Antara Cinta Dan Kasih

Antara Cinta Dan Kasih
Kamu pasti sudah melakukan kesalahan padanya,


__ADS_3

Shasa kini tergeletak di lantai, di sebuah ruangan seorang diri, dari balik pintu ruangan itu, terlihat dua pria yang berbadan besar dan kekar tengah berdiri tegak menjaga pintu itu.


"Nona" sapa mereka sambil menundukkan kepalanya ketika melihat seorang wanita yang cantik dan anggun tengah berjalan ke arahnya.


Wanita itu berdiri dan memerintahkannya untuk membuka pintu ruangan itu, dimana Shasa telah di kurung.


Wanita itu berjalan masuk saat pintu telah terbuka dan duduk di kursi yang sudah disiapkan untuknya, duduk sambil memandangi Shasa yang masih tergeletak di lantai, yang tidak sadarkan diri.


"Apa kalian yakin gadis ini yang sudah membuat Raka berpaling dan tidak bisa menerima diriku?" Tanya wanita itu, kepada algojonya


"Bener nona, kami sudah menyelidikinya, dan kenyataan yang kami dapatkan adalah itu, gadis ini berhasil menarik perhatian dari tuan Raka, dan bukan hanya itu gadis ini juga pernah menginap di kediaman tuan Raka" jelas dari salah satu algojo itu


Pernyataan dari algojonya itu membuat wanita itu tercengang


"Apa?" Tanya wanita itu dengan suara yang tinggi sambil mengerutkan keningnya


Wanita itu menatap Shasa dengan penuh kemarahan.


"Bagaimana mungkin aku akan di kalahkan oleh gadis kecil seperti dia, apa yang di lihat oleh Raka sehingga harus memilih gadis ini!" Tutur wanita itu pada dirinya sendiri.


Pria-pria perkasa itu terdiam tidak berani menjawab lagi saat wanita itu terlihat sedang marah


Wanita itu mengepalkan tangannya dan menatap tajam pada Shasa yang masih tak sadarkan diri,


"Kenapa dia belum sadar?" Tanyanya lagi sambil melihat algojonya itu yang berdiri disampingnya


"Gadis ini terlalu lemah, sehingga tidak bisa menahan obat bius yang kami berikan, karena terlalu lemah! Membawanya kemari pun itu sangat mudah." Jawaban dari pria berbadan besar itu.


"Kira-kira berapa lama baru dia akan tersadar," tanya wanita itu lagi


"Kami juga tidak tahu nona" jawabnya membuat wanita itu kembali memandangi shasa.


Wanita itu berdiri dan melangkahkan kakinya mendekat pada Shasa yang masih terbaring, Dia terus menatap tajam pada Shasa


"Kamu sangat tidak beruntung karena sudah membuat Raka jatuh cinta padamu" ucap wanita itu sambil memukul-mukul wajah Shasa yang tidak sadarkan diri dan berbalik berjalan menuju pintu.


"Tetap kurung dia disini, dan jangan sampai membiarkannya lolos," jelas wanita itu sambil berjalan pergi


"Baik nona" jawab para algojo itu.


Kini Shasa tinggal sendiri, terlentang di lantai yang dingin dengan tak sadarkan diri.

__ADS_1


***


Raka turun dari mobil mewahnya dia terlihat merapikan kemeja yang di pakainya dan dengan semangat berjalan masuk kedalam warung Rita.


Dia menundukkan kepalanya saat melihat Rita yang tengah menyambutnya.


"Pagi bi,,!" Sapa Raka pada Rita, yang kini telah berdiri di hadapannya,


Rita mengangguk sebagai balasan dari sapaan Raka dan tersenyum.


Raka terlihat menengok kanan kiri mencari keberadaan seseorang


"Bibi,,!! Shasa ada?" Tanya Raka dengan ekspresi yang terlihat senang


"Aku tahu hari ini ulang tahunnya, makanya aku kemari untuk mengucapkan selamat padanya" jelas Raka dengan senyum manis di bibirnya


Rita menghela nafasnya


"Pagi-pagi Shasa sudah keluar katanya ada urusan penting. Bibi sekarang juga sedang menunggunya, karena dari tadi dia keluar tapi sampai sekarang belum balik juga" tutur Rita dengan kawatir.


