Antara Cinta Dan Kasih

Antara Cinta Dan Kasih
Itu pantas kamu dapatkan


__ADS_3

Di sisi lain Santoso terlihat berjalan masuk ke dalam kediamannya itu, Menghampiri dara yang tengah duduk di ruang tamu sambil bersantai.


"Mas,, kamu tidak ke kantor," tegur Dara dan berdiri saat melihat suaminya itu tengah berjalan kearahnya


Santoso dengan raut wajah yang tidak biasanya menatap Dara, membuat Dara yang melihatnya merasa aneh


"Mas ada apa?"


Pertanyaan dari Dara tidak mendapat jawaban dari Suaminya itu, dia terus berjalan untuk menghampirinya


Setelah Santoso yang sudah ada di dekat Dara, dia melemparkan sebuah lembaran kertas yang ada di tangannya dengan marah dan seakan ingin menerkanya


"Dasar wanita tak tahu di untung" tutur Santoso.


Dara merasa bingung, dan tidak tahu apa yang sedang terjadi pada suaminya itu! Dia yang tidak pernah menyangka akan terjadi hal seperti itu memicingkan matanya dan melihat Santoso yang sudah menatap tajam padanya


"Mas,, ada apa ini? apa yang terjadi? Apa yang sedang kamu lakukan?" Tanya Dara sambil mengambil lembaran kertas yang di lemparkan oleh Santoso dan kini ada di atas sofa


"Kamu lihat sendiri!" Ucap Santoso dengan marah


"Dara selama ini aku percaya padamu aku selalu mendengarkanmu, mengikuti semua apa yang kamu katakan! lalu apa yang kamu lakukan? Kemarahan Santoso kini sudah tidak bisa di toleransi lagi


"Kamu ingin mengambil Semuanya dariku? Kamu ingin menghancurkan ku? Apa selama ini, itu tujuanmu?" Tanya Santoso dengan suara yang keras hingga membuat gendang telinga Yang mendengar terasa berdengung dan terasa nyaring di dalam telinga


"Mas dari mana kamu mendapatkan ini?" Tanya Dara sambil memperlihatkan kertas yang ada di tangannya


"Ini tidak benar mas,, jangan percaya ini! seseorang mungkin saja ingin menghancurkan rumah tangga kita, ini semua tidak benar" jelas dara sambil menggelengkan kepalanya dan sambil membaca isi dari lembaran kertas itu


Santoso Tersenyum sinis padanya


"Baik,, apa hanya itu penjelasan yang bisa kamu jelaskan padaku? Lalu jawab aku dengan jujur siapa Dila? Siapa itu Erik? Apa hubunganmu dengan mereka?" Tanya santoso yang membuat dara terdiam dan tidak mampu menjawab pertanyaan dari suaminya itu.


Dara sama sekali tidak pernah menyangka jika Santoso akan mengetahui tentang Dila dan erik

__ADS_1


"Dara selama ini kamu sudah menipu dan membodohi ku, kamu benar-benar keterlaluan!" Tutur Santoso


"Aku sudah menyelidiki semuanya, Dara,, aku benar-benar tidak menyangka kamu tega melakukan semua itu, padahal aku sangat mempercayaimu.


"Mas,, semua ini hanya fitnah, ini semua Tidak benar! Jangan percaya dengan apa kata orang


"Lalu apa aku harus percaya padamu? Hemm..." Santoso Tersenyum


"Andaikan saja Ratna tidak membeli semua saham yang kamu curi, menurutmu apa yang akan terjadi di perusahaan yang sudah aku kembangkan selama ini? Kamu benar-benar tidak tahu terimahkasih kamu tidak tahu malu" maki Santoso kepada Dara


"Seharusnya aku memenjarakan mu bersama dengan putri dan suamimu yang bernama Erik itu!


