
Dari kejauhan, Ferdi melihat Mayang. Tanpa bisa mendekat apalagi menyentuh sekadar bersalaman. Itu terlalu ekslusif. Secara naluriah, rekan-rekan Ferdi dan Saira juga tak punya muka mendekat, meski mereka sangat tak berjarak. Mereka seolah malu karena mendukung hubungan gelap Ferdi dan Lea. Tapi mereka juga tertipu, Ferdi berakting dengan baik. Lea mendukung dengan sempurna. Astaga!
Mayang bagai piala, satu demi satu orang mengajaknya bicara di acara ramah tamah usai acara inti digelar. Mayang kelelahan dan lapar. Pipinya sakit karena terlalu banyak tersenyum.
"Huft!" Mayang mendudukkan tubuhnya usai terbebas dari segala macam pertanyaan. Dan darimana mereka tahu kalau dia pernah ditipu suaminya sendiri? Apa ada yang membocorkan rahasia ini? Kepalanya menengadah hingga tanpa sadar terantuk pada kepala lain yang duduk membelakanginya.
Mayang tersentak bangun, "Maaf!" Buru-buru Mayang menunduk melihat Gian menoleh dengan tangan mengusap sisi kepalanya. "Saya ndak lihat ada Pak Dokter di situ." Mayang pikir tempat itu tadi kosong. Apa lapar membuat pandangannya lamur?
"Dipuja banyak orang, membuat anda silau rupanya?" sindir Gian. Tatapan pria itu sinis sekali.
Mayang sedetik kemudian merasa percuma dengan ucapan maafnya. "Saya hanya lapar, Pak ... ndak ada hubungannya dengan silau. Maaf kalau saya sudah mengganggu Pak Dokter." Mayang memilih mundur, meladeni pria aneh ini agaknya tak akan mengurangi rasa laparnya.
"Apa dia lupa pernah berbuat baik padaku?" Mayang bergumam bingung. Penampilannya mungkin berbeda, tapi dia tak melakukan operasi plastik sehingga wajahnya tak dikenali lagi. Gian, Mayang ingat, membantunya masuk ke Tiga Dara, mengambilkan kotak obat dan minum, tapi ini? Mayang keberatan dengan tatapan itu. Harusnya kan tidak begitu?
"Yang ...."
Mayang sontak mengangkat wajahnya. "Mas ...." Mayang terkejut melihat penampilan mantan suaminya itu, kurus, berantakan, dan sedikit lusuh. Ah, Mayang lupa, dulu, dialah yang menyempurnakan penampilan Ferdi. Sekarang mungkin, tidak ada lagi. Baik orang maupun modal.
Ferdi berdebar, mengambil kesempatan ini untuk menyapa Mayang.
"Apa kabar, Mas?" Mayang berekspresi dingin, tetapi tidak angkuh. Baginya semua sudah berlalu, tidak perlu ada apa-apa lagi sekarang. Mayang memutuskan untuk tidak membenci berlebihan.
"Aku baik, hanya ingin ketemu kamu saja." Ferdi jujur.
__ADS_1
"Urusan kita sudah selesai, Mas ...." Mayang memberikan batasan tegas. Masa lalunya tetap di belakang, hanya jadi pijakan, tidak ada namanya ulangan, karena ini bukan sekolahan. Ini adalah hidup dan masa depan, meski gagal bisa diulang, tetapi bukan dengan orang yang sama. Mayang ingin belajar, bagaimana hubungan berawal.
Ferdi merasa di skak oleh Mayang. "Ya, aku ingin bertemu sebagai teman. Aku-aku ingin mengucapkan terimakasih, karena tidak menuntutku di pengadilan."
Mayang merasa lucu mendengar ini. Dia bahkan tidak melakukan apa-apa, hanya memberikan gambaran apa saja yang menjadi tuntutannya. Yang ada, Ferdi takut dan tak perlu menggertak dua kali, tanda tangan Ferdi di dapat. Perceraian lancar tanpa banyak tuntutan.
"Mas butuh uang?" Mayang segera mengerti kemana arah pembicaraan Ferdi.
Ferdi tergagap. Jujur iya, tapi bagaimana Mayang bisa tahu? Apa dia terlihat begitu banget?
"I-itu ...."
"Ngga apa-apa, Mas ... aku ada." Mayang merogoh tasnya.
"Tidak perlu, Yang ...," cegah Ferdi. "Aku hanya ingin kita kembali baik dan menjadi orang yang dekat lagi." Ferdi berkata cepat. "Aku ingin mengulanginya dari awal."
"Jangan ngelawak, Mas ... aku tidak pernah yakin bagaimana perasaanmu padaku selama ini. Jadi aku tidak mau tertipu sekali lagi."
"Aku serius, Mayang." Ferdi meraih tangan Mayang yang sudah hampir berbalik. "Aku pernah bodoh, tapi kini aku sadar siapa yang aku cintai."
Mayang tertegun. Matanya lekat menatap wajah sendu itu. "Benarkah?"
*
__ADS_1
*
*
*
Just info, gengs, akhir bulan, akan ada sedikit bagi-bagi tanda kasih untuk pembaca setia Mayang. Yang jelas sampai akhir bulan, ya ... jadi masih lama banget.
Syaratnya gampang, caranya seperti ini :
dukung terus karya ini lewat dukungan gift(rank umum 1-5)
berikan komentar yang gokil, tetapi masuk akal(1 komentar terbaik menurut saya)
__ADS_1
Selamat mencoba, ya, teman-teman😄