Balas Dendam Istri Gendut

Balas Dendam Istri Gendut
Aqila ....


__ADS_3

Resepsi pernikahan yang dinanti-nantikan Gian dan Mayang akhirnya akan digelar juga hari ini. Jam sudah tergelincir melewati angka satu, tetapi Mayang belum juga muncul. Gian dengan jas senada dengan warna kebaya Mayang, blingsatan tak karuan. Sedari tadi dadanya sudah berdebar-debar menantikan Mayang yang sejak kemarin memblokir dirinya dari kisi hidup Mayang. Tidak ada telepon, tidak boleh bertemu. Dua puluh empat jam lamanya dan itu waktu yang amat sangat lama.


"Kupikir, sudah menikahi Mayang akan membuat kamu jauh lebih sabar dan biasa saja saat kamu jauh dari dia." Katon yang didapuk menjadi pendamping Gian, tersenyum kecil. Ia maklum sih, namanya juga pengantin baru tetapi tidak sampai sejauh ini juga sikap bucinnya pada Mayang. "Untung Mayang itu tahan sama sikap kamu, Yan ... kalau nggak, meski kamu ganteng Mayang pasti ogah nikah sama kamu."


Gian berdecak atas hinaan itu. Tidak masalah baginya dikatakan seperti apa. Berlebihan? Ya, dia memang selalu berlebihan dalam mencintai. Terus kenapa? Yang dicintai fine-fine aja, kenapa malah Katon yang tidak nyaman?


"Yang Mayang nggak tahan sama aku, cuma jatah bikin anak saja, Bro. Yang lain dia nggak masalah." Gian melirik Katon yang langsung menyambut dengan tawa lebar ucapan Gian.


"Aku ngerti kamu memang over untuk urusan itu, makanya aku agak heran kenapa Anggi bisa minta cerai sama kamu. Apa jangan-jangan dia gugat cerai karena nggak sanggup?"


Obrolan mereka terputus kala salah satu asisten Rully dan seorang tim dari WO datang. Meminta mereka segera bersiap di pelaminan, menyambut Mayang datang.


Kedua orang itu berjalan tanpa memutuskan rantai obrolan.


Gian tangkas mengenang. "Anggi kuat kok imbangin aku, tapi aku nggak tahan dia terlalu nuntut. Aku ngerti kalau dia lagi hamil dan butuh perhatian, tapi kapan dia bisa ngertiin aku yang lagi berusaha waktu itu? Katanya, dia akan mendukung penuh usahaku agar bergelar dokter spesialis, tapi sekejap saja dia sudah lupa. Jadi waktu dia minta cerai, aku iyakan saja. Meski setelah itu aku benar-benar ... tidak punya apa-apa."


Katon menghela napas, dia tahu benar bagaimana kondisi Gian pasca cerai dari Anggi. Hartanya ludes, sebab Anggi minta pembagian harta gono gini, ditambah Gian sedang tidak bekerja akibat ulah Anggi juga. Katon tahu persis bagaimana manjanya Anggi waktu itu. Dan ia tidak menyalahkan Gian kalau keputusan cerai terpaksa diambil.


"Panjang umur," ucap Katon saat masuk ke ruangan resepsi. Tamu undangan sebagian besar sudah memenuhi ruang resepsi, membuat suara Katon terdengar lirih.

__ADS_1


Gian menoleh, mengekori tatapan sahabatnya itu ke arah band pengisi acara berada. Anggi terlihat sedang berinteraksi dengan pembawa acara dan tamu. Acara resepsi yang molor membuat WO mengalihkan perhatian tamu dengan lawakan ringan dan beberapa lagu.


"Dia nggak tau kalau ini nikahan kamu, atau kamu sengaja undang mantan?" Pertanyaan Katon membuat Gian yang tercenung, mengedipkan mata. Mengumpulkan kembali ingatan soal Anggi. Katanya wanita itu ada job untuk hari ini dan tidak bisa datang.


