
Fiona tersenyum dalam kesedihan yang kini di rasakannya, dia melangkahkan kakinya berjalan menuju kamar yang sudah menjadi kamarnya, dan masuk dengan membawa ucapan Surti kedalam pikirannya
***
"Kekasih? Jadi gadis itu kekasih kak Raka? Tanyanya pada diri sendiri dan tersenyum lagi
"Ini benar-benar di luar dugaan ku, Shasa,, kamu sama sekali tidak pantas untuk kak Raka! Baguslah jika kamu sadar diri dan pergi meninggalkan kak Raka
Fiona merasa senang di dalam hatinya, dan dia tidak lagi memikirkan Raka yang sudah mendiaminya ataupun sedang marah ke padanya, itu tidak membuatnya lagi untuk berpikir keras
Fiona berjalan dan menjatuhkan dirinya di atas kasur yang sudah menjadi tempat tidurnya, ada rasa puas dalam hatinya mendengar kabar yang baru saja di dengarnya itu.
Meski sedikit ada rasa kecewa didalam hatinya, mendengar Raka mencintai wanita lain, namu itu tidak mengalahkan dengan rasa senang mendengar wanita yang di cintainya pergi meninggalkannya
***
Pagi telah menjelang, Raka dengan wajah yang lusuh dengan penampilan yang berantakan, terlihat duduk di sofa dengan, Banyaknya botol minuman kosong yang ada di depannya! semalam Raka menghabiskan malam dengan minum minuman sendiri, Tampa tidur akibat rasa yang terasa hancur akibat Shasa yang telah menghilang.
Di dalam kamar Raka bersandar di sofa sambil merenung dan mengingat akan diri Shasa
"Shasa, apa segitu marahnya kamu padaku sehingga untuk menghubungiku saja kamu enggang, ini sudah tiga hari berlalu tapi kamu tidak memberiku kabar sama sekali, kamu di mana?" Ucapnya sambil meneguk minuman botol yang ada di dekatnya
"Shasa,, tolong jangan menyiksaku seperti ini, tolong beri aku kesempatan untuk menjelaskan semuanya ke padamu bahwa aku dan Fiona tidak ada hubungan apa-apa" ucapnya lagi
Dengan keadaan yang begitu hancur, Raka tidak berhenti untuk minum. Dan Tiba-tiba ponsel yang ada di depannya berdering,
untuk sesaat Raka tidak memperdulikan bunyi ponsel itu dan hanya membiarkannya untuk berdering, namun untuk yang kesekian kalinya karena ponselnya tidak berhenti untuk berdering Raka meraihnya, dan sama sekali tidak ada semangat yang terdapat di dalam dirinya,
Tampa melihat nama yang sedang menghubunginya, Raka memencet tombol jawab, dan mendekatkannya pada telinganya
Suasana itu sunyi, Raka tidak menyahut begitupun dengan yang tengah menghubunginya, tidak mengatakan apapun. Raka menghela nafas dan mulai merasa kesal dan bermaksud untuk memutuskan panggilan itu
Tapi itu Semua di hentikan saat Raka Mendengar sapaan dari balik ponselnya
"Raka,,!"
Suara itu membuat Raka tercengang dan kembali mendekatkan ponselnya di telinga
"Raka,, Apa kamu mendengar ku?" Tanya seorang wanita di balik ponselnya
__ADS_1
Raka dengan cepat melihat ponselnya untuk memastikan tebakannya itu benar! Dia melihat nama yang sedang menghubunginya, senyum di bibirnya seketika terlihat saat melihat nama Shasa tertera di dalam layar ponselnya yang sedang menghubunginya.
"Shasa,,, Shasa apa itu kamu? Apa aku tidak sedang bermimpi?" Tanya Raka dengan raut wajah yang terlihat bahagia
"Shasa kamu sekarang ada di mana? aku sangat...
"Raka,, ada yang harus aku biracakan padamu! Apa besok kamu ada waktu? Apa kita bisa bertemu?" Tanya Shasa memotong ucapan dari Raka
"Bisa,," jawab Raka dengan cepat dan terdengar senang
"Katakan kamu ingin bertemu di mana?" Tanya Raka dengan semangat pada nada bicaranya
"Aku akan mengirim alamatnya dan waktunya padamu," ucap Shasa dari balik ponselnya
"Tenang saja Aku pasti akan datang, Shasa apa kamu sedang marah padaku? Kamu ada di mana sekarang? Apa aku boleh menjengukmu? Aku sangat...
