
Gian terus mengulangi ucapan Mayang, tentang stroberi mangga donat, hingga ia sampai ke kamar. "Artinya kamu beneran nggak minat balikan sama dia, kan, Mai? Yess!" Gian mengepalkan tangannya di depan dada.
Mayang sedang mengambilkan Gian handuk, terlihat malas menanggapi ocehan Gian yang tak butuh jawaban. "Hanya orang bodoh yang mau jatuh terperosok ke lubang yang sama, Pak ...!" Handuk abu-abu terang terulur ke arah Gian. "Buruan mandi, Pak ... lalu abis itu makan. Udah aku siapkan, kalau mau, nanti saya panaskan."
Gian terperanjat ketika ia menerima handuk dari Mayang, "Aku lupa kalau tadi udah makan sambil nunggu kebabnya jadi. Aku lupa kasih tau kamu." Gian segera mengusap pipi Mayang, sebagai tanda minta maaf.
"Lupa atau ndak bisa kasih tau?" Mayang masih berdiri di depan Gian, tatapannya sangat serius.
"Lupa beneran!" Gian mengacungkan dua jarinya membentuk huruf V. "Apa bedanya memang?"
Mayang berdecak, "Kalau lupa itu pasti hanya karena sibuk, kalau tidak bisa pasti karena Bapak belum menyimpan nomer saya, benar, kan?" Ia mengambil ponsel yang ada di meja rias sebelah lemari. "Ayo mumpung saya ingat, kita saling simpan nomer hape."
Mayang bersiap mendengarkan nomor ponsel Gian, tetapi yang ditunggu malah asyik sendiri dengan ponselnya. "Pak ...!' panggil Mayang.
"Panggil Mas lagi dong ... nanti aku kasih nomer hapeku. Nomer hape orang ganteng nggak diobral pada sembarang orang," kata Gian santai. Ia malah membuang muka ke arah lain.
"Ih, kepedean sekali, si Bapak mah!" Mayang pura-pura menyengir jijik, "panggilan itu buat orang yang istimewa, Pak. Bukan ke sembarang orang aku manggil pake panggilan itu," balas Mayang. Padahal, ia memanggil semua orang yang sedikit lebih tua darinya dengan panggilan Mas, termasuk Katon.
"Aku nggak istimewa buatmu?" Gian berkata sendu.
"Selama Pak Gian anggep aku sembarang orang, Pak Gian ndak istimewa buatku!" Mayang bersedekap untuk menaikkan harga diri.
__ADS_1
Gian membuka mulut, tetapi ia tak bisa berkata apa-apa. Ia kalah oleh istrinya yang begitu pintar mencari celah obrolan ringan mereka. Gian mendadak gemas melihat Mayang menahan senyum, yang seakan sedang mengejeknya.
"Udah mulai berani nyuduin aku, ya!" Gian serta merta menubruk tubuh Mayang, mendorongnya hingga ambruk di atas ranjang. Tangan Gian menggelitik pinggang Mayang, sampai Mayang kegelian minta ampun.
"Udah, Mas ... geli tauk!"
"Panggil aku, Mas, nggak?" cecar Gian, tanpa menghentikan gerakannya.
"Kan udah panggil Mas tadi, padahal rencananya mau aku kasih panggilan istimewa, biar nggak sama dengan mantan!" Mayang tersengal-sengal, ia digelitiki, kakinya di kunci dengan kedua paha kuat Gian, meronta pun percuma. Malah lelah dan kehabisan napas.
"Apa?" Gian berhenti dan menatap Mayang penuh tuntutan.
Hati Gian kena giliran meleleh gila. Mayang sudah mengatakan hal begitu manis di hari kedua pernikahannya. Dan Mayang yang selalu sensual kala menggigit bibir, mengalihkan perhatian tangan Gian ke tempat lain. Uh, dia sangat menginginkan itu lagi. Kaos kedodoran ini, tampak seksi dan menggairahkan.
"Mai ...!" panggil Gian, seraya menyisihkan helaian rambut di wajah Mayang.
"Hem ...," jawab Mayang, dengan senyum manisnya.
"Aku tahu kalau sebaiknya berhubungan itu sebaiknya tiga hari sekali, aku mengatakannya pada semua orang yang datang. Tetapi, pria tak bisa menahan selama itu, apalagi di hadapan wanita secantik kamu." Gian menjeda untuk membasahi tenggorokannya yang kering. "Boleh nggak aku mengabaikan teori itu dan mengutamakan keinginan yang sedikit mirip maniak ini?"
"Itu namanya kenyataan menampar teori," jawab Mayang seraya mengecup bibir Gian. "Mau tau apa yang lebih seger dari teori, Mas?"
__ADS_1
"Apa?" Gian mulai bereaksi, tetapi ia masih menahan diri, membiarkan Mayang membuatny makin tak tahan untuk menghisapnya sampai habis.
"Teh ori, Mas ... seger diminum abis ini, apalagi kalau dingin, makin bikin seger, Mas," goda Mayang malu-malu.
"Kita coba setelah ini, bagaimana Teh ori bekerja, dan bagaimana segarnya." Gian langsung menyerang bibir Mayang. Lalu membiarkan mereka hanyut dalam percintaan yang panas.
Stroberi duku nanas
I love you, Mas ....
*
done 3 bab lagi ... maaf typo yah. Met malem semuanya
__ADS_1