"Tidak mas,,," dengan cepat Dara memegang tangan Santoso dan menggelengkan kepalanya


" jangan lakukan itu! Mas,, semua ini adalah fitnah, semua ini pasti ulah dari Ratna! benar,, ini semua pasti ulah dia mas,, dia ingin balas dendam denganku" tutur Dara yang mencoba untuk mengambing hitamkan Ratna


"Mas,,, tolong percaya padaku" tutur Dara lagi sambil memeluk Santoso yang ada di hadapannya berusaha untuk membujuknya agar dia mau Mendengar apa yang di katakan olehnya


''aaaaaohk.. mas,,"


"Jangan pikir, setelah apa yang semua kamu lakukan, akan membuat aku percaya lagi padamu! Itu tidak akan mungkin. Jelas Santoso sambil m nunjuk-nunjuk wajah Dara


"Dara kamu pasti sudah tahu bagaimana sifat aku, kamu yang paling tahu itu, sekali kamu membuat kesalahan aku tidak akan memberimu kesempatan untuk memperbaikinya tidak ada kesempatan sekali lagi" ucap santoso


Dara yang sama sekali tidak menyangka, Santoso akan mengetahui niatnya secepat itu! Membuatnya berpikir keras dia mencoba untuk mencari ide yang bisa iya guna untuk mengelabuhi Santoso.


Dara yang masih terduduk di lantai dengan cepat memeluk kaki Santoso dan menangis


" Mas,, kita sudah bersama selama dua belas tahun! Seharusnya kamu percaya padaku, aku tidak pernah melakukan apapun!" Dara melepas pelukannya dari kaki Santoso dan mencoba untuk berdiri


" Dan sekarang mas mendapat bukti seperti ini dengan secara tiba-tiba, apa itu tidak mas rasakan jika seseorang yang memberi bukti ini mencoba untuk menjebak ku? Dia hanya ingin membalas ku, karena sudah membuatnya di usir dari rumah dua belas tahun yang lalu" jelas dara berusaha untuk membela diri


Santoso menggelengkan kepalanya dan bertepuk tangan di hadapan Dara

__ADS_1


"Kamu memang sangat pandai memutar balikkan fakta, selama ini aku sudah benar-benar tertipu oleh mu, Dara aku sama sekali tidak menyangka jika aku sedang memelihara ular berbisah di dalam rumahku ingin," tutur Santoso


Dara yang sudah kehabisan akal melangkahkan mendekat pada Santoso


"Tapi mas,,


Plaak... Tiba-tiba saja tamparan keras melayang kepipi Dara hingga membuatnya tidak bisa melanjutkan ucapannya


"Mas,," dara Memegang pipinya dan membentak kepada Santoso yang sudah menamparnya


"Itu pantas kamu dapatkan, jangan mengatakan apa-apa lagi! Aku tidak akan pernah untuk percaya padamu lagi" jelas santo


"Sekarang aku tidak mau tahu, kamu harus mengembalikan semua saham yang sudah Dila curi dan semua aset yang sudah kamu kumpulkan selama ini, aku memberimu waktu seminggu" jelas Santoso


"Dan lagi silahkan kamu pergi dari rumah ini, aku tidak ingat melihat wajahmu lagi! Sekarang Aku muak denganmu" jelas Santoso lagi dan melangkahkan kakinya berjalan keluar dari dalam rumah dan menuju mobilnya yang terparkir.


Dara terus menggeleng-gelengkan kepalanya


" Mas jangan lakukan ini padaku, ini semua tidaklah Benar, mas.." teriak Dara saat melihat Santoso sudah keluar dari rumah


Santoso tidak memperdulikan perkataan dari dara dan tidak menghiraukan semua ucapan darinya. Dia mengemudikan mobilnya dengan lajuh yang cepat


***


Sedangkan Laura yang ada di rumah sakit masih terbaring di ranjang pasien di kamar VIP rumah sakit Cahaya kasih. Dimana sebenarnya rumah sakit itu Adalah milik Andra


Tiga hari yang lalu, Laura mencoba untuk mengakhiri hidupnya sendiri dengan memotong urat nadi di pergelangan tangannya, beruntung Debi (mamanya) yang selalu mengkawatirkan dan mencemaskannya melihatnya dengan tepat waktu sehingga Laura masih bisa di selamatkan,.


Meski masih dalam keadaan koma namu dokter menyatakan jika Laura sudah terbebas dari masa keritis yang bisa saja merenggut nyawanya


Debi yang duduk di kursi , terus menerus menangis tanpa henti melihat putri semata wayangnya terbaring tak sadarkan diri di hadapannya, selama tiga hari dia selalu menangis, melihat apa yang terjadi pada putrinya itu.


"Sayang bangun dan buka matamu, lihat ini mama," ucap Debi dalam tangisnya

__ADS_1


__ADS_2