apa kamu merasa cemburu?" Tanya Raka yang dengan sengaja ingin membuat Shasa marah, karena rasa sakit hatinya


"Tuan Raka,, sekarang di antara kita tidak ada hubungan apa-apa lagi, jadi aku tidak punya hak untuk marah ataupun merasa cemburu! Semua Itu terserah padamu ingin melakukan apapun aku tidak peduli, yang aku inginkan sekarang! Aku hanya ingin pergi dari sini." Jelas jasa


Meski berusaha untuk menyembunyikan perasaannya, namun wajah Shasa sudah memperlihatkan semuanya.


Raka Tersenyum bahagia, melihat Shasa yang sudah dia anggap telah melukai hatinya, mulai memperlihatkan ekspresi marah dan sedih di raut wajahnya


Shasa melepas tangan Raka yang. Sedang menggenggamnya dan meneruskan langkahnya menuju pintu kamar hotel dan mencoba untuk membukanya, tapi itu tidak berhasil karena Raka sudah mengatur kata sandi untuk bisah membuka pintu itu


Raka Tersenyum dan berbalik, menarik wanita cantik dan seksi itu kedalam pelukannya,


Raka sengaja memperlihatkan kemesraannya kepada Shasa, berharap agar Shasa marah dan cemburu padanya


"Apa kamu inginkan melakukannya sekarang?" Tanya Raka sambil mengelus mesra pipi wanita itu


"Tapi tuan wanita itu masih disini," ucap wanita yang kini bersama Raka


"Jangan pedulikan dia, anggap saja hanya kita berdua yang ada di dalam ruang kamar ini" tutur Raka


Shasa menggelengkan kepalanya, mencoba untuk menutup mata dan telinganya, meski tetap harus mendengar setiap ucapan dari Raka.


Shasa terus mencoba dan berusaha untuk membuka pintu kamar hotel itu, berbalik dan melihat Raka dengan tatapan marah yang sudah bercumbu mesra dengan wanita yang ada di dalam dekapannya,

__ADS_1


Rasa cemburu benar sudah bergerak dalam hatinya, Shasa meraih vas bunga yang terbuat dari kaca yang ada di dekatnya dan menjatuhkannya ke lantai, hingga vas itu pun pecah berkeping-keping.


Raka menoleh saat mendengar suara pecahan kaca yang terjatuh dan melihat Shasa yang berdiri di tengah-tengah pecahan kaca itu, ada rasa untuk segera menghampirinya, namun rasa sakit hatinya sudah membuatnya begitu marah hingga membiarkan Shasa seperti itu.


"Raka biarkan aku pergi, cepat buka pintunya" Shasa yang benar-benar sudah marah, berteriak pada Raka, sambil terus berusaha untuk membuka pintu kamar hotel itu


"Raka,, kamu benar-benar sudah gila, untuk apa kamu mengurungku disini? Sekarang kamu sudah bersama dengan wanita mu, jadi biarkan aku pergi!" Shasa meronta dan berbalik melihat Raka yang sama sekali tidak memperdulikannya


" Raka,, jika Andra mengetahui kamu memperlakukan ku seperti ini, aku pastikan dia tidak akan melepaskan mu! Dia akan membuatmu menyesal"


Perkataan itu tiba-tiba membuat Raka hilang kendali! Mendengar nama Andra, keluar dari mulut Shasa dan bagaimana Shasa telah membanggakan Andra! membuat Raka naik pitam, dia melampiaskan amarahnya dan mendorong wanita yang kini bersamanya hingga jatuh kelantai


"Aaaaohk... Tuan Raka apa yang kamu lakukan?" Tanya wanita itu sambil memegang pergelangan tangannya yang terasa sakit, dan mencoba untuk berdiri.


"Sekarang aku tidak menginginkan mu, sebaiknya kamu pergi dari sini" ucap Raka sambil menunjuk ke arah pintu kamar. tatapan matanya kini berubah memerah karena marah


"Tapi tuan,,"


Raka berjalan mendekat pada wanita itu, dan menarik tangannya dengan paksa, membawanya mendekat pada pintu kamar hotel, dimana Shasa tengah berdiri dan melihat tingkah kasar yang di lakukan oleh Raka.