Jawaban dari Rita membuat wajah Raka yang tadinya terlihat senang dan bahagia berubah menjadi kekuawatiran


"Atau jangan-jangan dia bersama dengan Rendi sekarang!" Tanya rita pada diri sendiri Setelah berfikir lama.


Rita bergegas masuk kedalam dan mengambil ponselnya yang ada di atas meja kasirnya. Dengan cepat dia memencet tombol dan menghubungi Rendi.


Raka yang melihatnya ikut berjalan masuk dan memerhatikan Rita yang sedang fokus pada ponsel yang ada di tangannya


Tak menunggu lama, panggilan Rita mendapat jawaban dari Rendi


"Halo bibi,,! Jawaban dari Rendi dari balik ponsel


"Apa sekarang Shasa sudah siap? Sekarang aku sudah menuju ke sana untuk menjemputnya" ucap dan tanya Rendi dengan semangat Tampa bertanya untuk apa Rita menghubunginya


Rita memicingkan matanya saat mendengar pertanyaan dari Rendi, yang pastinya juga tidak bersama dengan Shasa, namun kegelisahan di hati Rita membuatnya tetap bertanya pada Rendi.


"Apa Shasa tidak bersamamu sekarang?" Tanya balik dari Rita, membuat Rendi yang mendengarnya mengerutkan keningnya


"Apa maksud bibi,, sekarang aku menuju ke sana untuk menjemputnya, kenapa bibi berfikir dia bersamaku?" Tanda tanya saling di lemparkan pada Rita dan Rendi, hingga membuat Raka jadi bingung dan kawatir.


"Jika kalian berdua tidak tahu keberadaannya, terus ke mana dia pergi?" Raka pun akhirnya melontarkan tanda tanya

__ADS_1


"Apa bibi sudah menghubunginya?" Tanya Raka lagi yang sudah tidak bisa menahan kekewatira dan kegelisahannya.


Rita menggelengkan kepalanya


"Belum,," jawabnya dan memutuskan panggilannya dari Rendi


Rita kembali fokus pada ponselnya dan mencoba untuk menghubungi Shasa.


Sambil menunggu Shasa untuk menjawab panggilan darinya.


Rita mondar mandir untuk menenangkan diri, dia terus mencoba untuk menghubunginya lagi dan lagi, namun tidak ada jawaban dari shasa


Tidak menunggu lama mobil Rendi terlihat dan dengan cepat dia memarkirkannya, dan turun dari mobil.


Rendi melangkahkan kakinya dengan cepat masuk ke dalam warung dan mendapati Rita dan Raka yang terlihat memasang wajah kawatir.


"Tidak ada jawaban dari Shasa" ucap Rita sambil melihat ponsel yang ada di tangannya.


Raka mengacak rambutnya sendiri karena kegelisahan di hatinya, dan setelah itu meletakkan kedua tangannya di pinggang, merasa bingung tidak tahu harus berbuat apa


"Bibi apa dia tidak mengatakan sebelum pergi?" Tanya Raka yang sudah tidak bisa menahan kekewatira nya


Rita menggelengkan kepalanya


"Selain dengan Rendi, Shasa tidak pernah memiliki urusan yang lain lagi" ucap Rita dan duduk di bangku pelanggan


Raka yang tak bisa menahan kekewatira dan kegelisahan di hatinya merasa marah, dan melangkahkan kakinya mendekati Rendi yang juga terlihat kawatir.


Raka memegang kera kemeja Rendi


"Kamu pasti sudah melakukan kesalahan padanya, hingga membuatnya pergi" ucap Raka dengan marah menyalahkan rendi


"Apa maksudmu? Aku tidak mungkin melakukan hal itu, justru kamu yang selalu menganggunya, mungkin saja itu yang membuatnya menghindar darimu," Rendi pun balik menyalahkan Raka, dan melayangkan pukulan pada wajah Raka.


"Apa yang kalian lakukan?" Teriak Rita yang melihat Raka jatuh tersungkur akibat pukulan dari Rendi


Raka dengan cepat bangun dan berdiri dan membalas pukulan yang di terima oleh Rendi, hingga membuat mulut Rendi mengeluarkan darah.


"Cukup,,! Hentikan, sekarang Shasa tak tahu entah kemana, kalian disini malah berkelahi, apa kalian tidak mengkhawatirkannya?" Ucap Rita dengan marah


"Jika tetap ingin berkelahi, keluar dari sini," ucap Rita lagi dengan suara yang keras

__ADS_1


__ADS_2