Antara Cinta Dan Kasih

Antara Cinta Dan Kasih
Lalu apa bedanya dengan Rendi?


__ADS_3

Dalam hati raka menjadi gelisah dan tak menentu


" Kenapa semuanya menjadi seperti ini? Shasa maafkan aku!"


Raka berdiri dari duduknya dan dengan cepat berjalan dan bermaksud untuk menemui Shasa di warung rita karena dia yakin shasa pasti kesana setelah pergi dari rumahnya.


***


Sedangkan Shasa yang berjalan kaki, dengan cepat melangkahkan kakinya! Mengharap dengan cepat iya bisa menjauh dari rumah Raka, air mata yang berusaha iya bendung dari tadi tidak lagi bisa iya tahan sehingga jatuh membasahi pipinya


"Aku harus bagaimana? Kenapa ini terasa begitu menyakitkan?" Ucap Shasa pada dirinya sendiri


Shasa duduk di bangku halte dan menunggu bus yang yang akan berhenti!sesekali dia menghapus air matanya yang tidak berhenti untuk mengalir, karena kesedihan di hatinya, dia terlihat lesu dan tidak bersemangat, Shasa bersandar di sandaran bangku, sambil menunggu bus yang akan berhenti dan termenung


Tidak lama untuk menunggu,, bus datang dan berhenti! Shasa pun naik untuk bermaksud kembali ke warung Rita, dia duduk sambil menyandarkan kepalanya ke dinding kaca bus yang di tumpanginya, dia duduk dan lagi-lagi termenung sambil meratapi nasibnya yang begitu malang menurutnya.


"Tuhan,, apa tidak ada sedikit pun kebahagian yang kau ciptakan untuk diriku? Kenapa semuanya seperti ini? Untuk apa sebenarnya aku hidup? kehidupan seperti Apa yang sebenarnya telah Engkau rencanakan untukku?" Shasa menghela nafasnya dan terus menatap lurus ke depan, tatapan matanya kosong, dia tidak tahu lagi apa yang harus di lakukannya.


Raka yang selalu dia anggap baik padanya, malah membuat luka yang begitu menyakitkan pada dirinya, mengenai hubungannya dengan Fiona Shasa benar-benar tidak bisa menerimanya, apa lagi Sekarang dia satu atap dengannya


"Raka apa yang harus aku lakukan? Kamu menanam benih cinta di dalam hatiku, dan setelah tumbuh subur! kenapa kamu malah membuatnya layu seperti ini? Apa aku harus membiarkannya begitu saja?" Tanya dalam hatinya


Hanya untuk menunggu beberapa menit bus pun berhenti di halte! Shasa turun dan berjalan menuju warung Rita dengan wajah yang begitu murung, namun sebelum dia sampai di sana, dia melihat mobil Raka telah di parkirkan di depan warung bibinya itu, Romi Turun dan dengan cepat membuka pintu untuk Raka yang duduk di jok belakang.


Shasa yang tidak ingin terlihat olehnya! dengan cepat bersembunyi karena tidak miliki niat untuk bertemu Raka saat ini, Shasa duduk di sebuah warung kosong yang tidak terlalu jauh dari tempat warung milik Rita, Shasa duduk dam terdiam, tiba-tiba sebuah cairan warna merah terlihat menetes dari lubang hidungnya, menyadari akan hal itu, shasa dengan cepat membuka tas dan mengambil sapu tangan yang ada di dalam tasnya itu! Dengan segera dia menghapusnya dan melihat sapu tangannya yang memerah akibat darah yang keluar dari hidungnya


"Darah? kenapa darah bisa keluar dari hidungku? Apa aku terlalu banyak pikiran?" Tanya Shasa pada diri sendiri, dan sengaja mendongakkan kepalanya menaruh jari telunjuk di lubang hidungnya untuk menyumbat agar darah tidak keluar lagi


Sedangkan Raka yang ada di warung Rita terlihat menundukkan kepalanya menyapa Rita yang tengah menyambutnya

__ADS_1


"Sore bi,," tutur Raka dengan penuh hormat


"Nak Raka ada apa tiba-tiba datang kemari? Shasa tidak disini, apa kamu tidak menghubunginya sebelum kemari?" Tanya rita pada Raka


Raka tersenyum


"Tidak bi,, aku pikir dia ada disini!


"Dia ke klinik, dokter antoni, dari tadi pagi, dan sampai sekarang belum pulang, jika seperti biasa dia tidak lama lagi pasti pulang, apa kamu ingin menunggunya?"