"Tuan Raka,, apa salahku?"


Raka tidak menjawab pertanyaannya itu, dia mendorong wanita itu keluar dari dalam kamar! setelah dia sudah membuka pintu kamar setelah memasukkan kata sandi yang sudah di atur olehnya


"Tuan Raka,, aku tidak mungkin pergi dari sini dengan pakaian seperti ini, tolong biarkan aku masuk, dan setidaknya beri aku pakaian yang pantas aku gunakan" pinta wanita itu sambil menggedor-gedor pintu yang sudah di tutup kembali oleh raka


Raka yang sebenarnya tidak sejahat itu, menuruti permintaan dari wanita yang kini ada di luar kamarnya, dia berjalan dan mengambil pakaian wanita ya ada di lantai dan kembali untuk memberikannya pada wanita yang masih terus mengoceh di luar kamar


"Terimahkasih tuan,," ucap wanita itu saat Raka sudah melemparkan pakaian ke padanya.


Tanpa menghiraukan ucapan terimakasih dari wanita itu Raka kembali menutup pintu kamarnya.


Dan sekarang fokus pada shasa dia menarik paksa tangan Shasa menjauh dari pintu, Tampa Raka sadari jika kaki Shasa terluka karena pecahan kaca yang berserakan di lantai

__ADS_1


Shasa menahan rasa sakit di kakinya dia berusaha, melepas tangan Raka yang menggenggam erat tangannya


"Lepaskan aku" Shasa memukul-mukul tangan Raka berusaha untuk melepaskan diri


"Raka apa sebenarnya yang kamu inginkan dariku?"


Raka tidak peduli seberapa kuat Shasa memukulinya, dia terus menarik tangan Shasa dan mendorongnya, hingga Shasa jatuh ke atas ranjang


Karena rasa sakit di kakinya Shasa merasa sulit untuk berjalan dan melawan Raka yang sudah menatapnya dengan raut wajah yang seakan ingin menerkanya hidup-hidup


"Raka apa yang kamu inginkan? Tolong,, Biarkan aku pergi dari sini, aku mohon!" Pinta Shasa yang sudah tidak bisa menahan air matanya, namun itu tidak bisa membuat Raka bersimpatik padanya


"Kenapa? Apa kamu takut padaku?" Tatapan mata yang menyala kini terlihat begitu menakutkan, Raka terus melangkah ke arah Shasa yang masih duduk di atas ranjang


"Aku tidak takut padamu" Shasa menggelengkan kepalanya dan membalas tatapan mata Raka dengan kesedihan


"Aku hanya ingin pergi dari sini, aku mohon!


"Heemm.." Raka Tersenyum


"Shasa,, aku bisa saja melakukan apapun padamu sekarang, kenapa tidak takut? Apa kamu meyakini dan percaya jika Andra akan datang kemari dan menyelamatkan mu? Apa kamu berpikir seperti itu?"


"Tidak" Shasa terus menggelengkan kepalanya


"Aku tahu kamu tidak akan melakukan apapun yang dapat merugikan ku, aku percaya itu! Kamu bukan orang yang seperti itu."


Mendengar perkataan Shasa, tawa Raka terdengar


"Ha-ha-ha,, apa katamu? Kamu percaya padaku? Shasa jangan munafik." Raka mendekat pada Shasa dan berdiri di hadapannya, Raka memegang kedua lengan Shasa dengan erat hingga Shasa meringis kesakitan, dan memaksanya untuk berdiri


Shasa memejamkan matanya, berusaha menahan rasa sakit akibat genggaman erat tangan Raka pada lengannya, dan karena akibat pecahan kaca yang tertancap di kakinya sudah tertusuk makin dalam.


Shasa yang sudah berdiri di hadapan Raka mendongakkan kepalanya menatap mata Raka yang memancarkan aura kebencian pada dirinya

__ADS_1


"Raka,,," suara gemetar menyebut nama Raka keluar dari mulutnya, air mata yang tak terbendung lagi, mengalir deras hingga menetes ke lantai


__ADS_2