
"Dokter jangan ngada-ngada, biar Bu Mayang diperiksa sama Dokter Ella saja." Hani merasa kalau kelakuan Gian sungguh memalukan. Dia hanya berpikir orang yang menggajinya tersebut telah beralih dari dokter galak menjadi dokter bucin somplak yang memalukan. Hani jadi merasa aneh dengan perubahan yang baik sebenarnya, tetapi itu hanya berlaku pada Mayang. Dan Hani berkesempatan menyaksikan. Dia juga bisa ngomel pada dokter itu sesuka hatinya, apalagi kalau Mayang mendukungnya seperti sekarang.
"Itu bukunya buat Pak Dokter saja, buat yang resmi nanti dikeluarkan oleh Dokter Ella," omel Hani yang diangguki oleh Mayang.
"Ayo, Hani ... antar saya menemui Dokter Ella." Mayang berdiri dan merangkul tangan Hani.
Gian memandangi kepergian dua wanita itu penuh tanya. "Kenapa memangnya dengan user12345? Kan bagus dan nggak ada yang nyamain."
Buku di tangan Gian di bolak balik, lalu diletakkan begitu saja di meja. Ia berpikir sejenak. "Ella kan shift malam, jadi yang meriksa Mayang si Agung, dong, yang masuk pagi?"
Gian berlari secepat kilat menyusul Mayang dan Hani. Tak boleh dibiarkan Kulit mulus Mayang di lihat dan dipegang-pegang Agung. Enak saja si Agung.
Padahal yang terjadi adalah Agung dan Ella bertukar shift hari itu, sehingga Ella yang masuk pagi ini. Hani mengonfirmasi kedatangan Mayang pada Ella yang baru akan bertugas pagi ini, sehingga Mayang langsung bisa masuk tanpa mengantre.
"Gian gercep bener, Mai?" komentar Ella saat menerima test pack dari Hani. "Kapan haid terakhir?"
Mayang berpikir sejenak sebelum menyebutkan tanggal haid yang ia ingat selalu jadwalnya. "Tapi aku ndak ngerasa mual atau bagaimana gitu, Dok."
"Harusnya udah mual-mual, kalau emang mual, Mai. Kadang hamil juga nggak ngerasain apa-apa, malah enak kalau semua bisa masuk." Ella berbicara sambil menulis di buku KIA yang baru.
"Aku hamil yang bener-bener nggak bisa apa-apa dua, Mai ... lainnya kaya nggak hamil. Gian saja sampai heran melihat aku yang makan banyak dan nggak kenal waktu." Ella bercerita setelah meminta informasi mengenai data diri Mayang.
__ADS_1
Ella berdiri, lalu menyilakan Mayang untuk naik ke ranjang yang sudah dipersiapkan Hani. "Penasaran aku anak Gian kaya apa?"
Baru saja Mayang bangkit, pintu di belakang Mayang terbuka lebar, menampakkan Gian yang terengah-engah.
Ella, Mayang, dan Hani melongok ke arah Gian dengan pandangan melongo.
"Agung mana? Yang periksa Mayang siapa?" Gian bingung dengan keadaan ruangan ini yang hanya diisi oleh Ella dan Hani.
"Lari-larian begitu, hanya buat nanyain Agung?" Ella mendorong Mayang ke arah ranjang mengabaikan Gian. "Kasian banget si bucin, padahal aku sama Agung tukeran shift," ejek Ella.
Gian menghembuskan napas lega, lalu masuk dengan tangan mengelus dada.
"Lagian kamu gitu banget, sih, Yan ... Agung kan anak buah kamu juga." Ella melanjutkan tanpa menghentikan persiapan usg. "Masa kamu cemburu."
Ella mencibir, "Iya, Yan ... mata kita yang salah lihat." Ella mulai melakukan usg tanpa menyuruh Gian ikut mendampingi.
"Gila ini, mah ...," gumam Ella saat melihat tampilan di layar.
"Kenapa?" Gian antusias mendekat. "User12345 milikku baik-baik aja, kan?"
Mayang semula memandang ke layar yang berada di seberang ranjang yang diposisikan tinggi, menoleh ke arah Ella, seolah tampilan kedua layar itu berbeda dan Mayang melewatkan sesuatu tentang calon anaknya. Di sini, Mayang merasakan debaran tak biasa di dadanya.
__ADS_1
"Anak kamu dua," ungkap Ella tanpa mengalihkan pandangannya dari layar. "Beneran beruntung kamu, Yan, sekali bikin jadi dua," kelakar Ella.
"Serius?" Gian mendekatkan wajahnya ke layar yang ditunjuk Ella, dua bulatan kecil nampak mengagumkan di sana. "Iya ... anakku dua."
Gian takjub sendiri, ia masih enggan mengalihkan perhatiannya dari layar, sementara tangannya mencari tangan Mayang untuk di genggam.
"Nah lo, sekarang bingung nggak cari namanya. User apa lagi nanti kodingnya." Hani menyeletuk.
*
*
*
Selamat untuk lima top fans, ya ... silakan konfirmasikan ke gc, atau media sosial saya.
Untuk komentar terbaik, jatuh pada Bunda Sri Hasan Basri. Selamat ya, Bun ...
Semuanya, nanti malam konfirmasikan semuanya ke saya, ya ...
__ADS_1
Huft ... maaf ini ngetik sambil lari-larian. Selamat hari raya idul fitri 1443 hijriah. Minal sidin wal fa idzin, maaf lahir batin. Untuk semua salah kata, salah ucap, atau perbuatan saya yang tidak berkenan, mohon di maafkan. Semoga kita semua kembali fitrah🤲🏻