
Rendi mendorong Raka, yang sudah seperti orang gila, menanyai orang yang sedang tidak sadarkan diri
" Apa kamu gila?" Rendi mengangkat tubuh rita dan membawanya masuk ke mobil, bermaksud untuk membawanya ke klinik Dokter Antoni ( papanya)
Raka beranjak dari tempat iya berada, memasuki mobil dan melajukannya dengan sangat cepat
(pemilik obat yang kamu berikan padaku, itu mungkin seperti yang kamu katakan! Mungkin saja sekarang sudah sekarat ataupun semacamnya! obat itu untuk penderita kanker, yang mungkin pemiliknya sudah menggunakannya dengan jangka lama, dan sangat berkemungkinan, pemilik obat tidak akan bisa di sembuhkan lagi jika itu sudah mencapai stadium akhir")
Raka teringat akan kata-kata dari dokter Reza.
"Tidak.." Raka menggelengkan kepalanya
"Jangan sampai itu benar tejadi" Raka terus menggelengkan kepalanya
"Shasa apa sebenarnya yang telah kamu sembunyikan dariku?" Raka Memegang dahinya yang tidak bisa berpikir lagi
Raka melajukan mobil dengan cepat, menuju kediaman Andra, bermaksud untuk menemui Shasa
Setiba di kediaman Andra, Raka tidak di izinkan untuk masuk, oleh para bawahan Andra.
"Tolong biarkan aku masuk, aku hanya ingin bertemu dengan Shasa sebentar, setelah itu aku akan pergi" ucap Raka
"Maaf, tuan Andra tidak mengijinkan siapapun untuk bertamu, kecuali sudah melakukan perjanjian
Tidak mendapat izin dari bawahan Andra, Raka bersihkeras untuk masuk, sehingga terjadi perkelahian di antara mereka
"Tuan,, di luar Raka mengamuk, memukuli semua yang berjaga di luar, dia ingin bertemu dengan nona Shasa
Andra yang masih duduk di samping tempat tidur Shasa berdiri, raut wajahnya memperlihatkan aura kemarahan! Iya berjalan dan berdiri di dekat jendela kamar Shasa.
"Jangan membiarkan iya masuk, tangkap dan kurung dia" ucap Andra
"David yang mendengar perintah dari majikannya, ikut turun tangan, meski sudah tua namun jiwa mudanya masih terlihat, David yang dulunya adalah pasukan khusus, tidak sedikit dari mereka yang dari kalangan mudah mampu mengalahkannya
"Tuan Raka, hanya ada satu kesempatan sekali untuk anda, jika anda tidak pergi sekarang dari sini! anda akan benar-benar menyesal" David yang sudah ada di hadapan Raka, mencoba untuk memberinya sedikit peluang.
"Aku hanya ingin bertemu dengan Shasa sebentar, setelah itu aku akan pergi dari sini" ucap Raka dan terus berjalan, mencoba untuk masuk kedalam kediaman Andra, namun di halang oleh para bawahan Andra.
__ADS_1
David terlihat menganggukkan kepalanya, memerintah bawahannya, untuk segera meringkus Raka dan setelah itu membawanya ke ruang bawah tanah, untuk mengurungnya
"Apa yang kalian lakukan? Lepaskan aku? Cepat lepaskan aku" Meski kuat namun melawan beberapa orang tidak akan membuatnya bisa mengalahkan mereka
"Shasa... Biarkan aku masuk, ada hal yang perlu aku tanyakan padamu!" Raka memberontak untuk melepaskan diri namun itu sia-sia, dia terus memanggil-manggil nama Shasa
"Shasa... Aku minta maaf, tolong biarkan aku menemuimu sekali saja"
Andra yang duduk di kursi sambil terus menatap shasa, menjadi risih Mendengar keributan di luar
"Shasa... Katakan pada kakak apa yang harus kakak lakukan padanya? Sekarang dia ada disini untuk menemuimu, apa kakak perlu menghalanginya, atau membiarkannya untuk menemuimu?" Andra menundukkan kepalanya dan melipat kedua tangannya, dan meletakkannya di dahi
Raka terus berusaha untuk melepaskan diri, Sehingga dia harus menerima beberapa pukulan dari bawahan Andra, sampai iya harus mengeluarkan darah dari mulut dan dahinya,
namun itu tidak membuat Raka untuk menyerah, dia terus melawan sampai seketika bawahan Andra tidak mampu untuk mencegahnya, mereka semua bawahan dari Andra jatuh terlentang di lantai,
Salah satu dari mereka yang kewalahan mengambil balok yang ada di ruangan itu, dan memukul bagian belakang kepala Raka
"Jangan..." David yang menyadari itu, menghentikannya, namun itu tidak sempat iya lakukan
Pemukulan itu membuat Shasa sampai merespon sentuhan dari Andra, Shasa menggerakkan jemari tangannya, yang membuat Andra Tersenyum lebar
"Shasa..." Andra dengan cepat menyuruh pembantu untuk memanggil dokter Dafa yang masih ada di kediamannya, yang mencoba untuk meneliti penyakit Shasa, dan mencoba untuk mencari tahu, obat yang bisa menyembuhkan penyakitnya seperti yang di derita oleh Shasa
"Raka..." Ucapan itu keluar dari mulut Shasa, namun Andra tidak begitu Mendengarnya
"Shasa.. apa kamu butuh sesuatu?"