"Tidak aku tidak marah,,,"jawab Shasa dengan cepat memotong ucapan Raka lagi
"Shasa aku dan Fiona..
"Jangan membahas itu sekarang, Kita akan bertemu besok, dan untuk hari ini aku sibuk. Aku akan menunggumu besok sampai kamu datang" ucap Shasa dan lagi-lagi memotong ucapan dari Raka.
"Shasa beri aku kesempatan untuk menjelaskan padamu aku dan Fiona,,
Shasa memutuskan panggilannya
Raka melihat ponselnya dan menghela nafas saat mengetahui, Shasa sudah memutuskan panggilannya! meski ada sedikit rasa kecewa dalam hati raka! karena tidak dapat menjelaskan soal keberadaannya Fiona di kediamannya! Namun rasa senang dan bahagia mengalahkan segalanya,
Semangat hidupnya kini kembali lagi, Raka berdiri dari duduknya dan berjalan masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan dirinya
Senyum diwajahnya sesekali terlihat cerah, setelah Shasa menghubunginya rasa bahagia dalam hatinya seketika mewarnai hidupnya.
Sedangkan Shasa,, setelah dia memutuskan panggilnya dari Raka, dia terduduk di sisi tempat tidurnya, sambil mengenang Raka di saat mereka bersama
Shasa menghela nafas.
"Raka aku sangat merindukanmu," ucapanya seketika dari mulutnya
Shasa menatap ponselnya dan melihat nama Raka
__ADS_1
"Apa sekarang kamu bahagia bersama dengan Fiona? Bagaimana aku bisa memiliki perasaan ini padamu, padahal sudah tahu hubunganmu dengan Fiona" ucap Shasa
Kleek... Pintu kamarnya terbuka, dan melihat Andra tengah melangkahkan kakinya berjalan masuk dan menghampirinya
"Kak andra,,," ucap Shasa
"Kenapa? Apa kamu habis menghubungi seseorang?" Tanya Andra dan menyentuh kepala shasa
Shasa mengangguk
"Kakak besok Shasa ingin bertemu dengan seseorang, dan setelah itu Shasa akan menjenguk bibi Rita, mungkin Shasa tidak akan kembali" jelas Shasa
"Bibi Rita? Apa dia yang membesarkanmu selama ini?" Tanya Andra.
" Benar,, dia sangat baik pada Shasa, dia seperti pengganti orang tua untuk Shasa, bukan hanya bibi Rita, om Antoni juga selalu mementingkan diri Shasa dan kak Rendi, dia yang selama ini selalu menjaga dan melindungi Shasa" jelasnya sambil tersenyum pada Andra
"Sesekali bawa mereka kemari, kakak ingin bertemu dengan mereka dan mengucapkan terimakasih padanya" tutur andra
"Baik kak" Shasa mengangguk
"Kakak harus ke kantor, ingat untuk tetap istirahat hari ini," jelas Andra sambil kembali menyentuh kepala Shasa
"Jika menginginkan sesuatu, beritahu pelayan rumah, mereka akan meladeni mu, ingat untuk istirahat jangan melakukan pekerjaan apapun" jelas Andra lagi.
"Kakak akan mengawasi mu" ucapnya sambil tersenyum
"Baik kakak pergi dulu" ucap Andra dan berjalan keluar
Shasa hanya mengangguk dan ikut berjalan untuk mengantar Andra sampai di ambang pintu
"Kak andra, seharusnya kakak yang istirahat, lihat luka-luka kakak masih belum sembuh" ucap Shasa
"Jangan khawatir ini tidak ada apa-apanya buat kakak," jelas Andra dan berjalan nenuju mobilnya dan masuk
Shasa melambaikan tangannya saat melihat mobil yang di tumpangi oleh Andra melaju dengan Pelang
"Hati-hati, teriak shasa
Melihat Andra telah berlalu pergi, Shasa kembali ke kamarnya dan duduk di depan cermin, Shasa mencoba untuk menyisir rambutnya yang terlihat kusam, tapi hal yang mengejutkan Shasa, terjadi saat melihat begitu banyaknya rambut yang menempel pada sisir yang dipakainya
__ADS_1
Shasa dengan cepat membersihkan sisir yang ada di tangannya dan membuang rambut itu ke tempat sampah
"Apa karena aku beberapa hari ini jarang keramas sehingga membuat rambutku rontok seperti itu?" Ucapnya dalam hati