"Ayah ...," panggil suara kecil yang membuat semua orang tersita perhatiannya ke arah gadis kecil yang berlari ke arah Gian yang merasa terkejut dua kali melihat kedatangan Aqila, anak Anggi dengan entah siapa yang Anggi katakan sebagai anak kandungnya.


Gian dan Katon saling pandang, bingung mau bereaksi seperti apa, apalagi tatapan tamu undangan tertuju pada mereka yang sudah setengah jalan menuju pelaminan dimana ia harus menyambut Mayang, yang sebentar lagi akan datang.


"Ayah, Qila kangen Ayah. Kenapa Ayah nggak jenguk Qila lagi sekarang?" Gadis kecil itu memancarkan sinar kerinduan di matanya, tangan kecilnya memeluk kaki Gian, suaranya yang masih cadel membuat Qila terlihat menggemaskan.


Udara sekitar Gian mendadak panas, ia merasa seperti dikerubuti api yang berasal dari tatapan tamu undangan yang sebelumnya sempat memuja Gian.


Ibu dari Anggi itu tampak salah tingkah dan malu ketika menghadapi Gian. Tatapan Gian yang tajam seolah mengingatkan wanita itu, kalau apa yang terjadi saat ini sangat merugikan Gian. Tatapan yang mengatakan bahwa apapun yang direncanakan Anggi terhadap pernikahan Gian, tidak akan pernah berhasil. Gian sudah mengatakan ini berulang kali pada Kinasih, Qila tetap tidak akan mengubah pendirian Gian.


Gian tau, dia tidak bisa bersikap kasar pada anak kecil yang diperalat Anggi untuk mendekatinya, apalagi di depan orang banyak, tetapi Kinasih seharusnya bisa diajak bicara baik-baik.


"Tolong hargai acara saya dan istri saya, Bu Asih ... sama seperti saya yang selama ini menahan diri karena saya menghargai Ibuk sebagai mantan mertua saya. Bagaimana sikap saya nanti tergantung pada sikap anda, putri anda, dan cucu anda ini. Saya masih anggap Aqila tidak tahu apa-apa, jadi saya membiarkan dia menganggap saya ayahnya. Meski suatu saat, kalian berdualah yang akan bingung bagaimana menjelaskan pada Qila siapa ayah kandungnya yang sebenarnya. Jadi, mulai pikirkan cara kalian memberitahukan pada Qila siapa ayah kandungnya!"


Usai berkata begitu, Gian menunduk dengan senyum bak malaikat yang hanya ia berikan pada Mayang. "Maafkan Ayah, ya, Qila ... Ayah sibuk, jadi Ayah belum bisa datang buat jenguk Qila. Tapi, Ayah punya kejutan buat Qila."

__ADS_1


Mata Qila mendadak berbinar ketika Gian mengatakan kejutan. "Kejutan buat Qila? Apa itu, Yah?" tanya Qila penasaran.


"Sini Ayah bisiki ...." Gian lalu membisikkan sesuatu pada telinga Qila, yang langsung membuat Qila kegirangan.


"Bener, Yah?" tanya gadis kecil itu, seraya menatap mata Gian.


"Syaratnya, Qila nggak boleh nakal dan menurut apa kata Ayah."


Qila mengangguk dan langsung menggandeng tangan neneknya. "Qila akan nurut sama Ayah—ayo, Nek ... kita ke sana. Lihat Mama nyanyi."


"A-ayo ...," kata Asih gugup dan bingung. Tanpa permisi, Asih menyingkir dari karpet merah dimana Mayang dan Gian akan saling berjumpa beberapa saat lagi. Asih tau, dia akan kesusahan akibat ulah Anggi yang nekad.


Di panggung, Anggi tersenyum puas karena rencananya mengacaukan resepsi Gian berhasil. Kedatangan Qila pasti akan membuat Mayang berpikir dua kali jika ingin mendapatkan Gian sepenuhnya. Anggi hanya ingin menunjukkan bahwa Gian tidak bisa dimiliki sepenuhnya oleh Mayang. Ada Aqila dan bayang-bayang mantan istri yang selalu menghantui pernikahan mereka.


*


*


*

__ADS_1


__ADS_2