"Tidak bi,, aku akan menghubunginya saja," ucap Raka, dia tidak mengatakan hal yang sebenarnya pada Rita, jika sebenarnya Shasa baru saja pulang dari rumahnya


Sebelum Raka meninggalkan tempat itu tiba-tiba dia mendengar suara ponsel Rita berdering, dia melihat dan mengamati rita yang berjalan dan mengambil ponselnya


"Shasa,," ucapnya membuat Raka untuk berjalan mendekat padanya


Rita dengan cepat menekan tombol jawab


"Bibi, tolong jangan mengatakan apapun," jelas Shasa dengan cepat! Sebelum Rita mengatakan sesuatu padanya. Rita yang mendengarnya pun patuh pada apa yang di katakan oleh Shasa


"Bi,, dengarkan saja apa yang aku katakan, Shasa tidak ingin bertemu Raka saat ini, apa bisa bibi membuatnya pergi dari sana? Bibi jangan bertanya apapun! shasa mohon, bibi mencari cara agar Raka mau pergi dari sana" jelas Shasa


"Bibi mungkin untuk hari ini Shasa tidak akan pulang, aku harap bibi tidak bertanya kenapa! Dan akan kemana, percaya saja pada shasa, Shasa akan menjaga diri" Ucap Shasa lagi


Rita yang serius mendengarkan perkataan dari Shasa, hanya bisa mengangangguk-anggukkan kepalanya


Dan setelah itu menyimpan ponselnya saat Shasa sudah memutuskan panggilannya


"Bibi apa yang di katakan oleh Shasa? Sekarang dia di mana?" Tanya Raka penasaran

__ADS_1


"Nak Raka,, Shasa baru saja bilang kalau hari dia tidak akan pulang, ada sesuatu yang penting yang harus dia kerjakan".


"Terus dia akan tinggal dimana?"tanya Raka lagi


"Entahlah," Rita menaikkan kedua bahunya


"Mungkin saja di apartemen Rendi" jawab Rita, namun jawaban itu membuat dalam hati Raka merasa cemburu


"Apartemen Rendi? Bibi,, kenapa bibi mengijingkannya? Pria dan wanita itu tidak bisa tinggal dalam satu atap berdua, apa lagi Di sana tidak ada pelayang atau pun pembantu" ucap Raka dengan nada yang sedang memprotes


"Nak Raka, ini bukan pertama kalinya Shasa bersama dengan Rendi dari kecil mereka berdua memang sudah sangat dekat, mereka sudah seperti saudara sendiri."


"Itu menurut Shasa, tapi bi,, Rendi memiliki perasaan lain untuknya, aku tidak boleh tinggal diam, aku harus kesana" jelas Raka sambil melangkahkan kakinya


''tidak,, nak Raka kamu saja yang baru kenal dengan Shasa sudah membawa Shasa kekediaman mu untuk tinggal di sana beberapa hari! Apa kamu pernah memiliki niat jahat padanya.


"Tidak,, Itu karena aku mencintainya, bibi,, aku tidak mungkin melakukan hal yang akan merugikan shasa" jelasnya


"Lalu apa bedanya dengan Rendi? Perasaan Rendi sudah tumbuh jauh sebelum kamu mengenal dengan Shasa. Nak Raka,, Shasa masih sangat polos, dia akan selalu merasa senang jika seseorang memperlakukannya dengan baik, dan sebaliknya dia akan berpaling saat dia merasa tersakiti" jelas Rita


Raka terdiam mendengar perkataan dari Rita, dia sudah tahu diri jika sebenarnya dia pun telah melukai Shasa


Rasa bersalah dalam dirinya tidak bisa di pungkiri


("Seharusnya aku menceritakan soal Fiona lebih awal padanya, agar dia tidak salah paham padaku" ucapnya dalam hati)


"Nak Raka, hati Shasa sangat lembut dan masih sangat lunak dia gampang untuk terbawah emosi jika sesuatu telah menggoresnya, selama ini dia tidak pernah mengenal orang lain selain dirimu, tapi kamu malah tidak bisa untuk menjaga hatinya!" Jelas Rita


"Shasa tidak mengatakan apapun padaku, tapi aku tahu jelas dalam hatinya sekarang tidak sedang baik, dan aku tahu itu semua karena mu" tutur rita lagi

__ADS_1


"Sebaiknya kamu pulang, dan mencari cara agar bisa membujuknya" tutur Rita lagi yang sedang mencoba untuk mengusir Raka dengan secara halus


__ADS_2