"Andra yang merasa bahagia, mendekatkan telinganya pada mulut Shasa, dan mencoba untuk mendengarkan apa yang sedang iya ucapkan
"Raka.." sekali lagi Shasa menyebut nama Raka, dan iya pun kembali koma seperti semula
"Raka.." Andra mencoba untuk mengulang nama yang disebutkan oleh saudarinya itu
Sedangkan Raka yang merasakan sakit di bagian belakang kepala, mencoba untuk menyentuhnya, dan kemudian melihat tangannya yang penuh dengan darah, dan saat itu pula Raka ambruk dan tak sadarkan diri
"Apa yang kamu lakukan?" David memarahi dia yang sudah memukul kepala Raka, hingga membuat Raka tak sadarkan diri.
__ADS_1
"Tuan.. maaf, maaf, aku benar-benar minta maaf" bawahan itu terus menundukkan kepalanya meminta maaf pada David
David yang melihat Raka sudah tak sadarkan diri, dengan cepat menghampirinya, mencoba untuk membangunkannya
"Tuan Raka" David memanggil-manggil nama Raka sambil menggoyangkan sekali lengannya dengan menggunakan kakinya
"Tuan Raka.."
Karena Raka tidak merespon panggilan darinya, David berlutut untuk memeriksa keadaan Raka.
David meletakkan jari telunjuknya di bawah lubang hidung Raka. Merasa David masih merasakan hembusan nafasnya David berdiri
"Biarkan dia disini" ucap David dan melangkah keluar dari ruangan itu.
David kembali ke kamar Shasa di mana Andra dan dokter Dafa sudah ada di situ, dokter Dafa, memeriksa keadaan Shasa dan menggelengkan kepalanya
"Maaf tuan.. aku tidak menemukan jika nona Shasa akan segera sadar
"Tapi Shasa baru saja tersadar," ucap Andra
Dokter Dafa menatap Andra keheranan, dan dokter Dafa mengambil kesimpulan untuk mempertanyakan apa yang ada dalam pikirannya
"Tuan... Apa nona Shasa mengatakan sesuatu? Atau mungkin nona Shasa memberi anda semacam isyarat!" Tutur dokter Dafa
"Raka.. itu yang terucap dari bibirnya," jelas Andra
"Raka..?" dokter Dafa mengulang untuk mengucapkan nama itu
"Tuan.. maaf jika aku harus ikut campur, apa tidak sebaiknya Anda mempertemukan mereka berdua, siapa tahu nona Shasa akan tersadar, jika Raka ada disini" ucap dokter Dafa
"Apa itu perlu?" Andra terdiam untuk sesaat dan melihat Shasa yang terbaring lemah di ranjang
Andra mencoba untuk memikirkan perkataan dari dokter Dafa,
"Apa ada kemungkinan, jika Raka menemui Shasa, dia akan sadar?"
"Tuan... Tidak ada salahnya untuk mencoba, ini semua juga demi nona Shasa, jika mereka memang saling mencintai, aku rasa Raka akan membawa keajaiban untuknya, cinta yang Tulus biasanya membawa berkah" jelas dokter Dafa
__ADS_1